Just info, buat jaga-jaga aja....

----- Original Message -----

From: viking distribution

To: [email protected]

Sent: Tuesday, January 13, 2009 11:01 AM

Subject: [asosiasi_hmcc] OOT : PENIPUAN style Baru



Dear All Informasi dari Milist sebelah,



Mau sharing aja niy, ada modus penipuan model baru.....jadi be

carefull....



Kejadian ini dialami papa saya. Hari senin tanggal 5 January, papa saya

menemukan satu amplo coklat di jalan (seperti amplop surat biasa) ada
tulisannya

dokumen penting, dan ada nama perusahaan + nomor telpon dan HP. Setelah
dibuka,

ternyata amplop itu berisi surat keterangan kepemilikan tanah, SIUP dan cek

senilai 4,7 milyar.

Sekilas terlihat surat-surat tersebut asli. Karena merasa kasihan dengan

yang kehilangan surat-surat penting tersebut, papa saya langsung menghubungi
no

telpon yang ada di amplop surat tsb.

Telepon pertama dijawab dengan pengiriman SMS, katanya : Sekiranya

penyampaian anda benar, sy atas nm perusahaan ucapklan terima kasih & jg km

bersedia memberikan konpensasi uang tunai Rp.120 jt kepada saudara, namun

tentunya sy mesti cek dulu kebenarannya Jd harap anda SMS kan No. REG yang

tertera di luar amplop No. PDN yang ada pd SIUP utk km sesuaikan.



Kemudian papa saya langsung membalas SMSnya yang diminta, yaitu

menyebutkan no. REG dan NO. PDN.

SMS kedua dibalas lagi : Laporan anda tlh sesuai, apabila anda tdk

keberata, kam mohon kesediaan anda membawa dokumen itu ke SURABAYA di alamat

perusahaan yg tertera pd SIUP. Km akan transfer dulu Rp. 20 juta agar anda
ada

ongkos jalan ke SURABAYA, sisanya sy serahkan stlh dokumen/cek tsbt sudah sy

terima, demi memudahkan semua urusan, silahkan anda SMS kan No. Rekening
anda

dengan lengkap utk sy stransferkan dulu yg Rp. 20 jt. sekali lg sy ucapkan

terima kasih atas kebaikan anda.



Ada sedikit kecurigaan yang muncul dari suami saya, (setelah sy ceritakan

kejadiannya) , kenapa mesti mengantarkan ke Surabaya ? Kalau itu dokumen
penting

perusahaan, kenapa ga dia aja yang datang ke kita....... Tapi papa saya
masih

berfikir positif..... ... lalu papa saya mengirim SMS memberitahukan no.

rekening mama saya di BCA, karena dengan anggapan BCA banyak yang punya dan

lebih mudah.



Setelah SMS ketiga ini dikirim, agak lama mendapat balasan dari orang

tersebut. Akhirnya kami dapat balasan SMS, yang berbunyi : Keuangan sebesar
Rp.

20.000.000 telah saya stranster, mohon dicek dulu dan harap hubungi saya

sebentar apabila uang sdh masuk.



Kira-kira 15 menit setelah mendapat SMS, Mama saya langsung mengecek ATM,

tetapi uang yang dimaksud belum masuk. Kira-kira 15 menit kemudian, papa
saya

menelpon orang tersebut, dan mengatakan bahwa kami belum terima
transferannya.

Orang tersebut menjelaskan (yang menurut papa saya agak berbelit-belit) ,

kemudian, telponnya diserahkan ke saya, jadi saya yang berbicara dengan
orang

tersebut. Orang itu mengatakan bahwa seharusnya ibu langsung telpon dia pada

saat masih di ATM. Saya langsung curiga, hal seperti ini sudah sering saya

dengar dan alami, model penipuan yang secara tidak sadar akan menuntun kita

untuk mentransfer uang ke orang jahat itu. Tetapi saya pura-pura tidak tahu,
dan

tetap tenang. Lalu saya tanya kenapa demikian Pak, bukannya kalau mau
transfer,

tinggal transfer aja, kalo bank nya sama kan online, pasti langsung
diterima.

Orang tersebut bilang, bahwa bank perusahaan mereka bank asing, jadi ada
kodek

ceknya, dia bilang, kalau ibu di ATM, akan dituntun dan diberitahukan kode

ceknya. Semakin memperkuat kecurigaan saya. Terus saya bilang, bapak bank
nya

apa, dia bilang bank asing. Saya balik tanya, iya bank asing khan ada
namanya,

namanya apa. Dia menyebutkan bank perusahaannya ada BCA, Mandiri.....
.(dalam

hati, saya ketawa, bank asing koq BCA, Mandiri???), saya langsung
laudspeaker hp

papa saya biar orang dirumah mendengar semua....... .Nada bicara orang
tersebut

sudah kedengaran gak sabar, mendengar ucapan saya yang saya bilang, ya sudah

Pak, kita akan cek lagi aja besok, kalau memang sudah ditransfer pasti sudah

masuk. Orang itu ngotot untuk saya ngecek lagi saat itu juga di ATM sambil

telpon dia, saya ga mau. Lalu orang itu bilang "ya sudah kalau ibu tidak

mau mengikuti prosedur perusahaan kami!", sambil tutup telpon (lho koq dia

yang marah....??)



Saya bilang ke papa saya, bahwa ini murni penipuan, tapi model baru...

yakni dengan menyebarkan amplop yang isinya surat berharga palsu
(seolah-olah

surat tersebut terjatuh), dengan harapan ada yang berniat baik menghubungi
dia,

jadi korban yang ditargetkan mereka random, sukur-sukur bisa di jadikan
korban.



Saya bersyukur, orang tua saya tidak menjadi korban penipuan model baru

ini. Dan semoga dengan saya sharing seperti ini, tidak ada yang menjadi
korban

mereka.



Nama Bapak tersebut : Lumaksono Tri Sardjono (Presiden Direktur) no. HP

0813 34 940 118

Nama perusahaan : PT MICO GRAHA PAVINDO, Jl. Kertajaya Indah Timur 14

C-9, Surabaya-Indonesia, telp (031) 3551103.





Mohon maaf, kalau ceritanya kepanjangan.

Salam,

Indira




-- 
Heri
0812 10 77955
Lost a Minute in Life or Lost Life in a Minute

Kirim email ke