Masih ingatkah anda tentang cerita gajah dan empat orang 
buta?  Kalau  sudah lupa saya mencoba mengingatkannya kembali, begini 
ceritanya :

Ada empat orang buta yang diberi kesempatan untuk menguraikan tentang 
binatang gajah. Waktu yang diberikan kepada mereka tidak lama hanya satu 
menit saja.

Dimulai dari orang buta pertama, dengan wajah bersemangat dia memilih 
bagian depan, ternyata yang dia raba adalah belalainya. Dengan berdecak 
kagum dia membayangkan ternyata gajah itu bulat, panjang, keras dan agak 
lentur seperti ular saja layaknya.

Orang buta ke dua, tidak menyia-nyiakan kesempatan satu menit itu untuk 
memegang telinga gajah. Dia raba telinga gajah, otaknya menyimpulkan bahwa 
gajah itu seperti kipas, tipis, lebar dan bergerak-gerak.

Giliran orang buta yang ke tiga, dia menuju ke bagian tengah, dipilihnya 
badannya gajah. Setelah dia raba dia terkaget-kaget, karena katanya gajah 
itu seperti tembok. Keras dan tinggi dan luas.

Terakhir orang buta ke empat, tanpa menyia-nyiakan waktu yang hanya satu 
menit, dia memilih bagian belakang, yaitu kaki gajah. Setelah dia raba-raba 
dan amati ternyata gajah itu seperti batang pohon besar, tinggi, bulat dan 
kokoh.

Satu menit telah berlalu, kemudian mereka paparkan hasil pengamatannya itu 
pada suatu forum dengan judul "Gajah dan Kebenaran".

Ada empat kesimpulan yang diberikan oleh empat orang buta, masing-masing 
orang buta meyakini akan kebenaran apa yang dia amati dan dia rasakan, 
masing-masing orang buta tidak mau mengalah akan kebenaran yang dia yakini, 
mereka tidak mau disalahkan oleh yang satu dengan yang lainnya.

Gambaran diatas hanyalah contoh sederhana terhadap apa yang terjadi pada 
agama kita dewasa ini, masing-masing firqoh, golongan, mazhab menganggap 
dirinya yang paling benar dan yang lainnya sesat atau salah. Akhirnya 
mereka saling menuding, saling menghancurkan antara yang satu dengan yang 
lainnya dengan dalih kebenaran.

Demikianlah kebenaran yang dicari selalu berselimutkan tanda tanya, sehinga 
terjadi friksi-friksi perbedaan. Janganlah larut dalam perbedaan, temukan 
kesamaan, dengan melihat suatu hal yang sama, maka kedamaian mudah 
didapatkan. Perbedaan adalah berkah kenapa kita harus berperang untuknya?

Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com   





BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar


Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--==-=--==-=-=--=-=-=-=-=-=
Bina Nusantara mempersembahkan
25 Tahun Bersama Binus untuk Indonesia
1981 - 2006

Venue: Plenary Hall, Jakarta Convention Center
Date : 25 February 2006
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--==-=--==-=-=--=-=-=-=-=-=
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke