---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Sabtu 07 November 2009 16:20 UTC



** JADWAL LAWATAN OBAMA KE JEPANG

** AMERIKA MULAI DEKATI MYANMAR

** BANJIR BESAR LANDA AUSTRALIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: WARGA BELANDA MENEROBOS CELAH TEMBOK



* JADWAL LAWATAN OBAMA KE JEPANG

Menyusul insiden penembakan maut di pangkalan militer di Texas, Amerika, 
rencana kunjungan Presiden Barack Obama ke Jepang, yang dijadwalkan berlangsung 
pekan depan, diundurkan satu hari. Pemerintah Amerika meminta Pemerintah Jepang 
untuk mengubah jadwal kunjungan ini, karena Presiden Barack Obama ingin 
menghadiri upacara pemakaman tigabelas korban tewas akibat insiden penembakan 
tersebut. Menurut jadwal rencana semula, Presiden Barack Obama akan tiba di 
Jepang pada hari Kamis mendatang, dan akan mengadakan pembicaraan dengan 
Perdana Menteri Yukio Hatoyama, serta Kaisar Akihito.


* AMERIKA MULAI DEKATI MYANMAR

Perdana Menteri baru Jepang, Yukio Hatoyama, menyambut perubahan sikap 
Pemerintah Amerika belakangan ini, yaitu melibatkan Myanmar dalam upaya 
menciptakan iklim yang menguntungkan bagi seluruh wilayah Sungai Mekong. Belum 
lama ini, pemerintahan Presiden Barack Obama mengubah sikap politik terhadap 
Myanmar. Amerika kini berusaha melibatkan rezim militer Myanmar, karena selama 
ini, semua sanksi yang diterapkan ternyata tidak membuahkan hasil apa pun. 
Selasa dan Rabu lalu, Kurt Campbell, pembantu khusus Menteri Luar Negeri 
Amerika untuk urusan Asia Timur dan Pasifik, berkunjung ke Myanmar, dan 
mengadakan pertemuan dengan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi dan Perdana 
Menteri Thein Sein. Selama ini, Jepang tetap memelihara hubungan dagang dan 
membuka dialog dengan Myanmar. Menurut Jepang, tekanan keras pada Myanmar, 
hanya akan mendorong penguasa militer lebih mendekat pada Cina, yang merupakan 
mitra dagang dan pendukung politik mereka.


* BANJIR BESAR LANDA AUSTRALIA

Banjir besar melanda pantai Australia Timur. Bencana ini memutuskan hubungan 
jalan raya antara berbagai kota, dan mengucilkan ribuan penduduk. Sekitar 40 
orang penduduk terpaksa diungsikan dari daerah banjir. Di negara bagian New 
South Wales, berlaku keadaan darurat, dan dengan demikian, akan tersedia dana 
bantuan dari pemerintah federal. Selama dua hari belakangan ini, curah hujan 
mencapai ketinggian lebih dari 500 milimeter. Sepanjang tahun ini, banjir sudah 
lima kali melanda daerah tersebut.


* BENCANA LONGSOR DI VIETNAM TENGAH

Paling tidak, tigabelas orang tewas akibat bencana longsor di pantai propinsi 
Quang Nam, Vietnam Tengah, menyusul amukan angin topan dan banjir, yang telah 
lebih dulu menewaskan sekitar 130 jiwa. Penyebab longsor adalah hujan deras 
selama beberapa hari, menyusul  bencana topan tropis, Mirinae, yang melanda 
Vietnam Senin lalu. Bencana longsor ini menggerakkan ribuan ton tanah dan 
lumpur, dan menimbun sekelompok buruh tambang emas.


* OBAMA AKAN KUNJUNGI CINA

Jeff Bader, Direktur Asia Timur, Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, 
menyatakan,  tujuan lawatan Presiden Barack Obama ke Cina bulan ini adalah 
mempererat hubungan yang ada, dan menegaskan akan meneruskan sikap Amerika 
selama ini, yaitu membantu, tapi tidak mengakui kedaulatan Taiwan. Pejabat ini 
tidak menjawab tegas pertanyaan, apakah Amerika bersedia menjual lebih banyak 
persenjataan militer pada Taiwan. Ia hanya menjawab: "Sikap kami mengenai 
penjualan senjata pada Taiwan, tidak berubah." Selanjutnya Jeff Bader 
menyatakan, Amerika menyambut gembira meredanya ketegangan Cina - Taiwan, 
menyusul terpilihnya presiden baru Taiwan, yang dikenal ingin menjalin hubungan 
bersahabat dengan Cina. Peredaan ketegangan tersebut, demikian Jeff Bader, 
tidak akan mengubah kebijakan politik Amerika.


* KORBAN TEWAS DI AFGHANISTAN

Pasukan NATO di Afghanistan mengumumkan hilangya dua orang tentara asal 
Amerika. Selanjutnya, dalam suatu operasi pencarian, 25 orang tentara lainnya, 
menderita luka-luka akibat tembakan. Asal tembakan tersebut masih belum jelas. 
Menurut pihak NATO, tembakan dilepaskan oleh kelompok pemberontak. Sementara 
menurut Kepala Polisi Propinsi Badghis bagian Barat, tembakan tersebut 
dilepaskan oleh pasukan NATO lain. Pada waktu yang sama, kelompok Taliban 
mengumumkan telah menemukan dua mayat tentara asing. Menurut pihak Taliban, dua 
tentara ini tewas karena tenggelam.


* PENGAKUAN PEMBUNUH STANISLAV MARKELOV

Satu dari dua tersangka pelaku pembunuhan advokat hak azasi manusia Rusia, 
mendiang Stanislav Markelov, mengaku telah melakukan tindakan tersebut. Polisi 
berhasil menangkap dua orang ini, Kamis lalu. Stanislav Markelov ditembak mati 
awal tahun ini, pada siang hari, beberapa saat setelah menggelar konperensi 
pers. Tembakan tersebut, juga menewaskan seorang wartawan wanita. Beberapa 
waktu lalu, Kepala Dinas Rahasia Rusia, FSB, menyatakan, pelaku pembunuhan 
kemungkinan besar dari kalangan nasionalis ekstrem. Sementara ini, advokat 
salah satu tersangka menyangkal pernyataan tersebut. Stanislav Markelov 
membangkitkan kemarahan kalangan nasionalis Rusia, karena ia mengangkat 
kasus-kasus pelanggaran hak azasi manusia di Chesna. Mendiang antara lain 
mempermasalahkan pembebasan seorang tentara Rusia, dalam kasus pembunuhan 
seorang gadis Chesna.


* WARGA BELANDA MENEROBOS CELAH TEMBOK
Selama musim rontok tahun 1989 warga Eropa Barat berharap-harap cemas: 
orang-orang Eropa Timur, yang selama ini bermimpi ingin melarikan diri ke 
Barat, kini bisa mewujudkan impian tersebut. Ternyata tidak ada banjir arus 
pendatang. Yang terjadi adalah arus orang Barat ke Timur, menerobos tembok yang 
kini terbuka. Di antara mereka terdapat bankir, pengusaha tani, dan pengusaha 
kecil asal Belanda. Mereka adalah pionir, yang berusaha membuka peluang usaha 
di negara-negara bekas Blok Timur ini. Laporan Laurens Nijzink.
Logam
Ketika itu Herman Hutten memiliki suatu perusahaan logam di Belanda. Saat 
Tembok runtuh, ia sudah punya hubungan bisnis kecil dengan Jerman Timur. Ia 
langsung melihat peluang:
Herman Hutten: "Perusahaan besar tentunya pertama-tama akan mengirim beberapa 
analis. Padahal, kalau kita berpikir jernih, kita berhadapan dengan Jerman 
Timur yang sedemikian luas, yang berbeda dengan negara-negara Blok Timur 
lainnya, punya saudara kembar dengan kemampuan dana sangat besar. Kami tahu, 
Jerman Barat akan ikut membiayai semua kegiatan."
Di suatu bangunan pabrik tua, di atas lahan sewaaan, pada bulan Februari 1990, 
Herman Hutten telah membuka pabrik baru di Jerman Timur.
Buah-buahan tropis
Pengusaha otodidak, Frans Nieuwenhuizen, sebelumnya hanya mengenal Jerman Timur 
dari jalan raya saja. Jika ia mengemudikan truk-truk bermuatan barang bantuan 
untuk Polandia. Sembilan hari setelah Tembok jatuh, ia sudah berkeliaran di 
Jerman Timur, mencari pembeli bahan anti karat bagi mobil. Beberapa pekan 
kemudian ia tahu, menjual buah-buahan tropis tampaknya akan lebih 
menguntungkan. Dengan bekal pengetahuan tiga kata Bahasa Jerman, ia mulai 
menggarap pasar setempat. "Turunkan muatan dari truk, siapkan timbangan, 
kantong plastik dan sejumlah uang recehan, lalu langsung mulai."
Dalam tempo beberapa bulan saja, Frans Nieuwenhuizen sudah punya jaringan luas 
pelanggan besar.
Frans Nieuwenhuizen: "Selama beberapa waktu, saya berkeliling menggunakan mobil 
karavan. Karena, ketika itu, belum ada hotel. Sebagai pedagang keliling, saya 
menggunakan mobil karavan itu sebagai tempat tidur, gudang dan kantor. Mobil 
saya parkir di muka rumah pelanggan. Sebelumnya, pada bulan-bulan pertama, saya 
tidur di mobil Volvo tua saya, hanya berbekal selimut dan bantal."
Perantara
Bagi Ad Heymans dan ayahnya, dua orang ini mendalami usaha pertanian, kenangan 
pada tahun 1989 masih jelas:
Ad Heymans: "Ketika itu saya sering berhubungan dengan Kedutaan Besar Polandia 
di Den Haag. Kami banyak mendengar tentang berbagai hal, lalu berpikir ... Itu 
negeri besar, dengan 40 juta penduduk. Memang saat itu pun komunisme sudah 
mulai payah. Dan semua orang merasa, tidak lama lagi, itu semua akan berakhir. 
Pada suatu ketika, kita harus memberanikan diri, dan mulai melihat-lihat."
Ketika Tembok benar-benar roboh, Heymans senior dan yunior sudah punya banyak 
kontak di Polandia. Orang Polandia butuh modal dan 'know-how' untuk merombak 
sektor pertanian mereka, sementara pengusaha tani Belanda sedang mencari 
peluang untuk memperluas kegiatan mereka. Ad Heyman mempertemukan dua pihak ini.
Untung besar
Ad Heymans hingga kini masih melakukan kegiatan usaha di Polandia. Kini ia 
pengusaha properti. Pada tahun 1991, karena butuh ruangan kantor, Heymans 
senior dan yunior, memutuskan akan membangun sendiri. Kini mereka menguasai 
berbagai gedung perkantoran, senilai 400 juta euro.
Pada tahun 1990-an, Herman Hutten juga ikut memanfa'atkan 'boom' proyek 
perkantoran di Jerman Timur. Jerman Barat menyediakan banyak dana untuk 
membangun Jerman Timur. Dan orang Belanda ikut memetik keuntungan dari proyek 
ini. Antara lain, karena "warga Jerman Timur tidak menyukai mentalitas warga 
Jerman Barat," kata Herman hutten.
Jualan es di kutub
Juga Frans Nieuwenhuizen mengalami masa subur tersebut. Permintaan akan 
buah-buahan tropis seolah tak mengenal batas. Dalam tempo sembilan bulan, omset 
usaha Frans Nieuwenhuizen telah mencapai 14 juta Mark Jerman. Setahun kemudian, 
dengan cara yang sama, ia mencoba memasarkan bir buatan Belanda. Usaha yang 
bermula dengan membawa satu krat bir di truk berisi buah-buahan, dalam tempo 
satu tahun meningkat jadi bisnis bernilai tujuhbelas juta gulden. Padahal, 
menurut Frans Nieuwenhuizen, menjual bir buatan Belanda pada orang Jerman, bak 
'menjual es pada orang Eskimo".
Semangat pionir bagi para pengusaha seperti ini, tampaknya sudah mendarah 
daging. Jadi, jangan heran, kini mereka sudah mulai lebih melebarkan sayap 
lagi. Perekonomian Polandia dan Jerman Timur sudah semakin dewasa. Tapi, 
Rumania, dan lebih jauh lagi, ke wilayah Asia sana, masih banyak wilayah yang 
bisa dijelajah.




---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke