--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 13 Mei 2009 13:40 UTC ** PAKISTAN BUTUH BANTUAN MASALAH PENGUNGSI ** SERANGAN BUNUH DIRI DI AFGHANISTAN ** PEMILU INDIA DITUTUP ** TINJAUAN PERS: LARANGAN MEROKOK DI KAFE BELANDA DAN SERANGAN GAS BERACUN DI SEKOLAH PUTRI AFGHANISTAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TENTARA PAKISTAN TIDAK MAU LAGI BEKERJASAMA DENGAN MILITAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: APA SUMBANGAN 40 TAHUN MIGRASI MAROKO? ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENJAHAT PERANG DEMJANJUK KEMBALI KE JERMAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BANK-BANK BERHEMAT ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MEI '98 KAMI TIDAK LUPA * PAKISTAN BUTUH BANTUAN MASALAH PENGUNGSI Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meminta bantuan internasional untuk mengatasi masalah pengungsi di Pakistan barat laut. Ratusan ribu orang melarikan diri, menghindari konflik di lembah Swat. Tentara Pakistan sedang memerangi Taliban dan pemberontak lain di daerah tersebut. Setelah diskusi dengan sekjen PBB Ban Ki Moon, Zardari menyatakan masalah ini adalah musibah yang terus membesar. Orang-orang kehilangan rumah, mata pencaharian dan pendapatan. Karena itu kami meminta bantuan dunia, kata Zardari. Ban prihatin atas situasi tersebut dan menyatakan PBB akan membantu Pakistan melindungi rakyat sipil. Jumlah pengungsi saat ini diperkirakan lebih dari 550 ribu. * SERANGAN BUNUH DIRI DI AFGHANISTAN Dipastikan tujuh orang Afganistan meninggal dan 21 lainnya luka-luka dalam serangan bunuh diri di Afghanistan timur. Serangan ini terjadi di dekat markas militer Amerika Salerno di Khost. Sebuah mobil membawa bom meledak di pagar tempat pekerja Afghanistan menanti jam kerja. Kelompok Islam radikal Taliban menyatakan bertanggung jawab atas serangan ini, menurut mereka serangan ini adalah salah satu dari tiga puluh rencana serangan di daerah Khost yang berbatasan dengan Pakistan. Selasa kemarin juga terjadi serangan. Dipastikan sembilan orang meninggal. Dalam baku tembak berjam-jam antara Taliban dan pemerintah Afghanistan dipastikan sebelas anggota Taliban tewas. * PEMILU INDIA DITUTUP Di India pemungutan suara dibuka untuk putaran terakhir pemilihan parlemen. Putara ini digelar di delapan kota yang diikuti sekitar 108 juta orang. Dengan pemungutan suara Rabu ini berakhirlah pemilu India yang dimulai sejak 16 April lalu. Total sekitar 714 juta orang telah memberikan suara. Hasil resmi Pemilu akan diumumkan Sabtu depan. Jajak pendapat sementara menunjukkan persaingan ketat antara Partai Kongres yang memerintah dan partai nasionalis beraliran Hindu Bharatiya Janata. Pengamat menyatakan, tidak akan ada partai yang memenangkan cukup suara untuk memerintah India tanpa koalisi. * PAUS DUKUNG PALESTINA Pada kunjungannya ke Betlehem Paus Benedictus ke-16 menyatakan dukungannya terhadap Palestina. Pada pidato di kediaman Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Paus menyatakan Vatikan mengakui berdirinya negara Palestina, di dalam garis wilayah internasional. Ia juga mendoakan korban perang Gaza awal tahun ini. Paus mengadakan kunjungan sehari ke Tepi Barat Sungai Yordan. Rabu pagi ia mengadakan misa terbuka di Betlehem, tempat kelahiran Yesus Kristus. Siang hari Paus mengunjungi kamp pengungsian Palestina. Kamis esok ia akan melanjutkan perjalanan di Nazareth. Di sana Paus akan disambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. * HOTEL PANTAI TIMUR MEKSIKO BANTING HARGA Hotel-hotel di sepanjang pantai timur Meksiko berusaha mati-matian menarik pengunjung yang drastis berkurang akibat epidemi flu H1N1. Tamu-tamu yang disinyalir memiliki gejala flu H1N1 setelah kunjungan ke hotel, menerima hadiah gratis liburan selama tiga tahun. Menurut pemerintah Meksiko daerah-daerah pariwisata aman dari virus H1N1. Sampai sekarang, menurut organisasi kesehatan dunia WHO, sudah lebih dari lima ribu orang terjangkit flu H1N1 di seluruh dunia. 61 pasien meninggal, sebagian besar di Meksiko. Kasus penyebaran terbanyak terjadi di Amerika. Di sana 2600 orang terjangkit atau pernah terjangkit virus H1N1. Tempat kedua diduduki Meksiko dengan hampir 2000 penularan. Sampai sekarang virus H1N1 ditemukan di 33 negara, tiga negara yang baru masuk ke dalam daftar adalah Kuba, Finlandia, dan Thailand. * PERUSAHAAN PERKAPALAN BELANDA SEWA PENGAWAL Pengusaha perkapalan Belanda menyewa kapal pengawal bersenjata untuk melindungi kapal mereka dari serangan bajak laut di Teluk Aden. Demikian diberitakan de Volkskrant. Dengan menyewa kapal pengawal bersenjata mereka tidak melanggar hukum yang tidak memperbolehkan senjata di kapal-kapal Belanda. Kapal pengawal tersebut berbendera berbeda dan dikemudikan oleh mantan tentara Inggris, Amerika, dan Afrika Selatan. Mereka meminta bayaran 70 ribu euro untuk jasa pengawalan. Walaupun mahal, para pelaut tetap tertarik menggunakan jasa mereka, salah satunya karena korting dari asuransi. Makelar asuransi AON Belanda menyatakan, pihaknya sudah menjual empat paket korting sejenis kepada para pelaut. Di Teluk Aden sering terjadi pembajakan. Sejak Kamis lalu, kapal Antilen Marathon dibajak, kapal ini diduga berada di pantai Somalia. * BERITA BURSA Bursa-bursa Eropa dibuka Rabu dengan untung. Tak lama setelah pembukaan indeks AEX Amsterdam untung 0,4% pada 256,39 poin. Frankfurt, Paris, London untung 0,1-0,3%. Setelah merugi, bursa Tokyo kembali ditutup dengan untung. Indeks Nikkei naik 0,45% pada 9.340,46 poin. Indeks Dow Jones New York naik 0,6% pada 8.469,11 poin. Sedangkan Nasdaq turun 0,9% pada 1.715,92 poin. 1 Eur = 1,36 USD 1 Eur = Rp. 14.132,- 1 USD = Rp. 10.322,- * LARANGAN MEROKOK DI KAFE BELANDA DAN SERANGAN GAS BERACUN DI SEKOLAH PUTRI AFGHANISTAN Harian Belanda de Volkskrant mengangkat protes atas larangan merokok di kafe-kafe di Belanda. Sejak 1 Juli 2008 pemerintah Belanda mengeluarkan larangan merokok di kafe-kafe. Pengunjung hanya boleh merokok jika kafe yang bersangkutan memiliki ruang khusus unutk merokok. Tujuannya adalah untuk melindungi kesehatan pekerja dan pengunjung kafe lain yang tidak merokok. Undang-undang ini disambut pro-kontra masyarakat Belanda. Ada yang setuju, namun lebih banyak yang menentang. Apalagi pemilik kafe-kafe kecil yang tidak berpegawai. Di kafe-kafe kecil ini, pemilik sekaligus merangkap sebagai pekerja. Dan mereka khawatir, larangan merokok di kafe akan mengakhiri karir mereka sebagai pebisnis kafe. Demikian de Volkskrant. "Orang-orang akan pergi ke kafe-kafe besar yang punya tempat khusus merokok. Kafe saya kecil dan tidak punya fasilitas itu. Kalau merokok di kafe saya dilarang, saya jelas akan bangkrut," kata Tony van Haperen, seorang pemilik kafe di Breda. Sebelumnya Van Haperen sempat dituntut ke pengadilan karena tetap memperbolehkan pengunjung merokok di kafenya. Tapi nyatanya Van Haperen berhasil memenangkan kasus tersebut karena "tidak ada dasar hukum yang melarang orang merokok di kafe kecil tanpa pegawai." Kemenangan Van Haperen ini makin memancing para pemilik kafe kecil lainnya untuk melakukan hal yang sama, bahkan untuk menuntut legalisasi merokok di kafe-kafe kecil. Sampai sekarang, larangan merokok masih jadi pro-kontra di Belanda. Salah satu juru bicara pemerintah mengimbau agar semua pihak merenungkan benar-benar tujuan Undang-undang antirokok ini: memperlakukan semua orang dengan sama. Cerita belum selesai, minggu depan akan diadakan debat mengenai Undang-undang ini di Parlemen Belanda. Demikian de Volkskrant. Beralih ke Asia. Lagi-lagi terjadi serangan gas beracun di sekolah putri di Afghanistan. Demikian angkat harian Trouw di halaman muka. Delapan puluh empat siswa putri, sebelas pengajar, kepala sekolah, dan dua petugas kebersihan dilarikan ke rumah sakit setempat setelah menghirup gas beracun. Sebagian besar tak sadarkan diri, tapi tak ada yang nyawanya terancam. Bau aneh tercium ketika para siswa memasuki lapangan sekolah kemarin pagi. "Saya lalu melihat sejumlah anak berjatuhan di lapangan, pingsan," kata Mossena, kepala sekolah. Gas ini menimbulkan keracunan: pusing, mual, dan tak sadarkan diri. Dan ini bukan serangan gas beracun pertama di Afghanistan. Sudah tiga kali insiden macam ini terjadi dalam dua minggu terakhir. Mohamed Suleman Kakar, penasihat kementrian, yakin ada hubungan antara penyerangan-penyerangan ini. "Kami tidak berpikir Taliban ada di balik serangan ini, tapi orang-orang yang mendukung Taliban," katanya. Ketika Taliban berkuasa di Afghanistan, perempuan tidak boleh sekolah atau bekerja di luar rumah. Dan serangan ini adalah salah satu usaha mereka untuk mencegah anak-anak perempuan bersekolah. "Mereka menakut-nakuti anak-anak perempuan dengan serangan gas beracun ini, agar mereka tidak lagi berani pergi ke sekolah," kata Kolonel Agha yang bertanggungjawab atas keamanan di regio setempat. "Untungnya, siswa-siswa putri yang diserang menyatakan mereka akan terus bersekolah. Dan orangtua mereka juga sepakat tidak akan melarang putri mereka ke sekolah," ungkapnya lagi, sembari menarik napas lega. Demikian Trouw dan sekian Tinjauan Pers kali ini. * TENTARA PAKISTAN TIDAK MAU LAGI BEKERJASAMA DENGAN MILITAN Serangan militer sebelumnya terhadap Taliban tidak menghasilkan apa-apa. Taliban menjadi lebih kuat ketimbang sebelumnya. Bersediakah tentara untuk bertempur? Laporan koresponden Suzanne Koster di Islamabad. Taliban di Pakistan tampaknya tidak terkesan dengan ofensif militer, kata wartawan berusia 35 tahun, Fazl Khalid dalam wawancara lewat telpon dari lembah Swat. Tapi ungkapannya ini tidak dapat diketahui kebenarannya, karena wartawan dilarang masuk kawasan tersebut. Sementara ratusan ribu warga mengungsi, Khalid tetap tinggal di ibukota Mingora untuk melindungi rumahnya dari perampok. "Larangan bepergian untuk sementara dicabut. Taliban kini mengatur lalu lintas. Lalu lintas macet total akibat aliran pengungsi. Taliban mengatakan kepada pengungsi, sebentar lagi tentara akan pergi dari lembah Swat. Taliban masih tetap berkuasa, " kata Khalid. Itulah yang ditakuti pengungsi dan skeptisi, bahkan di Pakistan. Serangan militer sebelumnya terhadap Taliban tidak menghasilkan apa-apa. Taliban lebih kuat dari sebelumnya. Bersediakah tentara untuk bertempur? Cari dan musnahkan Menurut Talat Masood, analis Pakistan dan mantan jenderal, tentara masih bersedia bertempur. Talat Masood: "Mereka lebih bertekad. Mereka tahu, sangat penting untuk menang kali ini. Kalau gagal, ini merugikan integritas negara dan reputasi tentara." Juga Athar Abbas, juru bicara tentara memakai bahasa tegas. Tentara mengatakan telah membunuh 751 orang Taliban dengan strategi 'cari dan musnahkan'. Tapi juga hal ini tidak bisa diketahui kebenarannya. Jumlah warga sipil tidak jelas. Skeptisi takut, tentara ingin tetap menjalin hubungan dengan pejuang Taliban. Kalau negara tetangga India suatu saat ingin menyerbu Pakistan, tentara Pakistan jelas sangat butuh Taliban. Sejak didirikan 1947, India dan Pakistan terlibat tiga kali perang. Tahun lalu ketegangan antara dua negara kembali memuncak, ketika seorang warga Pakistan ternyata terlibat serangan teror di kota India Mumbai, menewaskan 173 jiwa. Nepotisme Menurut Masood teori ini tidak lagi berlaku. Talat Masood: "Benar. Dulu kelompok militan memang mempunyai prasangka-prasangka tertentu. Tapi kini analisa ancaman telah ditinjau kembali, terutama tahun silam. Sejak tahun 2004 terlihat suatu perubahan. Kini kelompok militan ditindak lebih tegas dan nepotisme berkurang. Mereka kini memutus hampir semua hubungan dengan kelompok militan dan menganggapnya sebagai ancaman." Akan sangat membantu kalau India menarik mundur sebagian pasukan dari perbatasan dengan Pakistan, kata Masood. Dialog antara India dan Pakistan, yang putus setelah serangan, seharusnya dilanjutkan kembali. Dengan demikian Pakistan bisa lebih memusatkan perhatian pada Afganistan dan perlawanan terhadap Taliban. Islamisasi Para pengkritik khawatir, perwira-perwira baru secara ideologis lebih dekat Taliban ketimbang pendahulunya. Mereka dilatih sewaktu Pakistan mengalami periode islamisasi, tahun 1970an. Kekhawatiran itu tidak beralasan, kata Masood. "Memang dunia makin konservatif, terutama negara-negara Muslim. Ini juga berlaku bagi Pakistan dan tentaranya. Tapi bersikap konservatif lain daripada fanatik. Tapi kalau tentara kini lebih bertekad memusnahkan Taliban, mengapa Khalid masih belum melihat kehadiran militer di kotanya? Fazl Khalid: "Kaum militan bersembunyi di pegunungan dan tempat-tempat tertentu di hutan. Wilayah itu tidak padat dihuni, jadi tentara menembaki mereka dan menggunakan pesawat untuk mempersiapkan serangan darat." Seperti kebanyakan orang Pakistan, Khalid mendukung ofensif militer. "Kebanyakan penghuni lembah Swat menentang Taliban. Tapi mereka tidak berani mengatakannya, karena takut. Kalau berani mengkritik Taliban, Taliban akan menghancurkan rumah mereka. Orang merasa ditundukkan secara psikologis. Kalau pemerintah gagal mengalahkan Taliban dalam waktu satu setengah tahun, mengapa sekarang bisa?" * APA SUMBANGAN 40 TAHUN MIGRASI MAROKO? Empat puluh tahun silam, mulailah arus migrasi besar-besaran dari Maroko ke Belanda. 'Buruh tamu' ini hendak mengadu nasib di negara baru guna menyokong keluarga yang ditinggalkan. Sementara, sudah sekitar tiga juta orang Maroko yang tinggal di luar negaranya. Bersama-sama, mereka mengirim lebih dari tiga milyar euro setiap tahun ke kampung mereka. Apakah situasi di sana membaik? Fouad Haji asal Rotterdam lahir 40 tahun silam di pegunungan Rif, wilayah sepanjang pantai Laut Tengah yang para prianya banyak ke Eropa. Keluarga mereka menyusul kemudian. Demikian halnya dengan Fouad. Ia ke Belanda ketika berusia 13 tahun. Fouad sering pulang ke Maroko dan sangat kritis menanggapi sumbangan migrasi terhadap wilayahnya itu. "Sekilas, Anda mungkin berpikir migrasi tidak berdampak apa-apa terhadap orang-orang di pegunungan Rif. Anda lihat itu rumah-rumah baru, besar, dan indah. Mereka yang tinggal bisa merasakan bantuan keuangan. Tapi kerugiannya, pemerintah di Rabat berpendapat, orang-orang ini bisa mengurusi diri sendiri sehingga daerah itu dibiarkan saja. Semua perhatian ditujukan pada dearah-daerah lain. Ini yang membuat saya prihatin. Apabila Anda mengamati proses demokrasi, tingkat pendidikan, besarnya investasi, industri, kesehatan, maka daerah pegunungan Rif ini benar-benar tertinggal. Ini yang membuat saya prihatin". Demikian dikatakan Fouad Haji, anggota dewan kota Rotterdam. Ia baru saja kembali dari konperensi di Maroko, yang juga membahas masalah ini. Sejarah Tahun 1969, tahun kelahiran Fouad Haji, Belanda dan Maroko mengikat perjanjian migrasi. Belgia, Prancis, dan Jerman sudah terlebih dulu melakukannya. Pemerintah Maroko mendorong tenaga buruh di pegunungan Rif yang miskin untuk ke Eropa yang kaya. Rabat berharap, dengan demikian bisa meredam keresahan yang ada di kawasan itu. Akibat krisis ekonomi tahun 1970an, banyak orang Maroko yang tidak kembali lagi ke daerah miskin itu. Banyak anggota keluarga yang datang bergabung dengan ayah mereka. Saat ini sekitar tiga juta orang Maroko tinggal di luar negara mereka, dan sebagian besar juga lahir di luar Maroko. Meskipun integrasi meningkat tapi masih banyak masalah sosial sekitar kelompok masyarakat Maroko di negara-negara ini. Investasi Di Prancis berdiam sekitar satu juta orang Maroko, di Belanda terdapat sekitar 380 ribu. Selebihnya tinggal di Spanyol, Jerman, Italia, dan juga di negara-negara Teluk dan Amerika Utara. Bersama-sama, mereka resmi mengirim sekitar 3,5 milyar euro ke negara asal, demikian dikatakan peneliti Maroko, Paolo de Mas. De Mas mempelajari Maroko lebih dari 30 tahun dan sebelum ini menjadi direktur Lembaga Belanda Maroko di Rabat. De Mas memperkirakan, di samping jumlah itu tadi, setiap tahun masih ada sekitar dua milyar euro lagi uang kontan yang masuk Maroko. De Mas juga mengamati daerah pegunungan Rif tidak banyak menarik manfaat dari milyaran euro asal luar negri itu. Memang, bank-bank membuka kantor di daerah pegunungan Rif, tapi uang kiriman itu diinvestasikan di luar daerah. Ini bahkan dilakukan oleh orang-orang Maroko yang beremigrasi. "Pada awalnya, mereka kirim uang ke keluarga, membangun rumah baru di desa mereka. Ini tahap pertama. Kemudian anda lihat apa yang masih bisa dilakukan selain memperbaiki standar hidup. Di samping membeli tanah dan membuat sumur, mereka belakangan ini juga menginvestasikan uangnya dalam properti seperti hotel atau flat di daerah-daerah yang lebih kaya di Maroko. Dalam kenyataannya peluang investasi di daerah seperti pegunungan Rif tengah, sangat terbatas". Gaya hidup Jelas uang kiriman dari luar negeri itu menjadi faktor ekonomi penting untuk seluruh Maroko. Tapi menurut De Mas, pengaruh keluarga di luar negeri terhadap politik dan budaya juga besar. "Jelas, daerah-daerah asal migrasi sudah berubah dalam 40 tahun terakhir, termasuk dari segi gaya hidup. Maroko dibombardir oleh norma, nilai, dan ide-ide asing. Misalnya mengenai usia pernikahan dan hubungan seks, tapi juga demokratisasi, konsumerisme, dan musik. Anda tidak bisa memisahkan bangkitnya fundamentalisme atau konservatifme dari besarnya arus masuk uang, moral, dan budaya dari barat". Fouad Haji gembira bahwa ide-ide mengenai demokrasi barat sekarang masuk ke daerah pegunungan Rif. Menurutnya, penduduk sendiri harus aktif mengejar ketinggalan mereka. "Sementara ini, orang menyadari mereka bisa melakukan tekanan melalui media dan politik, dengan turun ke jalan dan mengorganisasikan diri. Dulu, ini tidak ada. Mereka juga sadar, tekanan bisa juga dilakukan melalui uang yang dikirim ke Maroko. Anda bisa melakukannya sedemikian rupa untuk menekan pemerintah". Demikian dikatakan Fouad Haji yang kritis tapi optimis. * PENJAHAT PERANG DEMJANJUK KEMBALI KE JERMAN John Demjanjuk yang dituduh pejahat perang, setelah tarik ulur yuridis, akhirnya diekstradisi. Ia dituduh terlibat pembunuhan puluhan ribu orang Yahudi waktu Perang Dunia II. Pria Ukraina yang berusia 89 tahun ini akan diadili di Munchen. Laporan Philip Smet. Sebelum diekstradisi John Demjanjuk sempat memprotes di berbagai pengadilan di Amerika, dengan alasan kesehatan yang memburuk. Tapi hakim akhirnya memutuskan, ekstradisi tetap dilakukan, karena Demjanjuk bisa dirawat dengan baik di Jerman. Menurut Kejaksaan di Munchen Demjanjuk terlibat pembunuhan sekitar 29000 warga Yahudi dari Belanda, di kamp Nazi Sobibor (Polandia) pada 1943. Akhir tahun 80-an Demjanjuk divonis di Israel. Akhirnya ia dibebaskan karena bukti tidak memadai, bahwa benar-benar pernah bekerja sebagai algojo di kamp Nazi Treblinka. Bukti Dakwah yang persis terhadap Demjanjuk belum diumumkan. Yang jelas sudah banyak bukti terkumpul yang memberatkan bagi bekas penjaga kamp asal Ukrainia ini, tegas pakar holocaust Johannes Houwink ten Cate. Houwink ten Cate: ""Kehakiman Jerman tahu pasti bahwa ia pernah di sana dan kapan. Ada bukti identitas kamp pendidikan Traniki, tempat ia dilatih. Di sana tertulis bahwa ia pergi ke Sobibor. Juga ada daftar penugasan kamp di mana terbukti bahwa ia bersama serombongan besar pria dikirim ke Sobibor pada 1943, dan dari sana dikirim lagi ke tempat lain." 29.000 Yang mencolok adalah angka sekitar 29000 warga Yahudi dari kawasan yang diduduki Nazi di Belanda, begitu jelas muncul di perbagai bukti terhadap Demjanjuk. Houwink ten Cate tahu anggka itu berdasarkan apa . Houwink ten Cate: ''Kehakiman Jerman bertitik tolak dari fakta-fakta yang pasti dan menganalisa daftar transportasi dari Westerbork, Belanda, ke Sobibor. Arti data ini begitu besar, karena hanya data transportasi dari Belanda ke Sobibor saja yang tersimpan. Semua warga yang dideportasi, lengkap dengan nama depan dan nama belakang, tanggal dan tempat lahir tertera di sana. Di sana tertulis, bahwa pada saat Demjanjuk bekerja di sana, juga ada transportasi dari kamp itu dan dari beberapa negara Eropa Timur. Tapi tidak ada daftar trasportasinya." Kehakiman Jerman memerlukan informasi dari Belanda untuk memetakan data-data secermat mungkin. Karenanya sejarawan Houwink ten Cate terlibat dalam penyidikan Demjanjuk. Jumlah 29000 orang Yahudi dari Belanda itu belum pasti, jelas Houwink ten Cate. Hanya jumlah orang yang bertolak dari Westerbork yang diketahui. Begitu tiba banyak orang meninggal, tapi ini tidak ada datanya. Berdasarkan keterangan saksi, para penyidik menerka jumlah yang meninggal saat diangkut lebih banyak. Para penyidik juga menduga ada sejumlah orang yang dijadikan di kamp itu sebagai 'Arbeitsjude'. Akhirnya sisanya berjumlah sekitar 29000. Dengan demikian, pengacara Demjanjuk tidak bisa menuduh pihak jaksa berbuat tidak teliti. Proses peradilan di Jerman Pengacara Demjanjuk menjadikan kesehatanya yang buruk sebagai alasan untuk tidak bisa diadili. Bagi Jules Schelvis sebagai korban yang selamat kamp Sobibor, yang penting Demjanjuk dihadapkan ke hakim. Jules Schelvis: "Kalau saya mengingat peristiwa itu, saya tidak langsung ingat pada Demjanjuk. Saya teringat akan saat saya masuk ke sana pada 4 Juni 1943 dan teringat pada apa yang saya lihat di sana. Teringat pada orang-orang yang dinyatakan sudah mati tanpa ada vonis, tapi kemudian dibunuh di kamar gas. Itulah yang selalu saya ingat. Saya ingat diri saya sendiri, keluarga saya, isteri saya yang ditemukan meninggal pada hari itu." "Tapi Demjanjuk, walaupun usianya sudah 89 tahun, harus menjalani hukumannya. Bagi saya, ia tidak perlu masuk penjara. Yang penting dia divonis. Sehingga seluruh dunia tahu, bahwa ia dijatuhi hukuman, karena ia terbukti terlibat." Jules Schelves selamat dari maut di Sobibor, karena setibanya di sana, ia termasuk orang yang dipilih untuk bekerja, buruh paksa atau 'Arbeitsjude'. Schelvis adalah salah satu pendiri Yayasan Sobibor dan menulis beberapa buku tentang Sobibor. "Kami hanya mau mati dengan damai, " kata isteri Demjanjuk kepada harian Jerman Bild. Pertanyaannya: apakah Kehakiman Jerman masih memilik instrumen untuk mengadili si gaek asal Ukraina yang berusia 89 tahun ini. * BANK-BANK BERHEMAT Bank-bank menutup keran kredit. Demikian keluhan banyak perusahaan menengah dan kecil. Juga Bank Belanda mengakui, bank makin sulit meminjamkan uang. Tapi sektor perbankan sendiri membantah keras hal itu. Laporan redaktur krisis keuangan Johan Huizinga. Siapa yang benar, bank-bank yang kurang menyadari salahnya, atau pelbagai perusahaan yang mengeluh? Pada survei acak yang diadakan Bank Belanda, para bank mengaku memang jadi lebih ketat atas permintaan kredit dari perusahaan. Tapi juru bicara Bank Belanda mengatakan, mungkin saja itu untuk menunjukkan bank hati-hati dengan uang mereka. Setidaknya di masa lalu tidak demikian, seperti yang dibuktikan akan adanya krisis kredit. Langsung Ditolak Sejak bulan Agustus tahun lalu pelbagai bank memang lebih sedikit mengucurkan kredit. Tapi penurunannya tidak sebanding dengan penyusutan pasar akibat krisis ekonomi saat ini. Apakah bank benar jika mereka menyalahkan penurunan jumlah permintaan kredit sebagai akibat resesi? Willem Overbosch, direktur MKB Servicedesk, sebuah organisasi layanan bantuan untuk perusahaan menengah dan kecil Belanda mengatakan itu tidak benar. Banyak permintaan kredit yang langsung ditolak, jadi tidak tercatat. Willem Overbosch: "Sudah pada tahap pertama, mereka menolak banyak permohonan kredit. Jadi kalau anda mendatangi bank dan berkata: saya butuh uang, mereka menganjurkan anda untuk meninjau kembali rancangan perniagaan. Penolakan seperti itulah sering menjadi keluhan. Karena bank tidak mencatat kejadian-kejadian seperti itu. Padahal itulah alasan utama penolakan pinjaman." Resiko Dipertimbangkan Menurut Rene Loman dari Rabobank Belanda, persyaratan pengajuan kredit tidak berubah, tapi "kami menyesuaikan peraturan yang ada, jadi sedikit lebih ketat ". Bagi setiap perkiraan penjualan yang diajukan perusahaan, bank akan mengatakan, "Sebaiknya kita lihat dulu perkembangannya." Sementara tahun lalu sering tidak ada kontrol penjualan seperti ini, karena tidak seorangpun mengantisipasi resiko besar. Tampaknya banyak bank yang menaikkan cadangan resiko secara tajam. Dengan suku bunga yang ekstra tinggi, bank melindungi diri dari resiko pinjaman tak terbayar. Tapi tarif 10 sampai 12 persen membuat para perusahaan yang saat ini sudah banyak tertimpa persoalan berkecil hati. Banyak perusahaan yang saat ini mengajukan kredit sangat butuh uang terutama untuk membayar hutang yang jumlahnya bertambah terus. Pelbagai perusahaan yang punya banyak stok mahal, yang omzetnya jauh berkurang, atau yang berjuang dengan pelanggan yang terlambat bayar tagihan. Masalah-masalah seperti inilah yang dihadapi perusahaan sehingga mereka membutuhkan kredit tambahan. Tapi perusahaan sehat pun ingin meminjam uang untuk investasi atas kegiatan baru yang sering harus digagalkan karena tidak punya modal lagi, misalnya. Keengganan bank, yang notabene baru-baru ini menerima banyak uang pajak, untuk mengambil resiko adalah hal yang sensitif. Apa pemerintah harus memaksa bank untuk membuka kembali keran kredit? Menurut Willem Overbosch dari MKB Servicedesk, sanksi tidak ada gunanya. " Saya kira pemerintah tidak akan menduduki posisi bank. Mereka harus membantu perusahaan menengah dan atas dan memperbaiki suasana ekonomi. Dan mereka bisa lakukan itu dengan mendesak bank-bank. Mereka bisa menciptakan lebih banyak kemungkinan untuk perusahaan-perusahaan kecil untuk memperoleh dana." Jadi bank harus punya wawasan lebih dalam masalah bagaimana mereka sebenarnya menangani permintaan kredit. Dan ini bukan hanya untuk bank-bank Belanda. Di berbagai negara Eropa lain bank-bank berjuang memulihkan keadaan keuangan mereka sendiri, menghindari semua kemungkinan resiko dan mengurangi pemberian kredit. Setelah periode dimana hampir semuanya tidak terbatas, tampaknya saat ini timbangan berat ke arah sebaliknya. * MEI '98 KAMI TIDAK LUPA Tepat sebelas tahun lalu pecah kerusuhan di berbagai kota di Indonesia yang kemudian kita kenang sebagai Kerusuhan Mei 98. Perusakan, pembakaran, penjarahan, penculikan dan pemerkosaan mewarnai hari-hari kelabu di bulan Mei itu. Warga keturunan Cina banyak menjadi sasaran kekerasan. Radio Nederland mewawancarai Maesy Angelina dari LSM HIVOS dan Ricky Gunawan dari LBH Masyarakat. Keduanya keturunan Tionghoa. Maesy dan Ricky menceritakan pengalaman mereka. Mereka tinggal di Jakarta, di komplek yang kebanyakan warga Cina. Saat itu mereka masih berumur empat belas tahun. Ricky Gunawan: "Ayah saya itu di luar rumah. Jadi itu perumahan, jadi bapak saya itu jaga keamanan bersama warga lainnya, bersama para hansip juga. Mulai memasang barikade, blokade, mencegah supaya perusuh-perusuh itu tidak masuk. Saya ingat betul siang hari ayah saya itu sibuk keluar masuk rumah memberi kabar di luar itu seperti apa. Sementara kita yang di rumah disuruh jaga-jaga aja. Nanti kalau ada apa-apa. Jadi kalau nanti ada yang masuk mau ngambil, ambil aja. Nggak usah macam-macam. Jangan diresehin, kalau mereka mau ambil tv, ambil ajahlah. Yang penting nyawanya selamat." Ratusan warga keturunan Cina lari dari Indonesia. Keluarga Maesy dan Ricky yang tidak punya biaya untuk meninggalkan Indonesia tetap tinggal. Maesy Angelina: "Keluargaku bukan termasuk keluarga yang punya dana cukup banyak untuk terbang ke luar. Itu yang pertama. Dan yang kedua, lebih baik kita di sini mempertahankan rumah kita serta keluarga kita, karena semua anggota keluarga saya, baik dari pihak ayah atau ibu ada di sini. Tapi yang jelas kami bukan salah satu keluarga yang punya cadangan dana untuk ke luar negeri." Setelah kerusuhan, Suharto dan regim Orde Barunya jatuh. Indonesia memasuki era reformasi. Pemerintah di bawah Presiden Habibi membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa 13-15 Mei. Walau telah dicapai beberapa kemajuan, setelah 11 tahun masih banyak yang belum terselesaikan. Ricky Gunawan: "Walaupun ada beberapa hal yang cukup baik, misalnya Indonesia meratifikasi konvensi menentang penyiksaan akibat kejadian ini, di dunia internasional, tapi konvensinya sendiri diratifikasi tahun 1998, tetapi sudah sepuluh tahun, bahkan sebelas tahun berlalu sekarang tidak ada undang-undang yang mengkriminalisasi penyiksaan. Jadi untuk apa kita meratifikasi konvensi, tapi undang undang yang mengkriminalisasi penyiksaan itu tidak ada. Jadi ibarat misalnya ada polisi melakukan penyiksaan, dia tidak akan bisa dihukum, tidak ada pasalnya. Termasuk juga misalnya konvensi penghapusan diskriminasi ras, yang juga diratifikasi pasca kerusuhan itu, baru tahun ini undang undang diskriminasi disahkan oleh DPR. Jadi bahwa ada satu, dua langkah yang positif, ya. Tapi itu masih jauh dari bisa dibilang layak untuk menebus dosa tragedi itu." Tim Pencari Fakta dalam laporan mereka telah menyebut beberapa tersangka yang diduga bertanggung jawab. Tapi, sampai saat ini mereka belum diadili. Letjen Prabowo yang waktu itu menjabat sebagai Pangkostrad disebut bertanggung jawab atas berbagai kasus penculikan. Namun, sekarang ia mendirikan partai politik yang dalam pemilu lalu mendapat suara yang cukup signifikan. Maesy Angelina: "Saya ini menunjukkan sebetulnya publik atau masyarakat Indonesia bisa jadi A: kurang tahu tentang masalah ini. Atau B: kurang peduli. Nah menurutku hal ini harus terus diangkat dan dibicarakan supaya orang-orang jadi lebih tahu atau lebih peduli, agar kemudian orang-orang yang bertanggungjawab atau diduga bertanggungjawab bisa diminta pertanggungjawabannya oleh pemerintah. Karena kalau seperti ini, pesan yang disampaikan ke pemerintah adalah, rakyat tidak peduli. Rakyat tidak memerlukan adanya keadilan untuk hal ini, dianggap sambil lalu saja. Pemerintah nggak perlu bertanggungjawab. Dan karena itulah harus terus dibicarakan." Sebelas tahun setelah kerusuhan Mei 98, Ricky dan Maesy tidak akan melupakan apa yang terjadi. Ricky Gunawan: "Melihat ke belakang itu jangan diartikan kok kenapa sih diusik-usik terus. Bukan dilihat seperti itu. Tetapi melihat ke belakang dalam arti ini ada persoalan yang tidak pernah tuntas. Belum tuntas. Rakyat harus tahu ada apa di balik tragedi Mei. Siapa yang bertanggungjawab, supaya rakyat tahu, ternyata dulu Mei 1998 pernah terjadi seperti ini. Kita tahu pola-polanya seperti ini. Kita tahu siapa yang bertanggungjawab. Ke depannya dengan tahu kebenaran yang terjadi di masa lalu, kita bisa melihat ke depan dengan lebih baik, karena kita sudah pernah mengalami ini. Dan kita tahu persis bagaimana. Jadi itulah pentingnya kita melihat ke masa lalu. Tapi jangan sampai dilihat itu sebagai mengusik-usik masa lalu orang." Untuk mendengarkan klik link di atas. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
