panjang euy.

2009/2/11 Heriyanto Candra <[email protected]>

>   *4 Skenario*
>
> Skenario 1
>
> Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.
> Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong
> tersebut.
> Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk
> menggoyang-goyangkan kaki.
> Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.
>
> Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya
> kepada kita.
> "Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,"
> kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.
>
> Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?
> Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.
>
>
> Skenario 2
> Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.
> Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.
> Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung
> memberikannya kepada kita.
> Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari
> handphone kita hilang.
>
> Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone
> kita sambil berkata,
> "Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."
> Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?
>
> Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.
> Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa
> terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang
> yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).
> Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.
>
> Skenario 3
> Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.
>
> Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita
> menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun
> dari kereta.
> Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap
> ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia
> mengembalikannya kepada kita.
>
> Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak
> memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.
> "Halo, selamat siang, Pak.
> Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencoba
> bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan
> handphone itu kembali kepada kita.
> Orang yang menemukan handphone kita berkata,
> "Oh, ini handphone bapak ya.
> Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut.
> Biar bapak ambil di sana nanti ya."
>
> Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun
> berikut dan menemui "orang baik" tersebut.
> Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.
> Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?
>
> Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya
> akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua
> bukan?
> Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada
> orang yang menemukan handphone kita tersebut.
>
>
> Skenario 4
> Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.
>
> Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun
> dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita
> mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.
> Sampai akhirnya kita tiba di rumah.
>
> Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :
> "Bapak / Ibu yang budiman.
> Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang.
> Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat
> mengembalikan handphone itu kepada saya.
> Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. "
> SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.
> Kita sudah putus asa.
>
> Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam
> handphone kita.
> Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.
> Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone
> kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan
> handphone tersebut.
>
> Bagaimana kira-kira perasaan kita?
> Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang
> diberikan oleh orang itu.
> Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.
> Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?
>
> Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan
> mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih
> berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario
> ketiga).
>
>
> Moral of the story
> Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?
>
> Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan
> ada orang yang menemukannya.
>
>
> Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
> Kita berikan dia ucapan terima kasih.
>
> Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita
> turun dari kereta.
> Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.
>
> Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun
> dari kereta.
> Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.
>
> Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah
> itu baru mengembalikannya kepada kita.
> Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.
>
> Ada sebuah hal yang aneh di sini.
> Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling
> baik?
> Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita,
> bukan?
> Dia adalah orang pada skenario pertama.
>
> Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara
> empat orang di atas.
>
>
>
> Manakah orang yang paling tidak baik?
> Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita
> menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita
> tersebut selama itu.
>
> Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling
> besar.
>
>
>
> Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
> Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus,
> tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan
> banyak, kita berikan lebih sedikit.
>
> OK, kenapa bisa begitu?
>
> Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap
> skenario.
>
> Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum
> sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.
>
> Pada skenario kedua, kita juga sudah mulai merasakan kehilangan karena
> saat
> itu kita baru sadar, dan kita sudah membayangkan rasa kehilangan yang
> mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari
> kereta.
>
> Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama
> kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone
> kita kembali.
>
> Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.
>
> Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang
> yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada
> kita.
>
> Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai
> handphone yang kita miliki.
>
> Kesimpulan
> Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?
>
> Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah,
> kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.
>
> Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman
> kita.
> Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.
>
> Saat itulah, kita baru dapat  mensyukuri segala sesuatu yang telah
> hilang tersebut.
>
> Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat
> bersyukur?
>
> Sebaiknya tidak.
>
> Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu
> masih ada.
> Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah
> lenyap dari diri kita.
>
> Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.
> Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.
>
> Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.
> Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.
> *Rgds*
> *PiaN*
>
> --
> Heri
> 0812 10 77955
> Lost a Minute in Life or Lost Life in a Minute
>  
>



-- 
[agiel]
B 6115 KKU
-ordinary black scorpio-

Kirim email ke