--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Sabtu 28 Maret 2009 15:00 UTC ** JUMLAH KORBAN SITU GINTUNG BERTAMBAH ** KEBIJAKAN AFGHANISTAN AMERIKA SERIKAT ** AKSI LINGKUNGAN ASRI MULAI DI AUSTRALIA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: CINA INGIN GANTI DOLAR DAN KEMBALI PADA KEYNES * JUMLAH KORBAN SITU GINTUNG BERTAMBAH Jumlah korban tewas mencapai 80, sekitar 100 orang masih hilang. Regu penyelamat dan para relawan dihalangi aktivitasnya, karena di beberapa tempat air masih menggenang lebih dari 1meter. Sekitar 300 rumah hancur, dan 200 lainnya dilanda banjir. Bobolnya tanggul Situ Gintung terjadi ketika ketinggian air di waduk ini naik setelah hujan lebat. Presiden Susilo Bambang Yudoyono menyatakan bela sungkawa kepada mereka yang menjadi korban dan menjanjikan akan membantu pembangunan kembali kawasan ini. Tanggul yang dibangun oleh Belanda semasa jaman kolonial pada tahun 1933 ini diperkirakan bobol akibat ketinggian air yang lain dari biasa dan perawatan yang tidak memadai. * KEBIJAKAN AFGHANISTAN AMERIKA SERIKAT Presiden Barack Obama menyatakan berkembangnya radikalisme di Afghanistan dan Pakistan adalah ancaman terbesar bagi Amerika dan seluruh dunia. Kebijakan Amerika terhadap kawasan ini kini berubah menjadi pemusnahan al Qaeda di kedua negara. Ia akan mengirim 4 ribu tentara tambahan yang akan melatih tentara dan polisi Afghanistan. Selain itu akan didirikan kelompok kerja Afghanistan yang akan terdiri dari NATO ditambah Iran, Rusia, India dan Cina. Tanggapan dunia internasional positif, termasuk sekjen PBB Ban Ki-moon dan Afghanistan serta Pakistan sendiri. Menlu Belanda Maxim Verhagen mendukung kebijakan luas dalam penanganan masalah Afghanistan oleh Obama. Ia juga merasa mendapat dukungan karena kebijakan baru pemerintah Barack Obama ini dilansir sebelum konperensi Afghanistan di Den Haag, Selasa mendatang, * AKSI LINGKUNGAN ASRI MULAI DI AUSTRALIA Aksi internasional memadamkan lampu selama sejam yang disebut Earth Hour, diadakan di Sydney. Tujuannya menarik perhatian dunia bagi masalah enerji. Pada pukul setengah sembilan malam lampu dipadamkan antara lain di Opera House dan Harbour Bridge, dua situs wisata. Ide mematikan lampu muncul 2 tahun lalu di Sydney. Saat itu 2,2 juta orang ikut Earth Hour. Tahun ini jutaan orang dan perushaan di seantero dunia ikut serta. Antara lain piramida Gizeh di Mesir, menara Eiffel di Paris, casino di Las Vegas dan Empire State Building, pencakar langit di New York. Di Hongkong 1500 gedung ikut mematikan lampu. Di Belanda lampu akan dipadamkan Sabtu ini di bandara Schiphol serta kantor pusat bank ABN Amro. * PENCULIKAN STAFPALANG MERAH DI FILIPINA Pasukan Filipina menarik diri dari kawasan di mana 3 staf Palang Merah ini disandera oleh gerilyawan muslim Abu Sayyaf. Para penyandera menuntut penarikan pasukan Filipina dengan ancaman memenggal para sandera. Sebuah jalan koridor atau penghubung di selatan pulau Jolo dipersiapkan untuk mempermudah pembebasan para sandera: seorang wanita Filipina, dan dua pria asal Swis dan Italia. Mereka diculik 15 januari lalu. Para pembangkang Abu Sayyaf dikabarkan meminta uang tebusan sebesar 5 juta dolar. Di selatan Filipina juga berlangsung baku tembak sengit antara tentara Filipina dan para pembangkang Moro. Di pulau Mindanao di mana baku tembak ini terjadi 20 pemberontak dan 7 tentara pemerintah tewas. * CHINA MERAYAKAN PESTA KONTROVERSIAL Hari Sabtu ini Cina merayakan hari pembebasan Tibet 50 tahun lalu. Pada tahun 1959, Cina menumpas dengan kekerasan pembangkangan rakyat Tibet, menurut Cina demi membebaskan Tibet dari belenggu feodalisme. Di ibukota Tibet, Lhasa lebih dari 13 ribu orang menghadiri upacara di depan istana Dalai Lama yang hidup di pengasingan di India. Pemerintah Tibet di pengasingan menyebut perayaan ini provokasi dan menerapakan hari berkabung. Sejak Tibet dikuasai Cina, 1 juta orang Tibet tewas dan 6 ribu biara Buddha dimusnahkan. Pemerintah Cina menerapkan pengawasan perbatasan ketat, dan mengerahkan pasukan untuk menekan protes. Hari pembebasan ini dilarang bagi para turis asing. * CINA INGIN GANTI DOLAR DAN KEMBALI PADA KEYNES Kebijakan Amerika Serikat mencetak 300 miliar dolar baru mencemaskan banyak kalangan, misalnya di Cina yang kini ingin mengganti dolar dengan valuta lain. Yang cemas ternyata bukan hanya Cina, di Asia orang pada umumnya tidak senang dengan keputusan ini. Ketika kawasan ini 10 tahun lalu dilanda krismon, mereka harus pinjam dana dengan bunga tinggi pada IMF. Mencetak uang saat itu bukan merupakan pilihan. Laporan Johan Huizinga, redaktur ekonomi Radio Nederland Wereldomroep. Siapa yang tidak ingin valuta internasional stabil di masa krisis seperti sekarang? Satu valuta yang mendukung situasi aman tenteram di pasar, valuta yang bisa dipercaya. Valuta seperti itu pernah ada, namanya Bancor. Pada zaman depresi tahun 1930an, pakar ekonomi Inggris John Maynard Keynes datang dengan gagasan Bancor sebagai mata uang cadangan internasional. Nilai Bancor harus dikaitkan dengan harga sejumlah bahan baku, yang terpenting emas. Namun bukannya Bancor yang menjadi valuta cadangan internasional, tetapi dolar dan itu hanya dikaitkan dengan emas. Ketika pada tahun 1970an, nilai tetap dolar dilepas, valuta ini makin kehilangan pamornya. Ketika sekarang bank sentral Amerika memutuskan mencetak dolar untuk menangani krisis kredit, kepercayaan Cina benar-benar hilang. Gubernur bank sentral Cina kini mengusulkan mengganti dolar dengan Bancor sebagai valuta cadangan internasional baru. Apa yang dilakukan bank sentral Amerika FED memang bukannya tanpa risiko. Demikian Haico Ebbers, guru besar ekonomi internasional dan ketua lembaga Uni Eropa-Cina di Nyenrode Business University. "Masalahnya, inflasi bisa naik karena kurs dolar akan turun. Tapi alternatif lain tidak ada". Cina untuk sebagian besar mendanai hutang negara Amerika Serikat. Makanya bisa dimengerti kalau Beijing prihatin, sebab jika inflasi naik, maka nilai dolar akan turun, dan pinjaman mereka kepada Amerika akan turun juga nilainya. Tapi usul Cina untuk menerapkan valuta baru Bancor tidak perlu dianggap serius, demikian Ebbers. Ini adalah isyarat darmatis Cina menjelang pertemuan G 20. Selama KTT itu Cina pasti akan mencoba mengurangi peran dolar sebagai valuta cadangan internasional. Alternatifnya adalah kombinasi mata uang berbagai negara, termasuk dolar, euro dan mata uang Cina renminbi. Haico Ebbers meramalkan tidak akan terjadi kekacauan akibat kebijakan bank sentral Amerika. Kemungkinan Cina akan berpaling dari Amerika kecil sekali. Kalau ini sampai terjadi maka dampaknya akan menghentikan pemulihan ekonomi Amerika Serikat. Haico Ebbers menambahkan: "Di masa depan Cina akan menanam modal di ekonominya sendiri. Namun negara ini sangat tergantung pada ekspor, juga ke Amerika. Jadi mereka akan berhati-hati juga. Dolar yang mereka miliki adalah cadangan, jadi kalau mereka menjual dolar dalam jumlah besar karena takut nilainya akan turun, maka ini akan merugikan diri sendiri. Karena dolar akan turun nilainya dan Cina punya dolar dalam jumlah besar". Namun tetap ada risiko, Cina kelak tidak bisa menanam modalnya atau meminjamkan dananya pada Amerika. Demikian Karel Jansen, pakar Asia pada Institut Kajian Sosial ISS di Den Haag. Karena krisis, pendapatan Cina turun, maklum ekspornbya ke Amerika turun drastis. Di samping itu Cina lebih tertarik berinvestasi di dalam negeri untuk memperkuat perekonomiannya sendiri. Pencetakan dolar di Amerika menimbulkan rasa getir di Asia, demikian Karel Jansen. "10 tahun lalu, ketika krismon melanda Asia, IMF menuntut negara-negara ini supaya melakukan penghematan besar-besaran, karena suku bunga waktu itu dibuat begitu tinggi. Kritik terhadap peraturan IMF ini adalah kebijakannya itu memperparah resesi. Mereka harus minta kredit IMF, ironisnya dalam bentuk dolar. Saat ini suku bunga sudah begitu diturunkan sampai mendekati nol persen dan Washington enak-enakan mencetak dolar. Thailand dan Singapura juga memiliki hutang pada IMF dalam bentuk dolar, tapi mereka tidak bisa mencetak dolar seenaknya. Jadi Washington pasti akan diminta bertanggung jawab selama KTT G20. Ini perlu supaya citra IMF dan Amerika Serikat bisa pulih. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
