DARI MILIS SEBELAH
 Kisah MLM
<http://groups.yahoo.com/group/forum-qualitycenter/message/2462;_ylc=X3oDMTJyZzM0YmQxBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzE1OTU5NDczBGdycHNwSWQDMTYwMDAwMTM4MARtc2dJZAMyNDYyBHNlYwNkbXNnBHNsawN2bXNnBHN0aW1lAzExNTI5MzIzNzg->
Posted
by: "ronny simatupang" [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]:+Kisah%20MLM>  Wed Jul 12, 2006
6:39 pm (PST) Source: batak_gaul milis

Hancur bersama MLM
(Sari Dewi, Jakarta)

Hallo Zev,

Masih mengikuti tema kamu mengenai pandangan orang sekarang yang
terlalu berlebihan terhadap materi, saya mau ikutan curhat nih
mengenai masalah saya saat ini yang berkaitan erat dengan itu.
Sedikit mengenai saya, saya wanita umur 35 thn, karyawati di bank
pemerintah, suami juga bekerja di tempat yg sama, lain bagian. Boleh
dikata, hidup kami bahagia, dgn 2 orang anak umur 5 dan 4 thn, yg
sedang lucu2nya.

Suami saya adalah anggota sebuah Multi Level Marketing (MLM) terkenal
sebut saja "Am" sejak 5 tahun lalu. Dia masuk diajak oleh teman
dekatnya sejak kecil. Terus terang Zev, kehidupan kami berubah sejak
itu. Tadinya saya pikir dia hanya ikut-ikutan saja dan ngga lama lagi
bakalan bosan, ternyata makin lama makin kecanduan dan sudah seperti
orang lain yang tidak saya kenal. Pandangannya berubah total, isi
pikirannya sekarang hanya uang, uang, uang, harus kaya, harus sukses,
harus berhasil. Mungkin tidak ada yang salah mengenai itu, tapi
kehidupan kami boleh dikata hancur gara-gara pandangan tersebut.

Sejak masuk MLM, suami saya rajin mengikuti seminar, workshop,
kumpul2, dan juga cari "mangsa baru" yang banyak menghabiskan waktu
kebersamaan kami, bayangkan Zev, pulang kerja dia masih sedikitnya
menghabiskan waktu 2-3 jam untuk janji ketemu si A, si B, si C, hari
sabtu-minggu yang sebenarnya waktu untuk keluarga dihabiskan olehnya
untuk mengikuti seminar atau mencari downline baru. Saya sebenarnya
kagum atas kegigihannya dan kerajinannya, tapi ya itu Zev, kasihan
anak-anak, kapan ada waktu untuk keluarga. Kalau diomongin jawabnya
hanya "Kamu mau kaya ngga? mau punya rumah gedong ngga? mau jalan2
keluar negeri ngga?" Saya ngga mau Zev, saya hanya mau hidup normal
seperti orang lain, tapi cape ngomong dengan suami saya, seperti
berhadapan dengan tembok. Lama-lama saya cape ngomong, kebanyakan
saya hanya diam dan pergi sendiri sama anak-anak.

Cukup banyak orang yang terpengaruh oleh suami saya (suami jago
ngomong) dan masuk jadi downline, suami saya sendiri sejak masuk MLM
sudah berubah drastis jadi orang yang menjaga penampilan, perlente
kali istilahnya, kemana2 pakai dasi, nenteng laptop, pokoknya kalau
ketemu suami saya, percaya deh ini orang top, boss, atau proffesional
kelas atas. Saya sendiri dan anak-anak dipaksa juga selalu menjaga
penampilan, kalau ke rumah downlinenya, wah Zev, kayak mau ke pesta
deh penampilannya. Memang semua hanya penampilan luar, menipu,
menyesatkan, hanya biar kelihatan sukses, lama-lama saya juga muak
Zev, yang sebenarnya tidak seindah penampilannya.

Terus terang Zev, kalau dibilang apakah benar cepat kaya kalau ikut
MLM, saya berani bilang tidak. Meski suami sudah punya banyak
downline yang artinya banyak pemasukan, tapi ngga sebanding dengan
pengeluarannya Zev. Ikut seminar, beli buku (sekarang dia ngga mau
baca buku lain selain buku keluaran MLM-nya), beli kaset, beli dvd,
bahkan tahun lalu dia mengikuti seminar MLM di luar negeri,
biar "gaya dan kasih kesan sukses berat" katanya, padahal Zev, kami
sekeluarga jalan-jalan ke Bali saja belum pernah, uangnya juga minjam
dari kakaknya. Terus banyak pengeluaran untuk membeli barang-barang
kebutuhan sehari-hari dari MLM-nya, saya rasa harganya tetap mahal,
meski pakai harga distributor dan dapat poin, tapi ya itu, kata
suami "kita khan harus setia, masa kita jualan barang tapi ngga mau
pakai barang itu". Belum lagi untuk menjaga penampilan katanya, suami
berani beli mobil baru, Rp. 100 juta buat mobil baru, padahal
tabungan sudah menipis, rumah saja belum lunas, mobil lama masih ada,
meskipun jelek tapi masih bisa jalan dan ngga bisa dijual karena jadi
jaminan buat beli rumah. Uang buat beli mobil pinjam dari kakaknya
juga (kakaknya seorang pengusaha yang lumayan sukses).

Masalah paling akhir saat ini, suami mau keluar kerjaan, mau total di
MLM-nya katanya. Ampun Zev, saya stress, selama ini kami bisa
bertahan hidup karena dia masih ada kerjaan tetap, dengan hanya
mengandalkan gaji saya, tidak cukup untuk hidup di Ibukota ini, apa-
apa mahal. Berpikir suami akan sukses, akan jadi kaya, wah, selama
ini saya membiarkan karena saya sendiri berpikir mungkin memang bisa
kaya, bisa sukses, tapi tidak Zev, makin hancur mungkin iya, baik
pikiran (susah untuk membalikkannya lagi, ntah apa yang diajarkan di
seminar), waktu (tidak ada waktu untuk keluarga) dan uang (demi
penampilan rela keluar uang, meski harus ngutang).

Mungkin saya perlu nasehat Zev dan pembaca, kalau nasehatnya ngomong
baik-baik dengan suami, wah, mentok!! Teman baiknya yang tidak
sepaham dengannya soal ini dan mencoba memberi nasehat untuk keluar
dari MLM "Am" ini malah dimusuhi. "Pokoknya yang negatif-negatif
harus disingkirkan kalau mau sukses, pikiran harus selalu positif"
kata suami saya, ketika saya memperingati kok teman sendiri dimusuhi.
Tapi memang Zev, teman atau orang yang ngga mau diajak ikutan MLM
oleh suami dianggap orang luar olehnya. Waktu anak saya ulang tahun,
maunya dia pesta gede-gedean dengan mengundang orang-orang "penting"
katanya, ternyata yang diundang hanya teman-teman MLM-nya, teman-
teman kami sendiri yang tidak ikut MLM malah tidak diundang. Ketika
saya tanya, jawabnya hanya "ini pesta orang-orang penting". Terus
terang saya tidak suka dengan teman-teman suami saya/upline,
penampilannya "wah" semua (ngga tahu dibelakangnya), rada sombong,
dan selalu berpikiran mereka sendiri yang paling hebat.

Terima kasih Zev atas dimuatnya surat ini. Nasehat dan tanggapan
pembaca KoKi saya tunggu.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/wf.olB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 



BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar


Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--==-=--==-=-=--=-=-=-=-=-=
Bina Nusantara mempersembahkan
25 Tahun Bersama Binus untuk Indonesia
1981 - 2006

Venue: Plenary Hall, Jakarta Convention Center
Date : 25 February 2006
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--==-=--==-=-=--=-=-=-=-=-=
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke