Rekan-rekan yang baik,

Tulisan diatas adalah tulisan inspiratif filsafat, jelas bukan agama. 
Konklusi diambil oleh sipembaca sendiri.
ide cerita yang saya tulis  tidak ada maksud membuat citra baik 
terhadap  binatang satu dibanding dengan binatang lainnya. Karena 
masing-masing binatang memiliki karakteristik sendiri, tentu baik versi 
manusia belum tentu baik versi binatang, hanya saja subyektif kita 
mengarakterkan  binatang dengan versi manusia sesuai dengan apa yang 
diinginkannya padahal  esensi tetap sama, dan dibalik semua sifat binatang 
disitu ada tanda-tanda penciptaanNya, malah bagi yang memahami kesatuan 
alam dibalik semua  ciptaannya ada sang pencipta di sana.

Intinya cerita yang saya buat memang hanya cerita saja seperti cerita 
kartun/fabel kan masing-masing binatang memiliki karakternya dan kita hanya 
bisa ambil intisari darinya.

Cerita tentang babi ini bisa saja dirubah menjadi sapi, maksudnya sama saja 
dengan sapi yang diharamkan oleh umat hindu.

Jadi memaknai suatu cerita harus berfikir jernih, jangan mengedepankan 
emosi. Kebenaran agama adalah kebenaran normatif apapun agamanya, sementara 
kebenaran yang kita anut kebanyakan berharaf kebenaran logis - yang masuk 
akal. Bisakah kita melepas dari dogma itu? Semoga saja bisa...

Apabila ada kata yang salah dalam tulisan saya mohon dimaafkan. Karena 
tidak dimaksud untuk membuat keruh suasana.

Salam,
Dj

At 09:07 AM 8/3/06, you wrote:
>Hi Bung Verri,
>
>Tulisan yg menarik, tetapi sepertinya ditulis oleh orang yang TIDAK
>BERPENDIDIKAN.
>Saling menghargai dan menghormati adalah kunci hidup damai bung!!!!
>
>verri DJ wrote:
> >
> > CSFTS : Filsafat Babi VS Filsafat Ayam
> >
> > Pernah ada seorang sufi bertandang ke negara Paman Sam. Disana dia
> > ditanya
> > perihal kenapa babi diharamkan oleh Tuhannya umat Islam padahal daging
> > babi
> > itu enak sekali rasanya. Kenapa yang enak-enak itu yang dilarang?
> >
> > Menjawab pertanyaan pelik itu sang sufi sulit sekali untuk menjawabnya
> > karena yang bertanya adalah seorang akademisi yang maunya dijawab secara
> > ilmiah dan logis.
> >
> > Sesuatu yang dilarang oleh agama tentu kewajiban bagi penganutnya untuk
> > mematuhinya, karena itu adalah kebenaran normatif, yang mau ataupun tidak
> > mau penganutnya harus tunduk dan patuh.
> >
> > Karena mendapat desakan pertanyaan tersebut secara terus menerus akhirnya
> > sang sufi menjawab "Bila anda memang memerlukan jawabannya, kalau tidak
> > berkeberatan tolong siapkan babi jantan dan betina beberapa pasang dan
> > ayam
> > beberapa pasang.... dan bawa binatang-binatang tersebut kemari..." ujar
> > sang sufi.
> >
> > Akhirnya dibawakanlah apa yang diinginkan sang sufi. Satu persatu babi
> > dan
> > ayam itu dilepaskan, ada babi betina yang dikerubuti babi jantan untuk
> > dikawin bergiliran, sementara itu ayam berbeda dengan babi setelah salah
> > seekor ayam jantan (jago) mengawini, datang jago yang lain, sayangnya
> > jago
> > pertama tidak mau menerimanya akhirnya keduanya bertarung sampai salah
> > satu diantaranya jatuh tersungkur dan berteriak 'keooook.." yang artinya
> > ampun atau ayang yang kalah menerima kekalahannya. Yang kalah langsung
> > ngibrit melarikan diri.
> >
> > Demikianlah dalam dunia flora fauna, ayampun memiliki kehormatan versi
> > ayam
> > sehingga berani mempertaruhkan nyawa demi kekasih yang dicintanya (ayam
> > betina) pasangannya, sementara babi tanpa ada belas kasihan sang jantan
> > pertama membantu pejantan kedua untuk bersama-sama melampiaskan nafsu
> > kebinatangannya terhadap babi betina. Budaya babi tak memiliki kehormatan
> > versi babi.
> >
> > Semestinya kita belajar pada filsafat ayam untuk mempertahankan cinta
> > kasih
> > kita kepada istri atau pasangan tercinta, bukan berguru pada babi.
> >
> > -o0o-
> >
> > Makanan biasanya menyifati siapa saja yang memakannya. Orang yang
> > vegetarian tentu berbeda tabiatnya dengan orang pemakan segalanya.
> > Demikian
> > juga tentu ada pengaruhnya bagi yang memakan daging babi terhadap
> > perkembangan jiwanya.
> >
> > Di dalam agama Islam babi dilarang untuk dimakan, tidak ada alasan untuk
> > diperdebatkan karena itu adalah perintah Tuhan. Kalaupun sebagian ahli
> > gizi
> > menemukan cacing pita yang terkandung didalamnya ini adalah suatu
> > kebetulan. Kesenangan manusia beragam, tentu tak elok memaksakan kehendak
> > terhadap yang bukan penganut agama Islam untuk melarangnya memakan babi
> > karena ini menyangkut masalah selera, dan selera itu tidak bisa
> > diperdebatkan, daging babi adalah nikmat bagi yang menyukainya, hanya
> > saja
> > bagi penganut yang mempercayai bahwa babi itu haram atau dilarang untuk
> > dimakan tetapi mencobanya, maka yang dirasakan bukannya nikmat tetapi
> > justru sebaliknya merasa berdosa dan membuat jiwanya sengsara serta
> > merana.
> >
> > Salam,
> > <http://ferrydjajaprana.multiply.com/ > 
> <http://ferrydjajaprana.multiply.com/>>http://ferrydjajaprana.multiply.com
> > <http://ferrydjajaprana.multiply.com>
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
>
>
>
>BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
>Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
>
>Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
>Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
>
>
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
>




BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar

Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke