FYI aja.....

Daging Kambing Tak Jauh Beda Dengan Daging Lainnya
!!!<http://noersigit.blogdetik.com/2009/08/18/daging-kambing-tak-jauh-beda-dengan-daging-lainnya/>
Filed Under (Informasi <http://noersigit.blogdetik.com/category/informasi/>)
by noersigit on 18-08-2009

*“Siapa bilang daging kambing panas, bikin darah tinggi, kolesterol juga,
lho!? Daging kambing sama saja dengan daging sapi.”
*
[image: wedhus-gembel] [image: sate_kambing] [image: kambing-muda]
*Mitos yang popular di masyarakat *menyebabkan sejumlah orang was-was saat
menikmati daging kambing. Padahal sebenarnya mitos itu tidak terlalu benar.

*Mitos lain yang beredar* khusunya dikalangan kaum pria mengatakan daging
kambing bisa meningkatkan libido pria. Apalagi sate kambing yang disantap
dengan ‘torpedo’nya serta ditemani segelas bir. Wah, istri-istri akan sibuk
‘melayani’ suaminya pada malam harinya setelah suami-suami mereka menyantap
menu khas Madura ini.

Namun, lagi-lagi kebenaran mitos ini tidak dapat dibuktikan secara medis.
Pasalnya libido seseorang, terutama kaum Adam, selain dipengaruhi keadaan
psikologinya juga dipengaruhi oleh kadar hormon testoteronnya. Memang ada
beberapa penilitian yang membuktikan bahwa terdapat senyawa yang mirip
dengan hormon seks pria dalam daging kambing. Namun apakah itu yang
menyebabkan peningkatan libido kaum pria setelah menkonsumsinya masih belum
ada penjelasan yang memuaskan. Sedangkan ‘torpedo’ kambing memang gudang
hormon seks penjantan mungkin saja ada benarnya dapat meingkatkan libido
pria. Kendati demikian, hal ini masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut.

*Yang pasti,* daging kambing yang tinggi nilai kalorinya itu, apalagi
ditambah asupan kalori dari bir atau minuman beralkohol lainnya, akan
menambah semangat pria. Ditambah lagi dengan adanya kepercayan seperti itu.
Maka, yang bertambah bukan libidonya, melainkan, sensasi sensualnya akibat
sugesti tadi. Jadi, karena sensasi itulah, seseorang menjadi tambah
bergairah.
Memang benar daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lumayan
tinggi. Namun kandungan lemak tak jenuhnya tidak lebih tinggi dibanding
daging bewarna merah lain seperti daging sapi atau daging babi.

*Sebagai perbandingan, berikut komposisi lemak dan kolesterol beberapa
daging per 100 gram.*

[image: daging]

Lemak total daging kambing tampak dengan sangat jelas lebih rendah
dibandingkan daging ayam, sapi dan babi. Selain itu kandungan kolesterolnya
pun kurang lebih sama dengan yang lain. Oleh karena itu dapat disimpulkan
bahwa daging kambing tidak lebih buruk dibanding daging-daging lainnya.

*Ketakutan yang belebihan tidaklah perlu.* Mati sehabis makan sate kambing
pun tidak terbukti secara medis. Jadi kabar itu mitos belaka. Hal ini boleh
melegakan para penggemar daging kambing.

*Daging kambing memiliki nilai SDA (specific dynamic action)* yang lumayan
tinggi, jadi bagi mereka yang sedang menjalankan ‘tiger diet’ tentu hal ini
menggembirakan pula. Artinya, walaupun daging kambing memiliki kalori yang
tinggi, namun untuk mencernakannya, diperlukan kalori yang tinggi pula, jadi
bisa dikatakan lumayan seimbang.

Apa yang dimaksud dengan daging kambing itu panas oleh masyarakat sebenarnya
mungkin hanya kepercayaan masyarakat saja. Yang pasti bumbu-bumbu yang
dipakailah yang membuat ‘panas’ bukan kandungan lemak dan kolesterolnya.

*Walaupun demikian, apa bila dikonsumsi berlebihan*, tetap saja tidak baik.
Walaupun kadar asam lemak jenuh dan kolesteronya kurang lebih sama dengan
daging-daging lainnya, namun kalau dikonsumsi berlebihan, tetap saja akan
mempertinggi resiko terkena berbagai penyakit kardiovaskular, seperti
hipertensi, hiperkolesterolemia. Apa lagi, dalam setusuk sate kambing, untuk
menambah kelezatannya, juga terdapat lemak (gajih). Pada sop kambing, selain
daging dan lemaknya, juga dimasukan jeroan seperti usus, babat yang notabene
adalah sumber kolesterol. Nah, hal inilah yang perlu diperhatikan.

*Sejatinya,* daging kambing tidak perlu dipantang, malah tergolong sehat dan
sejajar dengan daging sapi ataupun daging-daging lainnya. Namun, seperti
makanan-makanan lainnya, perhatikan saja jumlahnya.

*Namun jangan terbawa senang dulu.* Pasalnya, jika Anda tidak berhati-hati
dan sering melahap daging kambing, apalagi’torpedo’nya, sambil ditemani
minuman beralkohol berlebihan, alih-alih meningkatnya gairah birahi Anda,
salah-salah pembuluh darah menuju ‘torpedo’ Anda sendiri malah tersumbat.

*Maka ditegaskan sekali lagi, *
jangan mentang-mentang gurihnya daging kambing ditambah kabar bahwa
kandungan lemak dan kolesterol daging kambing sama saja seperti daging
lainnya, Anda malah terus-terusan mengunjungi warung sate saban malam demi
‘sensasi panas’. Salah-salah, bukan gairah meningkat, yang ada malah urusan
ranjang menjadi berantakan.

*Ditambah lagi resiko terserang penyakit-penyakit kardiovaskuler yang
seram-seram tadi, tidak mau, kan?*
*Sumber : http://www.articlesbase.com*

-- 
Heri
0812 10 77955
Lost a Minute in Life or Lost Life in a Minute

Kirim email ke