*Tips 158: Kenalilah Tanda-Tanda Kenaikan Kelas Anda*
Hidup ini pelajaran. Hidup ini adalah belajar. Hidup adalah sekolah. Sekolah kehidupan. Seperti sekolah lainnya, akan ada pelajaran, akan ada ujian, dan akan ada kenaikan kelas. Ketahuilah bahwa di dalam hidup Anda, Anda akan mengalami berbagai peningkatan. Itulah kenaikan kelas Anda. Bagaimanakah mengenali tanda-tandanya? Cerita dari pengalaman Saya berikut ini mungkin bisa menginspirasi Anda. Seorang alumni Workshop E.D.A.N. memberanikan diri untuk menjadi EO Workshop E.D.A.N. di Jombang, Jawa Timur. Kita sebut saja namanya Mas Slamet. Dengan semangat yang menyala-nyala, Mas Slamet mengupayakan terselenggaranya workshop ini. Sedianya, workshop ini akan dilaksanakan tanggal 18 Mei 2007 yang baru lalu. Sebelum pelaksanaan workshop, Mas Slamet juga berencana mengundang Saya untuk bicara dalam sebuah motivation hour di kantornya, sebuah perusahaan Korea. Motivation hour itu dijadwalkan berlangsung tanggal 16 Mei 2007, berselisih dua hari sebelum workshop dilaksanakan. Mas Slamet belum pernah ber-EO ria. Ia juga belum pernah menjadi trainer profesional. Ia hanya punya semangat, dan kini semangatnya adalah untuk naik kelas. Naik kelas di dalam sekolah kehidupan. Di tengah semangat yang menyala-nyala, muncullah berbagai tanda tentang kenaikan kelas itu. Kenaikan kelas buat Mas Slamet, dan kenaikan kelas buat Saya. Saya jatuh sakit. Setelah beberapa hari menimbang-nimbang kesehatan Saya, Saya memutuskan untuk membatalkan motivation hour yang telah direncanakannya. Karena keadaan, Saya membatalkannya hanya kurang satu hari dari hari pelaksanaannya. Padahal, Saya sudah membeli tiket pesawat open date ke Surabaya. Saya menghubungi Mas Slamet via telepon memberitahukan pembatalan yang sulit dielakkan itu. Ia shock menerima kabar dari Saya. Namun dengan sedikit bicara, semangat Mas Slamet tetap bisa menyala. Dalam pembicaraan itu, Saya bahkan tidak mereferensikan pembicara pengganti. Saya hanya mengatakan bahwa ia pasti bisa mencari pengganti Saya. Ia pun meluncur ke Surabaya mencari pembicara pengganti. Ia berhasil mendapatkannya. Ia, sempat berkenalan dengan beberapa trainer profesional di Surabaya. Merekalah orang-orang yang akan menjadi inspirasi dan gurunya di kemudian hari. Satu babak ujian selesai dilalui Mas Slamet, dan motivation hour itu tetap terlaksana dengan sukses. Beberapa hari kemudian, saat Mas Slamet menjalankan tugas untuk mensukseskan workshopnya, ia mengalami kecelakaan. Ia menabrak seorang kakek yang mendadak menyeberang jalan. Kakek itu masuk ke rumah sakit, dan Mas Slamet harus mengganti biaya berobatnya sampai beberapa juta rupiah. Mas Slamet sendiri, mengalami luka terbuka di beberapa bagian tubuhnya. Ia menghubungi Saya di Jakarta, menceritakan kejadian yang dialaminya dengan perasaan yang compang-camping. Saya berusaha menyemangatinya, di tengah sakitnya seluruh tubuh Saya sendiri. Mas Slamet tetap bersemangat. Ia menyelesaikan urusannya dengan keluarga si kakek malang, mengeluarkan kendaraannya dari kantor polisi, dan membawanya ke bengkel. Satu babak lagi ujian ia jalani. Beberapa hari kemudian, Saya menghubungi Mas Slamet. Saya menginformasikan bahwa workshop idamannya harus tertunda. Sakit Saya ternyata diperpanjang, dan Saya harus beristirahat sampai lebih dari duapuluh hari. Sekali lagi, Mas Slamet harus mengalami guncangan ujian. Ia harus menanggung berbagai perasaan saat harus mengumumkan penundaan workshop itu. Saya hanya mengatakan, bahwa penundaan adalah pilihan terbaik untuk saat itu. Saya juga tidak ingin jatuh pingsan di tengah workshop. Saya meyakinkan Mas Slamet, bahwa dengan niat yang baik dan tulus, Insya Allah para peserta akan bisa menerima. Semangat Mas Slamet tetap bertahan. Dengan tekun dan penuh percaya diri, dihubunginya setiap peserta yang telah mendaftar workshop untuk menginformasikan tentang penundaan pelaksanaannya. Workshop E.D.A.N. akhirnya ditunda sampai tanggal 2 Juni 2007. Babak berikutnya telah dilewati oleh Mas Slamet dengan tetap bersemangat. Tiga hari menjelang pelaksanaan workshop, Saya berangkat ke Jombang naik kereta api. Pagi harinya, ia menjemput Saya di stasiun kereta api. Tempat Saya akan menginap dekat dari stasiun kereta. Mas Slamet menjemput Saya dengan becak. Di atas becak, Mas Slamet mengatakan pada Saya, "Mas, aku ini menjemput Mas langsung dari rumah sakit." Rupanya, ia melarikan diri dari rumah sakit, setelah diopname selama lima hari! Kali ini ia tidak menceritakan ujiannya. Mas Slamet jatuh sakit, demam tinggi, dan harus masuk rumah sakit selama lima hari. Tapi Mas Slamet tetap bersemangat. Saya bisa melihat, kondisinya masih lemah, tubuhnya panas, dan mulutnya penuh dengan sariawan. Tapi ia tidak mau menyerah. Tekadnya sudah bulat. Malam hari sebelum workshop dilaksanakan, Mas Slamet begadang bersama Saya, menyiapkan berbagai kebutuhan untuk workshop esok hari. Di tengah kesibukan itu, telepon Mas Slamet berdering. Kini, ujian Mas Slamet mencapai puncaknya. Keluarga Mas Slamet memberitahukan bahwa neneknya terkena serangan jantung dan dirawat di sebuah rumah sakit di Malang. Neneknya berada dalam kondisi kritis di ruang ICU. Kali ini, Saya menyerah. Saya katakan pada Mas Slamet, ia boleh meninggalkan semua ini. Saya akan menghandlenya sendiri. Mas Slamet pernah bercerita pada Saya, bahwa sejak kecil ia tidak hidup bersama orang tuanya. Ia hidup bersama neneknya, yang kini terbaring kritis di rumah sakit. Neneknya, adalah orang yang sangat berarti di dalam hidupnya. Mas Slamet menolak usulan Saya. Ia mengerti bahwa neneknya dalam keadaan tidak sadar. Ia hanya bisa pasrah dan berdoa. Tapi semangatnya, tetap menyala-nyala. Esok harinya, workshop itu terlaksana. Mas Slamet telah berhasil melaksanakan apa yang telah ditargetkannya. Dengan penuh semangat dan pantang menyerah, ia berhasil melaksanakannya. Kini, Mas Slamet telah menjadi penghuni di kelas baru yang lebih tinggi, di dalam sekolah kehidupan. Ia telah bertransformasi. Ia menggeser diri ke tempat yang lebih tinggi, dengan cita-cita menjadi Trainer E.D.A.N. Mulai belajar banyak dari para trainer profesional yang telah dikenalnya saat mencari pengganti Saya. Ia juga mulai belajar banyak tentang EO, training, NLP, dan bahkan hypnosis. Saya mempercayainya, untuk memegang kendali Workshop E.D.A.N. di seluruh wilayah Jawa Timur. Mas Slamet, sudah naik kelas. Hari berikutnya, Mas Slamet masih sempat mengisi sebuah sesi motivasi di hadapan ratusan kader PKS Kabupatan Jombang bersama Saya. Mas Slamet, tetap penuh semangat. Mas Slamet, Insya Allah benar-benar naik kelas. Sore harinya, Mas Slamet mengantar Saya ke stasiun kereta. Setelah itu, ia segera meluncur ke Malang menjumpai neneknya yang sedang sakit keras. Buatmu Mas Slamet, selamat atas semangat ente yang luar biasa. Anda sudah naik kelas, dan Anda pasti bisa merasakannya. Selamat menempuh lembaran baru kehidupan, yang penuh dengan berbagai kemungkinan dan pilihan. Tentang nenek Anda, Saya mendoakan agar segera pulih dan sembuh. Tabahlah, banyaklah berdoa, dan tetap semangat! Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Kenalilah tanda-tanda kenaikan kelas Anda di dalam kehidupan. Seperti sekolah yang selama ini Anda kenal, setiap kenaikan kelas di dalam kehidupan, akan berarti ujian dan tantangan. Berikut ini adalah sebagian dari tanda-tanda tentang kenaikan kelas Anda. 1. Jika Anda mulai memasuki, mendalami, dan melakukan hal-hal baru di dalam hidup Anda, maka: 2. Akan datang berbagai cobaan dan ujian. Cobaan dan ujian itu, sangat mungkin akan datang bertubi-tubi dan silih berganti. Satu dilalui, datang lagi yang berikutnya. Fenomena ini bisa berlangsung beberapa minggu, sampai beberapa bulan. Jika Anda, kini atau nanti, mengalami berbagai ujian dan cobaan yang bertubi-tubi, masalah dan kesulitan yang datang silih berganti, maka terimalah semuanya dengan sabar dan ikhlas. Percayalah dan yakinlah bahwa itu semua adalah tanda-tanda kenaikan kelas Anda. Tak perlu terlalu bersedih hati, tetaplah bersemangat dan pantang menyerah. Jika Anda berhasil melaluinya, maka Anda akan benar-benar naik kelas ke jenjang kehidupan yang lebih tinggi. Itu berarti, satu langkah lagi berhasil Anda lalui, untuk menuju cita-cita kesuksesan Anda. Saya Ingin Anda Sukses, Saya Harus Membuat Anda Sukses. Ikhwan Sopa Trainer E.D.A.N. 021-70096855 ikhwan dot sopa at gmail dot com http://milis-bicara.blogspot.com
