---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 17 Maret 2009 15:10 UTC



** BILATERAL KOREA UTARA-CINA

** KOREA UTARA MEMBUKA PERBATASAN

** PESAWAT BERHASIL HINDARI KECELAKAAN

** TOPIK-TOPIK TINJAUAN PERS: BANKIR MINTA MAAF DAN BUDDHA BAR DIPROTES

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEREBUTAN KEKUASAAN DI MADAGASKAR -- 
PRESEDEN BERBAHAYA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEREBUTAN KEKUASAAN DI MADAGASKAR MENCAPAI 
PUNCAKNYA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: JANDA-JANDA MAROKO BERSATU DALAM PERJUANGAN 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KAMPANYE PEMILU TUAL: ANAK-ANAK IKUT PAWAI

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MEDIA BASAH IKLAN KAMPANYE PEMILU



* BILATERAL KOREA UTARA-CINA

Perdana Menteri Korea Utara Kim Yong-il memulai kunjungan lima harinya ke Cina. 
Kedua negara merayakan 60 tahun persahabatan bilateral mereka. Cina adalah 
salah satu sahabat dan rekan dagang terpenting bagi negara komunis Korea Utara. 
Kunjungan perdana menteri Korea ini dibanyangi kekhawatiran dunia akan 
peluncuran satelit oleh Pyongyang. Amerika Serikat dan Korea Selatan menduga 
peluncuran satelit Korea Utara hanyalah alasan untuk peluncuran roket jarak 
jauh.


* KOREA UTARA MEMBUKA PERBATASAN

Korea Utara kembali membuka perbatasannya untuk lalu-lintas ke daerah industri 
Korea Utara dan Selatan. Pyongyang menutup perbatasan ini Jumat lalu agar truk 
dan pegawai Korea Selatan tidak bisa mengakses daerah industri. Penutupan itu 
menimbulkan kekhawatiran bahwa daerah industri tersebut  harus ditutup dalam 
waktu dekat karena kekurangan bahan mentah. Korea Utara tidak memberikan 
penjelasan atas keputusannya. Daerah industri Kaesong dibuka tahun 2005 sebagai 
simbolkerjasama Korea Utara-Selatan. Di wilayah ini terdapat sekitar seratus 
perusahaan Korea Selatan, yang memproduksi mulai dari arloji, sepatu, sampai 
alat-alat dapur.


* PESAWAT BERHASIL HINDARI KECELAKAAN

Di Filipina, sebuah pesawat berpenumpang 88 orang berhasil menghindari 
kecelakaan. Ketika pesawat sedang mendarat, sebuah bus tiba-tiba melewati 
lintasan pendaratan. Roda pesawat sudah menyentuh tanah, namun pilot langsung 
menariknya kembali dan menunda pendaratan. Yang mengendarai bus itu adalah 
putra salah satu pejabat perusahaan penerbangan setempat yang sedang mengajari 
pacarnya menyetir bus.


* KUNJUNGAN PAUS KE AFRIKA

Paus Benediktus XVI memulai kunjungan enam harinya ke Afrika. Tiga hari 
pertama, Paus Benediktus akan berada di Kamerun, dan tiga hari berikutnya di 
Angola. Ini adalah perjalanan pertamanya ke Afrika sejak dipilih menjadi 
pemimpin gereja Katolik Roma hampir empat tahun lalu. Di Kamerun, Paus akan 
mengumumkan program kerja untuk pertemuan para uskup Afrika yang akan 
diselenggarakan di Vatikan bulan Oktober. Di Angola, Paus akan mengadakan 
peringatan lima ratus tahun penduduk Angola memeluk agama Katolik. Vatikan 
menganggap Afrika sebagai wilayah penting untuk masa depan Katolik Roma.


* UNI EROPA TARIK DIRI DARI KTT ANTI-RASISME

Uni Eropa mengundurkan diri dari konferensi anti-rasisme PBB. Brussel khawatir 
konferensi yang akan diselenggarakan di Genewa ini malah akan menjadi forum 
melawan Israel. Ketua bergilir Uni Eropa, Ceko, menyatakan rata-rata negara 
peserta bersikap skeptis mengenai teks-teks yang akan dipakai dalam konferensi 
tersebut. Amerika Serikat dan Australia juga mempertimbangkan melakukan hal 
yang sama dengan Uni Eropa. Konperensi anti-rasisme PBB direncanakan 20 hingga 
25 April di Jenewa.


* KHATAMI TIDAK IKUT PILPRES

Mantan Presiden Iran Muhammad Khatami tidak ikut ambil bagian dalam pemilihan 
presiden Juni mendatang. Dalam pernyataan di salah satu situs pendukungnya, 
ditulis bahwa ia mengundurkan diri untuk memperbesar peluang kandidat-kandidat 
lain menduduki kursi presiden. Khatami mendukung mantan Perdana Menteri Hussein 
Mousavi yang minggu lalu secara tiba-tiba menyatakan mencalonkan diri sebagai 
presiden. Presiden Iran Ahmadinejad dari golongan konservatif juga memiliki 
peluang baik untuk kembali terpilih.


* PEMIMPIN BURUH CINA BEBAS

Yao Fuxin, 58 tahun, dibebaskan setelah tujuh tahun mendekam di penjara. Ia 
adalah pemimpin buruh Cina yang ditangkap pada tahun 2002 karena berpidato di 
unjuk rasa damai yang melibatkan setidaknya 5000 buruh dari 6 pabrik di kota 
Liaoyang.


* BERITA BURSA

Setelah lima hari mengalami kenaikan, bursa-bursa Eropa dibuka Selasa lebih 
rendah. Hal ini diakibatkan oleh penutupan negatif Wall Street Senin malam.
Indeks AEX turun 1,6% pada 212 poin. London, Paris, Frankfurt menurun 0.6 
sampai 1,2%.
Indeks Nikkei naik 3,2%. Kepercayaan akan kebijakan stimulus ekonomi Jepang 
nampaknya memperkuat pasar di Tokyo.
1 Eur = 1,29 USD

1 Eur =  Rp. 15,577
1 USD = Rp. 11,976


* BANKIR MINTA MAAF DAN BUDDHA BAR DIPROTES

Seorang bankir di Belanda akhirnya meminta maaf secara halus atas 
partisipasinya dalam krisis ekonomi. Demikian harian de Volkskrant pagi ini. 
Permintaan maaf ini sebenarnya sudah dituntut Menteri Keuangan Belanda Wouter 
Bos sejak sebulan lalu. 

Wouter Bos menyatakan, penting bagi para bankir meminta maaf pada klien agar 
'kepercayaan klien pada dunia perbankan tidak hilang.' Hanya saja, hampir tak 
ada bankir yang bersedia memenuhi permintaannya. Alasannya sederhana, mereka 
takut dianggap tidak bertanggungjawab, dan khawatir klien akan menuntut  atau 
mengajukan klaim pada mereka. Demikian de Volkskrant.

Iklan Berlebihan
Pemerintah Belanda menganggap, para bankir terlalu banyak memberikan gambaran 
tidak masuk akal tentang dunia perbankan. Iklan-iklan investasi, misalnya, 
dibuat semenarik mungkin, tanpa memberikan informasi seimbang tentang risiko 
yang harus ditanggung klien. Dan rayuan maut para bankir ini berhasil membuat 
para klien kehilangan milyaran euro pada krisis ekonomi. Tulis de Volkskrant.


Floris Deckers, komisaris utama Bank Belanda Van Lanschot, akhirnya memecah 
kebisuan para bankir ini. Secara halus ia meminta maaf atas partisipasi bankir 
'menjebak' klien untuk menginvestasikan uang di dunia perbankan. Toh, persoalan 
tidak berhenti di situ. Bukan hanya para bankir yang salah, ungkap beberapa 
pihak, banyak hal masih harus ditinjau ulang: mulai dari para akuntan, 
pengelola kredit, pengawas perbankan, anggota parlemen, sampai manajemen risiko 
dari bank yang bersangkutan. Demikian de Volkskrant.

Buddha Bar
Beralih ke Indonesia. Umat Buddha Indonesia menuntut penutupan Buddha Bar, 
angkat Algemeen Dagblad. Mereka menganggap pemilik bar ini menghina Tuhan. Nama 
Buddha Bar saja sudah cukup memanaskan telinga; membayangkan bahwa para tamu 
bebas mengkonsumsi alkohol dan daging di hadapan patung Buddha di bar itu, 
makin menaikkan emosi umat Buddha. 

Mereka menuntut pemilik bar mengganti nama dan menurunkan semua ornamen 
keagamaan. "Mereka punya waktu seminggu. Kalau tidak, kami akan turun ke jalan, 
berunjuk-rasa. Kami juga akan menyeret mereka ke pengadilan dengan tuduhan 
penghinaan Tuhan." kata pemimpin aksi Sukiman. Demonstrasi ini juga didukung 
Menteri Agama Maftuh Basyuni. Bar semacam ini dianggap mengundang eksklusivisme 
dan perpecahan antaragama. "Kalau tidak dicegah, sebentar lagi bisa muncul 
Islam Bar atau Kristen Bar," katanya. 

Salah Guna
Buddha Bar sendiri dibuka November tahun lalu di pusat kota Jakarta. Bar ini 
terletak di gedung renovasi dari zaman Belanda. Pemerintah Jakarta membeli 
gedung ini dari negara seharga 2,5 juta dolar. Renovasinya saja bernilai 
setengah juta dolar. Dan lucunya, gedung yang tadinya ditujukan sebagai gedung 
pertunjukan publik, sekarang malah hanya didatangi kaum elit berduit yang ingin 
mengisi perut. Demikian angkat Algemeen Dagblad.

Dan jangan tanya siapa pemiliknya. Jawaban yang akan anda terima tak akan lagi 
mengejutkan: di antara pemilik usaha ini adalah putri mantan gubernur Sutiyoso, 
Reni Sutiyoso, dan putri mantan presiden Megawati, Puan Maharani. Sulit untuk 
memisahkan kenyataan ini dengan kisah lama yang belum juga punah di Indonesia: 
KKN - Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Demikian Algemeen Dagblad.


* PEREBUTAN KEKUASAAN DI MADAGASKAR -- PRESEDEN BERBAHAYA

Intro: Kekacauan politik di Madagaskar, mengingatkan orang pada pemberontakan 
rakyat tahun 2002. Waktu itu, perebutan kekuasaan berlangsung dalam cara yang 
sama, walau pun kekerasan tidak langsung pecah. Seandainya pemimpin oposisi 
sekarang berhasil merebut kekuasaan, demokratiskah itu? Komentar koresponden 
Koert Lindijer.

"Bung, ini bukan Afrika, Madagaskar itu bukan Afrika," tokoh oposisi Andry 
Rajoelina mengulang-ulang kalimat itu pekan lalu dalam wawancara dengan sebuah 
pemancar radio internasional. Ia ingin menjelaskan bahwa negara pulau itu tidak 
menghendaki pemerintahan koalisi, tidak ada persekutuan antara oposisi dengan 
pemerintah, seperti yang terjadi di Kenya atau Zimbabwe.

Orang memang segera teringat pada pemberontakan rakyat tahun 2002 yang 
menampilkan presiden Marc Ravalomanana dalam kekuasaan. Itulah permainan Andry 
Rajoelina sekarang dalam upayanya merebut kekuasaan. Waktu itu ibu kota berada 
di tangan presiden sekarang, tetapi masih banyak tentara yang setia kepada 
presiden sebelumnya, Didier Ratsiraka. Dia pasti bersembunyi menghindari amarah 
rakyat, begitu diduga orang. Tetapi ternyata tidak juga. Ratsiraka 
mondar-mandir di tangsi militer dengan bosan.

Keluarga besar
"Dengan kekuatan moral kami berupaya menghindari kekerasan antara dua kubu," 
demikian seorang jenderal, "tidak dengan senjata. Ini bukan Afrika, budaya kami 
lebih mirip Asia. Kami terus berunding sebisa mungkin, karena rakyat Madagaskar 
itu satu keluarga besar."

Seorang temannya menimpali, "Kami tentara tidak suka berkelahi. Kami prajurit 
adalah korban politik, politisi yang mengerahkan massa dalam merebut kekuasaan. 
Seorang tentara butuh musuh, tapi siapa musuh kami? Kami kan tidak bisa 
menembak massa?"

Dinamik
Madagaskar terombang-ambing antara Afrika dan Asia. Susunan penduduk pulau ini 
memang berbeda dari negara Afrika lain. Dari segi budaya dan dinamika penduduk, 
Madagaskar lebih mirip Asia katimbang Afrika. Penduduknya sendiri merupakan 
campuran antara Polinesia, Asia, Afrika dan Arab. Memang ada pertentangan suku, 
misalnya antara warga pesisir dengan pedalaman, terutama di sekitar ibu kota. 
Tetapi pertentangan itu tidak setajam di Afrika.

Politik devide et impera yang dengan berhasil diterapkan para pemimpin Afrika, 
tidak akan begitu berhasil di Madagaskar. Afrika yang merdeka dari penjajahan 
tidak kenal pemberontakan rakyat. Pemimpin gerilya, gerakan suku, kelompok 
agama tidak jelas, perlawanan terhadap orde mapan tampil dalam pelbagai bentuk. 
Tetapi Afrika hampir tidak kenal pemberontakan rakyat, untuk itu dibutuhkan 
persatuan yang di Afrika, sama sekali tidak ada.

Yogurt
Persatuan yang ada di Madagaskar digunakan dengan lihai oleh Ravalomanana pada 
tahun 2002. Berasal dari keluarga petani miskin di bukit dekat ibu kota, ia 
memulai kariernya dengan naik sepeda untuk menjual yogurt. Tahun 1982 ia 
berhasil menjadi direktur perusahaan susu terbesar negerinya. Ia mempertaruhkan 
uang, pemancar radio dan televisi yang dimilikinya untuk tujuan politik. Tahun 
1999 ia terpilih sebagai walikota ibukota Antananarivo dan di tahun 2002 ia 
bersaing melawan presiden Didier Ratsiraka. Marc Ravalomanana adalah orang yang 
membesarkan diri sendiri, bahkan tidak berlebihan kalau dia disebut sebagai 
pahlawan rakyat. 

"Ravalomanana adalah seorang diktator yang menguasai negara seperti perusahaan 
sendiri," demikian kalangan oposisi sekarang. Ravalomanana dan pemimpin oposisi 
Rajoelina seperti membaca skenario yang sama. Rajoelina adalah bekas DJ dan 
pemilik pemancar televisi serta radio. Perebutan kekuasaan di antara keduanya 
berawal dua tahun silam, ketika oposisi menang pilkada ibukota dan merebut 
jabatan walikota terakhir. Ravalomanana balas dendam. Menjelang serah terima 
jabatan, dicabutnya dana pembuangan sampah. Oposisi mengambil alih ibukota yang 
dipenuhi sampah. 

Sedikitnya toleransi politik menyulut konfrontasi pertama, akhir tahun lalu. 
Pemancar televisi milik Rajoelina menyiarkan wawancara dengan Ratsiraka, musuh 
bebuyutan Ravalomanana, presiden sekarang. Pemancar itu dibungkam dan Rajoelina 
dicopot dari jabatan walikota. Rakyat marah, mereka mengompori dimulainya 
perebutan kekuasaan, persis dengan cara Ravalomanana tahun 2002. Waktu itu 
lebih dari setengah tahun, ia berhasil mengusir Ratsiraka.

Agigator gila
Pada bulan-bulan pertama, revolusi beludru Ravalomanana tampak seperti 
karnaval. Baru ketika Ratsiraka memblokade jalan masuk ibukota, sehingga rakyat 
kelaparan, kekerasan meningkat, puluhan orang tewas. Kekerasan dengan cepat 
menjalar dalam pemberontakan dan banyak korban jatuh, terutama karena tindakan 
keras pasukan anti huruhara. 

Walau begitu, ada satu perbedaan besar antara tahun 2002 dan sekarang. 
Ravalomanana waktu itu memprotes hasil pilkada yang kontroversial, karena 
mungkin ialah pemenangnya. Rajoelina sekarang hanya berkata, rakyat sudah tidak 
percaya lagi kepada presiden, dan mereka berbicara melalui demonstrasi. Ini 
jelas merupakan preseden yang berbahaya. Ravalomanana menjuluki Rajoelina 
agitator gila yang secara ilegal ingin merebut kekuasaan. Mungkin ini ucapan 
yang terlalu keras bagi seorang pemimpin pemberontakan rakyat.

Tidak diakui
Pembentukan pemerintahan koalisi setelah pemilu yang penuh kecurangan di Afrika 
memang bisa merupakan proses politik yang tidak demokratis. Pemenang pemilu 
akhirnya tidak diakui dan sebagian kehendak rakyat tidak diindahkan. Tetapi 
kalau Rajoelina sekarang berhasil merebut kekuasaan, maka itu juga tetap tidak 
bisa dibilang demokratis. Itu justru pukulan bagi Madagaskar, dan tamparan bagi 
Afrika.


* PEREBUTAN KEKUASAAN DI MADAGASKAR MENCAPAI PUNCAKNYA

Presiden Madagaskar Marc Ravalomanana mengatakan tidak akan menyerah terhadap 
tuntutan pihak oposisi yang sejak Senin kemarin menduduki kantor presiden. 
"Saya bersedia mati bersama kalian," lanjut Ravalomanana yang terpilih sebagai 
presiden dalam pemilu demokratis tahun 2002. Laporan redaktur hukum 
internasional Sebastiaan Gottlieb:


Senin kemarin pimpinan militer Madagaskar memilih kubu oposisi Andry Rajoelina, 
yang sudah berbulan-bulan menuntut pengunduran diri presiden. Setelah itu 
tentara Madagaskar menyerbu istana presiden dan bank sentral.

Menurut warga Belanda Annelie Roozenboom yang tinggal di Madagaskar, pihak 
oposisi terutama mencari uang untuk membiayai perjuangan mereka.

Tidak jauh dari istana berdiri gedung bank sentral. Dan di tempat itu tentu 
saja ditemukan semua uang yang dimiliki negara. Tanpa dana, mereka tidak akan 
bisa menjalankan pemerintahan. Sabtu lalu mereka mengambil-alih kantor perdana 
menteri dan presiden, dan langsung menberikan pernyataan yang isinya antara 
lain: "Anda bisa saja menduduki jabatan tersebut, tetapi bukan berarti bisa 
menjalankan pemerintahan."

Ketika aksi tentara itu terjadi, Presiden Marc Ravalomanana sedang berada di 
istana lain, di pinggiran ibukota. Di tempat itu ia didampingi ratusan 
simpatisan.

Pemimpin oposisi dan pelaku kudeta Andry Rajoelina, menuduh kepala negara korup 
dan diktator. Mantan disc-jockey ini adalah walikota ibukota Antananarivo 
sampai akhir Januari lalu. Tetapi ketika ia menyatakan mengambil-alih kekuasaan 
31 Januari lalu, pemerintah Madagaskar menggesernya. Kota Antananarivo sudah 
berbulan-bulan menjadi ajang protes berat yang penuh kekerasan menentang 
Presiden Ravalomanana. Sampai sekarang 135 orang tewas.

Masyarakat internasional dan juga Uni Afrika mengecam kudeta tersebut dan 
menyerukan untuk menghormati UUD Madagaskar. Rajoelina menentang tuduhan kudeta 
dan berjanji akan melangsungkan pemilu dalam waktu dua tahun.

Annelie Roozenboom berpendapat, mayoritas penduduk mendukung sang presiden, 
walau pun popularitasnya makin berkurang.

Presiden ini dipilih dua tahun lalu dengan suara mayoritas mutlak, setelah itu 
popularitasnya berkurang. Tetapi pada prinsipnya mayoritas penduduk masih 
mendukung presiden Ravalomanana. Sekarang dia juga menawarkan sebuah 
referendum, sehingga rakyat bisa memilih apakah ia boleh tetap menjadi 
presiden. Tetapi oposisi menolak usulan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir Presiden Ravalomanana membuka negaranya untuk 
investor asing di bidang pertambangan batubara dan minyak. Sebagian orang 
menentang kebijakan pemerintah ini karena sebagian besar investasi justru tidak 
dirasakan penduduk Madagaskar. Lebih dari 70% penduduk hidup di bawah garis 
kemiskinan dan harus bisa hidup dengan dua dolar per hari.


* JANDA-JANDA MAROKO BERSATU DALAM PERJUANGAN

Orang memang tidak melihatnya, tetapi mereka ada. Perempuan Maroko dari 
generasi pertama yang kesepaian dan dilupakan. Di tahun 1970-an mereka datang 
ke Belanda sehubungan penyatuan dengan keluarganya. Sejak itu dunia mereka 
hanya berkisar pada melayani suami dan membesarkan anak-anak. Apabila suami 
mereka meninggal dunia dan anak-anak sudah mandiri, maka dunia mereka runtuh. 
Sekarang di kota Tilburg Belanda ada lembaga yang menampung para janda-janda 
ini di siang hari dengan berbagai aktivitas. Laporan redaktur Arab Karima 
Idrissi:

Dua kali seminggu mereka berkumpul bersama di pusat aktivitas Thebe di Tilburg. 
Di tempat itu mereka mendapat kursus bahasa Belanda, belajar menulis dan 
membaca, merajut, memasak, jalan-jalan ke kota atau ke hutan, dan masih banyak 
kegiatan lainnya.

Setiap Selasa dan Kamis pagi perempuan-perempuan ini dijemput dengan taksi. Jam 
lima sore, taksi yang sama mengantar mereka pulang ke rumah masing-masing. 
Beberapa puluh janda keturunan Maroko yang depresif, kesepian dan dilupakan. 
Setiap perempuan punya riwayat hidup yang unik.

Fatima
Delapan tahun lalu suami Fatima meninggal dunia. Dia sadar bahwa mulai saat itu 
dia berdiri sendiri. Tidak ada teman, sanak keluarga ditambah lagi dia tidak 
fasih berbahasa Belanda. Fatima akhirnya depresif dan hanya tidur di kamar 
hingga seorang tetangga yang baik membawanya ke dokter. Dokter ini akhirnya 
memutuskan bahwa Fatima harus ke Thebe, agar bisa berkomunikasi dengan dunia 
luar.

Fatima adalah salah satu perempuan Maroko pertama yang datang ke pusat 
penampungan itu. Saat ini ia sudah berteman dengan sejumlah perempuan lainnya. 
Walaupun begitu Fatima tetap merasa tidak sehat dan takut akan meninggal 
sendirian di apartemennya. "Kemarin saya sangat sakit. Kemarin dulu saya hampir 
mati. Saya takut karena saya sendirian. Apabila saya tiba-tiba wafat, tidak 
akan ada orang yang tahu."

Fatima memang punya keponakan di Utrecht, yang bersedia merawatnya apabila dia 
mau pindah ke kota tersebut. Fatima sedang mengurus kepindahannya dengan 
harapan akhir yang lebih baik. "Setelah suami saya meninggal, kehidupan saya 
terhenti. Ia adalah suami yang baik."

Yetto
Yetto sedang merajut baju untuk cucu perempuannya yang hampir berulangtahun. 
"Sewaktu suami saya masih hidup dan akan-anak masih di rumah, hidup saya 
menyenangkan. Kita pergi jalan-jalan, mengunjungi kota-kota lain, berbelanja 
bersama dan pergi ke toko. Setelah suami saya meninggal dunia, saya merasa 
sangat kesepian. Anda tahu, rasa kesepian itu bisa membuat hidup sangat berat."

Di tahun 1971 Yetto tiba di Belanda. Dia bekerja untuk Phillips selama 12 
tahun. Setelah itu ia menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, dan komunikasi 
dengan dunia luar terhenti.

Empat anak Yetto masih tinggal di rumah, tetapi semuanya punya kesibukan 
masing-masing. "Mereka berangkat jam 7 pagi dan baru pulang larut malam, saya 
hampir tidak pernah melihat mereka. Saya bisa gila tinggal di rumah sendiri, 
dengan semua kenangan yang menghantui saya."

Yetto senang aktif di tempat penampungan. Dia bisa membagi cerita dengan 
perempuan lainnya yang berbasib sama, "tentang masa lalu, sekarang, anak-anak, 
kehidupan, rasa kesepian dan tentang Belanda" Bersama mereka bisa membagi suka 
dan duka, pergi ke pasar dan berjalan-jalan di hutan apabila cuaca bagus.

Saadia
Perempuan satu ini, duduk di pojok sampil membuat puzzel. Saadia bisa 
berjam-jam bermain puzzel. "Kalau sedang sibuk saya bisa melupakan semuanya. 
saya bisa sejenak melupakan semua masalah dan rasa kesepian dan nasib saya yang 
menyedihkan ..."

Karena Saadia menderita depresi, psikolog yang merawatnya merekomendasi agar 
dia datang ke Thebe. "Saya tidak bisa bilang bahwa saya merasa lebih baik 
sekarang, tapi saya bisa mengalihkan pikiran dan tidak termenung dengan pikiran 
saya sendiri."

Saadia fasih berbahasa Belanda. Suaminya mendatangkan dia ke Belanda sewaktu ia 
berusia 21 tahun. Ia menikmati hidup Belanda hingga suaminya meninggal dunia. 
Apabila Saadia kembali termenung memikirkan masa lalu, maka air matanya 
mengucur. Semua orang yang ada di pusat penampungan itu juga membagi 
kesedihannya.

Thebe
Pusat penampungan Thebe di Tilburg adalah bagian dari yayasan kesehatan 
propinsi Brabant, Belanda Selatan. Di tahun 2006 yayasan itu memutuskan untuk 
mulai menampung kaum manula asal Suriname dan Turki yang kesusahan. Satu tahun 
kemudian mereka memulai proyek yang sama untuk kaum manula asal Maroko. Mereka 
dibagi berdasarkan budaya, agama, dan latar belakang. 

Di Belanda ada sekitar 80 ribu kaum manula keturunan Turki dan Maroko, yang 
kebanyakan kesepian. Tahun ini Thebe harus menghemat 10 juta euro "untuk 
menjaga agar perawatan kesehatan di masa depan tetap terjamin."


* KAMPANYE PEMILU TUAL: ANAK-ANAK IKUT PAWAI

Kampanye pemilu di Tual dimulai dengan pawai Alegori yang diikuti oleh seluruh 
partai peserta pemilu. Yang menarik, pawai ini dimeriahkan sejumlah anak-anak 
di bawah umur. Menurut panwaslu Tual, hal ini melanggar hukum. Ikuti wawancara 
dengan Ika Fransiska penyiar radio Gelora Tavlul, mitra kami di Tual.

Ika Fransiska [IF]: Ini kampanye pemilunya diawali dengan pawai alegori, 
diikuti oleh sekitar 587 calon anggota legislatif dari Maluku Tenggara dari 37 
partai politik dan pawai alegori itu dalam bentuk jalan kaki. Dan ini sangat 
mendapat antusias besar dari masyarakat terbukti karena masyarakat memadati 
jalan utama pada pawai alegori kemarin.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Trus apa aja sebenarnya agendanya selain 
pawai?

IF: Pihak KPUD setempat juga sudah akan menjadwalkan partai politik untuk 
berkampanye ya. Satu hal yang menarik pada pawai alegori kemarin ini banyak 
juga yang melibatkan anak-anak di bawah umur. Dan ini juga menjadi pemandangan 
yang agak sedikit kontras.

RNW: Anak-anak di bawah ini maksudnya mereka ikut pawai gitu?

IF: Ya, ikut pawai.

RNW: Siapa anak-anak di bawah umur ini, maksudnya apakah keluarga dari para 
caleg atau hanya simpatisan yang mungkin diajak gitu?

IF: Ya, ini juga masih sempat diselidiki oleh panwaslu setempat, dalam hal ini 
panwaslu kota Tual menjelaskan bahwa sesuai undang undang melibatkan anak-anak 
merupakan pelanggaran dan pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut. 

RNW: Tapi belum ada sanksi dijatuhkan begitu masih dalam penyelidikan?

IF: Ya, belum ada sanksi yang dijatuhkan. 

RNW: Ini dilakukan oleh semua partai yang ikut pawai alegori kemarin?

IF: Kontrasnya itu mungkin karena semua partai ya, dan mungkin ini pertama 
kalinya di kabupaten Maluku Tenggara, juga kota Tual, bahwa anak-anak mengikuti 
kampanye terbuka. 

RNW: Kira-kira apa ini penyebabnya mbak Ika, kenapa sampai anak-anak juga 
dikerahkan istilahnya untuk ikut kampanye?

IF: Ini mungkin lebih pada menggerakkan massa untuk lebih banyak massanya. 
Untuk lebih dilibatkan membawa bendera partai atau mungkin sekedar untuk 
memakai baju partainya saja, padahal ternyata itu sudah melanggar undang undang.

RNW: Ini ngomong-ngomong soal melanggar undang undang, kami baca berita di 
Ambon ada seorang caleg, diduga menyebarkan uang kepada massa pendukungnya dan 
katanya dilakukan di depan massa dan wartawan?

IF: Kalau soal yang di Ambon kita juga belum tahu informasinya ya, tapi kalau 
memang untuk di kabupaten Maluku Tenggara juga untuk kota Tual, praktek untuk 
membagi-bagikan barang tapi bukan berarti dalam bentuk uang, tapi 
membagi-bagikan barang itu juga sudah menjadi tradisi di sini. 

RNW: Barang seperti apa misalnya mbak Ika?

IF: Misalnya seputar sembako, terus ada juga barang-barang elektronik.

RNW: Bagaimana pendapat panwaslu soal itu?

IF: Sampai saat ini memang juga ada caleg yang berkompetisi pada ajang pemilu 
2009, juga sempat mengharapkan pihak panwaslu untuk segera menindaklanjuti hal 
ini, karena memang kita memang harus berjalan sesuai dengan undang undang dan 
pembagian barang-barang atau pun materi seperti ini memang sangat melanggar ya. 
Tapi sampai saat ini di kabupaten Maluku Tenggara juga kota Tual, panwaslu juga 
belum menindak hal ini.             

RNW: Kira-kira sampai kapan ini panwaslu akan berlama-lama istilahnya untuk 
menindak hal seperti ini. Apa mungkin sengaja supaya nanti pada akhirnya tidak 
perlu ada tindakan, bagaimana menurut mbak Ika?

IF: Ya, kalau menurut saya sih, memang jangan cuma hanya berbicara saja ya, 
tapi memang sebaiknya panwaslu juga harus membuat aksi yang nyata dengan 
menindak tegas tidak perlu pandang bulu. 

RNW: Kelihatannya ada arahan untuk kesana mbak Ika?

IF: Ya, sepertinya ada, karena ini adalah aksi nyata dari panwaslu kota Tual, 
yang sudah langsung mengumumkan bahwa mereka akan menindaklanjuti hal tersebut 
kepada pihak KPUD terkait dengan parpol, atau caleg yang melanggar ketentuan 
perundangan.

RNW: Menurut mbak Ika, sambutan masyarakat itu antusias gitu ya, mereka ini 
antusias karena mengenal para partainya atau karena pingin dapat barang, atau 
mereka memang benar-benar kenal dengan partainya?

IF: Karena calegnya itu, calonnya. Mereka mungkin tidak terlalu antusias kepada 
parpol, tapi calon atau pun calon legislatif yang diusung oleh parpol tersebut. 
Kan calegnya itu kan, banyak dari pihak keluarga di mana mereka sangat antusias 
sekali mendukung. Jadi memang di sini lebih ketimbang tidak terlalu fokus 
kepada parpol, partai politik dan lain sebagainya. 

RNW: Sejauh ini kira-kira ramalannya partai mana yang akan mendapat paling 
banyak suara?

IF: Saya jadi berpikir bahwa mungkin partai Demokrat ya.


* MEDIA BASAH IKLAN KAMPANYE PEMILU

Pesta demokrasi di Indonesia, alias pemilihan umum, dimulai. Ajang memilih 
wakil rakyat dan presiden, merupakan sebuah bisnis menggiurkan bagi media. 
Dengan kata lain media paling untung dari kegiatan lima tahunan ini. Di ujung 
telpon ada FX Rudy Gunawan, pemimpin redaksi Voice of Human Rights di Jakarta. 

