---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 13 Mei 2009 13:40 UTC



** PAKISTAN BUTUH BANTUAN MASALAH PENGUNGSI

** SERANGAN BUNUH DIRI DI AFGHANISTAN

** PEMILU INDIA DITUTUP

** TINJAUAN PERS: LARANGAN MEROKOK DI KAFE BELANDA DAN SERANGAN GAS BERACUN DI 
SEKOLAH PUTRI AFGHANISTAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TENTARA PAKISTAN TIDAK MAU LAGI BEKERJASAMA 
DENGAN MILITAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: APA SUMBANGAN 40 TAHUN MIGRASI MAROKO?

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENJAHAT PERANG DEMJANJUK KEMBALI KE JERMAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BANK-BANK BERHEMAT

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MEI '98 KAMI TIDAK LUPA



* PAKISTAN BUTUH BANTUAN MASALAH PENGUNGSI

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meminta bantuan internasional untuk 
mengatasi masalah pengungsi di Pakistan barat laut. Ratusan ribu orang 
melarikan diri, menghindari konflik di lembah Swat. Tentara Pakistan sedang 
memerangi Taliban dan pemberontak lain di daerah tersebut. Setelah diskusi 
dengan sekjen PBB Ban Ki Moon, Zardari menyatakan masalah ini adalah musibah 
yang terus membesar. Orang-orang kehilangan rumah, mata pencaharian dan 
pendapatan. Karena itu kami meminta bantuan dunia, kata Zardari. Ban prihatin 
atas situasi tersebut dan  menyatakan  PBB akan membantu Pakistan melindungi 
rakyat sipil. Jumlah pengungsi saat ini diperkirakan lebih dari 550 ribu.


* SERANGAN BUNUH DIRI DI AFGHANISTAN

Dipastikan tujuh orang Afganistan meninggal dan 21 lainnya luka-luka dalam 
serangan bunuh diri di Afghanistan timur. Serangan ini terjadi di dekat markas 
militer Amerika Salerno di Khost. Sebuah mobil membawa bom meledak di pagar 
tempat pekerja Afghanistan menanti jam kerja. Kelompok Islam radikal Taliban 
menyatakan bertanggung jawab atas serangan ini, menurut mereka serangan ini 
adalah salah satu dari tiga puluh rencana serangan di daerah Khost yang 
berbatasan dengan Pakistan. Selasa kemarin juga terjadi serangan. Dipastikan 
sembilan orang meninggal. Dalam baku tembak berjam-jam antara Taliban dan 
pemerintah Afghanistan dipastikan sebelas anggota Taliban tewas.


* PEMILU INDIA DITUTUP

Di India pemungutan suara dibuka untuk putaran terakhir pemilihan parlemen. 
Putara ini digelar di delapan kota yang diikuti sekitar 108 juta orang. Dengan 
pemungutan suara Rabu ini berakhirlah pemilu India yang dimulai sejak 16 April 
lalu. Total sekitar 714 juta orang telah memberikan suara. Hasil resmi Pemilu 
akan diumumkan Sabtu depan. Jajak pendapat sementara menunjukkan persaingan 
ketat antara Partai Kongres yang memerintah dan partai nasionalis beraliran 
Hindu Bharatiya Janata. Pengamat menyatakan, tidak akan ada partai yang 
memenangkan cukup suara untuk memerintah India tanpa koalisi.


* PAUS DUKUNG PALESTINA

Pada kunjungannya ke Betlehem Paus Benedictus ke-16 menyatakan dukungannya 
terhadap Palestina. Pada pidato di kediaman Presiden Palestina Mahmoud Abbas, 
Paus menyatakan Vatikan mengakui berdirinya negara Palestina, di dalam garis 
wilayah internasional. Ia juga mendoakan korban perang Gaza awal tahun ini. 
Paus mengadakan kunjungan sehari ke Tepi Barat Sungai Yordan. Rabu pagi ia 
mengadakan misa terbuka di Betlehem, tempat kelahiran Yesus Kristus. Siang hari 
Paus mengunjungi kamp pengungsian Palestina. Kamis esok ia akan melanjutkan 
perjalanan di Nazareth. Di sana Paus akan disambut Perdana Menteri Israel 
Benjamin Netanyahu.


* HOTEL PANTAI TIMUR MEKSIKO BANTING HARGA

Hotel-hotel di sepanjang pantai timur Meksiko berusaha mati-matian menarik 
pengunjung yang drastis berkurang akibat epidemi flu H1N1. Tamu-tamu yang 
disinyalir memiliki gejala flu H1N1 setelah kunjungan ke hotel, menerima hadiah 
gratis liburan selama tiga tahun. Menurut pemerintah Meksiko daerah-daerah 
pariwisata aman dari virus H1N1. Sampai sekarang, menurut organisasi kesehatan 
dunia WHO, sudah lebih dari lima ribu orang terjangkit flu H1N1 di seluruh 
dunia. 61 pasien meninggal, sebagian besar di Meksiko. Kasus penyebaran 
terbanyak terjadi di Amerika. Di sana 2600 orang terjangkit atau pernah 
terjangkit virus H1N1. Tempat kedua diduduki Meksiko dengan hampir 2000 
penularan. Sampai sekarang virus H1N1 ditemukan di 33 negara, tiga negara yang 
baru masuk ke dalam daftar adalah Kuba, Finlandia, dan Thailand.


* PERUSAHAAN PERKAPALAN BELANDA SEWA PENGAWAL

Pengusaha perkapalan Belanda menyewa kapal pengawal bersenjata untuk melindungi 
kapal mereka dari serangan bajak laut di Teluk Aden. Demikian diberitakan de 
Volkskrant. Dengan menyewa kapal pengawal bersenjata mereka tidak melanggar 
hukum yang tidak memperbolehkan senjata di kapal-kapal Belanda. Kapal pengawal 
tersebut berbendera berbeda dan dikemudikan oleh mantan tentara Inggris, 
Amerika, dan Afrika Selatan. Mereka meminta bayaran 70 ribu euro untuk jasa 
pengawalan. Walaupun mahal, para pelaut tetap tertarik menggunakan jasa mereka, 
salah satunya karena korting dari asuransi. Makelar asuransi AON Belanda 
menyatakan, pihaknya sudah menjual empat paket korting sejenis kepada para 
pelaut.  Di Teluk Aden sering terjadi pembajakan. Sejak Kamis lalu, kapal 
Antilen Marathon dibajak, kapal ini diduga berada di pantai Somalia.


* BERITA BURSA

Bursa-bursa Eropa dibuka Rabu dengan untung. Tak lama setelah pembukaan indeks 
AEX Amsterdam untung 0,4% pada 256,39 poin. Frankfurt, Paris, London untung 
0,1-0,3%. Setelah merugi, bursa Tokyo kembali ditutup dengan untung. Indeks 
Nikkei naik 0,45% pada 9.340,46 poin. Indeks Dow Jones New York naik 0,6% pada 
8.469,11 poin. Sedangkan Nasdaq turun 0,9% pada 1.715,92 poin.
1 Eur = 1,36 USD
1 Eur = Rp. 14.132,-
1 USD = Rp. 10.322,-


* LARANGAN MEROKOK DI KAFE BELANDA DAN SERANGAN GAS BERACUN DI SEKOLAH PUTRI 
AFGHANISTAN

Harian Belanda de Volkskrant mengangkat protes atas larangan merokok di 
kafe-kafe di Belanda.  Sejak 1 Juli 2008 pemerintah Belanda mengeluarkan 
larangan merokok  di kafe-kafe. Pengunjung hanya boleh merokok jika kafe yang 
bersangkutan memiliki ruang khusus unutk merokok. Tujuannya adalah untuk 
melindungi kesehatan pekerja dan pengunjung kafe lain yang tidak merokok.

Undang-undang ini disambut pro-kontra masyarakat Belanda. Ada yang setuju, 
namun lebih banyak yang menentang. Apalagi pemilik kafe-kafe kecil yang tidak 
berpegawai. Di kafe-kafe kecil ini, pemilik sekaligus merangkap sebagai 
pekerja. Dan mereka khawatir, larangan merokok di kafe akan mengakhiri karir 
mereka sebagai pebisnis kafe. Demikian de Volkskrant.

"Orang-orang akan pergi ke kafe-kafe besar yang punya tempat khusus merokok. 
Kafe saya kecil dan tidak punya fasilitas itu. Kalau merokok di kafe saya 
dilarang, saya jelas akan bangkrut," kata Tony van Haperen, seorang pemilik 
kafe di Breda. Sebelumnya Van Haperen sempat dituntut ke pengadilan karena 
tetap memperbolehkan pengunjung merokok di kafenya. Tapi nyatanya Van Haperen 
berhasil memenangkan kasus tersebut karena "tidak ada dasar hukum yang melarang 
orang merokok di kafe kecil tanpa pegawai." 

Kemenangan Van Haperen ini makin memancing para pemilik kafe kecil lainnya 
untuk melakukan hal yang sama, bahkan untuk menuntut legalisasi merokok di 
kafe-kafe kecil. Sampai sekarang, larangan merokok masih jadi pro-kontra di 
Belanda. Salah satu juru bicara pemerintah mengimbau agar semua pihak 
merenungkan benar-benar tujuan Undang-undang antirokok ini: memperlakukan semua 
orang dengan sama. Cerita belum selesai, minggu depan akan diadakan debat 
mengenai Undang-undang ini di Parlemen Belanda. Demikian de Volkskrant.

Beralih ke Asia. Lagi-lagi terjadi serangan gas beracun di sekolah putri di 
Afghanistan. Demikian angkat harian Trouw di halaman muka. Delapan puluh empat 
siswa putri, sebelas pengajar, kepala sekolah, dan dua petugas kebersihan 
dilarikan ke rumah sakit setempat setelah menghirup gas beracun. Sebagian besar 
tak sadarkan diri, tapi tak ada yang nyawanya terancam.

Bau aneh tercium ketika para siswa memasuki lapangan sekolah kemarin pagi. 
"Saya lalu melihat sejumlah anak berjatuhan di lapangan, pingsan," kata 
Mossena, kepala sekolah. Gas ini menimbulkan keracunan: pusing, mual, dan tak 
sadarkan diri. Dan ini bukan serangan gas beracun pertama di Afghanistan. Sudah 
tiga kali insiden macam ini terjadi dalam dua minggu terakhir.

Mohamed Suleman Kakar, penasihat kementrian, yakin ada hubungan antara 
penyerangan-penyerangan ini. "Kami tidak berpikir Taliban ada di balik serangan 
ini, tapi orang-orang yang mendukung Taliban," katanya. Ketika Taliban berkuasa 
di Afghanistan, perempuan tidak boleh sekolah atau bekerja di luar rumah. Dan 
serangan ini adalah salah satu usaha mereka untuk mencegah anak-anak perempuan 
bersekolah.

"Mereka menakut-nakuti anak-anak perempuan dengan serangan gas beracun ini, 
agar mereka tidak lagi berani pergi ke sekolah," kata Kolonel Agha yang 
bertanggungjawab atas keamanan di regio setempat. "Untungnya,  siswa-siswa 
putri yang diserang menyatakan mereka akan terus bersekolah. Dan orangtua 
mereka juga sepakat tidak akan melarang putri mereka ke sekolah," ungkapnya 
lagi, sembari menarik napas lega.

Demikian Trouw dan sekian Tinjauan Pers kali ini.


* TENTARA PAKISTAN TIDAK MAU LAGI BEKERJASAMA DENGAN MILITAN

Serangan militer sebelumnya terhadap Taliban tidak menghasilkan apa-apa. 
Taliban menjadi lebih kuat ketimbang sebelumnya. Bersediakah tentara untuk 
bertempur? Laporan koresponden Suzanne Koster di Islamabad. 

Taliban di Pakistan tampaknya tidak terkesan dengan ofensif militer, kata 
wartawan berusia 35 tahun, Fazl Khalid dalam wawancara lewat telpon dari lembah 
Swat. Tapi ungkapannya ini tidak dapat diketahui kebenarannya, karena wartawan 
dilarang masuk kawasan tersebut. Sementara ratusan ribu warga mengungsi, Khalid 
tetap tinggal di ibukota Mingora untuk melindungi rumahnya dari perampok. 

"Larangan bepergian untuk sementara dicabut. Taliban kini mengatur lalu lintas. 
Lalu lintas macet total akibat aliran pengungsi. Taliban mengatakan kepada 
pengungsi, sebentar lagi tentara akan pergi dari lembah Swat. Taliban masih 
tetap berkuasa, "  kata Khalid. Itulah yang ditakuti pengungsi dan skeptisi, 
bahkan di Pakistan. Serangan militer sebelumnya terhadap Taliban tidak 
menghasilkan apa-apa. Taliban lebih kuat dari sebelumnya. Bersediakah tentara 
untuk bertempur?

Cari dan musnahkan
Menurut Talat Masood, analis Pakistan dan mantan jenderal, tentara masih 
bersedia bertempur. 

Talat Masood: "Mereka lebih bertekad. Mereka tahu, sangat penting untuk menang 
kali ini. Kalau gagal, ini merugikan integritas negara dan reputasi tentara."

Juga Athar Abbas, juru bicara tentara memakai bahasa tegas. Tentara mengatakan 
telah membunuh 751 orang Taliban dengan strategi 'cari dan musnahkan'. Tapi 
juga hal ini tidak bisa diketahui kebenarannya. Jumlah warga sipil tidak jelas. 

Skeptisi takut, tentara ingin tetap menjalin hubungan dengan pejuang Taliban. 
Kalau negara tetangga India suatu saat ingin menyerbu Pakistan, tentara 
Pakistan jelas sangat butuh Taliban. Sejak didirikan 1947, India dan Pakistan 
terlibat tiga kali perang. Tahun lalu ketegangan antara dua negara kembali 
memuncak, ketika seorang warga Pakistan ternyata terlibat serangan teror di 
kota India Mumbai, menewaskan 173 jiwa. 

Nepotisme
Menurut Masood teori ini tidak lagi berlaku. 

Talat Masood: "Benar. Dulu kelompok militan memang mempunyai 
prasangka-prasangka tertentu. Tapi kini analisa ancaman telah ditinjau kembali, 
terutama tahun silam. Sejak tahun 2004 terlihat suatu perubahan. Kini kelompok 
militan ditindak lebih tegas dan nepotisme berkurang. Mereka kini memutus 
hampir semua hubungan dengan kelompok militan dan menganggapnya sebagai 
ancaman."

Akan sangat membantu kalau India menarik mundur sebagian pasukan dari 
perbatasan dengan Pakistan, kata Masood. Dialog antara India dan Pakistan, yang 
putus setelah serangan, seharusnya dilanjutkan kembali. Dengan demikian 
Pakistan bisa lebih memusatkan perhatian pada Afganistan dan perlawanan 
terhadap Taliban. 

Islamisasi
Para pengkritik khawatir, perwira-perwira baru secara ideologis lebih dekat 
Taliban ketimbang pendahulunya. Mereka dilatih sewaktu Pakistan mengalami 
periode islamisasi, tahun 1970an. Kekhawatiran itu tidak beralasan, kata 
Masood. "Memang dunia makin konservatif, terutama negara-negara Muslim. Ini 
juga berlaku bagi Pakistan dan tentaranya. Tapi bersikap konservatif lain 
daripada fanatik.

Tapi kalau tentara kini lebih bertekad memusnahkan Taliban, mengapa Khalid 
masih belum melihat kehadiran militer di kotanya?

Fazl Khalid: "Kaum militan bersembunyi  di pegunungan dan tempat-tempat 
tertentu di hutan. Wilayah itu tidak padat dihuni, jadi tentara menembaki 
mereka dan menggunakan pesawat untuk mempersiapkan serangan darat."
 
Seperti kebanyakan orang Pakistan, Khalid mendukung ofensif militer. 
"Kebanyakan penghuni lembah Swat menentang Taliban. Tapi mereka tidak berani 
mengatakannya, karena takut. Kalau berani mengkritik Taliban, Taliban akan 
menghancurkan rumah mereka. Orang merasa ditundukkan secara psikologis. Kalau 
pemerintah gagal mengalahkan Taliban dalam waktu satu setengah tahun, mengapa 
sekarang bisa?"


* APA SUMBANGAN 40 TAHUN MIGRASI MAROKO?

Empat puluh tahun silam, mulailah arus migrasi besar-besaran dari Maroko ke 
Belanda. 'Buruh tamu' ini hendak mengadu nasib di negara baru guna menyokong 
keluarga yang ditinggalkan. Sementara, sudah sekitar tiga juta orang Maroko 
yang tinggal di luar negaranya. Bersama-sama, mereka mengirim lebih dari tiga 
milyar euro setiap tahun ke kampung mereka. Apakah situasi di sana membaik?

Fouad Haji asal Rotterdam lahir 40 tahun silam di pegunungan Rif, wilayah 
sepanjang pantai Laut Tengah yang para prianya banyak ke Eropa. Keluarga mereka 
menyusul kemudian. Demikian halnya dengan Fouad. Ia ke Belanda ketika berusia 
13 tahun. Fouad sering pulang ke Maroko dan sangat kritis menanggapi sumbangan 
migrasi terhadap wilayahnya itu.

"Sekilas, Anda mungkin berpikir migrasi tidak berdampak apa-apa terhadap 
orang-orang di pegunungan Rif. Anda lihat itu rumah-rumah baru, besar, dan  
indah. Mereka yang tinggal bisa merasakan bantuan keuangan. Tapi kerugiannya, 
pemerintah di Rabat berpendapat, orang-orang ini bisa mengurusi diri sendiri 
sehingga daerah itu dibiarkan saja. Semua perhatian ditujukan pada 
dearah-daerah lain. Ini yang membuat saya  prihatin. Apabila Anda mengamati 
proses demokrasi, tingkat pendidikan, besarnya investasi, industri, kesehatan, 
maka daerah pegunungan Rif ini benar-benar tertinggal. Ini yang membuat saya 
prihatin".

Demikian dikatakan Fouad Haji, anggota dewan kota Rotterdam. Ia baru saja 
kembali dari konperensi di Maroko, yang juga membahas masalah ini.

Sejarah
Tahun 1969, tahun kelahiran Fouad Haji, Belanda dan Maroko mengikat perjanjian 
migrasi. Belgia, Prancis, dan Jerman sudah terlebih dulu melakukannya. 
Pemerintah Maroko mendorong tenaga buruh di pegunungan Rif yang miskin untuk ke 
Eropa yang kaya. 

Rabat berharap, dengan demikian bisa meredam keresahan yang ada di kawasan itu. 
Akibat krisis ekonomi tahun 1970an, banyak orang Maroko yang tidak kembali lagi 
ke daerah miskin itu. Banyak anggota keluarga yang datang bergabung dengan ayah 
mereka. 

Saat ini sekitar tiga juta orang Maroko tinggal di luar negara mereka, dan 
sebagian besar juga lahir di luar Maroko. Meskipun integrasi meningkat tapi 
masih banyak masalah sosial sekitar kelompok masyarakat Maroko di negara-negara 
ini.

Investasi
Di Prancis berdiam sekitar satu juta orang Maroko, di Belanda terdapat sekitar 
380 ribu. Selebihnya tinggal di Spanyol, Jerman, Italia, dan juga di 
negara-negara Teluk dan Amerika Utara. Bersama-sama, mereka resmi mengirim 
sekitar 3,5 milyar euro ke negara asal, demikian dikatakan peneliti Maroko, 
Paolo de Mas. 

De Mas mempelajari Maroko lebih dari 30 tahun dan sebelum ini menjadi direktur 
Lembaga Belanda Maroko di Rabat. De Mas memperkirakan, di samping jumlah itu 
tadi, setiap tahun masih ada sekitar dua milyar euro lagi uang kontan yang 
masuk Maroko.

De Mas juga mengamati daerah pegunungan Rif tidak banyak menarik manfaat dari 
milyaran euro asal luar negri itu. Memang, bank-bank membuka kantor di daerah 
pegunungan Rif, tapi uang kiriman itu diinvestasikan di luar daerah. Ini bahkan 
dilakukan oleh orang-orang Maroko yang beremigrasi.

"Pada awalnya, mereka kirim uang ke keluarga, membangun rumah baru di desa 
mereka. Ini tahap pertama. Kemudian anda lihat apa yang masih bisa dilakukan 
selain memperbaiki standar hidup. Di samping membeli tanah dan membuat sumur, 
mereka belakangan ini juga menginvestasikan uangnya dalam properti seperti 
hotel atau flat di daerah-daerah yang lebih kaya di Maroko. Dalam kenyataannya 
peluang investasi di daerah seperti pegunungan Rif tengah, sangat terbatas". 

Gaya hidup
Jelas uang kiriman dari luar negeri itu menjadi faktor ekonomi penting untuk 
seluruh Maroko. Tapi menurut De Mas, pengaruh keluarga di luar negeri terhadap 
politik dan budaya juga besar. 

"Jelas,  daerah-daerah asal migrasi sudah berubah dalam 40 tahun terakhir, 
termasuk dari segi gaya hidup. Maroko dibombardir oleh norma, nilai, dan 
ide-ide asing. Misalnya mengenai usia pernikahan dan hubungan seks, tapi juga 
demokratisasi, konsumerisme, dan musik. Anda tidak bisa memisahkan bangkitnya 
fundamentalisme atau konservatifme dari besarnya arus masuk uang, moral, dan 
budaya dari barat". 
 
Fouad Haji gembira bahwa ide-ide mengenai demokrasi barat sekarang masuk ke 
daerah pegunungan Rif. Menurutnya, penduduk sendiri  harus aktif mengejar 
ketinggalan mereka.

"Sementara ini, orang menyadari mereka bisa melakukan tekanan melalui media dan 
politik, dengan turun ke jalan dan mengorganisasikan diri. Dulu, ini tidak ada. 
Mereka juga sadar, tekanan bisa juga dilakukan melalui uang yang dikirim ke 
Maroko. Anda bisa melakukannya sedemikian rupa untuk menekan pemerintah". 

Demikian dikatakan Fouad Haji yang kritis tapi optimis.


* PENJAHAT PERANG DEMJANJUK KEMBALI KE JERMAN

John Demjanjuk yang dituduh pejahat perang, setelah tarik ulur yuridis, 
akhirnya diekstradisi. Ia dituduh terlibat pembunuhan puluhan ribu orang Yahudi 
waktu Perang Dunia II. Pria Ukraina yang berusia 89 tahun ini akan diadili di 
Munchen. Laporan Philip Smet.

Sebelum diekstradisi John Demjanjuk sempat memprotes di berbagai pengadilan di 
Amerika, dengan alasan kesehatan yang memburuk. Tapi hakim akhirnya memutuskan, 
ekstradisi tetap dilakukan, karena Demjanjuk bisa dirawat dengan baik di Jerman.

Menurut Kejaksaan di Munchen Demjanjuk terlibat pembunuhan sekitar 29000 warga 
Yahudi dari Belanda, di kamp Nazi Sobibor (Polandia) pada 1943.

Akhir tahun 80-an Demjanjuk divonis di Israel. Akhirnya ia dibebaskan karena 
bukti tidak memadai, bahwa benar-benar pernah bekerja sebagai algojo di kamp 
Nazi Treblinka.

Bukti

Dakwah yang persis terhadap Demjanjuk belum diumumkan. Yang jelas sudah banyak 
bukti terkumpul yang memberatkan bagi bekas penjaga kamp asal Ukrainia ini, 
tegas pakar holocaust Johannes Houwink ten Cate.

Houwink ten Cate: ""Kehakiman Jerman tahu pasti bahwa ia pernah di sana dan 
kapan. Ada bukti identitas kamp pendidikan Traniki, tempat ia dilatih. Di sana 
tertulis bahwa ia pergi ke Sobibor. Juga ada daftar penugasan kamp di mana 
terbukti bahwa ia bersama serombongan besar pria dikirim ke Sobibor pada 1943, 
dan dari sana dikirim lagi ke tempat lain."

29.000

Yang mencolok adalah angka sekitar 29000 warga Yahudi dari kawasan yang 
diduduki Nazi di Belanda, begitu jelas muncul di perbagai bukti terhadap 
Demjanjuk. Houwink ten Cate tahu anggka itu berdasarkan apa . 

Houwink ten Cate: ''Kehakiman Jerman bertitik tolak dari fakta-fakta yang pasti 
dan menganalisa daftar transportasi dari Westerbork, Belanda, ke Sobibor. Arti 
data ini begitu besar, karena hanya data transportasi dari Belanda ke Sobibor 
saja yang tersimpan. Semua warga yang dideportasi, lengkap dengan nama depan 
dan nama belakang, tanggal dan tempat lahir tertera di sana. Di sana tertulis, 
bahwa pada saat Demjanjuk bekerja di sana, juga ada transportasi dari kamp itu 
dan dari beberapa negara Eropa Timur. Tapi tidak ada daftar trasportasinya."

Kehakiman Jerman memerlukan informasi dari Belanda untuk memetakan data-data 
secermat mungkin. Karenanya sejarawan Houwink ten Cate terlibat dalam 
penyidikan Demjanjuk. Jumlah 29000 orang Yahudi dari Belanda itu belum pasti, 
jelas Houwink ten Cate. Hanya jumlah orang yang bertolak dari Westerbork yang 
diketahui. Begitu tiba banyak orang meninggal, tapi ini tidak ada datanya. 
Berdasarkan keterangan saksi, para penyidik menerka jumlah yang meninggal saat 
diangkut lebih banyak. 

Para penyidik juga menduga ada sejumlah orang yang dijadikan di kamp itu 
sebagai 'Arbeitsjude'. Akhirnya sisanya berjumlah sekitar 29000. Dengan 
demikian, pengacara Demjanjuk tidak bisa menuduh pihak jaksa berbuat tidak 
teliti.

Proses peradilan di Jerman

Pengacara Demjanjuk menjadikan kesehatanya yang buruk sebagai alasan untuk 
tidak bisa diadili. Bagi Jules Schelvis sebagai korban yang selamat kamp 
Sobibor, yang penting Demjanjuk dihadapkan ke hakim.

Jules Schelvis: "Kalau saya mengingat peristiwa itu, saya tidak langsung ingat 
pada Demjanjuk. Saya teringat akan saat saya masuk ke sana pada 4 Juni 1943 dan 
teringat pada apa yang saya lihat di sana. Teringat pada orang-orang yang 
dinyatakan sudah mati tanpa ada vonis, tapi kemudian dibunuh di kamar gas. 
Itulah yang selalu saya ingat. Saya ingat diri saya sendiri, keluarga saya, 
isteri saya yang ditemukan meninggal pada hari itu."

"Tapi Demjanjuk, walaupun usianya sudah 89 tahun, harus menjalani hukumannya. 
Bagi saya, ia tidak perlu masuk penjara. Yang penting dia divonis. Sehingga 
seluruh dunia tahu, bahwa ia dijatuhi hukuman, karena ia terbukti terlibat."

Jules Schelves selamat dari maut di Sobibor, karena setibanya di sana, ia 
termasuk orang yang dipilih untuk bekerja, buruh paksa atau 'Arbeitsjude'. 
Schelvis adalah salah satu pendiri Yayasan Sobibor dan menulis beberapa buku 
tentang Sobibor.

"Kami hanya mau mati dengan damai, " kata isteri Demjanjuk kepada harian Jerman 
Bild. Pertanyaannya: apakah Kehakiman Jerman masih memilik instrumen untuk 
mengadili si gaek asal Ukraina yang berusia 89 tahun ini.


* BANK-BANK BERHEMAT

Bank-bank menutup keran kredit. Demikian keluhan banyak perusahaan menengah dan 
kecil. Juga Bank Belanda mengakui, bank makin sulit meminjamkan uang. Tapi 
sektor perbankan sendiri membantah keras hal itu. Laporan redaktur krisis 
keuangan Johan Huizinga. 

Siapa yang benar, bank-bank yang kurang menyadari salahnya, atau pelbagai 
perusahaan yang mengeluh? Pada survei acak yang diadakan Bank Belanda, para 
bank mengaku memang jadi lebih ketat atas permintaan kredit dari perusahaan. 
Tapi juru bicara Bank Belanda mengatakan, mungkin saja itu untuk menunjukkan 
bank hati-hati dengan uang mereka. Setidaknya di  masa lalu tidak demikian, 
seperti yang dibuktikan akan adanya krisis kredit.


Langsung Ditolak
Sejak bulan Agustus tahun lalu pelbagai bank memang lebih sedikit mengucurkan 
kredit. Tapi penurunannya tidak sebanding dengan penyusutan pasar akibat krisis 
ekonomi saat ini. Apakah bank benar jika mereka menyalahkan penurunan jumlah 
permintaan kredit sebagai akibat resesi?

