semoga bermanfaat..!! :-)

Source: http://otomotif.kompas.com/
Merayu Elektrik Starter yang Lagi "Ngambek"

Selasa, 25/11/2008 | 12:11 WIB

Kalau elektrik starter (motor bebek, skutik dan sport) Anda "*ngambek*",
kenyamanan saat menghidupkan mesin jadi berkurang. Malah kalau mesin agak
rewel, dipastikan Anda akan bercucuran keringat untuk menghidupkan mesin.
Anda harus mengerahkan tenaga, menggunakan kaki untuk menggerakkan starter "
*selah*" yang juga disebut "*kick starter*" agar mesin bisa dihidupkan.

Bagi wanita yang menggunakan motor, baik berbelanja ke pasar, bekerja maupun
mengantarkan putra-putranya ke sekolah, kalau starter listrik ngambek,
pasti akan mengesalkan. Untuk mencegah kondisi tersebut, sistem starter
perlu diperhatikan.

*Paling Sering*
Faktor yang paling sering menyebabkan starter listrik ngambek adalah bila
pasokan energi listrik dari batere atau aki tidak memadai. Motor starter
(awam menyebutnya dinamo starter) pada sistem elektrik starter sepeda motor,
membutuhkan energi listrik paling besar dibandingkan komponen lainnya pada
motor. Karena itulah, kabel yang digunakan berukuran besar dan harus
dilengkapi dengan relay untuk mencegah tombol terbakar atau cepat rusak.

Pada aki motor, bagian yang paling sering menimbulkan masalah adalah batere
atau aki. Kalau aki sudah lama digunakan, dipastikan masa tugasnya sudah
habis dan harus diganti baru. Biasanya berkisar 2 – 3 tahun.

Kalau aki masih baru, penyebab adalah air aki yang kurang atau terminalnya
korosi. Pada aki basah, gangguan bisa lebih sering dan lebih cepat lagi.
Malah pada aki basah, kedua terminal bisa saja mengalami korosi. Sedangkan
pada aki kering atau MF (*maintenance free*),  terminal negatifnya yang
korosif. Akibatnya, arus yang sampai ke motor starter berkurang.

Korosi pada terminal aki tidak hanya menghalangi listrik ke motor starter,
juga menyebabkan ujung kabel kabel massa (ground) yang dihubungkan ke aki
rusak atau rontok. Baut dan mur pada terminal juga tidak bisa dibuka. Karena
itulah, terminal aki dibersihkan secara teratur. Paling gampang, semprotkan
"*contact cleaner*" atau mengoleskan gemuk setiap bulan, baik untuk aki
kering maupun basah.

Korosi pada terminal negatif menyebabkan aliran listrik yang akan kembali ke
aki terhalang. Karena itulah, agar motor starter "*tokcer*" dan mencegah
bagian lain cepat rusak, kedua terminal aki harus bersih. Kalau sudah
terlanjur rusak, harus diganti dengan kabel berukuran besar. Tidak boleh
menggunakan kabel atau terminal dengan ukuran sembarangan.

Kalau ukuran kabel di terminal negatif ke masa kecil, selain menyebabkan
peralatan kelistrikan tidak bekerja dengan baik, juga bisa menimbulkan
kebakaran.

*Tombol Starter*
Bagian lain yang juga dapat menimbulkan masalah adalah tombol starter pada
setang motor. Karena sering digunakan, terutama motor-motor yang sudah
berumur, kontaknya yang dibuat dari tembaga akan oblak. Atau bisa pula per
pembaliknya lemah. Kalau sudah begini, "*unit switch assy handle*" harus
diganti.

*Motor Starter*
Terminal positif pada motor starter juga dapat menimbulkan masalah.
Penyebabnya, daya jepit klip pada terminal lemah. Akibatnya arus listrik
yang sampai ke motor lemah dan tidak kuat memutar mesin. Malah karena motor
sering dicoba untuk dihidupkan, klip tersebut bisa copot dari terminal
motor.

Kerusakan pada jeroan motor starter adalah borstel (*brush*) atau arang.
Komponen aus atau menipis sehingga tidak bisa lagi membuat hubungan tipis.
Ini bisa terjadi karena selama starter dihidupkan, komponen selalu bergesek
dengan komutator (rotor) starter. Akibatnya, dalam beberapa tahun borstel
ini akan habis atau menipis dan tidak bisa lagi membuat kontak dengan
startor. Cara mengatasinya borstel harus diganti.

Penyebab lain motor starter rusak, terdapat kotoran di komutator. Kotoran
tersebut berasal dari uap oli merembes melalui celah "*bearing*" motor
starter. Untuk mengurangi akumulasi kotoran uap oli, gunakanlah oli sesuai
dengan standar tekanan yang telah ditentukan pabrik. Tidak boleh lebih.
Kalau lebih menyebabkan tekanan uap oli saat mesin bekerja tinggi dan jumlah
yang akan merembes ke motor starter makin banyak.

*Relay*
Komponen ini boleh dikatakan paling jarang menimbulkan gangguan. Tandanya,
komponen ini bekerja, saat tombol starter ditekan, terdengar bunyi,
"Tek...tek."

*ZBJ*

Kirim email ke