--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 19 Desember 2008 15:50 UTC ** AUSTRALIA BUKA KOMPLEKS BARU PENCARI SUAKA ** HAMAS AKHIRI GENCATAN SENJATA ** KONSESI PERISAI RUDAL ** TOPIK TINJAUAN PERS: MENDOBRAK TABU DAN EMPAT TAHUN REKONSTRUKSI ACEH ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DEKLARASI HAK HAK KAUM HOMOSEKSUAL: DOBRAKAN BARU PBB ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PARTAI BESAR DINILAI GAGAL:KAPAN GILIRAN PARTAI PAPAN TENGAH? ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEREMPUAN LIBANON JUARA MEMBERSIHKAN BOM ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SEBAGAI PEMIMPIN EROPA, SARKOZY TERPAKSA TANGANI KRISIS ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KRISIS GLOBAL BARU SAMPAI TAHUN DEPAN DI INDONESIA * AUSTRALIA BUKA KOMPLEKS BARU PENCARI SUAKA Australia membuka kompleks tahanan baru bagi para pencari suaka di Pulau Christmas. Pemerintahan kiri tengah pimpinan Perdana Mentri Kevin Rudd pada mulanya tidak bersedia mempertahankan keberadaan kompleks di lepas pantai Pulau Jawa itu. Partai Buruh bahkan mengkritik pembangunan kompleks tersebut oleh pemerintahan terdahulu. Namun Rudd merasa tidak ada pilihan lain sekarang. Dalam tiga bulan terakhir, pihak berwajib Australia sudah menahan enam perahu yang membawa 135 pencari suaka. Australia terkenal keras dalam menangani para pengungsi perahu. Kompleks tahanan baru di Pulau Christmas itu mampu menampung 800 orang. * HAMAS AKHIRI GENCATAN SENJATA Gencatan senjata antara Israel dengan gerakan Palestina Hamas resmi berakhir pagi hari ini. Dalam pernyataannya Hamas menyatakan siap menghadapi serangan-serangan baru Israel. Hamas tidak bersedia memperpanjang gencatan karena Israel tidak mencabut blokade terhadap Jalur Gaza. Pasokan makanan di Jalur Gaza sudah habis dan tidak bisa diisi lagi karena Israel menutup angkutan bantuan termasuk bantuan perserikatan bangsa bangsa. Israel menghendaki gencatan diperpanjang. Menurut seorang jurubicara Perdana Mentri Ehud Olmert, Hamas menembakkan tiga puluh roket dari Jalur Gaza akhir pekan lalu. Pekan ini pesawat-pesawat tempur Israel untuk pertamakalinya sejak gencatan senjata setengah tahun lalu, melancarakan serangan di Jalur Gaza. * KONSESI PERISAI RUDAL Rusia bersedia melakukan konsesi apabila Amerika Serikat membatalkan penempatan perisai rudal yang kontroversial di Eropa Timur. Dalam hal ini, Moskou hendak menghentikan sejumlah pengembangan senjata strategis baru. Demikian dinyatakan pejabat tinggi militer Rusia. Menurut Amerika Serikat perisai rudal itu dibutuhkan untuk melindungi sekutu-sekutu Eropanya terhadap kemungkinan serangan dari 'negara-negara jahat' seperti Iran dan Korea Utara. Rusia beranggapan perisai rudal itu ancaman bagi keamanannya. Kremlin mengancam untuk menempatkan rudal di wilayah kantung Kaliningrad, perbatasan Polandia. Tapi ancaman itu sudah melunak. Moskou yakin penguasa baru Amerika Serikat akan mengubah pendapat tentang perisai rudal. * PBB TIDAK RAMAH TERHADAP HOMOSEKSUAL Perserikatan Bangsa Bangsa tidak sepakat mengenai ajakan untuk mengakhiri diskriminasi terhadap homoseksual. Usulan ketua Uni Eropa Prancis dan Belanda hanya mendapatkan dukungan 66 dari 192 negara anggota. Suriah muncul dengan pernyataan tandingan yang berbunyi menerima homoseksualitas akan bisa memicu pada penerimaan terhadap pedofili. Pernyataan tersebut didukung 60 negara terutama negara Arab. Mentri Luar Negri Belanda Maxime Verhagen mengatakan walau kalah tapi itu merupakan terobosan karena banyaknya negara anggota PBB yang mendukung kesetaraan hak bagi kaum homoseksual. Sementara Organisasi Negara Islam OIC dan Vatikan jengkel bahwa topik tersebut masuk dalam agenda PBB. Amerika Serikat tidak menandatangani pernyataan bersama Prancis-Belanda karena ini bertentangan dengan undang-undang dasar mereka. Sekitar 80 negara mengkriminalkan hubungan sejenis dan tujuh negara memberlakukan hukuman mati terhadapnya. * PEMERINTAH BELGIA BELUM TURUN HARI INI Pemerintah Belgia tidak akan turun hari ini. Demikian dikatakan wakil Perdana Mentri Reynders kepada media. Tekanan politik terhadap Perdana Mentri Leterme sangat besar karena ia dilaporkan berupaya mempengaruhi keputusan Pengadilan Kasasi dalam kasus Bank Fortis. Pekan lalu pengadilan memutuskan penjualan Fortis kepada bank Prancis BNP Paribas harus dihentikan. Menurut Reynders, dari laporan jaksa agung, putusan pengadilan kemungkinan tidak sah. Hari ini, pengadilan akan menyampaikan laporan mendalam mengenai cara-cara tekanan dilakukan. Reynders berpendapat oleh karena itu masih terlalu pagi untuk mengambil kesimpulan. * KUBA INGIN TUKAR TAHANAN DENGAN AMERIKA Presiden Kuba Raul Castro mengusulkan pada Amerika Serikat mengenai pembebasan lima warga Kuba yang dipenjara di Amerika Serikat karena mata-mata. Mereka memata-matai warga Kuba di Miami dan mengenyam status sebagai pahlawan di negaranya. Sebagai imbalan, Castro bersedia membebaskan tahanan politik di Kuba. Pemerintah Amerika menolak usulan itu. Menurut seorang jurubicara kasus ke lima mata-mata itu tidak bisa disetarakan dengan nasib tapol di Kuba. Imbauan Castro tampaknya dimaksudkan untuk membuka dialog dengan presiden mendatang Barrack Obama. Pada gilirannya, Obama juga tampak terbuka untuk dialog. * PENTAGON SIAP TUTUP GUANTANAMO BAY Pentagon bersiap menutup kamp tawanan kontroversial Guantanamo Bay di Kuba. Mentri Pertahanan Robert Gates memerintahkan stafnya untuk menyusun rencana penutupan. Bekas pangkalan militer itu sudah tujuh tahun lamanya digunakan sebagai penjara bagi para tersangka teroris manca negara. Mereka dipenjara tanpa proses. Saat ini masih ada sekitar 250 tawanan. Presiden mendatang Barrack Obama menghendaki penjara itu ditutup. Mentri Gates sekarang telah memulainya. * 'DEEP THROAT' TUTUP USAI Mantan pejabat tinggi Biro Penyelidik Amerika FBI, Mark Felt, yang menjadi sumber penting dalam mengungkap skandal watergate di tahun 70an, tutup usia di Santa Rosa, Kalifornia. Tips yang diberikan 'Deep Throat', demikian julukan yang diberikan wartawan Washington Post Bob Woodward dan Carl Bernstein kepada Felt, akhirnya memaksa presiden Richard Nixon mundur tahun 1974. Julukan Deep Throat diambil dari film porno populer di tahun itu. Jati diri 'Deep Throat' baru terungkap sesudah lebih dari 30 tahun. Tahun 2005, Felt mengungkapkan bahwa dialah yang memberi informasi kepada Washington Post. Mark Felt mencapai usia 95 tahun. * BERITA BURSA Bursa di Amsterdam hari ini dibuka 1,3% lebih rendah pada 246. Bursa saham Eropa mengekor kerugian di Wall Street Kamis kemarin. Bursa di Frankfurt, London, dan Paris turun antara 1,1 sampai 1,4%. Bursa Tokyo hari ini ditutup dengan kerugian. Indeks Nikkei turun 0,9% pada 8588. Pelaku pasar masih mengkhawatirkan perekonomian Jepang, walaupun Bank Sentral baru saja menurunkan suku bunga dengan 0,1%. Nilai tukar euro tercatat $1,4258. Nilai tukar euro terhadap Rupiah = Rp15.763 Nilai tukar dolar terhadap Rupiah= Rp.10.917 * MENDOBRAK TABU DAN EMPAT TAHUN REKONSTRUKSI ACEH Hampir empat tahun sesudah tsunami melanda Aceh, masih banyak rumah kosong yang dibangun dengan dana bantuan. Demikian judul tulisan surat kabar de Volkskrant. Rekonstruksi Aceh hampir selesai. Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh atau BRR melaporkan telah membangun 116.119 rumah, 1112 sekolah, 974 kantor pemerintah, dan ratusan jembatan serta pelabuhan. Angka-angka yang menakjubkan tapi hanya sekedar angka. Di Lam Jamee misalnya, terlihat hampir semua rumah di sana, yang dibangung oleh BRR, kosong melompong. Rumah-rumah itu tidak bisa ditinggali, tidak ada wc atau dapur. Demikian pula rumah-rumah disepanjang jalan menuju Ulee Lheue. Rumah-rumah yang dibangun BRR ini bukan satu-satunya yang tidak bisa ditinggali. Rumah-rumah buatan organisasi internasional CARE yang disebut rumah '584' di Lampaya, juga demikian. Hanya dinding-dinding batanya saja yang masih berdiri. Tidak ada atap, pintu mau pun jendela. Rumput dan tanaman terlihat di mana-mana. Bukan hanya bangunan kecil tapi bangunan besar seperti 'Dinas Pariwisata' atau pun 'Pusat Riset Tsunami', juga masih kosong dan sudah terlihat tanda-tanda kerusakan. Nasib yang sama mengancam gedung terbesar di Aceh, 'Museum Tsunami' yang menghabiskan biaya enam juta dolar. Menurut de Volskskrant, di akhir tugasnya BRR masih punya terlalu banyak sisa dana dan dengan buru-buru membangun gedung-gedung tanpa memperhitungkan apakah akan ditempati atau tidak. Jurubicara BRR, Juanda Djamal mengatakan BRR akan menginventarisasi rumah dan gedung-gedung kosong dalam dua bulan ke depan dan dari sana akan membuat rencana. BRR mengakhiri tugasnya awal tahun depan. Empat juta euro dihabiskan untuk proyek-proyek pembangunan kembali Aceh. Aceh mulai sekarang harus mandiri. Djamal mengatakan 'kami sudah membangun infrastruktur, penduduk telah memiliki rumah. Mereka harus menggunakan itu untuk perkembangan ekonomi Aceh', demikian dikutip de Volkskrant. Dengan mengucapkan 'Bismillah', ketua wilayah Slotervaart, Amsterdam Barat, mengawali sambutannya pada pernikahan istimewa antara Nazima Shaikh, 34 tahun, dan Sharif Sahebadin, 37 tahun. Sekilas tidak ada yang istimewa dengan pernikahan tersebut. Namun ternyata keduanya pernah menikah dan cerai, dan kemarin menikah lagi untuk kedua kalinya. Cerai dan nikah lagi, dua isu peka di kalangan muslim dan muslima. 'Terutama janda yang sudah punya anak, sangat sulit membangun hubungan baru'. Nazima memiliki anak perempuan berusia 13 tahun dari perkawinan terdulu. 'Janda kehilangan status dan perlindungan karena tidak punya suami'. 'Dia juga dipandang rendah. Keluarga laki-laki juga mempersulit keadaan karena ingin putranya menikahi gadis. Pengantin laki-laki Sahebadin, yang tumbuh dalam keluarga sangat konservatif menambahkan 'Islam memperbolehkan nikah dan kawin lagi, tapi karena budaya, ini dipersulit. 'Seseorang akan dipergunjingkan'. Orang-orang kasak kusuk karena saya menikahi janda yang sudah beranak', kata Sahebadin. Untuk mengikis prasangka buruk, mereka dengan terbuka merayakan pernikahan kedua itu, supaya semua orang tahu bahwa 'pernikahan kedua adalah hal yang normal'. Demikian koran Trouw mengangkat cerita Nazima dan Sahebadin di halaman utama dan sekian tinjauan pers kali ini. * DEKLARASI HAK HAK KAUM HOMOSEKSUAL: DOBRAKAN BARU PBB Banyak negara muslim dan Tahta Suci Vatikan menentangnya, tetapi untuk pertama kali berhasil diangkat masalah hak-hak kalangan homosexual dalam Majelis Umum PBB. 66 negara mendukung deklarasi bersama Belanda Prancis yang berseru supaya di seluruh dunia dicabut undang-undang yang anti kalangan homosexual. Dalam deklarasi itu tertera bahwa orientasi sexual atau jatidiri sexual tidak boleh menyebabkan seseorang dikenai sanksi, seperti hukuman mati, penahanan atau penjara. Laporan redaktur internasional Robert Chesal. Boris Dittrich, direktur Seksi Hak-Hak Kalangan Homosexual pada LSM Amerika Human Rights Watch, menggarisbawahi banyak negara Afrika ikut menandatangani deklarasi ini. Boris Dittirch: Ini sangat penting karena negara-negara itu mendukung deklarasi yang berseru kepada negara-negara lain supaya tidak lagi mendiskriminasi kaum homosexual, kalangan lesbian dan transgender. Ini untuk pertama kalinya Majelis Umum mengangkat masalah ini. Ini jelas saat yang historis. Menteri Luar Negeri Belanda Maxime Verhagen yang khusus datang ke sidang Majelis Umum PBB di New York juga menyebut deklarasi ini sebagai "hari istimewa bagi PBB." Menurutnya PBB terlalu lama menyia-nyiakan hak-hak kalangan homosexual. Secara tidak langsung, deklarasi ini mengkritik 80 negara yang memiliki undang-undang yang menindas kaum homosexual. Bahkan di tujuh negara, kalangan homosexual bisa dijatuhi hukuman mati. Tentangan dari Roma Dokumen ini tidak mengikat. Walau demikian langsung memancing amarah negara-negara agamis konservatif. Perlawanan terhadap deklarasi ini dipimpin oleh Vatikan, dengan dukungan 56 negara lain. Menurut Uskup Agung Migliore, Vatikan menilai deklarasi tersebut tidak ada gunanya. Hanya menciptakan kategori baru yang perlu dilindungi dari diskriminasi. Dan hanya akan mendorong diskriminasi pernikahan kaum hetero tradisional. "Negara-negara yang tidak mengakui pernikahan homosexual, akan jadi sasaran tekanan", jelas Migliore. Aliansi Konservatif Organisasi Negara-Negara Islam, OIC, sebagai wadah negara Islam terbesar, resminya tidak mendukung Vatikan. Tapi, banyak juga negara-negara anggota OIC yang menentang deklarasi ini. Menurut Boris Dittrich para penentang adalah negara-negara Islam garis keras. Boris Dittrich: "Misalnya Mesir, tapi juga Uganda, dan negara-negara seperti Arab Saudi. Mereka sangat menentang pembicaraan mengenai fakta pelanggaran hak-hak asasi manusia. Jadi, menentang pembicaraan tentang pemenjaraan, penyiksaan dan pelaksanaan hukuman mati terhadap kalangan homosexual. Mereka menolak pembicaraan mengenai semua itu". Para pembela hak-hak homo juga khawatir deklarasi ini mendorong persatuan kelompok penentang. Seperti yang terjadi pada Konperensi Famili PBB di Kairo, tahun 1994. Ketika itu terbentuk koalisi konservatif antara Vatikan, negara-negara Islam, dan sejumlah negara Amerika Latin, menentang usul pengakuan hak pengguguran kandungan. Harapan Baru Selain negara-negara Uni Eropa, beberapa negara Amerika Latin dan lima negara Afrika, di antaranya dua anggota OIC yaitu Gabon dan Guinea-Bissau, juga mendukung Deklarasi Belanda/Prancis ini. Dari dulu, Afrika selalu merupakan benteng penentang hak-hak kaum homo. Di beberapa negara Afrika, masih berlaku undang-undang anti homo yang sangat keras. Tapi, baik di Afrika, mau pun di Amerika Latin, situasi berubah cepat, kata Boris Dittrich. Boris Dittrich: "Misalnya, negara seperti Argentina. Tapi juga Brasil dan Uruguay telah menyesuaikan undang-undang mereka. Bahkan di Argentina ada RUU pernikahan sejenis. Jadi, di Amerika Latin sudah ada kesadaran bahwa hak-hak kaum homosexual adalah juga hak-hak asasi manusia, setelah masa diktatur militer. Kini, lima negara Afrika juga sudah berani secara terbuka membicarakan masalah ini. Mereka mendapat tekanan keras dari negara-negara Afrika lainnya. Namun, sikap mereka tetap, harus ada perubahan". Kalangan pembela hak-hak kaum homo berharap deklarasi ini akan menjadi langkah pertama ke arah resolusi resmi PBB. Untuk itu, perlu ada mayoritas suara di Majelis Umum. Boris Dittrich memperkirakan, itu baru akan tercapai beberapa tahun mendatang. * PARTAI BESAR DINILAI GAGAL:KAPAN GILIRAN PARTAI PAPAN TENGAH? Dugaan makin kuat Partai Megawati Soekarnoputri, PDI-Perjuangan, akan cenderung menggandeng Sultan Hamengku Buwana X dalam konggresnya bulan depan di Sala. Pasangan 'Mega Buwana' diharapkan dapat mendongkrak kepemimpinan Megawati sekaligus membelah Golkar yang dilanda krisis kepemimpinan. Sebaliknya, dengan mesin partai dan kekuatan di luar Jawa, Golkar bisa unggul dengan mempertahankan pasangan SBY-JK. Namun tantangan juga bisa muncul jika sejumlah partai papan tengah dan partai kecil mampu berkoalisi. Salah satu partai seperti itu adalah PBR, Partai Bintang Reformasi, yang menganggap Golkar "terlampau konservatif dan liberal", dan "PDI-P sudah gagal memimpin negara". PBR mengaku mampu berkoalisi untuk jangka panjang apabila mitra mitra papan tengah bersedia berjuang demi kemandirian ekonomi dan kebhinekaan. Ikuti keterangan Dita Indah Sari, mantan aktivis Partai Rakyat Demokrasi PRD yang kini menjadi caleg PBR. Dita Sari [DS]: Pemilu ini menurut kami merupakan satu pertaruhan yang sangat penting ya. Karena sekarang Indonesia sedang masuk dalam lingkaran krisis global, di mana industri dalam negeri ambruk pengangguran bertambah besar dan berbagai sektor ekonomi masyarakat kan kolaps. Jadi pemilu 2009 ini menjadi sangat penting bagi kita untuk betul-betul melakukan perubahan politik ya, bukan hanya pergantian kepemimpinan, tapi juga pergantian haluan ekonomi, pergantian prinsip-prinsip ekonomi secara mendasar. Karena menurut kami prinsip-prinsip ekonomi yang sekarang dipakai oleh pemerintahan SBY tidak mampu menjawab krisis dan masalah-masalah kemiskinan di Indonesia. Tapi perlu kita lihat bahwa beberapa partai yang setahu saya banyak berisikan kalangan muda dan kalangan aktivis itu mengalami satu pergulatan di dalamnya dalam upaya mereka untuk merumuskan satu formasi kepartaian yang baru. Baik itu dari segi ideologi, baik dari segi politik, membangun tradisi baru didalam tubuh partai itu sehingga saya melihat sebetulnya akan terjadi dua kecenderungan besar. Satu adalah kecenderungan di mana ada sejumlah partai yang memang tetap konservatif artinya tidak mengalami perubahan, ya contohnya partai Golkar. Tetap stagnan dalam pikiran-pikiran yang seperti sekarang ini. Tapi ada juga satu kelompok partai lain yang memiliki dinamika internal yang sangat besar, karena adanya kader-kader baru, aktivis-aktivis muda didalamnya sehingga partai-partai itu lebih dinamis dalam merumuskan ideologi baru dan fisi baru. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Tapi berapa besar nih peluang kelompok partai yang terakhir itu, yang Anda sebut menampung generasi muda yang barangkali akan lebih muncul ke depan. Ini kan lebih banyak berkonsetrasi pada partai-partai kecil sebutlah? DS: Ya, jadi kebanyakan memang partai kecil dan menengah. Tapi kami juga sangat optimis bisa membangun sebuah koalisi jangka menengah dan jangka panjang. Karena memang partai-partai ini berangkat dari satu gagasan kritis atau menolak pemikiran-pemikiran partai-partai yang lama. Jadi ada satu sentimen yang sama, yang menurut kami itu bisa menyatukan di mana kita bisa bangun koalisi jangka panjang sehingga kekuatannya lebih besar. Memang kalau sendiri-sendiri ya kecil. RNW: Jadi Anda bersedia berkoalisi itu artinya kan bersedia berkompromi sampai sejarak tertentu ya, artinya juga bisa menyangkut soal prinsip ini. Bukankah ini juga satu bahaya akan ditelan oleh partai-partai besar? DS: Saya pikir kalau tidak mau berkompromi, ya kita jangan masuk dunia politik. Kalau kita tidak mau berbagi saya pikir ndak mungkin kita masuk dunia politik. Apalagi politik di Indonesia sangat beragam. Yang kedua, yang saya katakan tadi adalah, ada semacam sentimen bersama di kalangan partai-partai menengah dan partai kecil, di mana kita menolak atau tidak setuju terhadap pandangan-pandangan ekonomi mau pun politik partai-partai besar, partai-partai tradisional. Nah, saya pikir sentimen bersama inilah yang secara prinsip bisa menyatukan kita. Contohnya masalah-masalah yang menyangkut kemandirian ekonomi. Kenapa kami merasa bahwa di Indonesia ini terlalu banyak ekonominya diatur dan dicampuri oleh asing. Yang kedua, masalah pluralisme kami melihat ada problem besar masalah pluralisme karena pemerintah yang ada tidak cukup tegas, untuk melindungi perbedaan, melindungi kebhinekaan. Mentolerir berbagai tindakan-tindakan yang menurut kami merusak rasa kebangsaan. Saya pikir dua platform ini yang kami bisa rumuskan bersama sehingga ini hal yang prinsip. Paling tidak koalisinya berdasarkan hal ini dulu. RNW: Anda tadi mengatakan soal Golkar ya, sebagai kelompok kekuatan yang cenderung konservatif ya, bagaimana dengan PDIP, dalam perspektif partai kecil atau partai Anda-lah? DS: Menurut kami ujian bagi sebuah partai itu bukanlah pada saat dia belum berkuasa, tapi justru pada saat dia sudah memegang kekuasaan. Pada saat pemerintahan ibu Mega selama tiga tahun, kami melihat PDIP tampil mengecewakan. Sehingga kami lalu beranggapan bahwa kesempatan harus diberikan kepada kelompok lain, atau calon lain. Biarkanlah calon-calon yang sudah kita beri kesempatan memimpin itu kalau perlu tidak usah diberi kesempatan untuk melanjutkan, kita beri kesempatan pada yang baru. Karena kita butuh pemikiran dan gagasan ekonomi yang baru. * PEREMPUAN LIBANON JUARA MEMBERSIHKAN BOM Menjinakkan bom kluster adalah pekerjaan kaum pria di Libanon. Ketika kaum perempuan berupaya membersihkan sisa-sisa munisi mereka malah ditertawakan. Sementara itu sudah banyak perubahan dalam pekerjaan berat kaum perempuan. Laporan koresponden Daisy Mohr dari Beirut. Di Oslo, ibukota Norwegia, pekan silam lebih dari 100 negara menandatangani larangan penggunaan bom kluster karena bom macam ini bisa menyebabkan bencana kemanusiaan. Penyebabnya adalah begitu banyaknya bom kluster yang berjatuhan di Libanon pada tahun 2006. Walau pun warga Libanon sudah begitu sibuk membersihkan bom-bom itu, munisi berbahaya ini masih saja tersebar luas di Libanon. Banyak ornagn tua semula menentang keras rencana mengerahkan anak perempuan mereka. Tetapi gaji enam ratus euro per bulan sering sangat menentukan di Libanon, maklum pekerjaan sulit diperoleh. "Ini bukan pekerjaan untuk perempuan, kata orang tua saya, tetapi gajinya memang sangat kita butuhkan. Tappi mereka bisa terima juga, karena saya hanya bekerja dengan kaum perempuan," demikian Sana Diab, 23 tahun, sambil membetulkan jilbabnya. Perang Musim Panas Diab adalah anggota tim perempuan pertama yang menjinakkan blom kluster di Libanon Selatan. Selama perang musim panas 2006 yang berlangsung sebulan, terjadi pertempuran berat antara Israel dengan gerakan Hizbullah. Pada hari-hari terakhir perang, Israel menjatuhkan bom kluster dalam jumlah besar di Libanon, padahal gencatan senjata sudah hampir berlangsung. Di Libanon selatan masih banyak bom kluster yang tidak meledak, tapi kalau meledak bisa menyebabkan yang kena menderita cedera berat. Tahun-tahun belakangan sudah berjatuhan banyak korban, antara lain banyak kanak-kanak. Pelatihan "Semua perempuan dalam tim kami berasal dari desa-desa, yang rusak berat akibat perang. Mereka sangat sadar betapa pentingnya upaya pembersihan bom kluster ini. Keluarga mereka bekerja di lahan pertanian. Dan kegiatan mereka sangat terganggu oleh sisa-sisa bom kluster yang berserakan", kata Hiba Jardali, dari Norwegian People's Aid, lembaga yang sejak awal tahun ini melatih para perempuan tersebut. "Selama pelatihan, orang-orang yang lalu-lalang menyaksikan kegiatan mereka ini dengan heran. Seolah-olah mereka datang dari planet lain. Reaksi ini, mendorong mereka berbuat lebih baik lagi. Para perempuan tersebut ternyata sangat efisien dan berdisiplin", kata Hiba Jardali. Di setiap desa yang mereka datangi, tim perempuan ini selalu disambut rasa heran. "Setiap kali kami datang, penduduk desa selalu bertanya: mana kaum prianya?" Namun, jika sudah terbiasa, mereka mengundang kami untuk makan siang, dan menyediakan kopi", kata Amira Shour, usia 23 tahun. Lima hari per pekan, mereka berangkat pukul setengah enam pagi, dari kantor pusat di kota pelabuhan Tyre, menggunakan bus, ke lokasi. Setiap hari, mereka bekerja di lapangan sekitar delapan jam. 'Kantin' mereka adalah reruntuhan bangunan, yang juga merupakan tempat kerja mereka. Dengan menggunakan kompor gas kecil, saat istirahat siang, mereka menyeduh kopi. Tentu saja tidak ada dapur, tidak ada toilet. Selama musim dingin, hal ini jelas sangat berat bagi para perempuan tersebut. Bangga "Pada mulanya orang menertawakan rencana ini. Karena tidak ada yang menduga, para perempuan ini benar-benar akan mewujudkannya. Saya bangga atas kerja mereka. Mereka membuktikan bekerja sangat keras. Dan hasil kerja mereka baik", kata Gordon Novak, warga Kroasia, pembimbing tim perempuan ini. Menjinakkan bom kluster merupakan kerja berat dan berbahaya. "Yang paling saya takutkan adalah amputasi", kata Fatima Hershi, seorang jururawat, yang selalu menyertai tim dengan mobil ambulans. Sejauh ini, ia belum pernah harus turun tangan. Bahaya seperti itu tidak menakutkan Soukayna Ismael, 21 tahun. "Suami saya pun mengerjakan hal ini. Dan ia tahu resikonya", kata ibu muda, yang bulan depan akan melahirkan bayi kembar. Dan karena itu pula, untuk sementara akan tidak bisa bekerja. "Setelah melahirkan, saya secepat mungkin akan kembali bekerja. Ini lebih menarik ketimbang duduk di rumah mengurus bayi. Untung saja, di mana-mana berserakan bom kluster. Selama beberapa tahun mendatang, kami masih akan punya pekerjaan", katanya sambil tersenyum. Girang Abeer Assad bekerja dengan gembira. Dengan bangga ia memasuki lahan kerja. "Ini bukan bom kluster. Cuma granat ukuran 155 milimeter", seru ibu lima anak perempuan ini dengan girang pada rekan-rekannya. "Bagus, kami bisa menjinakkan bom-bom tersebut", kata Abeer Assad, usia 33 tahun, sambil menaruh topi helmnya. Ketua tim, Dyala Hashem, merasa tanggung-jawabnya sangat berat. Tapi, ia senang melakukannya. "Dulu, saya guru sekolah dasar. Tapi, saya merasa pekerjaan seperti itu sangat membosankan. Saya memutuskan, saya harus cari hal-hal yang menegangkan. Saya senang berpetualang", kata Dyala Hashem, usia 22 tahun. Di kejauhan terdengar suara ledakan. Suatu tim lain sedang menjinakkan sebuah bom kluster. "Saya tidak takut pada ledakan atau bom", katanya gagah. "Kami di sini sudah terbiasa dengan suasana perang". * SEBAGAI PEMIMPIN EROPA, SARKOZY TERPAKSA TANGANI KRISIS "Saya berupaya mengubah Eropa, tapi justru Eropalah yang mengubah saya ". Ucapan presiden Prancis Nicolas Sarkozy itu disambut tepuk tangan. Dalam pidato di parlemen Eropa Sarkozy melakukan kilas balik jabatan sebagai ketua bergilir Uni Eropa selama enam bulan. Dan ia mendapat nilai memuaskan. Laporan redaktur Eropa Nicolas Sarkozy: "Andaikata mendapat peluang memahami masalah 27 negara anggota selama enam bulan, itu akan membuat kita lebih toleran dan penuh pengertian. Dan kita juga mengerti bahwa sudah tak dapat disangkal lagi Eropa adalah ide terbagus abad 21 dan bahwa Eropa dibutuhkan lebih dari apa pun. Saya berupaya mengubah Eropa, tapi Eropalah yang justru mengubah saya." Itulah ucapan jitu Nicolas Sarkozy setelah enam bulan menjabat ketua bergilir Uni Eropa. Presiden Prancis yang selalu lihai memainkan publiknya membawa rencana-rencana besar khususnya rencana Prancis ketika baru mulai Juli lalu. Sarkozy yang populis ingin tampil sebagai pemimpin Eropa yang melindungi warga dari liberalisme tanpa batas, dari imigrasi, dan dari bahaya-bahaya luar pada umumnya. Untuk itu ia menggunakan cara-cara klasik Prancis: pertahanan Eropa harus diperkuat dan imigrasi harus dibendung. Tapi pada akhirnya tidak banyak yang dicapai dalam hal-hal itu. Irlandia yang menyatakan "Tidak" terhadap traktat baru Uni Eropa, perang di Georgia Agustus lalu dan pecahnya krisis kredit memporakporandakan agenda Sarkozy. Inisiatif kembali ke tangan Eropa Dari pemimpin besar yang hendak mendorong Eropa ke masa depan, Sarkozy menjadi manager krisis yang menyelamatkan Eropa dari keterpurukan. Dan peran itu sangat cocok baginya. Waktu Bosnia dilanda perang, Eropa cuma berdiri di garis pinggir, dan inisiatif diambilalih oleh Washington, tegas Sarkozy. Tapi Eropa turun tangan di Georgia. Sarkozy tidak mengatakan waktu perang Bosnia dulu, Amerika memiliki presiden yang kuat, sementara sekarang presiden Amerika sudah lemah karena jabatannya sudah hampir selesai. Dengan hal yang tidak diucapkan itu, Sarkozy jelas tampil sebagai pembicara populis. Dan bisa jadi krisis kredit itu merupakan hadiah yang tak terduga bagi Sarkozy. Berkat semangatnya yang meluap-luap ia akhirnya bisa juga tampial sebagai pelindung warga dan pemimpin yang menampilkan makna penting Eropa. Nicolas Sarkozy: Eropa dengan satu suara menegaskan keinginannya bahwa yang diperlukan adalah kapitalisme para pengusaha dan bukan kalangan spekulan. Bahwa Eropa ingin reformasi sistem keuangan, dan negara-negara yang mulai maju harus punya tempat sendiri, dan ingin kapitalisme yang bermoral. Dengan satu suara Eropa mengajukan tuntutannya. Dipuji di parlemen Eropa Dengan lihai Presiden Prancis memanfaatkan kesempatan ketika Amerika lemah untuk menonjolkan Eropa. Tapi Sarkozy yang biasa melawan arus belakangan justru bersedia berkompromi. Oleh karena itulah Sarkozy, demikian Martin Schultz, pemimpin fraksi sosialis parlemen Eropa, berubah dari pemimpin Prancis menjadi pemimpin Eropa. Martin Schultz: "Ya, Prancis berhasi dalam jabatan ketua Uni Eropa. Saya ucapkan selamat kepada Anda karena Anda tampil sebagai tokoh pro Eropa. Karena Anda berkata: saya berdiri bagi Eropa. Saya kerapkali ragu-ragu. Saya tahu pidato-pidato Anda. Tapi saat menjabat ketua Anda mengatakan akan mewujudkan ucapan-ucapan Anda. " Pujian parlemen Eropa ini memang tepat. Sarkozy membuktikan bahwa Eropa dengan negara-negara anggota yang kuat dan masing-masing tetap berdaulat, tetap bisa tampil sebagai kesatuan. Dan mungkin itulah keberhasilan terbesar Nicolas Sarkozy, sang pragmatikus. * KRISIS GLOBAL BARU SAMPAI TAHUN DEPAN DI INDONESIA Krisis luar biasa berat melanda ekonomi dunia pada tahun 2008. Radio Nederland Wereldomroep menghubungi dua orang ekonom Indonesia untuk menganalisis dampak krisis tersebut bagi perekonomian Indonesia. Kami menghubungi Kurniawan Saefullah, dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Padjadjaran Bandung, dan Umar Juoro, Ketua Centre for Information and Development Studies, CIDES, di Jakarta. Pertama-tama berikut Kurniawan Saefullah mengenai krisis ekonomi yang kini juga mulai terasa di Indonesia: Kurniawan Saefullah [KS]: Kalau kita bicara ekonomi, maka kita bicara bagaimana masyarakat itu memenuhi kebutuhan hidupnya. Kita bisa lihat dari dua sektor, yaitu sektor finansial dan sektor riil. Di sektor keuangan sebetulnya Indonesia ini pernah mengalami krisis ketika pada tahun '98 dan mau tidak mau, bekasnya, sampai tahun 2008 juga masih terasa. Dilihat dari pasar keuangan, terutama di pasar saham, data sebetulnya menunjukkan bahwa mungkin di atas 50%, 70% sebetulnya sektor keuangan itu bagus, karena ada investasi asing. Nah, itu yang menyebabkan pada awal 2008 atau sebetulnya dari 2007, dari segi sektor keuangan, Indonesia sangat bagus saat itu, sampai Januari 2008. Namun yang mungkin tidak dicermati atau mungkin kurang dicermati oleh para pelaku maupun para pengambil kebijakan adalah bahwa membaiknya sektor keuangan di awal 2008 sebagai akibat baiknya selama tahun 2007 itu sebetulnya, ya tadi itu, investasi asing masuk, yang sebetulnya lebih didorong oleh kepentingan jangka pendek. Artinya, kalau kepentingan jangka pendek dia bisa dikatakan sebagai hot money, sewaktu-waktu pihak asing membutuhkan dana tersebut bisa ditarik serta-merta. Karena ini yang sebetulnya membuat pasar keuangan Indonesia pada tahun 2007 cukup membaik. Dan jika pasar keuangan baik, sektor riil juga membaik. Karena dengan pasar keuangan yang membaik maka sektor riil mendapatkan suntikan dana untuk mendanai aktivitas usahanya. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Pak Kurniawan, apa dampak ekonomi Indonesia tahun yang lalu itu bagi rakyat biasa. Apakah lebih baik atau lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya? KS: Harus diakui secara makro, Indonesia itu tahun 2007 membaik dari tahun-tahun sebelumnya, terutama pasca krisis. Dengan pertumbuhan ekonomi yang positif hal tersebut juga bisa membuka lapangan pekerjaan. Hanya saja yang namanya kegiatan ekonomi itu, kegiatan yang tidak terlepas dari kegiatan ekonomi lainnya. Tidak terlepas juga dari aktivitas ekonomi di luar Indonesia. Nah, yang paling terasa tahun 2008 itu adalah dampak dari ekonomi yang terjadi di luar Indonesia. Terutama dampak dari krisis supreme mortgage di Amerika. Nah, itu juga mau tidak mau mempengaruhi pasar Amerika. Dan pasar keuangan di Amerika juga membuat sebagian perusahan di Amerika juga collapse. Dan ini berdampak juga pada pasar keuangan di negara lain. Pada akhirnya, perusahan-perusahan yang sebagian dananya itu disimpan di luar negeri, termasuk juga di Indonesia, kemudian ditarik kembali. Nah, ini yang kemudian memukul pasar keuangan Indonesia tahun 2008. Dan berikut ini penjelasan Umar Juoro mengenai dampak krisis ekonomi dunia pada eksport Indonesia. Umar Juoro [UJ]: Dampak pada ekspor akan sangat serius tapi akan sangat dirasakan mulai triwulan keempat ini dan pada triwulan satu tahun 2009. Kemudian juga ekspor untuk manufacture juga sudah sangat terpukul. Karena negara-negara Amerika, Eropa, Jepang dan juga Singapura, tujuan-tujuan utama ekspor, kita mengalami resesi. Jadi akan sangat terasa sekali dalam hal ekspor. RNW: Nah, ini dengan keadaan ekonomi seperti ini, prospek ekonomi Indonesia pada tahun 2009 nanti bagaimana pak Umar? UJ: Ya, kalau relatif terhadap perekonomian dunia sebetulnya ekonomi Indonesia masih relatif baik ya, misalnya IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa 5% ya, pertumbuhan ekonomi dunia kan hanya 2%. Yang lebih rendah itu perkiraan dari Bank Dunia, 4,5% gitu. Dan kalau dilihat dalam situasi yang seperti ini, krisis global dan resesi dari negara maju, sebetulnya bisa ketumbuk 5% bahkan 4,5% saja relatif baik kan. Karena ekonomi Indonesia itu adalah 70% itu masih ekonomi yang orientasinya domestik, didukung oleh konsumsi masyarakat. Jadi 2009 kita, perkiraan saya, bisa tumbuh sekitar 5%. Tetapi itu kan tidak cukup ya, karena dengan pertumbuhan 6% saja pengangguran masih tinggi apalagi dengan 5%. Jadi ada kemungkinan pemberhentian pekerja. Karena di sektor-sektor ekspor padat karya ini kan sangat terpukul dengan resesi pada pasar-pasar tujuan ekspor gitu. Tapi kembali pada pertumbuhan, sebetulnya lumayan. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