Willem Overbosch, direktur MKB Servicedesk, sebuah organisasi layanan bantuan 
untuk perusahaan menengah dan kecil Belanda mengatakan itu tidak benar. Banyak 
permintaan kredit yang langsung ditolak, jadi tidak tercatat.

Willem Overbosch: "Sudah pada tahap pertama, mereka menolak banyak permohonan 
kredit. Jadi kalau anda mendatangi bank dan berkata: saya butuh uang, mereka 
menganjurkan anda untuk meninjau kembali rancangan perniagaan. Penolakan 
seperti itulah sering menjadi keluhan. Karena bank tidak mencatat 
kejadian-kejadian seperti itu. Padahal itulah alasan utama penolakan pinjaman."

Resiko Dipertimbangkan
Menurut Rene Loman dari Rabobank Belanda, persyaratan pengajuan kredit tidak 
berubah, tapi "kami menyesuaikan peraturan yang ada,  jadi sedikit lebih ketat 
". Bagi setiap perkiraan penjualan yang diajukan perusahaan, bank akan 
mengatakan, "Sebaiknya kita lihat dulu perkembangannya." Sementara tahun lalu 
sering tidak ada kontrol penjualan seperti ini, karena tidak seorangpun 
mengantisipasi resiko besar. 

Tampaknya banyak bank yang menaikkan cadangan resiko secara tajam. Dengan suku 
bunga yang ekstra tinggi, bank melindungi diri dari resiko pinjaman tak 
terbayar. Tapi tarif 10 sampai 12 persen membuat para perusahaan yang saat ini 
sudah banyak tertimpa persoalan berkecil hati.
Banyak perusahaan yang saat ini mengajukan kredit sangat butuh uang terutama 
untuk membayar hutang yang jumlahnya bertambah terus. Pelbagai perusahaan yang 
punya banyak stok mahal, yang omzetnya jauh berkurang, atau yang berjuang 
dengan pelanggan yang terlambat bayar tagihan. Masalah-masalah seperti inilah 
yang dihadapi perusahaan sehingga mereka membutuhkan kredit tambahan.
Tapi perusahaan sehat pun ingin meminjam uang untuk investasi atas kegiatan 
baru yang sering harus digagalkan karena tidak punya modal lagi, misalnya.
Keengganan bank, yang notabene baru-baru ini menerima banyak uang pajak, untuk 
mengambil resiko adalah hal yang sensitif. Apa pemerintah harus memaksa bank 
untuk membuka kembali keran kredit? Menurut Willem Overbosch dari MKB 
Servicedesk, sanksi tidak ada gunanya.

" Saya kira pemerintah tidak akan menduduki posisi bank.  Mereka harus membantu 
perusahaan menengah dan atas dan memperbaiki suasana ekonomi. Dan mereka bisa 
lakukan itu dengan mendesak bank-bank. Mereka bisa menciptakan lebih banyak 
kemungkinan untuk perusahaan-perusahaan kecil untuk memperoleh dana."

Jadi bank harus punya wawasan lebih dalam masalah bagaimana mereka sebenarnya 
menangani permintaan kredit. Dan ini bukan hanya untuk bank-bank Belanda. Di 
berbagai negara Eropa lain bank-bank berjuang memulihkan keadaan keuangan 
mereka sendiri,  menghindari semua kemungkinan resiko dan mengurangi pemberian 
kredit. Setelah periode dimana hampir semuanya tidak terbatas, tampaknya saat 
ini timbangan berat ke arah sebaliknya.


* MEI '98 KAMI TIDAK LUPA

Tepat sebelas tahun lalu pecah kerusuhan di berbagai kota di Indonesia yang 
kemudian kita kenang sebagai Kerusuhan Mei 98. Perusakan, pembakaran, 
penjarahan, penculikan dan pemerkosaan mewarnai hari-hari kelabu di bulan Mei 
itu. Warga keturunan Cina banyak menjadi sasaran kekerasan. Radio Nederland 
mewawancarai Maesy Angelina dari LSM HIVOS dan Ricky Gunawan dari LBH 
Masyarakat. Keduanya keturunan Tionghoa. 

Maesy dan Ricky  menceritakan pengalaman mereka. Mereka tinggal di Jakarta, di 
komplek yang kebanyakan warga Cina. Saat itu mereka masih berumur empat belas 
tahun. 

Ricky Gunawan: "Ayah saya itu di luar rumah. Jadi itu perumahan, jadi bapak 
saya itu jaga keamanan bersama warga lainnya, bersama para hansip juga. Mulai 
memasang barikade, blokade, mencegah supaya perusuh-perusuh itu tidak masuk. 
Saya ingat betul siang hari ayah saya itu sibuk keluar masuk rumah memberi 
kabar di luar itu seperti apa. Sementara kita yang di rumah disuruh jaga-jaga 
aja. Nanti kalau ada apa-apa. Jadi kalau nanti ada yang masuk mau ngambil, 
ambil aja. Nggak usah macam-macam. Jangan diresehin, kalau mereka mau ambil tv, 
ambil ajahlah. Yang penting nyawanya selamat."

Ratusan warga keturunan Cina lari dari Indonesia. Keluarga Maesy dan Ricky yang 
tidak punya biaya untuk meninggalkan Indonesia tetap tinggal.

Maesy Angelina: "Keluargaku bukan termasuk keluarga yang punya dana cukup 
banyak untuk terbang ke luar. Itu yang pertama. Dan yang kedua, lebih baik kita 
di sini mempertahankan rumah kita serta keluarga kita, karena semua anggota 
keluarga saya, baik dari pihak ayah atau ibu ada di sini. Tapi yang jelas kami 
bukan salah satu keluarga yang punya cadangan dana untuk ke luar negeri." 

Setelah kerusuhan, Suharto dan regim Orde Barunya jatuh. Indonesia memasuki era 
reformasi. Pemerintah di bawah Presiden Habibi membentuk Tim Gabungan Pencari 
Fakta Peristiwa 13-15 Mei. Walau telah dicapai beberapa kemajuan, setelah 11 
tahun masih banyak yang belum terselesaikan. 

Ricky Gunawan: "Walaupun ada beberapa hal yang cukup baik, misalnya Indonesia 
meratifikasi konvensi menentang penyiksaan akibat kejadian ini, di dunia 
internasional, tapi konvensinya sendiri diratifikasi tahun 1998, tetapi sudah 
sepuluh tahun, bahkan sebelas tahun berlalu sekarang tidak ada undang-undang 
yang mengkriminalisasi penyiksaan. Jadi untuk apa kita meratifikasi konvensi, 
tapi undang undang yang mengkriminalisasi penyiksaan itu tidak ada. Jadi ibarat 
misalnya ada polisi melakukan penyiksaan, dia tidak akan bisa dihukum, tidak 
ada pasalnya. Termasuk juga misalnya konvensi penghapusan diskriminasi ras, 
yang juga diratifikasi pasca kerusuhan itu, baru tahun ini undang undang 
diskriminasi disahkan oleh DPR. Jadi bahwa ada satu, dua langkah yang positif, 
ya. Tapi itu masih jauh dari bisa dibilang layak untuk menebus dosa tragedi 
itu."

Tim Pencari Fakta dalam laporan mereka telah menyebut beberapa tersangka yang 
diduga bertanggung jawab. Tapi, sampai saat  ini mereka belum diadili. Letjen 
Prabowo yang waktu itu menjabat sebagai Pangkostrad disebut bertanggung jawab 
atas berbagai kasus penculikan. Namun, sekarang ia mendirikan partai politik 
yang dalam pemilu lalu mendapat suara yang cukup signifikan.  

Maesy Angelina: "Saya ini menunjukkan sebetulnya publik atau masyarakat 
Indonesia bisa jadi A: kurang tahu tentang masalah ini. Atau B: kurang peduli. 
Nah menurutku hal ini harus terus diangkat dan dibicarakan supaya orang-orang 
jadi lebih tahu atau lebih peduli, agar kemudian orang-orang yang 
bertanggungjawab atau diduga bertanggungjawab bisa diminta 
pertanggungjawabannya oleh pemerintah. Karena kalau seperti ini, pesan yang 
disampaikan  ke pemerintah adalah, rakyat tidak peduli. Rakyat tidak memerlukan 
adanya keadilan untuk hal ini, dianggap sambil lalu saja. Pemerintah nggak 
perlu bertanggungjawab. Dan karena itulah harus terus dibicarakan." 


Sebelas tahun setelah kerusuhan Mei 98, Ricky dan Maesy tidak akan melupakan 
apa yang terjadi. 

Ricky Gunawan: "Melihat ke belakang itu jangan diartikan kok kenapa sih 
diusik-usik terus. Bukan dilihat seperti itu. Tetapi melihat ke belakang dalam 
arti ini ada persoalan yang tidak pernah tuntas. Belum tuntas. Rakyat harus 
tahu ada apa di balik tragedi Mei. Siapa yang bertanggungjawab, supaya rakyat 
tahu, ternyata dulu Mei 1998 pernah terjadi seperti ini. Kita tahu pola-polanya 
seperti ini. Kita tahu siapa yang bertanggungjawab. Ke depannya dengan tahu 
kebenaran yang terjadi di masa lalu, kita bisa melihat ke depan dengan lebih 
baik, karena kita sudah pernah mengalami ini. Dan kita tahu persis bagaimana. 
Jadi itulah pentingnya kita melihat ke masa lalu. Tapi jangan sampai dilihat 
itu sebagai mengusik-usik masa lalu orang."

Untuk mendengarkan klik link di atas.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke