--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 17 Maret 2009 15:10 UTC ** BILATERAL KOREA UTARA-CINA ** KOREA UTARA MEMBUKA PERBATASAN ** PESAWAT BERHASIL HINDARI KECELAKAAN ** TOPIK-TOPIK TINJAUAN PERS: BANKIR MINTA MAAF DAN BUDDHA BAR DIPROTES ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEREBUTAN KEKUASAAN DI MADAGASKAR -- PRESEDEN BERBAHAYA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEREBUTAN KEKUASAAN DI MADAGASKAR MENCAPAI PUNCAKNYA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: JANDA-JANDA MAROKO BERSATU DALAM PERJUANGAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KAMPANYE PEMILU TUAL: ANAK-ANAK IKUT PAWAI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MEDIA BASAH IKLAN KAMPANYE PEMILU * BILATERAL KOREA UTARA-CINA Perdana Menteri Korea Utara Kim Yong-il memulai kunjungan lima harinya ke Cina. Kedua negara merayakan 60 tahun persahabatan bilateral mereka. Cina adalah salah satu sahabat dan rekan dagang terpenting bagi negara komunis Korea Utara. Kunjungan perdana menteri Korea ini dibanyangi kekhawatiran dunia akan peluncuran satelit oleh Pyongyang. Amerika Serikat dan Korea Selatan menduga peluncuran satelit Korea Utara hanyalah alasan untuk peluncuran roket jarak jauh. * KOREA UTARA MEMBUKA PERBATASAN Korea Utara kembali membuka perbatasannya untuk lalu-lintas ke daerah industri Korea Utara dan Selatan. Pyongyang menutup perbatasan ini Jumat lalu agar truk dan pegawai Korea Selatan tidak bisa mengakses daerah industri. Penutupan itu menimbulkan kekhawatiran bahwa daerah industri tersebut harus ditutup dalam waktu dekat karena kekurangan bahan mentah. Korea Utara tidak memberikan penjelasan atas keputusannya. Daerah industri Kaesong dibuka tahun 2005 sebagai simbolkerjasama Korea Utara-Selatan. Di wilayah ini terdapat sekitar seratus perusahaan Korea Selatan, yang memproduksi mulai dari arloji, sepatu, sampai alat-alat dapur. * PESAWAT BERHASIL HINDARI KECELAKAAN Di Filipina, sebuah pesawat berpenumpang 88 orang berhasil menghindari kecelakaan. Ketika pesawat sedang mendarat, sebuah bus tiba-tiba melewati lintasan pendaratan. Roda pesawat sudah menyentuh tanah, namun pilot langsung menariknya kembali dan menunda pendaratan. Yang mengendarai bus itu adalah putra salah satu pejabat perusahaan penerbangan setempat yang sedang mengajari pacarnya menyetir bus. * KUNJUNGAN PAUS KE AFRIKA Paus Benediktus XVI memulai kunjungan enam harinya ke Afrika. Tiga hari pertama, Paus Benediktus akan berada di Kamerun, dan tiga hari berikutnya di Angola. Ini adalah perjalanan pertamanya ke Afrika sejak dipilih menjadi pemimpin gereja Katolik Roma hampir empat tahun lalu. Di Kamerun, Paus akan mengumumkan program kerja untuk pertemuan para uskup Afrika yang akan diselenggarakan di Vatikan bulan Oktober. Di Angola, Paus akan mengadakan peringatan lima ratus tahun penduduk Angola memeluk agama Katolik. Vatikan menganggap Afrika sebagai wilayah penting untuk masa depan Katolik Roma. * UNI EROPA TARIK DIRI DARI KTT ANTI-RASISME Uni Eropa mengundurkan diri dari konferensi anti-rasisme PBB. Brussel khawatir konferensi yang akan diselenggarakan di Genewa ini malah akan menjadi forum melawan Israel. Ketua bergilir Uni Eropa, Ceko, menyatakan rata-rata negara peserta bersikap skeptis mengenai teks-teks yang akan dipakai dalam konferensi tersebut. Amerika Serikat dan Australia juga mempertimbangkan melakukan hal yang sama dengan Uni Eropa. Konperensi anti-rasisme PBB direncanakan 20 hingga 25 April di Jenewa. * KHATAMI TIDAK IKUT PILPRES Mantan Presiden Iran Muhammad Khatami tidak ikut ambil bagian dalam pemilihan presiden Juni mendatang. Dalam pernyataan di salah satu situs pendukungnya, ditulis bahwa ia mengundurkan diri untuk memperbesar peluang kandidat-kandidat lain menduduki kursi presiden. Khatami mendukung mantan Perdana Menteri Hussein Mousavi yang minggu lalu secara tiba-tiba menyatakan mencalonkan diri sebagai presiden. Presiden Iran Ahmadinejad dari golongan konservatif juga memiliki peluang baik untuk kembali terpilih. * PEMIMPIN BURUH CINA BEBAS Yao Fuxin, 58 tahun, dibebaskan setelah tujuh tahun mendekam di penjara. Ia adalah pemimpin buruh Cina yang ditangkap pada tahun 2002 karena berpidato di unjuk rasa damai yang melibatkan setidaknya 5000 buruh dari 6 pabrik di kota Liaoyang. * BERITA BURSA Setelah lima hari mengalami kenaikan, bursa-bursa Eropa dibuka Selasa lebih rendah. Hal ini diakibatkan oleh penutupan negatif Wall Street Senin malam. Indeks AEX turun 1,6% pada 212 poin. London, Paris, Frankfurt menurun 0.6 sampai 1,2%. Indeks Nikkei naik 3,2%. Kepercayaan akan kebijakan stimulus ekonomi Jepang nampaknya memperkuat pasar di Tokyo. 1 Eur = 1,29 USD 1 Eur = Rp. 15,577 1 USD = Rp. 11,976 * BANKIR MINTA MAAF DAN BUDDHA BAR DIPROTES Seorang bankir di Belanda akhirnya meminta maaf secara halus atas partisipasinya dalam krisis ekonomi. Demikian harian de Volkskrant pagi ini. Permintaan maaf ini sebenarnya sudah dituntut Menteri Keuangan Belanda Wouter Bos sejak sebulan lalu. Wouter Bos menyatakan, penting bagi para bankir meminta maaf pada klien agar 'kepercayaan klien pada dunia perbankan tidak hilang.' Hanya saja, hampir tak ada bankir yang bersedia memenuhi permintaannya. Alasannya sederhana, mereka takut dianggap tidak bertanggungjawab, dan khawatir klien akan menuntut atau mengajukan klaim pada mereka. Demikian de Volkskrant. Iklan Berlebihan Pemerintah Belanda menganggap, para bankir terlalu banyak memberikan gambaran tidak masuk akal tentang dunia perbankan. Iklan-iklan investasi, misalnya, dibuat semenarik mungkin, tanpa memberikan informasi seimbang tentang risiko yang harus ditanggung klien. Dan rayuan maut para bankir ini berhasil membuat para klien kehilangan milyaran euro pada krisis ekonomi. Tulis de Volkskrant. Floris Deckers, komisaris utama Bank Belanda Van Lanschot, akhirnya memecah kebisuan para bankir ini. Secara halus ia meminta maaf atas partisipasi bankir 'menjebak' klien untuk menginvestasikan uang di dunia perbankan. Toh, persoalan tidak berhenti di situ. Bukan hanya para bankir yang salah, ungkap beberapa pihak, banyak hal masih harus ditinjau ulang: mulai dari para akuntan, pengelola kredit, pengawas perbankan, anggota parlemen, sampai manajemen risiko dari bank yang bersangkutan. Demikian de Volkskrant. Buddha Bar Beralih ke Indonesia. Umat Buddha Indonesia menuntut penutupan Buddha Bar, angkat Algemeen Dagblad. Mereka menganggap pemilik bar ini menghina Tuhan. Nama Buddha Bar saja sudah cukup memanaskan telinga; membayangkan bahwa para tamu bebas mengkonsumsi alkohol dan daging di hadapan patung Buddha di bar itu, makin menaikkan emosi umat Buddha. Mereka menuntut pemilik bar mengganti nama dan menurunkan semua ornamen keagamaan. "Mereka punya waktu seminggu. Kalau tidak, kami akan turun ke jalan, berunjuk-rasa. Kami juga akan menyeret mereka ke pengadilan dengan tuduhan penghinaan Tuhan." kata pemimpin aksi Sukiman. Demonstrasi ini juga didukung Menteri Agama Maftuh Basyuni. Bar semacam ini dianggap mengundang eksklusivisme dan perpecahan antaragama. "Kalau tidak dicegah, sebentar lagi bisa muncul Islam Bar atau Kristen Bar," katanya. Salah Guna Buddha Bar sendiri dibuka November tahun lalu di pusat kota Jakarta. Bar ini terletak di gedung renovasi dari zaman Belanda. Pemerintah Jakarta membeli gedung ini dari negara seharga 2,5 juta dolar. Renovasinya saja bernilai setengah juta dolar. Dan lucunya, gedung yang tadinya ditujukan sebagai gedung pertunjukan publik, sekarang malah hanya didatangi kaum elit berduit yang ingin mengisi perut. Demikian angkat Algemeen Dagblad. Dan jangan tanya siapa pemiliknya. Jawaban yang akan anda terima tak akan lagi mengejutkan: di antara pemilik usaha ini adalah putri mantan gubernur Sutiyoso, Reni Sutiyoso, dan putri mantan presiden Megawati, Puan Maharani. Sulit untuk memisahkan kenyataan ini dengan kisah lama yang belum juga punah di Indonesia: KKN - Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Demikian Algemeen Dagblad. * PEREBUTAN KEKUASAAN DI MADAGASKAR -- PRESEDEN BERBAHAYA Intro: Kekacauan politik di Madagaskar, mengingatkan orang pada pemberontakan rakyat tahun 2002. Waktu itu, perebutan kekuasaan berlangsung dalam cara yang sama, walau pun kekerasan tidak langsung pecah. Seandainya pemimpin oposisi sekarang berhasil merebut kekuasaan, demokratiskah itu? Komentar koresponden Koert Lindijer. "Bung, ini bukan Afrika, Madagaskar itu bukan Afrika," tokoh oposisi Andry Rajoelina mengulang-ulang kalimat itu pekan lalu dalam wawancara dengan sebuah pemancar radio internasional. Ia ingin menjelaskan bahwa negara pulau itu tidak menghendaki pemerintahan koalisi, tidak ada persekutuan antara oposisi dengan pemerintah, seperti yang terjadi di Kenya atau Zimbabwe. Orang memang segera teringat pada pemberontakan rakyat tahun 2002 yang menampilkan presiden Marc Ravalomanana dalam kekuasaan. Itulah permainan Andry Rajoelina sekarang dalam upayanya merebut kekuasaan. Waktu itu ibu kota berada di tangan presiden sekarang, tetapi masih banyak tentara yang setia kepada presiden sebelumnya, Didier Ratsiraka. Dia pasti bersembunyi menghindari amarah rakyat, begitu diduga orang. Tetapi ternyata tidak juga. Ratsiraka mondar-mandir di tangsi militer dengan bosan. Keluarga besar "Dengan kekuatan moral kami berupaya menghindari kekerasan antara dua kubu," demikian seorang jenderal, "tidak dengan senjata. Ini bukan Afrika, budaya kami lebih mirip Asia. Kami terus berunding sebisa mungkin, karena rakyat Madagaskar itu satu keluarga besar." Seorang temannya menimpali, "Kami tentara tidak suka berkelahi. Kami prajurit adalah korban politik, politisi yang mengerahkan massa dalam merebut kekuasaan. Seorang tentara butuh musuh, tapi siapa musuh kami? Kami kan tidak bisa menembak massa?" Dinamik Madagaskar terombang-ambing antara Afrika dan Asia. Susunan penduduk pulau ini memang berbeda dari negara Afrika lain. Dari segi budaya dan dinamika penduduk, Madagaskar lebih mirip Asia katimbang Afrika. Penduduknya sendiri merupakan campuran antara Polinesia, Asia, Afrika dan Arab. Memang ada pertentangan suku, misalnya antara warga pesisir dengan pedalaman, terutama di sekitar ibu kota. Tetapi pertentangan itu tidak setajam di Afrika. Politik devide et impera yang dengan berhasil diterapkan para pemimpin Afrika, tidak akan begitu berhasil di Madagaskar. Afrika yang merdeka dari penjajahan tidak kenal pemberontakan rakyat. Pemimpin gerilya, gerakan suku, kelompok agama tidak jelas, perlawanan terhadap orde mapan tampil dalam pelbagai bentuk. Tetapi Afrika hampir tidak kenal pemberontakan rakyat, untuk itu dibutuhkan persatuan yang di Afrika, sama sekali tidak ada. Yogurt Persatuan yang ada di Madagaskar digunakan dengan lihai oleh Ravalomanana pada tahun 2002. Berasal dari keluarga petani miskin di bukit dekat ibu kota, ia memulai kariernya dengan naik sepeda untuk menjual yogurt. Tahun 1982 ia berhasil menjadi direktur perusahaan susu terbesar negerinya. Ia mempertaruhkan uang, pemancar radio dan televisi yang dimilikinya untuk tujuan politik. Tahun 1999 ia terpilih sebagai walikota ibukota Antananarivo dan di tahun 2002 ia bersaing melawan presiden Didier Ratsiraka. Marc Ravalomanana adalah orang yang membesarkan diri sendiri, bahkan tidak berlebihan kalau dia disebut sebagai pahlawan rakyat. "Ravalomanana adalah seorang diktator yang menguasai negara seperti perusahaan sendiri," demikian kalangan oposisi sekarang. Ravalomanana dan pemimpin oposisi Rajoelina seperti membaca skenario yang sama. Rajoelina adalah bekas DJ dan pemilik pemancar televisi serta radio. Perebutan kekuasaan di antara keduanya berawal dua tahun silam, ketika oposisi menang pilkada ibukota dan merebut jabatan walikota terakhir. Ravalomanana balas dendam. Menjelang serah terima jabatan, dicabutnya dana pembuangan sampah. Oposisi mengambil alih ibukota yang dipenuhi sampah. Sedikitnya toleransi politik menyulut konfrontasi pertama, akhir tahun lalu. Pemancar televisi milik Rajoelina menyiarkan wawancara dengan Ratsiraka, musuh bebuyutan Ravalomanana, presiden sekarang. Pemancar itu dibungkam dan Rajoelina dicopot dari jabatan walikota. Rakyat marah, mereka mengompori dimulainya perebutan kekuasaan, persis dengan cara Ravalomanana tahun 2002. Waktu itu lebih dari setengah tahun, ia berhasil mengusir Ratsiraka. Agigator gila Pada bulan-bulan pertama, revolusi beludru Ravalomanana tampak seperti karnaval. Baru ketika Ratsiraka memblokade jalan masuk ibukota, sehingga rakyat kelaparan, kekerasan meningkat, puluhan orang tewas. Kekerasan dengan cepat menjalar dalam pemberontakan dan banyak korban jatuh, terutama karena tindakan keras pasukan anti huruhara. Walau begitu, ada satu perbedaan besar antara tahun 2002 dan sekarang. Ravalomanana waktu itu memprotes hasil pilkada yang kontroversial, karena mungkin ialah pemenangnya. Rajoelina sekarang hanya berkata, rakyat sudah tidak percaya lagi kepada presiden, dan mereka berbicara melalui demonstrasi. Ini jelas merupakan preseden yang berbahaya. Ravalomanana menjuluki Rajoelina agitator gila yang secara ilegal ingin merebut kekuasaan. Mungkin ini ucapan yang terlalu keras bagi seorang pemimpin pemberontakan rakyat. Tidak diakui Pembentukan pemerintahan koalisi setelah pemilu yang penuh kecurangan di Afrika memang bisa merupakan proses politik yang tidak demokratis. Pemenang pemilu akhirnya tidak diakui dan sebagian kehendak rakyat tidak diindahkan. Tetapi kalau Rajoelina sekarang berhasil merebut kekuasaan, maka itu juga tetap tidak bisa dibilang demokratis. Itu justru pukulan bagi Madagaskar, dan tamparan bagi Afrika. * PEREBUTAN KEKUASAAN DI MADAGASKAR MENCAPAI PUNCAKNYA Presiden Madagaskar Marc Ravalomanana mengatakan tidak akan menyerah terhadap tuntutan pihak oposisi yang sejak Senin kemarin menduduki kantor presiden. "Saya bersedia mati bersama kalian," lanjut Ravalomanana yang terpilih sebagai presiden dalam pemilu demokratis tahun 2002. Laporan redaktur hukum internasional Sebastiaan Gottlieb: Senin kemarin pimpinan militer Madagaskar memilih kubu oposisi Andry Rajoelina, yang sudah berbulan-bulan menuntut pengunduran diri presiden. Setelah itu tentara Madagaskar menyerbu istana presiden dan bank sentral. Menurut warga Belanda Annelie Roozenboom yang tinggal di Madagaskar, pihak oposisi terutama mencari uang untuk membiayai perjuangan mereka. Tidak jauh dari istana berdiri gedung bank sentral. Dan di tempat itu tentu saja ditemukan semua uang yang dimiliki negara. Tanpa dana, mereka tidak akan bisa menjalankan pemerintahan. Sabtu lalu mereka mengambil-alih kantor perdana menteri dan presiden, dan langsung menberikan pernyataan yang isinya antara lain: "Anda bisa saja menduduki jabatan tersebut, tetapi bukan berarti bisa menjalankan pemerintahan." Ketika aksi tentara itu terjadi, Presiden Marc Ravalomanana sedang berada di istana lain, di pinggiran ibukota. Di tempat itu ia didampingi ratusan simpatisan. Pemimpin oposisi dan pelaku kudeta Andry Rajoelina, menuduh kepala negara korup dan diktator. Mantan disc-jockey ini adalah walikota ibukota Antananarivo sampai akhir Januari lalu. Tetapi ketika ia menyatakan mengambil-alih kekuasaan 31 Januari lalu, pemerintah Madagaskar menggesernya. Kota Antananarivo sudah berbulan-bulan menjadi ajang protes berat yang penuh kekerasan menentang Presiden Ravalomanana. Sampai sekarang 135 orang tewas. Masyarakat internasional dan juga Uni Afrika mengecam kudeta tersebut dan menyerukan untuk menghormati UUD Madagaskar. Rajoelina menentang tuduhan kudeta dan berjanji akan melangsungkan pemilu dalam waktu dua tahun. Annelie Roozenboom berpendapat, mayoritas penduduk mendukung sang presiden, walau pun popularitasnya makin berkurang. Presiden ini dipilih dua tahun lalu dengan suara mayoritas mutlak, setelah itu popularitasnya berkurang. Tetapi pada prinsipnya mayoritas penduduk masih mendukung presiden Ravalomanana. Sekarang dia juga menawarkan sebuah referendum, sehingga rakyat bisa memilih apakah ia boleh tetap menjadi presiden. Tetapi oposisi menolak usulan tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir Presiden Ravalomanana membuka negaranya untuk investor asing di bidang pertambangan batubara dan minyak. Sebagian orang menentang kebijakan pemerintah ini karena sebagian besar investasi justru tidak dirasakan penduduk Madagaskar. Lebih dari 70% penduduk hidup di bawah garis kemiskinan dan harus bisa hidup dengan dua dolar per hari. * JANDA-JANDA MAROKO BERSATU DALAM PERJUANGAN Orang memang tidak melihatnya, tetapi mereka ada. Perempuan Maroko dari generasi pertama yang kesepaian dan dilupakan. Di tahun 1970-an mereka datang ke Belanda sehubungan penyatuan dengan keluarganya. Sejak itu dunia mereka hanya berkisar pada melayani suami dan membesarkan anak-anak. Apabila suami mereka meninggal dunia dan anak-anak sudah mandiri, maka dunia mereka runtuh. Sekarang di kota Tilburg Belanda ada lembaga yang menampung para janda-janda ini di siang hari dengan berbagai aktivitas. Laporan redaktur Arab Karima Idrissi: Dua kali seminggu mereka berkumpul bersama di pusat aktivitas Thebe di Tilburg. Di tempat itu mereka mendapat kursus bahasa Belanda, belajar menulis dan membaca, merajut, memasak, jalan-jalan ke kota atau ke hutan, dan masih banyak kegiatan lainnya. Setiap Selasa dan Kamis pagi perempuan-perempuan ini dijemput dengan taksi. Jam lima sore, taksi yang sama mengantar mereka pulang ke rumah masing-masing. Beberapa puluh janda keturunan Maroko yang depresif, kesepian dan dilupakan. Setiap perempuan punya riwayat hidup yang unik. Fatima Delapan tahun lalu suami Fatima meninggal dunia. Dia sadar bahwa mulai saat itu dia berdiri sendiri. Tidak ada teman, sanak keluarga ditambah lagi dia tidak fasih berbahasa Belanda. Fatima akhirnya depresif dan hanya tidur di kamar hingga seorang tetangga yang baik membawanya ke dokter. Dokter ini akhirnya memutuskan bahwa Fatima harus ke Thebe, agar bisa berkomunikasi dengan dunia luar. Fatima adalah salah satu perempuan Maroko pertama yang datang ke pusat penampungan itu. Saat ini ia sudah berteman dengan sejumlah perempuan lainnya. Walaupun begitu Fatima tetap merasa tidak sehat dan takut akan meninggal sendirian di apartemennya. "Kemarin saya sangat sakit. Kemarin dulu saya hampir mati. Saya takut karena saya sendirian. Apabila saya tiba-tiba wafat, tidak akan ada orang yang tahu." Fatima memang punya keponakan di Utrecht, yang bersedia merawatnya apabila dia mau pindah ke kota tersebut. Fatima sedang mengurus kepindahannya dengan harapan akhir yang lebih baik. "Setelah suami saya meninggal, kehidupan saya terhenti. Ia adalah suami yang baik." Yetto Yetto sedang merajut baju untuk cucu perempuannya yang hampir berulangtahun. "Sewaktu suami saya masih hidup dan akan-anak masih di rumah, hidup saya menyenangkan. Kita pergi jalan-jalan, mengunjungi kota-kota lain, berbelanja bersama dan pergi ke toko. Setelah suami saya meninggal dunia, saya merasa sangat kesepian. Anda tahu, rasa kesepian itu bisa membuat hidup sangat berat." Di tahun 1971 Yetto tiba di Belanda. Dia bekerja untuk Phillips selama 12 tahun. Setelah itu ia menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, dan komunikasi dengan dunia luar terhenti. Empat anak Yetto masih tinggal di rumah, tetapi semuanya punya kesibukan masing-masing. "Mereka berangkat jam 7 pagi dan baru pulang larut malam, saya hampir tidak pernah melihat mereka. Saya bisa gila tinggal di rumah sendiri, dengan semua kenangan yang menghantui saya." Yetto senang aktif di tempat penampungan. Dia bisa membagi cerita dengan perempuan lainnya yang berbasib sama, "tentang masa lalu, sekarang, anak-anak, kehidupan, rasa kesepian dan tentang Belanda" Bersama mereka bisa membagi suka dan duka, pergi ke pasar dan berjalan-jalan di hutan apabila cuaca bagus. Saadia Perempuan satu ini, duduk di pojok sampil membuat puzzel. Saadia bisa berjam-jam bermain puzzel. "Kalau sedang sibuk saya bisa melupakan semuanya. saya bisa sejenak melupakan semua masalah dan rasa kesepian dan nasib saya yang menyedihkan ..." Karena Saadia menderita depresi, psikolog yang merawatnya merekomendasi agar dia datang ke Thebe. "Saya tidak bisa bilang bahwa saya merasa lebih baik sekarang, tapi saya bisa mengalihkan pikiran dan tidak termenung dengan pikiran saya sendiri." Saadia fasih berbahasa Belanda. Suaminya mendatangkan dia ke Belanda sewaktu ia berusia 21 tahun. Ia menikmati hidup Belanda hingga suaminya meninggal dunia. Apabila Saadia kembali termenung memikirkan masa lalu, maka air matanya mengucur. Semua orang yang ada di pusat penampungan itu juga membagi kesedihannya. Thebe Pusat penampungan Thebe di Tilburg adalah bagian dari yayasan kesehatan propinsi Brabant, Belanda Selatan. Di tahun 2006 yayasan itu memutuskan untuk mulai menampung kaum manula asal Suriname dan Turki yang kesusahan. Satu tahun kemudian mereka memulai proyek yang sama untuk kaum manula asal Maroko. Mereka dibagi berdasarkan budaya, agama, dan latar belakang. Di Belanda ada sekitar 80 ribu kaum manula keturunan Turki dan Maroko, yang kebanyakan kesepian. Tahun ini Thebe harus menghemat 10 juta euro "untuk menjaga agar perawatan kesehatan di masa depan tetap terjamin." * KAMPANYE PEMILU TUAL: ANAK-ANAK IKUT PAWAI Kampanye pemilu di Tual dimulai dengan pawai Alegori yang diikuti oleh seluruh partai peserta pemilu. Yang menarik, pawai ini dimeriahkan sejumlah anak-anak di bawah umur. Menurut panwaslu Tual, hal ini melanggar hukum. Ikuti wawancara dengan Ika Fransiska penyiar radio Gelora Tavlul, mitra kami di Tual. Ika Fransiska [IF]: Ini kampanye pemilunya diawali dengan pawai alegori, diikuti oleh sekitar 587 calon anggota legislatif dari Maluku Tenggara dari 37 partai politik dan pawai alegori itu dalam bentuk jalan kaki. Dan ini sangat mendapat antusias besar dari masyarakat terbukti karena masyarakat memadati jalan utama pada pawai alegori kemarin. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Trus apa aja sebenarnya agendanya selain pawai? IF: Pihak KPUD setempat juga sudah akan menjadwalkan partai politik untuk berkampanye ya. Satu hal yang menarik pada pawai alegori kemarin ini banyak juga yang melibatkan anak-anak di bawah umur. Dan ini juga menjadi pemandangan yang agak sedikit kontras. RNW: Anak-anak di bawah ini maksudnya mereka ikut pawai gitu? IF: Ya, ikut pawai. RNW: Siapa anak-anak di bawah umur ini, maksudnya apakah keluarga dari para caleg atau hanya simpatisan yang mungkin diajak gitu? IF: Ya, ini juga masih sempat diselidiki oleh panwaslu setempat, dalam hal ini panwaslu kota Tual menjelaskan bahwa sesuai undang undang melibatkan anak-anak merupakan pelanggaran dan pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut. RNW: Tapi belum ada sanksi dijatuhkan begitu masih dalam penyelidikan? IF: Ya, belum ada sanksi yang dijatuhkan. RNW: Ini dilakukan oleh semua partai yang ikut pawai alegori kemarin? IF: Kontrasnya itu mungkin karena semua partai ya, dan mungkin ini pertama kalinya di kabupaten Maluku Tenggara, juga kota Tual, bahwa anak-anak mengikuti kampanye terbuka. RNW: Kira-kira apa ini penyebabnya mbak Ika, kenapa sampai anak-anak juga dikerahkan istilahnya untuk ikut kampanye? IF: Ini mungkin lebih pada menggerakkan massa untuk lebih banyak massanya. Untuk lebih dilibatkan membawa bendera partai atau mungkin sekedar untuk memakai baju partainya saja, padahal ternyata itu sudah melanggar undang undang. RNW: Ini ngomong-ngomong soal melanggar undang undang, kami baca berita di Ambon ada seorang caleg, diduga menyebarkan uang kepada massa pendukungnya dan katanya dilakukan di depan massa dan wartawan? IF: Kalau soal yang di Ambon kita juga belum tahu informasinya ya, tapi kalau memang untuk di kabupaten Maluku Tenggara juga untuk kota Tual, praktek untuk membagi-bagikan barang tapi bukan berarti dalam bentuk uang, tapi membagi-bagikan barang itu juga sudah menjadi tradisi di sini. RNW: Barang seperti apa misalnya mbak Ika? IF: Misalnya seputar sembako, terus ada juga barang-barang elektronik. RNW: Bagaimana pendapat panwaslu soal itu? IF: Sampai saat ini memang juga ada caleg yang berkompetisi pada ajang pemilu 2009, juga sempat mengharapkan pihak panwaslu untuk segera menindaklanjuti hal ini, karena memang kita memang harus berjalan sesuai dengan undang undang dan pembagian barang-barang atau pun materi seperti ini memang sangat melanggar ya. Tapi sampai saat ini di kabupaten Maluku Tenggara juga kota Tual, panwaslu juga belum menindak hal ini. RNW: Kira-kira sampai kapan ini panwaslu akan berlama-lama istilahnya untuk menindak hal seperti ini. Apa mungkin sengaja supaya nanti pada akhirnya tidak perlu ada tindakan, bagaimana menurut mbak Ika? IF: Ya, kalau menurut saya sih, memang jangan cuma hanya berbicara saja ya, tapi memang sebaiknya panwaslu juga harus membuat aksi yang nyata dengan menindak tegas tidak perlu pandang bulu. RNW: Kelihatannya ada arahan untuk kesana mbak Ika? IF: Ya, sepertinya ada, karena ini adalah aksi nyata dari panwaslu kota Tual, yang sudah langsung mengumumkan bahwa mereka akan menindaklanjuti hal tersebut kepada pihak KPUD terkait dengan parpol, atau caleg yang melanggar ketentuan perundangan. RNW: Menurut mbak Ika, sambutan masyarakat itu antusias gitu ya, mereka ini antusias karena mengenal para partainya atau karena pingin dapat barang, atau mereka memang benar-benar kenal dengan partainya? IF: Karena calegnya itu, calonnya. Mereka mungkin tidak terlalu antusias kepada parpol, tapi calon atau pun calon legislatif yang diusung oleh parpol tersebut. Kan calegnya itu kan, banyak dari pihak keluarga di mana mereka sangat antusias sekali mendukung. Jadi memang di sini lebih ketimbang tidak terlalu fokus kepada parpol, partai politik dan lain sebagainya. RNW: Sejauh ini kira-kira ramalannya partai mana yang akan mendapat paling banyak suara? IF: Saya jadi berpikir bahwa mungkin partai Demokrat ya. * MEDIA BASAH IKLAN KAMPANYE PEMILU Pesta demokrasi di Indonesia, alias pemilihan umum, dimulai. Ajang memilih wakil rakyat dan presiden, merupakan sebuah bisnis menggiurkan bagi media. Dengan kata lain media paling untung dari kegiatan lima tahunan ini. Di ujung telpon ada FX Rudy Gunawan, pemimpin redaksi Voice of Human Rights di Jakarta. FX Rudy Gunawan (FRG): Memang tak bisa dipungkiri bahwa pesta demokrasi lima tahunan ini benar-benar merupakan sebuah lahan bisnis menggiurkan untuk para pemain bisnis di media massa kemudian juga mungkin ada rentetan ke bawahnya ya, printing, kemudian konsultan terkait dengan pembentukan imej seorang kandidat dan sebagainya. Radio Nederland Wereldomroep (RNW): Kita tahu ada batas dana tentu saja ya. Jadi setiap partai akan bilang kami punya dana kampanye sekian, tapi kenyataannya ada juga berhembus kabar bahwa untuk kampanye di media ini sebenarnya dana tanpa batas. FRG: Untuk sejumlah partai, iya. Ada beberapa partai yang memang mengucurkan dana boleh dikatakan tak terbatas untuk kampanye yang mereka persiapkan secara matang, baik dari sisi konsep maupun strategi kampanye lainnya. Seperti misalnya kalau kita bisa menyebut langsung satu partai yang langsung kelihatan begitu tak terbatas dana atau anggaran kampanyenya adalah Gerindra, antara lain. RNW: Tapi ini problemnya juga adalah menguntungkan media. Artinya media tentu tidak akan malu-malu menerima uang sekian besar untuk iklan dan lain sebagainya dan mungkin di luar iklan juga akan ada deal-deal lainnya yang kita sama-sama gelap soal itu. Atau mungkin anda terang, saya yang gelap, saya ga tau itu. Tapi pasti adalah, dan media juga diuntungkan. Dan media tampaknya tutup mata saja. FRG: Itu sebuah persoalan yang memang seharusnya bisa kita jadikan wacana bersama ya, bagaimana peran media. Belakangan belum lama ini saya menulis di www.vhrmedia.com tentang peran media dan juga peran seorang strategic consultant atau mungkin konseptor untuk sebuah partai, yang dibayar sangat mahal misalnya. Dan kemudian katakanlah partai atau calon presiden dari partai yang bersangkutan ini memiliki sebuah sejarah pelanggaran HAM, misalnya. Tapi dengan kecanggihan dan ketakterbatasan dana maka imej yang muncul dari si kandidat itu bisa berubah 360 derajat. Nah apakah media kemudian punya kontribusi 'dosa' dan juga si konseptor atau konsultan yang terlibat dalam pengemasan imej ini? Itu pertanyaan yang saya lontarkan kepada semua orang yang peduli pada proses demokrasi yang terjadi di Indonesia saat ini. Seharusnya ada sebuah aturan etik, paling tidak. Karena yang namanya kampanye, orang pasti jual kecap. Bilang sirup dari jeruk asli padahal cuma aroma jeruk, misalnya. RNW: Nah bicara soal jeruk asli ga asli ini saya ingin memutarkan sebuah iklan. Tadi anda sudah sebutkan iklan partai Gerindra, tapi saya akan memutar iklan yang mengiklankan calon presiden Prabowo Subianto. Kita lihat... Susu adalah makanan alamiah utama, baik berasal dari sapi, kambing atau air susu ibu. Susu mengandung banyak vitamin yang membantu tubuh melawan penyakit.. RNW: Itu iklan Prabowo, dan bukan soal jeruk, itu soal susu. Mendadak ini mantan jenderal ini peduli sekali soal susu. Tapi saya ga tau apakah asli ini niatnya? FRG: Sejauh menyangkut susu apa yang dia katakan, apa yang dia sampaikan semuanya benar ya. Jadi sejauh menyangkut susu apa yang dia sampaikan semuanya benar bahwa susu sangat penting untuk pertumbuhan anak, bahwa susu adalah asupan gizi yang bisa mencerdaskan, menguatkan tulang, mungkin jelas iya, betul. Tapi tiba-tiba dia peduli soal susu, tentu punya satu maksud yang berbeda. Artinya dia mau memperlihatkan kepedulian dia pada generasi sekarang mungkin ya, generasi akan datang yang akan memegang masa depan bangsa ini dan kepedulian itu dia tunjukkan dengan: 'Ayo minum susu rame-rame, gitu kan. Saya ini peduli pada petani susu'. Itu kan sebuah strategi kampanye yang memang harus kita akui bagus ya. Dia berhasil mengemas bentuk kampanye yang jualan kecap yang benar-benar manis caranya. RNW: Tapi anda ga yakin susu dia ini susu murni atau susu busuk, gitu maksudnya? FRG: Ya tentu saja tidak. RNW: Susunya kurang kuat ini? FRG: Susunya kurang murni ya, kayaknya perlu ASI mungkin, jangan susu sapi, gitu lho. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
