hehehe, atau gini aja, gimana kalau kita jualan bubur kacang ijo aja. (just 
kidding)

dayz




________________________________
Dari: Rudi Kasan NK <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jum, 11 Juni, 2010 18:41:26
Judul: Re: [belajar-access] Mengapa mesti pake Access?

Oalah... mas Hariyanto yang terhormat.

Pertanyaan sederhana saya dijawab dengan sangat tajam, lugas dan menantang.
maksud saya cuma sekedar ingin mencari tahu pendapat sedulur-sedulur yang sudah
lebih dulu bergabung / bekerja dengan microsoft access tentang lebih
kurangnya microsoft access dari kacamata para penggunanya.

kalau udah tahu trus apa?

paling tidak - teman saya yang sudah bertanya itu bisa saya tunjukkan
pendapat sedulur-sedulur semua. Naah, berhubung dia yang bicara
se-enak udelnya tentang dotnet dan segala macem itu. Biarlah dia yang
mempersiapkan kehebatannya. itu juga kalau dia berani.

lha wong sejauh in baru ketemu sebatas omongan.

Nantilah.. saya akan lanjutkan sesi itu dengan dia.

Mundur dulu sebentar sedulur-sekalian. Sungguh senang dengan pendapat
yang begitu beragam dan penuh dengan persahabatan.

Matur nuwun atas semuanya.

Kyai Rudi Kasan NK.


2010/6/11 hari yanto <[email protected]>
>
>
>
> Saya berpendapat, saya pertama kali mengenal acses. Dari sana pula saya 
> belajar. Tapi lama-lama, setelah data bertambah banyak, apalagi saya harus 
> membanding-bandingkan data, saya merasa access kurang memadai. Mengingat 
> kecepatannya menjadi agak lambat...
>
> Saat itu saya berpikir harus keluar dari Acces. Ngapain tergantung sama 
> microsoft. Yang sudah barang tentu akan menebalkan kocek pihak asing. Saya 
> lirik mySql. Ternyata OK juga. Saya mencoba belajar yang lain. Namun... saya 
> merasa lemah. Saya harus mulai dari awal lagi. Sementara pekerjaan harus 
> running terus...
>
> Singkat kata, saya menggabungkan access dan MySql, yang memiliki kecepatan 
> lebih bagus. Jadi, saya balik lagi ke access. Karena saya memiliki 
> keterbatasan.
>
> Saya merasa Bp Rudi Kasan NK memiliki niat baik. Mungkin agar tidak 
> tergantung sama asing, yang hanya menguntungkan mereka.
>
> Namun demikian, akan lebih arif bila Bp Rudi Kasan NK tidak sekedar menebar 
> kata-kata. Lebih bijak lagi bila Bp Rudi Kasan NK menunjukkan produk. "Iki 
> loh sedulut produkku. Luwih apik timbang access. Jenenge Ac-Yog", misalnya. 
> Dan, akan lebih mulia lagi apabila membuka semuanya... (syntax, form, dlsb). 
> Sehingga ilmu yang Bp dapat bisa digunakan oleh orang banyak.
>
> Itu lebih mulia di hadapanNya. Ketimbang hanya melemparkan kata-kata... 
> Ayo... Arek Yogya, bangkitlah... Tunjukkan produkmu.. Produk IT Yogya. Produk 
> Indonesia...
>
> Hariyanto (Surabaya)

Kirim email ke