Pak Dwi, ada tambahan nih dari 
http://www.indomedia.com/Intisari/1998/desember/kalender.htm
siapa tahu bisa digabung dengan fungsi weton bapak.


Abad XX hampir berlalu dan abad XXI hampir tiba. Walaupun masuk ke 
penghujung milenium ketiga nanti, banyak di antara kita yang tetap 
berhubungan dengan abad XX, terutama dengan hal-hal yang bersangkut-
paut dengan tanggal serta nama hari, mungkin juga hari pasaran, dan 
bulan. Bisa mengenai peringatan kematian, kelahiran, pernikahan, 
atau perayaaan lain yang terjadi dalam abad XX.

Ketika Anda lupa dan ingin tahu hari dan bulannya, Anda bisa 
menggunakan "Kalender dua Abad" ini. Berbeda dengan "Kalender Abadi" 
yang pernah dikemukakan pada Intisari Januari 1983 dan bermula dari 
tahun 1800 - 2000, kalender ini "lebih maju" lagi yaitu bisa dipakai 
mencari hari dan pasaran pada bulan dan tahun hingga tahun 2100. 
Selain itu, cara untuk mencari kembali sesuatu yang ingin diketahui 
juga berbeda.

Mencari hari tanggal 1 Januari tahun kabisat
Untuk mencari hari, pada tanggal dalam semua bulan dan tahun 
terlebih dulu harus diketahui nama hari pada tanggal 1 Januari tahun 
kabisat (tahun yang angkanya habis dibagi 4). Caranya, dua angka 
akhir dari tahun kabisat dibagi 7 (karena jumlah hari ada 7) 
kemudian perhatikan sisanya, karena sisa inilah yang kita perlukan 
(lihat Tabel 1). 


Tabel 1.
Sisa pembagian Nama hari 1 Januari 
0              Minggu 
5              Senin 
3              Selasa 
1              Rabu 
6              Kamis 
4              Jumat 
2              Sabtu 

Contoh:

Tahun 1904: 04 dibagi 7 sisa 4; 1 Januari hari Jumat. 
Tahun 1948: 48 dibagi 7 sisa 6; 1 Januari hari Kamis. 
Tahun 1996: 96 dibagi 7 sisa 5; 1 Januari hari Senin. 
 

Mencari hari tanggal 1 Januari tahun biasa
Setelah diketahui nama hari pada tanggal 1 Januari tahun kabisat, 
dengan mudah pula diketahui nama hari pada tanggal 1 Januari tahun-
tahun biasa (yang bukan kabisat). Rumusnya, tiga tahun berturut-
turut sebelum tahun kabisat, tanggal 1 Januarinya diundurkan menurut 
berapa tahun mundurnya hari pada tanggal 1 Januari tahun kabisat. 
Contoh:

Tanggal 1 Januari 1948 jatuh pada hari Kamis (lihat contoh no. 2 
mencari nama hari 1 Januari tahun kabisat). 
Tanggal 1 Januari 1947 jatuh pada hari Rabu. 
Tanggal 1 Januari 1946 jatuh pada hari Selasa. 
 

Mencari hari pasaran tanggal 1 Januari tahun kabisat
Hari pasaran (biasanya hanya disebut pasaran saja) umumnya digunakan 
oleh masyarakat Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur sebagai 
pengiring hari-hari biasa yang jumlahnya ada 5 dengan urutan (1) 
Legi atau Manis, (2) Pahing, (3) Pon, (4) Wage, (5) Kliwon. Prinsip 
pencariannya sama dengan mencari hari pada tanggal 1 Januari tahun 
kabisat, yaitu dua angka akhir dari tahun kabisat dibagi 5 (karena 
jumlah pasaran ada 5) dan perhatikan juga berapa sisanya (lihat 
Tabel 2). 

Tabel 2.
Sisa pembagian Pasaran 1 Januari 
0              Legi 
4              Pahing 
3              Pon 
2              Wage 
1              Kliwon 

Contohnya, bandingkan saja dengan contoh untuk nama hari tanggal 1 
Januari tahun kabisat.

Mencari pasaran tanggal 1 Januari tahun biasa
Rumus untuk mencari hari pasaran tanggal 1 Januari tahun-tahun biasa 
ini tidak memerlukan hitungan karena tiga tahun berturut-turut 
sebelum tahun kabisat, hari pasaran tanggal 1 Januari sampai tanggal 
1 tahun kabisat itu tidak berubah. 
Contoh:

Tahun 1948, 1 Januari pasarannya Pon 
Tahun 1947, 1 Januari pasarannya Pon 
Tahun 1946, 1 Januari pasarannya Pon 
Setelah mengetahui hari dan hari pasaran tanggal 1 Januari setiap 
tahun, untuk mencari hari dan pasaran tanggal 1 tiap bulan lihatlah 
tabel bulanan ini (Tabel 3):

Tabel 3.
Bulan     Hari tanggal 1 Pasaran tanggal 1 
Januari    1      1 
Februari   4      2 
Maret      4      5 
April      7      1 
Mei        2      1 
Juni       5      2 
Juli       7      2 
Agustus    3      3 
September  6      4 
Oktober    1      4 
November   4      5 
Desember   6      5 

Hari dan pasaran untuk tanggal 1 Januari ditandai dengan angka 1, 
sedangkan untuk bulan-bulan lainnya dengan angka yang berbeda. 
Maksudnya, 1 Januari dijadikan sebagai patokan untuk menentukan hari 
dan pasaran tanggal 1 bulan lainnya dalam tahun yang sama. Jika 1 
Januari tahun tersebut sudah ditemukan, maka tanggal 1 bulan lainnya 
tinggal diurutkan dari angka-angka yang ada.

Ambil contoh, tanggal 1 Januari 1945 adalah hari Senin Pon. Maka 1 
Februari 1945 adalah Kamis Wage. Kamis didapat dari angka 4, di mana 
1 + Senin dan Wage dari angka 2, di mana 1 + Pon. Demikian 
seterusnya sehingga tanggal 1 Maret 1945 adalah Kamis Pahing.

Untuk tahun yang berbeda, hari dan pasaran pun berbeda. Contoh untuk 
tahun 1946, 1 Januari Selasa Pon, 1 Februari Jumat Wage. Itu didapat 
dari angka 4 dan 2, di mana 1 pada hari adalah Selasa dan 1 pada 
pasaran adalah Pon.

Tabel bulanan ini hanya untuk tahun-tahun biasa. Sedangkan untuk 
tahun kabisat, karena Februarinya berumur 29 hari, maka untuk bulan 
Maret sampai Desember hitungannya harus ditambah 1, baik untuk hari 
maupun pasaran.

Mencari hari, pasaran, dan tanggal Abad XXI
Mencari hari, pasaran, atau tanggal pada bulan-bulan abad XXI lebih 
mudah daripada mencari hari, pasaran, atau tanggal dalam abad XX. 
Rumusnya, hari pada tanggal, bulan, dan tahun dalam abad XXI dapat 
diketahui dengan mengundurkan 1 hari dari hari pada tanggal dan 
bulan yang sama dalam abad XX, dan tahunnya mempunyai 2 angka akhir 
yang sama, sedangkan hari pasarannya tetap, tidak berubah. 
Contoh:

Tanggal 1 Januari 1948: Kamis Pon 
Tanggal 1 Januari 2048: Rabu Pon 
Tanggal 17 Agustus 1945: Jumat Legi 
Tanggal 17 Agustus 2045: Kamis Legi 
Dalam penghitungan cara ini, tahun 2000 dimasukkan dalam abad XX, 
sama dengan 1900 + 100, jadi angka 100 inilah yang dibagi 7 untuk 
hari dan dibagi 5 untuk pasaran.

Menurut kalender sistem Gregorian yang berlaku sampai sekarang, 
tahun abad dengan angka akhir 00 hanya dijadikan tahun kabisat bila 
tahun abad itu dapat dibagi 400. Dengan demikian tahun 2000 adalah 
tahun kabisat, sedangkan tahun 1900 dan 2100 tidak termasuk tahun 
kabisat dan bulan Februarinya tetap berumur 28 hari. (Nur Sobari)


--- In [email protected], "Dwi Wuryantadi" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> He he modif dari fungsi lain namanya juga penasaran. eh belajar.
> thank you ya..
> ----- Original Message ----- 
> From: "Haer Talib" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Monday, February 25, 2008 5:09 PM
> Subject: Re: [belajar-access] gabung nama hari dan pasaran
> 
> 
> Function Weton(vTgl)
>    Weton = Hari(vTgl) & " " & Pasaran(vTgl)
> End Function
> 
> BTW, darimana dapetin function Hari dan Pasaran, kok gak bisa 
gabunginnya?
> 
> Haer Talib
> 
> 
> 
> 2008/2/22 Dwi Wuryantadi <[EMAIL PROTECTED]>:
> 
> > Dear all
> > sedang belajar buat fungsi kok bingung neh.
> > fungsi pertama:
> > Function Hari(tgl)
> >    y = tgl Mod 7
> >    Select Case y
> > Case 0: Hari = "Sabtu"
> > Case 1: Hari = "Ahad"
> > Case 2: Hari = "Senin"
> > Case 3: Hari = "Selasa"
> > Case 4: Hari = "Rabu"
> > Case 5: Hari = "Kamis"
> > Case 6: Hari = "Jumat"
> > End Select
> > End Function
> >
> > fungsi kedua:
> > Function Pasaran(tgl)
> >    x = tgl Mod 5
> >    Select Case x
> > Case 0: Pasaran = "Kliwon"
> > Case 1: Pasaran = "Manis"
> > Case 2: Pasaran = "Pahing"
> > Case 3: Pasaran = "Pon"
> > Case 4: Pasaran = "Wage"
> > End Select
> > End Function
> >
> > Gimana cara gabuninnya sehingga
> > fungsi weton(tgl)
> > weton=hari dan pasaran
> > Thanks b4
> >
> > Regards, Wuryantadi
> >
> >
> >
> > ___________________________________________________________
> > All New Yahoo! Mail – Tired of [EMAIL PROTECTED]@! come-ons? Let our 
SpamGuard protect
> > you. http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html
> >
> >
> >
> > SPAM IS PROHIBITED
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> -- 
> [Haer Talib]
> Office Access MVP
> Meet me at www.RumahAccess.com
> 
> =>
> 
> 
>               
> ___________________________________________________________ 
> Try the all-new Yahoo! Mail. "The New Version is radically easier 
to use" – The Wall Street Journal 
> http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html
>


Kirim email ke