Tidak melihat, tidak terlihat, or emang gak ada rambunya, lae...?
Buat mastiin, mending balik kesono lagi dah!
heuhuehehee... ;-)

BTW, turut prihatin lae.

Pada tanggal 03/09/09, MD Panjaitan <[email protected]> menulis:
> Kemaren siang ketika melintas dari arah pangeran jayakarta begitu tiba
> di prapatan stasiun kota, persis di lampu merah saya langsung belok kiri
> kearah gajahmada....ehh polisi didepan memberikan tanda agar saya
> meminggirkan kendaraan.
>
> Selama siang dgn memberikan hormat...siang juga pak! kenapa saya
> diberhentikan pak??? anda tidak tau kesalahan? tidak....anda diprapatan
> tadi belok kiri langsung, loh memang bukan seharusnya begitu! tidak kata
> beliau.
>
> OK tolong ikut ke pos dengan suara tegas...bentar pak motor saya
> parkirkan dulu dengan benar.
> o0o disana tidak bisa belok kiri langsung toh...saya minta maaf kalau
> begitu dan akan mencoba berlaku sportif lagi.
>
> Mari ikut ke pos kata beliau kembali, maaf pak kalau memang mau di
> tilang silahkan saja pak, diatas box motor saya bisa nulis neh...saya
> kurang bisa nulis kalau tempatnya kurang rata kata beliau...OK kalau
> begitu saya yang nulis dan bapak tinggal sebutkan pada kolom mana saya
> harus tulis, dengan sedikit kesal atas argumen saya beliau dengan tangan
> agak kasar mengeluarkan surat tilang dari kantong celana bagian belakang.
>
> srat srat srat srat srat srat (bunyi tulisan) hehehhehe...tertulis
> tanggal 2-10-09, anda bisa ngikutin sidang di pengadilan jakarta barat.
> dan diberikan bukti pelanggaran berwarna pink/merah neh....buta warna
> kale neh gw:-)....ada di attachment!
>
> rekan's ada yang pernah melakukan pelanggaran seperti pengalaman saya ini??
> berapa lama proses persidangan dan berapa yang akan saya bayarkan nanti
> pada saat persidangan??
>
> @note: pada saat kejadian kemaren saya mengakui kesalahan akibat tidak
> melihat rambu lalulintas, itu juga sih kalau ada rambunya....karena pada
> saat itu saya rada malas untuk mengecek/melihat kembali apakah ditempat
> tersebut ada rambut atau tidak, tetapi karena cuaca sedikit panas niat
> tersebut saya urungkan.
>
> hasil ketikan ini dari bagian belakang surat tilang..............
> PERHATIAN UNTUK PARA PELANGGAR:
> 1. Pemberi suap untuk perkara ini diancam pasal 209 KUHP dengan pidanan
> penjara selama-lamanya 2 tahun 8 bulan
> 2. Tilang ini adalah merupakan surat panggilan untuk menghadap
> kepengadilan negeri, pada tempat, hari tanggal dan waktu yang telah
> ditetapkan sehubungan dengan pelanggaran yang telah dilakukan untuk
> diadili dan dijatuhkan hukuman serta melaksanakan hukuman dimaksud.
> 3. Apabila dengan sengaja tidak mememuhi surat panggilan ini dapat
> dituntut Pasal 216 ayat (1) KUHP, yang diancam dengan pidanan penjara
> maksimum 4 bulan 2 minggu atau denda maksimum lima belas Rp 600.
> /4. Apabila dalam tempo 5 hari diterimanya surat tilang ini tidak
> menyerahkan uang titipan sebagaimana tertera dalam tilang dibalik ini
> atau angka pinalti sudah mencapai 36 maka SIM dibatalkan (uji ulang).
>
> /setelah  recheck pada surat tilang "uang titipan" yang dimaksud tidak
> ada tertulis tuh./
> /Ada yang mengetahui maksud dari point ke 4 diatas????
> /
> /PERHATIAN UNTUK PETUGAS:
> Penerimaan suap perkara ini diancam pasal 419 KUHP dengan pidana penjara
> maksimum 5 tahun
>
>
>
> Terimakasih untuk semuanya
> happy fasting!
>
> --
> Salam Sportivitas,
> it's not what u ride, but how u ride
> U can if U think U can
>
> KHCC# 028
> http://cahkumis.multiply.com/
> www.khcc.or.id
>
>

Kirim email ke