--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 07 April 2009 14:30 UTC ** SERANGAN KAMP HOLLAND ** PERINGATAN PEMBUNUHAN MASSAL RWANDA ** UNJUK RASA TAMIL DI LONDON ** TINJAUAN PERS: PELECEHAN TERHADAP GEISHA DAN DETIK-DETIK MENJELANG PEMILU ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MILITER BELANDA TEWAS DI AFGHANISTAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KAMP HOLLAND BUKANNYA TIDAK RENTAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DI L'AQUILA JEMURAN MASIH TERGANTUNG ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AS TIDAK BERPERANG DENGAN ISLAM ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: POLIGAMI JADI ISU POLITIK ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TUNA NETRA MERESPON PEMILU * SERANGAN KAMP HOLLAND Seorang tentara Belanda meninggal dunia sewaktu serangan ke kamp tentara Belanda di Uruzgan, Afghanistan. Lima lainnya luka-luka, satu di antaranya perempuan. Dua dari korban luka dibawa ke rumah sakit Airfield di Kandahar. Ini adalah pertama kalinya terdapat korban tewas pada serangan ke Kamp Holland. Korban tewas adalah tentara Belanda kelas pertama Azdin Chadli dari Uden. Ia berusia 20 tahun dan baru saja bergabung dengan kesatuan di Afghanistan selama seminggu. Chadli adalah tentara Belanda kesembilanbelas yang meninggal dalam misi Afghanistan sejak Maret 2006. Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende menyatakan bela sungkawanya dan mengutuk serangan itu. Menteri Pertahanan Eimert van Middelkoop menyatakan, tewasnya Chadli sangat mengejutkan. Pada serangan itu, ledakan juga terjadi di kamp tentara Afghanistan yang letaknya berdekatan dengan Kamp Holland. * PERINGATAN PEMBUNUHAN MASSAL RWANDA Pembunuhan massal lima belas tahun lalu diperingati hari ini di Rwanda. Pembunuhan ini terjadi setelah pesawat presiden Juvenal Habyarimana ditembak jatuh. Tiga bulan setelahnya, lebih dari 800 ribu suku Tutsi dan Hutu dibunuh. Peringatan dilakngsungkan di sebuah bukit di Ibukota Rwanda Kigali, tempat ribuan orang dibunuh. Menurut organisasi para korban yang selamat, tempat ini menyimbolkan kegagalan masyarakat internasional dan humanisme. * UNJUK RASA TAMIL DI LONDON Sekitar tiga ribu suku Tamil berunjuk rasa di London menentang aksi-aksi kekerasan di tanah air mereka. Pengunjuk rasa menuntut pemerintah Inggris menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan perang saudara di Srilangka. Westminster Bridge terpaksa ditutup karena para pengunjuk rasa memadati wilayah tersebut. Polisi London menurunkan kapal penyelamat ketika sejumlah orang Tamil mengancam loncat ke sungai Thames, tapi akhirnya membatalkan niat. Di Srilangka timur laut terjadi bentrokan selama berminggu-minggu antara tentara pemerintah dan pemberontak Macan Tamil. Penduduk sipil sama sekali tidak dipedulikan dalam perang saudara itu. Menurut PBB, 150 ribu penduduk sipil terjebak di tengah ajang pertempuran. * RAUL CASTRO BERTEMU KONGRES AMERIKA Presiden Kuba Raul Castro telah mengadakan pertemuan dengan delegasi Kongres Amerika di Havana. Ini adalah pertemuan pertama Raul Castro dengan pejabat Kongres Amerika sejak abangnya Fidel menyerahkan kursi presiden. Isi pertemuan belum diketahui, namun pertemuan ini dianggap sebagai isyarat baik menyusul ketegangan antara Kuba-Amerika. Sebelumnya, Washington menunjukkan tanda-tanda akan menghapus larangan perjalanan ke Kuba dan memperbolehkan warga Amerika asal Kuba mengirim lebih banyak uang kepada anggota keluarga di negara asal. Di sisi lain, embargo perdagangan terhadap Kuba masih terus berlaku. * KEPALA BARU KEPOLISIAN EROPA Rob Wainwright asal Inggris akan menjabat sebagai direktur baru Europol, Dinas Kepolisian Eropa. Hal itu diputuskan para menteri luar negeri Eropa di Luxemburg. Wainwright sebelumnya memimpin cabang internasional kepolisian Inggris dengan spesialisasi memerangi kejahatan terorganisasi. Ia akan menggantikan Max-Peter Ratzel, pria Jerman yang telah menjabat sebagai direktur Europol sejak April 2005. * MENTERI KOENDERS KUNJUNGI RWANDA Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda, Bert Koenders, mengunjungi Rwanda untuk membicarakan bantuan pembangunan. Presiden Rwanda Paul Kagame menyatakan kemarin, pihaknya tidak keberatan jika sebagian bantuan Belanda dibatalkan, karena toh tidak ada gunanya. Koenders menyatakan, Kagame keliru dan sebelumnya pemerintah Rwanda justru sangat senang dengan bantuan langsung di bidang pendidikan, pertanian dan hukum. Belanda memutuskan menghentikan sebagian bantuan setelah menerima laporan dari PBB bahwa Rwanda diduga mengacaukan keamanan di Kongo Timur. * GEMPA BUMI DI ITALIA Senin pagi, pencarian korban selamat dari gempa bumi mulai kembali dilakukan di Italia tengah. Jumlah korban tewas sampai saat ini kira-kira 180 orang, sedangkan 1500 lainnya luka-luka. Selasa dini hari ditemukan dua mahasiswa yang masih hidup di bawah puing-puing. Kemungkinan para korban masih ditemukan hidup makin menurun, pasukan penyelamat di kota L'Aquila menyatakan, 34 orang masih dinyatakan hilang. Gempa bumi yang terjadi di propinsi Abruzzen di timur laut Roma ini mengakibatkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Mereka ditampung di tenda-tenda dan aula-aula olahraga. Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi telah menyisihkan 30 juta euro untuk membantu wilayah bencana. Sementara itu, polisi Italia menangkapi orang-orang yang mencoba mencuri dari rumah-rumah yang terkena gempa. * BERITA BURSA Setelah dibuka positif, bursa-bursa Eropa mengalami kerugian menjelang siang. Indeks AEX Amsterdam turun 1,1% pada 227 poin. Di bursa Tokyo, setelah mengalami keuntungan berturut-turut indeks Nikkei ditutup 0,28% lebih rendah pada 8.832,85 poin. 1 Eur = 1, 32 USD 1 Eur = Rp. 15.387,- 1 USD = Rp. 11.599,- * PELECEHAN TERHADAP GEISHA DAN DETIK-DETIK MENJELANG PEMILU Pemerintah Jepang meminta para wisatawan untuk tidak mengganggu Geisha. Demikian angkat The New York Times. Geisha - penari Jepang dengan dandanan khas dan kostum kimono - menjadi pusat perhatian wisatawan di Kyoto. Sayangnya, perhatian berlebih ini kadang menjurus ke pelecehan seksual. Geisha Kota-kota bersejarah Jepang seperti Kyoto terkenal akan kuil dan istananya. Akhir-akhir ini, bukan hanya kuil dan istana yang menarik perhatian wisatawan, tapi juga Geisha. Seorang wisatawan Finlandia menyatakan, geisha berbeda dengan budaya Jepang lainnya. "Sebagian besar budaya Jepang adalah percampuran berbagai budaya luar negeri, sedangkan Geisha tidak." Wisatawan lain dari Amsterdam, Belanda, juga bilang, "Geisha terlihat sangat misterius. Kimono dan bedak putih tebal menyembunyikan identitas mereka. Kita tidak tahu siapa dan apa yang mereka lakukan. Mereka jadi sangat menarik." Perburuan 'Perburuan' Geisha ini makin menjadi. Para Geisha mengeluh karena wisatawan terus-menerus memburu mereka. Memotret close-up, menghalangi jalan, bahkan sampai menarik lengan kimono dan membuat mereka terjatuh. "Rambut saya pernah ditarik wisatawan!" adu seorang Geisha. "Sangat berbahaya bagi Geisha ketika dikejar-kejar, karena mereka memakai ohogo - sepatu kayu berhak tinggi - yang sulit dipakai berlari," kata ketua komunitas lokal Kyoto. Menanggapi keluhan Geisha, Kantor Wisata Kyoto sampai mengeluarkan larangan berbahasa Inggris di situsnya yang berbunyi: Tolong hormati privacy Geisha. Jangan ikuti mereka di jalan atau menyentuh kimono mereka! Demikian The New York Times. Pemilu Indonesia Beralih ke Indonesia. Harian Belanda de Volkskrant mengangkat Pemilu Indonesia. Menjelang pemilu parlemen, kampanye berlangsung relatif tenang. Toh, suasana tetap menegangkan. Beberapa hari lagi rakyat Indonesia harus menentukan pilihan. Dan kali ini, bukan cuma partai yang harus dipilih, tapi juga kandidat yang akan menduduki DPR. Desember lalu, MPR mengubah 'aturan main': bukan partai yang menentukan kandidat anggota DPR, tapi rakyat. Pemilihan langsung ini membuat para kandidat yang sudah dicalonkan partai kembali harus bekerja keras, mereka membutuhkan 85 ribu suara untuk benar-benar bisa duduk di DPR. Belum Beres! Pengamat politik Izul Muslimin menyatakan, "Partai tidak lagi punya kuasa menentukan calon anggota DPR. Semua kandidat harus berkampanye untuk diri sendiri. Mereka punya slogan sendiri, yang kadang-kadang sama sekali tidak cocok dengan program partai." Yang dipertanyakan: berapa banyak partai yang punya program? Di Indonesia, pemilihan umum berarti kampanye, jual image, membodohi rakyat. Sedangkan program kerja? nol besar! "Dari 38 partai, mungkin cuma dua partai yang punya program kerja. Di sini, partai cuma dianggap alat untuk meraih kursi jabatan," tukas Izul lagi. Belum lagi rakyat selesai bertanya-tanya, bagaimana cara menandai kertas Pemilu berukuran jumbo, sudah muncul lagi kepusingan lain: Daftar pemilih tahun ini tidak sesuai! Banyak nama yang tercantum adalah anak-anak, atau orang yang sudah puluhan tahun meninggal. Kampanye memang berlangsung lumayan tenang, toh suasana makin menegangkan. Pemilu Indonesia masih saja belum beres. Demikian de Volkskrant. * MILITER BELANDA TEWAS DI AFGHANISTAN Serangan terhadap Kamp Holland di propinsi Uruzgan, Afghanistan Senin malam kemarin menewaskan seorang militer Belanda. Lima orang lainnya terluka, termasuk seorang perempuan. Dua diantaranya telah diantar ke rumah sakit Airfield, Kandahar. Kondisi kesehatan mereka stabil. Militer yang tewas adalah prajurit satu Azdin Chadli dari Uden. Ia berusia 20 tahun dan baru satu pekan bergabung dengan satuan tempur Afganistan. Inilah korban tewas pertama pada serangan di Kamp Holland. Chadli adalah korban ke 19 sejak Belanda menempatkan pasukan di Uruzgan Maret 2006. Penembakan juga terjadi terhadap kamp militer Afghanistan, dekat Kamp Holland. Dua orang Afghanistan diberitakan luka ringan. Perbuatan pengecut Perdana Menteri Jan Peter Balkenende menyebutnya 'perbuatan pengecut'. Menteri Pertahanan Belanda, Eimert van Middelkoop menyebut pemberitaan serangan Kamp Holland, kejutan besar. Ia menyampaikan ucapan belasungkawa kepada sanak keluarga, korban luka serta satuan Chadli. Di situs web Departemen Pertahanan telah dibuka buku belasungkawa, ujar Michel Walraven, wartawan Radio Nederland Wereldomroep yang tengah berada di Kandahar. "Selasa pagi ini kami diinformasikan tragedi Kamp Holland. Diberitahu apa yang terjadi dan telah dibuka daftar buku belasungkawa." Ancaman Senin malam kemarin Kandahar Airfield ditembaki roket 107 mm. Juga Kamp Holland kembali menjadi sasaran penembakan, setelah serangan roket. Tidak seorang pun terluka akibat dua serangan terbaru ini. "Kendati demikian betapa nyata ancaman proyektil itu", kata Panglima Angkatan Bersenjata Belanda, Peter van Uhm. Bulan-bulan belakangan serangan terhadap kamp militer Belanda meningkat. Menurut Van Uhm telah diambil tindakan keamanan serta preventif di kamp-kamp Belanda. Misalnya dilakukan operasi militer di kawasan yang diduga lokasi peluncur roket, tempat seringkali ditemukan tempat penyimpanan roket 107 mm. * KAMP HOLLAND BUKANNYA TIDAK RENTAN Kamp Holland di Uruzgan tampak begitu aman. Siapa kembali dari patroli bisa langsung lepas helm dan jaket kedap peluru. Sejak serangan rudal Selasa itu, perasaan aman langsung hilang. Dari Kandahar, reporter Michel Walraven yang baru kembali dari Kamp Holland mengirim laporan tentang suasana setelah serangan. Di kamp Belanda di Kandahar yang penuh debu, bernama Kandahar Airforce Base, KAF, kami memutuskan untuk beristirahat sebentar. Di situ ada Echos, tempat orang bisa makan minum, tapi minuman tanpa alkohol. Echos adalah tempat istirahat setelah kesibukan sehari-hari, baik bagi tentara mau pun wartawan, seperti kami. Banyak orang datang ke Echos, mungkin karena di situ bisa didengar musik. Tiba-tiba kasir berteriak, suaranya seperti membelah musik. "Alarm rudal, semua tiarap!" Langsung semua orang tengkurap di atas penutup lantai. Sejenak sunyi. Untung tidak ada rudal. Setengah menit kemudian mulai terdengar orang bicara, termasuk lelucon pertama. Bunker Tak lama kemudian, semua orang boleh berdiri, dan bergegas ke bunker. Tempat perlindungan ini terdiri dari beton-beton besar yang disusun satu di atas lainnya. Orang bisa berdiri di belakang atau di bawahnya. Lalu harus menanti, maka terdengar deruan kapal terbang dan helikopter. Sebagian besar militer tampak tenang-tenang saja. "Tak perlu khawatir, ini sering terjadi." Beredar rokok dan minuman, dan terdengar gelak tawa. Setengah jam kemudian terdengar tanda aman. Kelelahan, saya lapor pada komandan dan segera tidur. Akhirnya saua alami juga tanda bahaya, untung saja tak ada apa-apa. Seperti biasa setelah tanda bahaya, telpon dan internet diputus. Harus jelas dulu semua selamat. Baru larut malam seorang lain masuk kamar. Seorang kapten muda dengan seragam lengkap. Dari dia diperoleh berita yang sebenarnya. Kamp Holland terkena serangan rudal. Seorang tewas, mungkin beberapa orang lain cedera. Sayang, lebih dari itu ia tidak tahu. Selasa pagi tersiar berita akan ada pertemuan di "Dutch Corner" atau "Pojok Belanda" yaitu podium milik pasukan Belanda. Dengan tenang para prajurit mendengarkan penjelasan Laksamana Snoek dan Kolonel Pellemans yang dengan lugas menceritakan apa yang terjadi. Dalam serangan terhadap Kamp Holland ditembakkan empat rudal. Dua tidak kena sasaran, seperti biasanya. Dua yang lain kena. Prajurit Belanda, Azdin Chadli, 20 tahun, tewas. Lima pasukan Belanda lain dan dua orang Afghanistan cedera. Dua pasukan Belanda kritis. Mereka langsung diterbangkan ke rumah sakit Kandahar Airfield. Semua pasukan muda Belanda ini berasal dari barak De Ruyter van Steveninck di Oirschot. Azdin bahkan baru memulai missinya di Afghanistan. Dua pekan silam saya naik satu pesawat dengannya ke Kandahar. Prajurit Azdin Chadli bergabung dalam apa yang disebut Battle Group. Mereka akan bertugas di luar. Menurut dua rekannya, pekerjaan mereka tidaklah berbahaya. Memang bisa menegangkan, dan dalam berpatroli mereka harus memusatkan perhatian pada lingkungan sekitar, dan kemungkinan datangnya bahaya dari sana. Tetapi kalau patroli selesai, mereka sekali kembali. Kamp Holland memberi perasaan aman. Di situ belum pernah ada orang yang tewas karena serangan. Orang bisa melepas helm dan jaket kedap peluru. Perasaan aman itu, menurut mereka, sekarang sudah lenyap. Kamp Holland ternyata tetap rentan. Jujur saja, karena pengalaman ini, saya sendiri merasa bahaya makin dekat. Saya sepertinya memang harus segera pergi. * DI L'AQUILA JEMURAN MASIH TERGANTUNG Para penduduk di wilayah Abruzzen melewati malam pertama setelah bencana gempa bumi di tenda-tenda, mobil dan hotel. Tenda-tenda disediakan untuk sekitar 17.000 warga yang kehilangan tempat tinggal. Sementara itu regu-regu penyelamat masih mencari korban yang mungkin masih hidup. Masih puluhan orang belum ditemukan. Sedikitnya 179 orang tewas akibat gempa bumi ini. Laporan Hans Jaap Melissen dan Pieternel Gruppen: "Cucian masih tergantung di tali jemuran di sana-sini." Reporter Hans Jaap Melissen, berada di pusat kota yang senyap l'Aguilla, wilayah yang paling parah terkena gempa bumi di Italia Tengah. Hans Jaap Melissen: Orang-orang masih takut, karena msih dirasakan banyak gempa susulan. Mereka takut untuk tidur di dalam. Malah banyak yang begadang sepanjang malam dengan menggunakan selimut. Yang lain tidur di dalam mobil. Selain itu juga didirikan tenda-tenda di mana orang bisa tidur apabila tidak punya rumah lagi. Namun sampai saat ini belum semua orang kebagian tenda. Orang tua dan anak-anak mendapat prioritas. Jika semuanya berjalan lancar, maka tenda-tenda tambahan akan datang untuk melindungi setiap orang. Sepanjang malam, anggota bantuan terus mencari korban di antara reruntuhan, kata Melissen. Hans Jaap Mellisen: Saya berada di sebuah gedung di mana ada kesibukan pencarian korban dan ada tubuh dua orang perempuan yang tewas yang baru dikeluarkan dari reruntuhan. Di situ tidak ada harapan lagi. Sementara regu bantuan juga pergi. Kendati demikian regu bantuan semalam berhasil mengeluarkan seratus orang dari puing-puing dengan mendapat pujian. Gempa bumi tersebut berkekuatan 5.8 pada skala richter. Dan itu bukanlah goncangan yang sangat kuat, namun dampaknya cukup parah, di wilayah pegunungan dengan desa-desa dan kota-kota kecil kuno. Penduduk dikagetkan dengan guncangan saat terlelap. Saksi: Saya sedang tidur ketika gempa mengguncang. Saya mencoba untuk berpegangan, namun lemari-lemari di rumah saya berjatuhan. Sementara itu kemarin malam di seluruh tempat di pegunungan, dapat dilihat pancaran lampu senter biru yang menyala, kata Melissen. Ia mendapat kesan kalau regu bantuan menjalankan tugasnya dengan baik. Di darat dapat dilihat banyak buldozer sementara helikopter terbang di udara. Perdana menteri Silvio Berlusconi menyediakan dana sebesar 30 juta euro untuk para korban di wilayah bencana. Italia sampai saat ini belum membutuhkan bantuan luar negeri. Kendati demikian Belanda sudah mempersiapkan regu bantuan jika diperlukan. Tim Pencarian dan Penyelamatan Urban USAR Belanda, dapat segera beraksi. Rob Brons, komandan USAR Nl memahami mengapa Italia tidak langsung membutuhkan bantuan internasional. Rob Brons: Jika seluruh regu bantuan yang ditawarkan beraksi maka ada kelebihan orang dan barang di wilayah yang relatif sempit. Maka itu justru akan menghambat kerja regu bantuan. Kendati demikian, Brons bersiap untuk berangkat jika suatu saat dibutuhkan. Ia berharap untuk sepuluh hari mendatang masih ada orang yang dapat diselamatkan. Kenyataannya ini seperti permainan Mikado. Akibat gempa beberapa gedung tetap berdiri, sementara lainnya runtuh. Kemungkinan bahwa korban berada di ruangan sebuah lubang di bawah gedung runtuh akan ada. Italia berulang kali dilanda gempa. Negara itu berada di perbatasan dua wilayah retak. Pada 1980, gempa bumi besar dekat Napoli, menewaskan hampir tiga ribu orang. * AS TIDAK BERPERANG DENGAN ISLAM Presiden Amerika Serikat Barack Obama menutup kunjungan kelilingnya ke Eropa di Turki. Dan tentu saja ini sebuah pesan kepada dunia, demikian Obama di depan parlemen Turki. Dalam pesan itu juga ditawarkan uluran tangan yang punya arti besar untuk rakyat Turki dan kaum muslimin di seluruh dunia. Laporan redaktur Perro de Jong. Obama: "Saya ingin mencoba menyatakannya sejelas mungkin. Amerika Serikat tidak dan tidak akan pernah berperang melawan Islam. Saya juga ingin menerangkan bahwa hubungan Amerika dengan ummat Muslim tidak bisa dan tidak hanya berdasar pada perjuangan melawan terorisme. Kami ingin mencari dasar yang lebih luas lagi, berdasarkan rasa hormat dan kepentingan satu sama lain. Kami akan tetap hormat, walaupun kami tidak sependapat." Demikian dinyatakan presiden Amerika Serikat di depan parlemen Turki. Rasa hormat, demikian diakui Obama, memang di masa lalu hampir tidak ada. Dan perlakukan terhadap Turki adalah contoh yang menyedihkan. Ankara memang menyediakan berbagai pangkalan militernya untuk serangan pasukan Amerika di Irak dan Afghanistan, tetapi di mata orang Turki mereka tidak mendapat keuntungan yang setimpal. Dan terutama juga tidak ada rasa hormat. Evet, Ya! "Saya telah menghadiri KTT G20 di Londen dan KTT NATO di Strassburg serta KTT Uni Eropa di Praha. Orang bertanya pada saya apakah pilihan kunjungan ke Ankara dan Istanbul untuk memberikan pesan kepada dunia. Dan jawaban saya pendek saja, 'Evet, Ya!" Dalam pidato setengah jam yang banyak mengandung pujian itu Obama menekankan bahwa di mata pemerintahannya, Turki adalah sekutu yang sangat penting. Dengan ini Obama meninggalkan kebijakan yang dijalankan pendahulunya George Bush. Karena menurutnya kekuatan Turki adalah, negara ini memilih sendiri jalur demokrasi. Jadi tidak ditekan oleh pihak-pihak asing. Lanjut Obama. Obama menekankan bahwa Washington mendukung pemerintah Ankara sepenuhnya, juga di tubuh NATO. Dan Obama secara spesifik mengambil contoh berbagai serangan oleh pihak separatis Kurdi, PKK. Sudah bertahun-tahun media Turki menganalisa bahwa NATO sengaja menolak menindak tegas pihak PKK, karena Kurdi adalah sekutu yang penting di Irak. tetapi dalam pidatonya Obama dengan tegas menentang asumsi tersebut, aksi-aksi terorisme yang dilakukan PKK menurutnya akan ditindak sama tegas seperti aksi-aksi yang dilakukan Al-Qaida. Masalah Armenia Itu bukanlah satu-satunya uluran tangan yang diberikan Amerika. Sebelumnya ketua NATO yang baru Anders Fogh Rasmussen harus terlebih dulu berjanji pada Obama, untuk lebih berhati-hati kalau menyinggung soal-soal yang dianggap peka di negara-negara muslim seperti Turki. Selain itu Obama kembali menekankan bahwa pemerintahnya sangat mendukung keanggotaan Turki di Uni Eropa. Tapi kali ini ditambahkan bahwa ia tidak bisa berbicara atas nama Uni Eropa, seseuatu yang sebelumnya diperingatkan presiden Prancis Nikolas Sarkozy. Tetapi Obama sendiri juga harus mengakui kesalahannya. Sewaktu masih sebagai calon presiden, Obama pernah menyinggung tentang 'genosida' yang dilakukan Tukri terhadap warga Armenia di tahun 1915. Sekarang ia menyerukan agar pemerintah Turki mau berdamai dengan masa lalu, tetapi dengan kata-kata yang sangat hati-hati. "Sejarah biasanya tragis. Tetapi apabila tidak diselesaikan, maka bisa menjadi beban berat. Saya tahu memang ada pendapat tegas di parlemen ini mengenai kejadian besar di tahun 1915. Dan walaupun banyak sekali komentar mengenai pandangan saya ini, sebenarnya masalah ini menggambarkan bagaimana pemikiran bangsa Turki dan Armenia. Dan cara yang terbaik di masa mendatang untuk bangsa Turki dan Armenia adalah menyelesaikan masalah ini dengan jujur, terbuka dan konstruktif. Soal Peka Memang itu boeh dibilang sejumlah pernyataan yang bisa berdampak besar, tetapi yang juga sedikit ditekan dengan menyinggung dua isu lainnya yang juga sangat peka bagi ummat muslim dunia. Yang pertama apakah akan tetap ada perisai nuklir melawan Iran. Menurut Obama itu tergantung apakah pemerintah Teheran memilih antara senjata nuklir atau 'masa depan yang lebih baik'. Dalam hal ini Obama tidak mau memperlunak kebijakannya sedikit pun. Selain itu ditekankan inti kebijakan Washington di Timur Tengah masih tetap perdamaian yang langgeng antar Israel dengan negara-negara di sekitarnya. Obama menekankan yang menjadi titik terpenting adalah, Amerika ingin membangun jembatan dan bukannya menyebar benih kebencian. Dan menurutnya Turki dengan posisinya yang unik di antara Timur dan barat, sangat mengerti pentingnya hal tersebut. * GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SURUH PECANDU NARKOBA MELUKIS JARING LABA-LABA SURUH PECANDU NARKOBA MELUKIS JARING LABA-LABA Bermula dari sekadar mengisi waktu, tapi menjelma jadi seni. Pencandu narkoba mendapat proyek melukis sarang laba-laba. Hasilnya sangat mengejutkan, apalagi kalau baru saja mengkonsumsi kokain dan heroin. Di rumah penampungan pencandu Narkoba di Amsterdam ada proyek untuk kalangan terlupakan, pencandu asal Suriname. Ulasan redaksi Karibia Radio Nederland. Pelukis Saskia Janssen, suatu hari ingin melihat-lihat ke dalam rumah penampungan pencandu Blaka Watra, yang artinya "Air Hitam". Di sana para pencandu obat bius berkumpul dan menghabiskan waktu tujuh hari seminggu, delapan jam sehari. Para pencandu itu rata-rata berusia antara 40 sampai 60 tahun. Mereka datang ke Belanda tahun 1975 ketika Suriname lepas dari Belanda dan merdeka. Sekarang hidup orang-orang ini benar-benar di bawah tanah. "Ruang itu menyeramkan. Di gudang bawah tanah itu berkumpul sekitar 30 pria sambil mengisap obat bius crack. Suara gaduh mendominasi ruangan itu dibarengi dengan musik reggae. Suasana yang menggebu-gebu, namun tetap asyik. Semacam kumpulan tertutup." menurut Saskia Janssen ini sebenarnya kelompok tertutup di Belanda. Mereka sengaja di sembunyikan dari tempat umum agar tidak mengganggu masyarakat. Mereka ini adalah pengguna narkoba yang sudah bertahun-tahun. Mereka berkumpul di sana tujuh hari seminggu, delapan jam memakai obat bius dan mereka berbagi nasib." Pelukis Saskia ingin tahu lebih jauh tentang kelompok pengguna narkoba. "Saya ingin membuat cerita tentang mereka." Sebuah potret tentang pencandu sebagai manusia, dan bukan pencandu menurut penilaian masyarakat. Karena kelompok ini adalah kelompok tertutup, maka Saskia butuh waktu lebih lama untuk bisa masuk dalam komunitas ini. Pertama-tama ia menganalisa para pencandu ini dan menyaksikan orang-orang ini mulai menorehkan gambar ketika sedang high atau teler. Terkadang di atas kertas, kadang di meja saja atau kadang malah di dinding. Di sanalah munculnya gagasan jaringan laba-laba itu. Putih dan Coklat Gagasan ini sebenarnya tidak baru. Saskia Janssen terinspirasi oleh penelitian seorang apotheker Austria : "Dia memberi makan laba-laba dengan obat bius. Kemudian diteliti bentuk dari sarang yang dibuat oleh laba-laba teler itu. Ternyata hasilnya adalah jaringan laba-laba yang bernilai seni tinggi. Saya jadi penasaran. Bagaimana kalau itu diterapkan pada para pencandu narkoba. Mereka diminta menggambar jaring laba-laba setelah mengkonsumsi narkoba. Suatu karya yang membutuhkan pekerjaan yang tepat dan teratur." Proyek selama tiga tahun ini menghasilkan 34 lukisan yang menggambarkan karakter si pelukisnya. Lukisan-lukisan itu disatukan dalam sebuah buku berjudul 'Blaka Watra Spiders' atau 'Laba-Laba Blaka Watra'. Kalau menyaksikan buku ini sekilas tampak polanya. Satu jaring laba-laba memunculkan gaya kekanakan. Sedangkan lainnya lebih nuansa abstrak dengan garis-garis. Para pencandu ini memakai judul biasa untuk lukisannya, seperti 'Polisi', 'Kokain', 'Heroin'. Sekarang ini proyek terus berjalan. Di Blaka Watra, seniman Saskia Janssen menyediakan tempat khusus untuk mengumpulkan semua lukisan. Salah seorang yang ikut proyek ini adalah Roy Telgt. Dia pencandu berat narkoba. Hampir setiap hari dia berada di rumah penampungan ini. Dia bangga dengan lukisan yang tercipta 'di bawah pengaruh barang putih dan coklat" atau dengan kata lain dia bangga bisa melukis sambil memakai kokain dan heroin. Lukisan sarang laba-labanya seringkali menggunakan garis-garis tipis. Laba-labanya sendiri tidak ada di sana. "Sebuah sarang yang bagus kan" ungkapnya. "Tentu tidak seperti jaring laba-laba yang asli. Wajar karena saya kan bukan laba-laba." ungkap Roy. * POLIGAMI JADI ISU POLITIK Belakangan ini banyak sekali diributkan tentang caleg yang berpoligami. Seolah-olah itu merupakan suatu isyu politik. Menurut aktivis perempuan Islam, Nong Darol Mahmada, ada beberapa faktor yang bisa menjelaskan kenapa isyu poligami itu menjadi isyu politik. Nong Darol Mahmada [NDM]: "Pertama soal komitmen caleg tersebut terhadap keluarga, yaitu soal kesetiaan, soal pegang janji dan lain-lain. Kita tahu bahwa orang berpoligami, itu dalam proses sebelum, misalnya dia memutuskan untuk menikah kembali, ada proses membohongi. Prosesnya seperti itulah. Dan itu dikhawatirkan kemudian kalau kita kaitkan dengan personaliti orang tersebut, itu misalnya kalau dia menjadi legislatif, apakah dia juga akan memperlakukan konstituennya itu seperti itu atau tidak? Itu hal yang pertama." Nong Darol juga meyakini bahwa orang yang melakukan poligami sebenarnya mengganggu anggaran negara. NDM: "Bagaimana pun, anggota DPR yang melakukan poligami itu budgetnya atau asuransilah, atau apa pun, biayanya itu lebih besar dibandingkan dengan misalnya yang mempunyai isteri satu. Jadi ini sangat mengganggu, sangat memboroskan." Sementara itu masyarakat umum juga tahu bahwa caleg ataupun anggota DPR/MPR yang berpoligami kebanyakan dari partai Islam. Salah satunya adalah PKS. Apakah Nong Darol setuju PKS identik dengan poligami? Ikuti wawancara selengkapnya pada situs web kami: www.ranesi.nl * TUNA NETRA MERESPON PEMILU Kampanye sudah berakhir. Pemilu parlemen sudah di depan mata. Bagaimana kaum tuna netra Indonesia memandang proses pemilu selama ini. Menurut Irwan Dwikusyanto, wakil direktur eksekutif Yayasan Mitra Netra Indonesia, ada beberapa hambatan yang dihadapi. Irwan Dwikusyanto: "Iya, yang pertama mengenai sosialisasi pemilih tuna netra, karena pemilih tuna netra ini banyak di daerah-daerah, ia tidak bisa mengakses media nasional. Sehingga mereka agak kebingungan, misalnya dalam istilah-istilah yang sekarang, kan, contreng, [pokoknya] sistem pemilu baru inilah." "Kemudian hambatan lainnya pada mengakses daftar pemilih tetap. Jadi daftar pemilih tetap ini, kan, juga bentuknya tertulis. Jadi untuk mengakses ini para tuna netra harus meminta bantuan orang lain: apakah dirinya terdaftar atau tidak. Hambatan-hambatan lain nanti saya kira ketika di saat pemilunya tentunya, ya." "Yang penting sekarang ini, kalau saya pribadi menganggap bahwa sudah saya lihat dalam satu bulan, atau satu bulan paling tidak, dalam kampanye di media elektronik ataupun di media-media lain, tampaknya isu tentang disability, isu tentang pemilih penyandang cacat ini tidak terakomodir. Artinya tidak menjadi bagian dari perhatian para caleg, para partai untuk mengakomodir kepentingan-kepentingan atau hak-hak penyandang cacat terutama tuna netra dalam visi-misi atau program kerja mereka." "Terus terang saya belum dengar, baik di TV maupun di radio, tetapi mungkin ini selain dari gambaran peta politik kita, mungkin juga karena memang sudah sedemikian rupa penyandang cacat ini terabaikan atau terpuruk, sehingga mereka tidak punya nilai tawar terhadap berbagai macam partai yang ada atau penguasa yang ada. Sehingga kepentingan atau hak-hak yang mereka ingin tuntut itu tidak nampak diabaikan. Sebagai pemilih, saya belum tahu ke mana suara saya akan saya suarakan." Wawancara selengkapnya bisa diikuti di situs kami: www.ranesi.nl --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
