Gigolo di Pantai Kuta Dirazia
Senin, 26 April 2010 | 13:57 WIB
 
Besar<http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/04/26/brk,20100426-243245,id.html#>
Kecil<http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/04/26/brk,20100426-243245,id.html#>
Normal<http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/04/26/brk,20100426-243245,id.html#>
  [image: foto]  <http://image.tempointeraktif.com/?id=32962&width=490>

Film Gigolo

*TEMPO Interaktif*, Kuta - Menyusul heboh pembuatan film dokumenter *"Cowboy
in Paradise"* yang menggambarkan aksi para Gigolo di Pantai Kuta, Satuan
Tugas (Satgas) Pantai kuta pun bertindak tegas. Senin (26/4) siang ini,
mereka bergerak melakukan razia di Pantai Internasional.

Dari sekitar 10 satgas kemudian dibentuk tiga tim yang bergerak secara
terpencar. Mereka menanyai anak-anak pantai serta pedagang yang ada di
pantai itu. "Kita lakukan pengecekan identitas dan kejelasan pekerjaannya di
pantai," kata Ketua Satgas I Gusti Ngurah Tresna. Mereka yang tertangkap
tidak memiliki kedua hal itu akan dikorek keterangannya.

Tresna menyebut, pihaknya belum mengetahui keberadaan anak-anak pantai yang
tampil di klip video itu. Tapi bila diketahui, mereka akan ditanyai
maksudnya terlibat dalam video dan diserahkan kepada aparat keamanan. "Kalau
dianggap meresahkan , tentu bisa dikenai hukuman. Tapi itu bukan kewenangan
kami," ujarnya.

Adanya video itu sendiri dianggap merusak citra Pantai Kuta seolah-olah
pantai itu merupakan pusat wisata sex di Bali. Padahal hanya beberapa orang
saja yang datang ke Kuta lalu memanfaatkannya untuk menggaet turis dan
memperoleh keuntungan. Trisna menegaskan bahwa Kuta sebagaimana daerah Bali
yang lain mengedepankan pariwisata budaya dan lingkungan. "Jadi unggulan
kita adalah ombak, sinar matahari serta adat istiadat disini," katanya.

Klip* Cowboy in Paradise* sendiri sudah selama satu minggu ini beredar di
Youtube dalam bentuk potongan-potongan klip video sebanyak 3 klip. Disitu
tampil sejumlah anak pantai yang menawarkan dirinya untuk menemani turis.
Ada pula yang menceritakan pengalamanya dalam menggaet turis perempuan
hingga berhubungan intim.

Salah-satu anak Pantai Kuta Khamsani membantah tegas anggapan bahwa semua
anak pantai menjadi Gigolo. "Ada sih ada tapi jumlahnya sedikit sekali,"
katanya. Kebanyakan yang seperti itu, menurutnya, justru bukan pekerja di
pantai seperti penyewa surfing, pedagang kaki lima dan minuman, dll. "Mereka
datang kesini benar-benar untuk mencari turis," sebutnya. Sebab, jelas
penyewa papan surfing ini, untuk yang bekerja di Pantai Kuta sangat ketat
diawasi Satgas. "Salah-sedikit dan ada komplain turis ijin kita bisa
dicabut," ujarnya.

*ROFIQI HASAN*


**

http://www.ziddu.com/download/9623661/Cowboyinparadise.flv.html

Kirim email ke