FX Rudy Gunawan (FRG): Memang tak bisa dipungkiri bahwa pesta demokrasi lima 
tahunan ini benar-benar merupakan sebuah lahan bisnis menggiurkan untuk para 
pemain bisnis di media massa kemudian juga mungkin ada rentetan ke bawahnya ya, 
printing, kemudian konsultan terkait dengan pembentukan imej seorang kandidat 
dan sebagainya.

Radio Nederland Wereldomroep (RNW): Kita tahu ada batas dana tentu saja ya. 
Jadi setiap partai akan bilang kami punya dana kampanye sekian, tapi 
kenyataannya ada juga berhembus kabar bahwa untuk kampanye di media ini 
sebenarnya dana tanpa batas. 

FRG: Untuk sejumlah partai, iya. Ada beberapa partai yang memang mengucurkan 
dana boleh dikatakan tak terbatas untuk kampanye yang mereka persiapkan secara 
matang, baik dari sisi konsep maupun strategi kampanye lainnya. Seperti 
misalnya kalau kita bisa menyebut langsung satu partai yang langsung kelihatan 
begitu tak terbatas dana atau anggaran kampanyenya adalah Gerindra, antara lain.

RNW: Tapi ini problemnya juga adalah menguntungkan media. Artinya media tentu 
tidak akan malu-malu menerima uang sekian besar untuk iklan dan lain sebagainya 
dan mungkin di luar iklan juga akan ada deal-deal lainnya yang kita sama-sama 
gelap soal itu. Atau mungkin anda terang, saya yang gelap, saya ga tau itu. 
Tapi pasti adalah, dan media juga diuntungkan. Dan media tampaknya tutup mata 
saja.

FRG: Itu sebuah persoalan yang memang seharusnya bisa kita jadikan wacana 
bersama ya, bagaimana  peran media. Belakangan belum lama ini saya menulis di 
www.vhrmedia.com tentang peran media dan juga peran seorang strategic 
consultant atau mungkin konseptor untuk sebuah partai, yang dibayar sangat 
mahal misalnya. Dan kemudian katakanlah partai atau calon presiden dari partai 
yang bersangkutan ini memiliki sebuah sejarah pelanggaran HAM, misalnya. Tapi 
dengan kecanggihan dan ketakterbatasan dana  maka  imej yang muncul dari si 
kandidat itu bisa berubah 360 derajat. Nah apakah media kemudian punya 
kontribusi 'dosa' dan juga si konseptor atau konsultan yang terlibat dalam 
pengemasan imej ini? Itu pertanyaan yang saya lontarkan kepada semua orang yang 
peduli pada proses demokrasi yang terjadi di Indonesia saat ini. Seharusnya ada 
sebuah aturan etik, paling tidak. Karena yang namanya kampanye, orang pasti 
jual kecap. Bilang sirup dari jeruk asli padahal cuma aroma jeruk, misalnya.

RNW: Nah bicara soal jeruk asli ga asli ini saya ingin memutarkan sebuah iklan. 
Tadi anda sudah sebutkan iklan partai Gerindra, tapi saya akan memutar iklan 
yang mengiklankan calon presiden Prabowo Subianto. Kita lihat...

Susu adalah makanan alamiah utama, baik berasal dari sapi, kambing atau air 
susu ibu. Susu mengandung banyak vitamin yang membantu tubuh melawan penyakit..

RNW: Itu iklan Prabowo, dan bukan soal jeruk, itu soal susu. Mendadak ini 
mantan jenderal ini peduli sekali soal susu. Tapi saya ga tau apakah asli ini 
niatnya?

FRG: Sejauh menyangkut susu apa yang dia katakan, apa yang dia sampaikan 
semuanya benar ya. Jadi sejauh menyangkut susu apa yang dia sampaikan semuanya 
benar bahwa susu sangat penting untuk pertumbuhan anak,  bahwa susu adalah 
asupan gizi yang bisa mencerdaskan, menguatkan tulang, mungkin jelas iya, 
betul. Tapi tiba-tiba dia peduli soal susu, tentu punya satu maksud yang 
berbeda. Artinya dia mau memperlihatkan kepedulian dia pada generasi sekarang 
mungkin ya, generasi akan datang yang akan memegang masa depan bangsa ini dan 
kepedulian itu dia tunjukkan dengan: 'Ayo minum susu rame-rame, gitu kan. Saya 
ini peduli pada petani susu'. Itu kan sebuah strategi kampanye yang memang 
harus kita akui bagus ya. Dia berhasil mengemas bentuk kampanye yang jualan 
kecap yang benar-benar manis caranya.

RNW: Tapi anda ga yakin susu dia ini susu murni atau susu busuk, gitu maksudnya?

FRG: Ya tentu saja tidak.

RNW: Susunya kurang kuat ini?

FRG: Susunya kurang murni ya, kayaknya perlu ASI mungkin, jangan susu sapi, 
gitu lho.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke