--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 26 Januari 2009 16:50 UTC ** PBB PRIHATIN TENTANG PENGUNGSI MYANMAR ** TARO ASO ALAMI KEKALAHAN BESAR ** THAILAND-KAMBOJA BAHAS KONFLIK PERBATASAN ** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: JAKARTA TERGENANG AIR DAN PERANG SRI LANKA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ICC DIMULAI DENGAN PENGADILAN LUBANGA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AKANKAH GAZA JADI DUBAI BARU? ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERAYAAN IMLEK POSITIF BAGI EKONOMI DAN SOSIAL ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: FATWA HARAM GOLPUT DINILAI TAK PUNYA PIJAKAN FIQIH * PBB PRIHATIN TENTANG PENGUNGSI MYANMAR PBB mengkhawatirkan nasib 126 pengungsi kapal Myanmar. Mereka ditahan di tempat tak dikenal di negara tetangga Thailand. Mereka adalah penduduk muslim Rohingya, yang menungsi dari Myanmar. Organisasi pengungsi PBB, UNHCR ingin mengunjungi mereka, tapi belum mendapat lampu hijau dari otorita Thailand. Awal bulan ini dikabarkan angkatan laut Thailand menganiaya sekitar seribu migran Rohingya. Para pengungsi disiksa setiba di Thailand, dan kemudian dikirim kembali ke laut, tanpa banyak makanan, minum dan bahan bakar. Kabarnya, ratusan di antaranya tenggelam. Beberapa pengungsi berhasil mencapai pantai India dan Indonesia. * TARO ASO ALAMI KEKALAHAN BESAR Perdana Menteri Jepang Taro Aso kalah dalam pemilu regional. Di prefektur Yamagata, Jepang utara, calon oposisi terpilih sebagai gubernur. Selama beberapa tahun Yamagata menjadi benteng LDP, partai konservatif pimpinan Aso. Hasil terbaru menunjukkan tak sampai 20 persen warga Jepang mendukung kebijakannya. Terutama penanganan krisis ekonomi dikritik. Diperkirakan dalam waktu dekat LDP akan mencopot Perdana Menteri Aso. Besar kemungkinan LDP tidak kembali dalam pemerintah, setelah pemilu parlemen akhir tahun ini. Partai tersebut berkuasa sejak 1955. * THAILAND-KAMBOJA BAHAS KONFLIK PERBATASAN Thailand dan Kamboja sepakat melanjutkan perundingan untuk mengatasi konflik perbatasan dekat Preah Vihear, candi Hindu berusia 900 tahun. November silam dua negara sepakat menarik mundur pasukan dari kawasan tersebut dan menetapkan perbatasan baru. Namun, jatuhnya pemerintah Thailand menunda pelaksanaan rencana. Preah Vihear dibangun di lereng yang sekaligus merupakan perbatasan antara kedua negara Asia Tenggara. Tahun 1962, Mahkamah Internasional menetapkan candi sebagai milik Kamboja. Tapi putusan Mahkamah tidak menyebut siapa pemilik tanah seluas 4,6 kilometer per segi di sekitarnya. * Kerjasama Belanda-Indonesia di Bidang Air Pusat Penelitian Belanda, Deltares dan Badan Metereologi Belanda KNMI akan bekerja sama dengan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika BMKG serta Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, Pusair. Kerja sama dilakukan di bidang meteorologi, pengelolaan air, perubahan iklim, sistem peringatan dini banjir dan pertukaran ilmu pengetahuan. Proyek dimulai tahun depan dan berlangsung hingga tahun 2015. Belanda dan Indonesia memiliki banyak kesamaan di bidang pengelolaan air dan perubahan iklim. Kedua negara mengalami masalah yang sama: berpenduduk padat, permukaan air naik dan permukaan tanah turun. * TAHUN BARU CINA: TAHUN KERBAU Hari Senin 26 Januari ini adalah Tahun Baru Cina. Warga Tionghoa di dan di luar Cina menyambut tahun baru ke-4706 dengan banyak petasan dan perayaan besar. Menurut astrologi Cina, ini adalah tahun kerbau. Bagi orang Tionghoa, tahun baru Imlek perayaan terpenting. Ratusan juta warga Cina mengambil cuti untuk mengunjungi sanak keluarga. * JAM MALAM DI LEMBAH SWAT Pemerintah Pakistan memberlakukan jam malam di lembah Swat, Pakistan barat laut. Jam malam berlaku untuk waktu tak tertentu. Di kawasan ini tentara melakukan operasi terhadap pejuang setia pada ulama radikal Maulana Fazlullah. Jam malam diberlakukan setelah sang ulama, lewat radio, membacakan nama 40 pejabat pemerintah yang tercantum pada daftar orang yang harus dibunuh Taliban. Juru bicara tentara melaporkan, pasukan Pakistan melakukan penembakan artileri dan mortir ke tempat persembunyian militan di lembah Swat. Sementara itu lima orang tewas dalam serangan bom di Dera Ismail Khan, Pakistan Barat Laut. Lebih dari 20 orang lainnya cedera. Bom dipasang pada sepeda. Diduga al Qaeda atau Taliban otak di balik serangan. * MILITER ISRAEL TIDAK KE EROPA Israel dan Hamas belum menyepakati gencatan senjata jangka panjang di Jalur Gaza. Kepada penengah Mesir, gerakan Palestina mengusulkan gencatan senjata satu tahun. Israel menganggap itu terlalu kurang, dan menuntut satu setengah tahun. Hamas menolak usulan itu. Dua belah pihak juga berselisih tentang pembukaan perbatasan. Israel ingin membuka sejumlah kecil pos perbatasan. Hamas ingin membuka semua jalan lintas batas, sehingga barang bantuan bisa masuk Jalur Gaza tanpa hambatan. Sementara itu Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert mengatakan, militer Israel yang berperang di Gaza, tidak perlu takut menghadap ke tribunal internasional. PBB mendesak penyelidikan independen tentang kemungkinan kejahatan perang oleh militer Israel. Media Israel melaporkan, pimpinan tentara dianjurkan supaya untuk sementara tidak bertolak ke Eropa, karena dikhawatirkan mereka bisa ditangkap. Rabu mendatang, utusan baru Amerika Serikat untuk Timur Tengah, George Mitchell untuk pertama kali mengunjungi kawasan tersebut. * PENGADILAN THOMAS LUBANGA DIMULAI Hari ini pemimpin milisi Kongo, Thomas Lubanga harus menghadap ke Mahkamah Pidana Internasional, ICC di Den Haag. Ini adalah proses pertama yang ditangani ICC, yang didirikan tujuh tahun lalu untuk pengadilan kejahatan perang. Lubanga diduga menempatkan prajurit anak-anak dalam perang berdarah antara suku Hema dan Lendu, Kongo timur laut tahun 2002 dan 2003. Pada awal proses, Lubanga, 48 tahun, menyatakan dirinya tidak bersalah. Pakar Afrika asal Belgia, Filip Reyntjes mengatakan kepada Radio Nederland, Lubanga bukan penjahat perang terbesar Kongo. Ia sebenarnya dipakai sebagai boneka pemain-pemain lebih besar lagi. Proses terhadap Lubanga seharusnya dimulai Juni tahun lalu, tapi ditunda karena alasan prosedur. Jaksa penuntut menyembunyikan bukti tidak memberatkan tersangka. * PHK DI PHILIPS DAN ING Tahun ini perusahaan elektronika Philips akan mem-PHK-kan 6000 karyawan di seluruh dunia. Pemecatan dilakukan di semua divisi. Demikian Gerard Kleisterlee, direktur Philips, ketika mengumumkan angka tahunan perusahannya. Untuk pertama kali sejak tahun 2002, Philips mengalami kerugian. Pada kuartal terakhir 2008, Philips mengalami kerugian netto sebesar satu setengah milyar euro. Kerugian selama satu tahun mencapai 186 juta euro. Tahun sebelumnya laba perusahaan sebesar empat milyar euro. Akhir 2008, Philips jelas mengalami dampak krisis keuangan global. Sementara itu, bank dan perusahaan asuransi Belanda, ING memPHK 7000 karyawannya. Belum jelas di bidang apa. ING mempekerjakan 130 ribu orang di sekitar 50 negara. Kerugian ING pada kuartal terakhir 2008 mencapai 2,2 milyar euro. * BERITA BURSA Hari ini Indeks AEX di Amsterdam dibuka pada 234,07 poin. Bursa saham di Paris, London dan Frankfurt merugi antara 0,2 sampai 0,7%. Bursa saham Tokyo ditutup lebih rendah. Indeks Nikkei turun 0,8% pada 7682,14 poin, titik terendah sejak tiga bulan. Satu euro tercatat 1,2906 dolar Amerika. Satu dolar Amerika bernilai 11.308,73 rupiah. Satu euro sama dengan 14.640,57 rupiah. * JAKARTA TERGENANG AIR DAN PERANG SRI LANKA Ofensif tentara Sri Lanka terhadap kelompok separatis Macan Tamil berdampak terhadap biaya perang dan kebebasan pers. Perang tampaknya tak kunjung berakhir. Demikian tulis harian berbahasa Inggris The International Herald Tribune. Militer berhasil mengepung beberapa sarang pemberontak, misalnya ibukota administratif Macan Tamil, Kilinochchi dan jalan lintas Gajah yang menghubungkan semenanjung Jaffna dengan bagian lain Sri Lanka. Macan Tamil makin terkepung. Tapi kendati ofensif militer mencapai banyak kemajuan, pemerintah juga harus mencari jalan keluar politik atas masalah kelompok minoritas Tamil Sri Lanka. Kalau tidak, pemberontakan tak akan bisa berakhir. Selain itu pemerintah selama dua setengah tahun melarang pemberitaan kritis. Pejabat, termasuk Menteri Pertahanan Gotabaya Rajapaksa menuduh wartawan yang mengkritik anggaran atau strategi militer sebagai pengkhianat, tulis The International Herald Tribune. Beberapa wartawan telah mengungsi dari Sri Lanka, takut ancaman dipukuli, diculik dan dibunuh. Lembaga Pers Internasional melaporkan, sejak tahun 2004, sudah 15 orang wartawan dibunuh di Sri Lanka. Kita beralih ke topik Indonesia. Pekan silam, Menteri Muda Perhubungan Belanda, Tineke Huizinga, melawat ke Indonesia. Selama sepekan melihat situasi Indonesia empat tahun pasca tsunami. Harian Algemeen Dagblad mengajukan beberapa pertanyaan kepada Huizinga. Pertama, bagaimana situasi Indonesia empat tahun pasca tsunami? "Proses pembangunan mencapai banyak kemajuan. Semua korban selamat kembali memiliki rumah. Lain halnya dengan situasi di New Orleans." Demikian ujar Huizinga. Belanda bekerja sama erat dengan Indonesia untuk membatasi gangguan air. Di bidang apa saja? "Indonesia menghadapi masalah sama seperti Belanda: berpenduduk padat, permukaan tanah turun, permukaan air naik. Hanya, masalah yang dihadapi Indonesia jauh lebih besar ketimbang Belanda." "Di beberapa titik, permukaan tanah turun sampai 18 sentimeter per tahun. Diperkirakan tahun 2025 Jakarta akan tergenang air. Jadi kami hanya punya waktu 15 tahun saja untuk mencegah terjadinya bencana," kata Huizinga seperti dikutip Algemeen Dagblad. Apa yang bisa dilakukan Belanda? "Harus disusun rencana delta untuk Jakarta, juga untuk persediaan air minum. Permukaan tanah bisa cepat turun, karena air minum dipompa dari tanah." "Perusahaan Belanda bisa membantu dalam hal ini. Banyak insinyur Indonesia kuliah di Delft. Kami telah menyerahkan dua kapal pengeruk untuk membersihkan kanal-kanal ibukota. Kanal-kanal itu sering tersendat, karena juga dipakai sebagai riol. Kalau hujan, Jakarta cepat sekali tergenang air." Demikian ujar Menteri Muda Perhubungan Belanda Tineke Huizinga dalam harian Algemeen Dagblad. Itu mengakhiri Tinjauan Pers untuk kali ini. * ICC DIMULAI DENGAN PENGADILAN LUBANGA Intro: Senin ini Mahkamah Pidana Internasional ICC memulai proses pertamanya di Den Haag. Ada kalangan yang menyebut peristiwa ini sama pentingnya dengan pemilihan presiden kulit hitam pertama Amerika. Yang lainnya menyamakan ini dengan pendirian PBB atau pernyataan semesta hak-hak asasi manusia. Bagaimana pun juga ini adalah saat penting dalam upaya dunia memberantas impunitas yaitu kedudukan di atas hukum yang biasanya dinikmati kalangan militer. Pengadilan pertama ini digelar tujuh tahun setelah pendirian ICC. Persiapan yang panjang menandai penekanan ICC supaya kasus pertama ini tidak gagal. Laporan redaktur hukum internasional Sebastiaan Gottlieb. Duduk di kursi pesakitan adalah Thomas Lubanga Dyilo. Pemimpin militer ini pada tahun 2006 ditangkap di Kongo sebagai terdakwa pertama Mahkamah Pidana Internasional. Sekarang dia didakwa menarik anak-anak menjadi tentara. Lubanga didakwa menggunakan ratusan anak dalam perang melawan suku saingannya di wilayah timur Kongo. Berikut Ekkehard Wilthopf, jaksa penuntut umum ICC. Ekkehart Withopf: Dalam kasus ini anak-anak digunakan untuk secara aktif ambil bagian dalam kekerasan. Thomas Lubanga Dyilo melatih anak-anak untuk membunuh dan memang mereka membunuh tapi juga terbunuh dalam perang. Pada masa puncaknya, sekitar 30 ribu prajurit anak-anak ambil bagian dalam perang suku di Kongo timur. Dakwaan tidak lengkap Pelbagai organisasi hak-hak asasi manusia menyambut baik pengadilan Lubanga dengan dakwaan menarik anak-anak menjadi tentara. Tetapi mereka kecewa Lubanga tidak diadili untuk ratusan pembunuhan dan perkosaan yang juga menjadi tanggung jawabnya. Paul Madidi, wakil ICC di Kongo, berpendapat Lubanga telah lebih banyak melakukan pelanggaran katimbang dakwaan yang sekarang diajukan kepadanya. Paul Madidi: Thomas Lubanga tidak hanya dikenal menjaring anak-anak menjadi tentara, tetapi juga sangat bertanggung jawab pada konflik di Ituri, di sana jatuh korban antara 100 ribu sampai 300 ribu orang. Karena tanggung jawabnya, orang tidak bisa lagi masuk Ituri. Bukan ikan besar Menurut Filip Reyntjens, orang Belgia pakar Afrika, Lubanga bukanlah ikan besar di Kongo. Bagi Reyntjens Lubanga lebih sebagai kaki tangan penjahat perang besar pada zaman itu. Reyntjes lebih memilih mereka yang duduk di kursi pesakitan. Filip Reyntjens: Memang saya senang Lubanga sekarang didakwa, tangannya berlumuran darah. Yang juga bertanggung jawab adalah rezim Kinshasa pimpinan presiden Joseph Kabila, demikian pula rezim Uganda di bawah presiden Youveri Museveni, dan presiden Rwanda Paul Kagame yang terus-terusan mengacau keadaan. Mereka bersekutu dalam memasok senjata dan melatih milisi. Kalau faktor-faktor ekstrim ini tidak ada, maka konfliknya juga tidak akan begitu gawat. Pilihan jaksa ICC untuk mengadili Lubanga, itupun dengan dakwaan yang tidak lengkap, tampaknya dilatar belakangi oleh harapan supaya proses pertama ini berhasil. Walau demikian, ketika dipersiapkan, proses ini nyaris kandas. Maklum jaksa penuntut tidak menyerahkan beberapa bukti yang menguntungkan Lubanga. Bahkan majelis hakim hampir membebaskan Lubanga, karena khawatir ia tidak akan memperoleh proses adil. Akhirnya itu berhasil diatasi sehingga pengadilan bisa dimulai. Tidak hanya yang kalah Tak pelak lagi, proses Lubanga bermakna simbolis besar. Zaman ketika jagoan perang bisa bebas jelas sudah berlalu. Tetapi menurut pakar Afrika Filip Reyntjens, pesan soal berakhirnya impunitas baru akan sampai kalau bukan hanya yang kalah, tetapi juga yang menang dalam konflik itu bisa diseret ke depan pengadilan. Filip Reyntjens: Ini akan hanya berhasil kalau mereka yang keluar sebagai pemenang juga diadili karena kejahatan terhadap kemanusiaan. Kalau tidak maka yang dicapai justru sebaliknya. Yaitu bahwa mereka yang menang perang dan tetap berkuasa akan terus berada di atas hukum, menikmati impunitas. Dijadwalkan tahun ini juga akan berlangsung proses terhadap Jean Pierre Bemba, bekas wakil presiden Kongo. Supaya Mahkamah Pidana Internasional ICC memperoleh kepercayaan, maka proses terhadap Thomas Lubanga ini harus berhasil, tanpa masalah yang berarti. * AKANKAH GAZA JADI DUBAI BARU? Intro: Wilayah pantai yang strategis dengan tingkat gaji rendah. Menurut beberapa kalangan, Gaza berpotensi menjadi Dubai baru. Tetapi sampai sekarang Eropa tidak begitu getol menanamkan modalnya di Gaza. Kalau begitu siapa yang ini ingin berinvestasi di Gaza? Laporan redaktur kerjasama pembangunan Pieternel Gruppen. Sebuah zona perdagangan bebas dengan bangunan megah, hotel dan pelabuhan besar. Leo Kwarten, pakar Arab dan konsultan dunia usaha Belanda yang ingin berinvestasi di Timur Tengah, sudah bisa membayangkannya. Khususnya bagi perusahaan ekspor impor yang beroperasi antara Eropa dan Timur Tengah, Gaza bisa jadi tempat idaman. Letaknya benar-benar strategis. Belum saat investasi Leo Kwarten: Di Gaza orang tidak perlu membayar bea cukai dan warganya juga gemar berusaha. Walau begitu belum ada orang yang datang menemui Leo Kwarten untuk bertanya bagaimana bisa berusaha di Gaza. Kwarten sendiri berpendapat, sekarang belum saatnya untuk berinvestasi. Tetapi untuk jangka panjang, kalau gencatan senjata bisa langgeng, maka Gaza akan menarik bagi investor. Eropa sendiri berhati-hati dalam menjanjikan bantuan ekonomi. Bantuan kemanusiaan harus segera datang, demikian komisaris Uni Eropa urusan luar negeri Benita Ferrero Waldner. Tetapi, untuk bantuan jangka panjang, Ferrero Waldner masih berhati-hati. Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda Bert Koenders untuk sementara juga tidak datang dengan janji baru. Bert Koenders: Masih terlalu pagi untuk memulai pembangunan kembali. Kita harus memperoleh kepastian bahwa pembangunan kembali yang kita lakukan tidak akan dibom habis lagi. Itu kan seperti menggarami laut. Dan harus diingat ini adalah uang pajak Belanda. Pembangunan Dihentikan Pada akhir 1990an, jutaan euro dipompakan ke Gaza untuk membangun pelabuhan. Pembangunan yang sebagian besar dilakukan oleh dunia usaha Belanda, harus dihentikan ketika Israel memulai serangannya. Pada saat ini ratusan petani Palestina menerima bantuan Belanda untuk membudidaya bunga anyer. Mereka mendapat rekomendasi teknis, bahan pembungkus dan dukungan ekspor ke lelang bunga di Aalsmeer, Belanda utara. Tapi sejak perbatasan dengan Israel tutup, sapi-sapi Palestinalah yang memakan bunga anyer itu. Walau demikian Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda Bert Koenders tetap ingin melanjutkan proyek ini, karena penting bagi lapangan kerja di Gaza. "Kalau dihentikan, warga Gaza akan dihukum dua kali," demikian Koenders. Menurut berita-berita awal, proyek ini tidak terlalu rusak. Tetapi Koenders tidak ingin tergesa-gesa memulai proyek baru, sesuatu yang disesalkan oleh pakar Arab dan konsultan Leo Kwarten. Leo Kwarten: Kita terjerat dalam cara berpikir kita sendiri. Kita tidak ingin berurusan dengan Hamas di Jalur Gaza. Kita hanya ingin berurusan dengan pemerintah Palestina yang sebenarnya tidak berkuasa di Gaza. Mereka juga tidak punya pengaruh di sana. Investasi Arab Saudi Karena itu, menurut Leo Kwarten, pembangunan ekonomi Gaza harus didanai Arab Saudi. Di masa lampau Arab Saudi sudah menunjukkan bisa berinvestasi di negara-negara sulit seperti Mesir dan Etiopia. Negara-negara Arab sekarang sudah sanggup menyumbang sampai 1 milyar dolar bagi Gaza. Para emir dan pangeran di negara-negara ini memang punya jiwa pedagang, kata Leo Kwarten. Lebih dari itu, di wilayah ini politik dan ekonomi sangat berkait erat. Pesan khusus Leo Kwarten bagi dunia usaha Belanda adalah, perhatikan negara-negara Arab dengan seksama. "Dari investor Arab itu bisa diperoleh kontrak-kontrak khusus. Kalau orang Saudi memutuskan untuk membangun pelabuhan, maka mereka pasti butuh peran Eropa." Pada saat itu, perusahaan Belanda dengan keahlian khusus di bidang air bisa berperan. * PERAYAAN IMLEK POSITIF BAGI EKONOMI DAN SOSIAL Tahun ini tahun baru Cina, imlek dirayakan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Di Den Haag Belanda, untuk pertama kali imlek dirayakan seminggu penuh. Kampung Pecinan, China Town marak dengan pertunjukan budaya Cina. Perayaan di Indonesia tampaknya juga tidak kalah meriahnya. Mengapa tahun ini imlek lebih meriah? Ikuti perbincangan dengan Brigjen Purnawirawan Teddy Yusuf, ketua umum Paguyuban Marga Tionghoa Seluruh Indonesia. Teddy Yusuf[TY]: Di sini ada dampak sosial, juga dampak ekonomi begitu. Dengan dirayakan berarti ada expenses. Katakanlah orang beli kembang, beli ikan, beli sayuran. Ada pesta tentunya. Ada banyak keperluan pengeluaran uang. Itu dari sisi ekonomi baik ya, bagus. Radio Nederland Wereldomroep[RNW]: Dampak sosialnya sendiri apa pak? TY: Jadi ini kemudian boleh dikatakan sebagai hari Thanksgiving Day. Untuk masyarakat Tionghoa itu kesempatan berbuat amal. Jadi setelah dia sembahyang di Vihara atau di Klenteng itu, dia menyiapkan uang untuk membagikannya kepada fakir miskin yang ada di sekitar sana gitu. Melepas-melepas burung, melepas-melepas hewan ke laut dan sebagainya begitu ya. Ada dampak sosial lingkungan gitu ya. RNW: Komunitas Tionghoa itu di Indonesia, dulu dikenal sebagai komunitas yang eksklusif, yang agak tertutup begitu. Bagaimana sekarang setelah keterbukaan atau perayaan yang lebih besar ini? TY: Sebetulnya masalahnya dulu itu ada kesan bahwa orang Tionghoa lebih diarahkan kepada sektor-sektor perdagangan atau swasta gitu ya. Jadi ada upaya untuk, sudahlah nggak usah masuk kepada area politik ataupun area birokrasi begitu, sehingga makin lama makin eksklusif begitu. Nah, dengan dikeluarkannya undang-undang yang baru, undang-undang nomor 12 tentang kewarganegaraan, di mana konsep yang selama ini pribumi dan non pribumi itu dihapus ya. Jadi orang Tionghoa sebagai salah satu etnik bangsa Indonesia, dengan demikian sudah mulai terbuka kesempatan untuk memasuki area yang lain, profesi yang lain. Nah, kita mengharapkan dengan demikian itu akan terjadi pembauran yang lebih nyata, lebih efektif untuk mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa sebetulnya kan begitu ya. Tidak ada suku yang mengkhususkan pada profesi tertentu, itu kan tidak baik ya. RNW: Berbicara akan partisipasi, kita tahu bahwa ada menteri seperti pak Kwik, lalu ibu Elka Pangestu yang juga berlatarbelakang Tionghoa. Tapi bagaimana partisipasi lain pak, umpamanya sebagai pegawai negeri atau sebagai militer seperti yang bapak alami di masa lalu. Itu kayanya belum terlalu banyak dari kaum Tionghoa nih? TY: Saya tidak punya data ya, setelah reformasi ini seberapa banyak anak-anak muda yang daftar di militer atau pegawai negeri. Memang mungkin disamping profesi yang lain keduanya juga memang di Indonesia ini sebagai pegawai negeri itu tidak menjanjikan ya kesejahteraannya begitu ya. Jadi kemungkinan juga itu salah satu faktor tidak begitu menarik di situ. Tapi kita Paguyuban ini menganjurkan pada anak-anak muda untuk berpartisipasi juga di profesi yang lain, sebagai pegawai negeri, sebagai Teknis, sebagai Polisi, Jaksa, Hakim dan sebagainya. RNW: Dengan perkembangan ekonomi sekarang ini kita lihat skupnya secara global RRT adalah negara yang besar, negara yang ekonomi kuat seperti Brazil. Apakah etnik Tionghoa di Indonesia bisa berpartisipasi dalam menjembatani, memajukan ekonomi Indonesia dalam kaitannya hubungan dagang dengan Cina? TY: Justru perlu itu pandai menggunakan jaring-jaring etnisnya itu untuk memperluas perdagangan baik sebagai distribusi maupun eksportir ya. Jadi di sini sangat membantu biaya untuk buka jaring-jaring ya begitu. Sebetulnya pemerintah Indonesia juga perlu sebetulnya menggunakan orang Tionghoa itu sebagai jaring-jaring perdagangan internasional ya, karena jaring-jaring itu memang sudah ada begitu ya. Itu tinggal bisa dimanfaatkan saja begitu. RNW: Lalu sebagai orang Tionghoa yang ada di Indonesia, itu lebih merasa orang Cina, atau lebih merasa orang Indonesia? TY: Kita lahir di sini ya, sudah tidak merasa orang Cina ya, jadi satu anak saya juga di Amerika, kalau ditanya kamu orang apa? Dia bilang orang Indonesia. Jadi sudah pasti merasa sebagai anak orang Indonesia ya. * FATWA HARAM GOLPUT DINILAI TAK PUNYA PIJAKAN FIQIH Salah satu hasil pertemuan Majelis Ulama Indonesia di Padangpanjang adalah mengharamkan golput atau menjadi golongan putih dalam pemilu. Keputusan pengharaman golput itu tidak punya pijakan hukum islam, demikian Sofyan Siregar dosen Universitas Islam Eropa di Rotterdam. Sofyan Siregar [SS]: Kalau itu kita lihat dari segi dalil syar'i tidak akan ditemukan dalam Al-Quran atau Hadis membicarakan pemilu, apalagi mewajibkan pemilu. Yang ada itu tentang pemimpi. Itu itupun seperti dibilang oleh mereka, seperti saya baca Ihwan Syam (Sekjen MUI red.) mengatakan apabila ada calon yang siddiq, amanah, tabligh dan fatanah itu wajib. Nah, sekarang apakah MUI lupa bahwa sifat yang empat itu sebenarnya adalah sifat yang khusus kepada nabi. Dan nabi itu bukan yang dipilih, itu diangkat oleh Tuhan. Karena itu diangkat maka premis yang ditonjolkan mereka atau mukadimah dalam ilmu Mantiq, apa yang dilakukan oleh MUI itu sebenarnya adalah tidak valid. Sehingga output dan natijjah yang istilahnya juga konklusinya tidak bisa dipertanggungjawabkan, demikian Siregar. Kalau tidak ada pemimpin yang memiliki empat sifat kenabian tadi, menurut ahli fiqih itu, maka tidak ada kewajiban untuk memilih. "Yang anehnya juga mereka katakan begini, bahwa memilih itu adalah wajib, kalau ada pemimpin yang memiliki sifat siddiq yang jujur, amanah yang dipercaya, Tabliq yang menyampaikan kemudian fatanah yang bijak. Kalau itu tidak ada, berarti itu tidak wajib. Karena itu disyaratkan sebenaranya kata-kata mereka itu sendiri sangat paradoks. Kita tinjau dari segi hukum Islam, karena dia bicara soal Islam. Dari segi hukum Nasional, jelas itu bertentangan. Karena memilih itu adalah hak bukan kewajiban, itu jelas. Dan hukum yang ada di Indonesia itu, selama itu tidak ada dilarang di dalam agama, selama itu adalah berlaku itu juga hukum Islam. Di dalam perundang-undangan kita yang berlaku soalnya adalah hukum Islam, hanya minus hukum-hukum pidananya. Dan kita sekarang bukan membicarakan hukum pidana. Jadi hukum yang di luar ranah pidana. Selama itu tidak ada diharamkan dan selama itu tidak ada dilarang, tidak ada dalilnya, dari fiqih, dari Quran dalam Hadis dan juga dalam ijtihad atau dalam yurisprudensi yang telah ada di dalam dunia fiqih, itu bisa dipakai. Tapi sekarang tidak ada, oleh karena itu tidak ada alasan yang seperti itu maka sebenarnya memilih itu tidak wajib. Saya bukan pro atau tidak pro, hanya mencoba murni melihat dari sudut pandang fiqih dari Islamologi," demikian Sofyan Siregar. Ia juga menjelaskan arti haram dan fardu kifayah dalam kaitannya dengan golput. "Dalam kaitannya dengan fatwa haram golput itu, mereka juga mengatakan bahwa kalau ada calon-calon itu kemudian tidak dipilih, haram. Tetapi kalau memilih, hukumnya fardu kifayah. Yang disebut fardu kifayah itu kan apabila dilakukan oleh orang, itu sudah cukup kita tidak berdosa, kalau kita tidak ikut. Contohnya, memandikan mayat umpamanya kan. Nah, sekarang begitu juga kalau memilih itu fardu kifayah. Ada orang tidak memilih berarti tidak wajib, artinya tidak berdosa. Sebab kalau itu dikatakan haram, berarti orang berdosa. Jadi saya akhirnya teringat kepada kejadian di Mesir beberapa tahun yang lewat, salah seorang pejabat atau menteri itu akan tampil di tv untuk memberikan fatwa tentang satu kasus, baru karena dia belum yakin, jadi dia telepon presiden Mesir untuk menanyakan sebaiknya dijadikan haram atau halal. Artinya dia bisa flexibel, dia bisa haramkan, dia bisa halalkan. Jika, mau dihalalkan sudah siap dalilnya, jika mau diharamkan sudah punya alasan." Kalau itu juga terjadi di Indonesia. Berarti ini dipolitisir dong? "Ya, bisa juga itu dipolitisir. Tapi dulu juga kan sudah ada pemilu bukan baru kali ini. Tapi kan baru sekarang. Kembali lagi kenapa sekarang ini baru dikeluarkan ada fatwa semacam ini? Dan tentu harus ada di sana latarbelakangnya yang harus kita lihat. Dan kita juga tidak bisa menduga-duga. Orang mengatakan itu dipolitisir bisa saja. Tapi dipolitisir atau tidak yang jelas MUI tidak punya otoritas untuk mengeluarkan itu karena tidak ada dasar hukumnya. Kita tidak bisa biarkan, ini harus diluruskan penyimpangan-penyimpangan terhadap pembodohan pada umat ini. Orang tidak bisa dipaksa, kan memilih itu satu pilihan. Untuk tidak memilih juga satu pilihan dari dia, kita harus menghargai. Menurut pakar fiqih jebolan Arab Saudi itu, daripada mengurusi soal golput, MUI lebih baik memperhatikan hal yang lebih mendesak di Indonesia. "Kenapa sekarang MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa umpamanya hukum haramnya berkhianat kepada rakyat. Hukum haramnya DPR, studi banding ke luar negeri karena menghamburkan uang negara, itu isrof dan mubazir. Banyak ayat-ayat dan Hadis-hadis yang mengatakan dilarang dan itu haram. Haram hukumnya, makan gaji buta pejabat khususnya DPR yang jarang kerja umpamanya. Tapi kenapa mereka tidak pernah mengeluarkan fatwa yang menggigit seperti itu? Coba kalau jentleman, itu keluarkan fatwanya. Kyai-kyai ini saya meragukan ini. Mereka juga harus sadar bahwa mereka itu bukan selalu seperti 30-40 tahun yang lewat, yang selalu di-inggih-inggihkan orang. " Demikian Dr. Sofyan Siregar MA, dosen Universitas Islam Eropa di Rotterdam dan Ketua ICMI Orwil Eropa. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
