CSFTS : Mantan Jawara Dunia Bulutangkis Coba Bunuh Diri

Malam ini aku melihat salah satu channel televisi swasta yang mempromosikan 
akan ada acara wawancara percobaan bunuh diri oleh salah satu mantan juara 
dunia bulutangkis. Acaranya sendiri aku belum sempat menontonnya, hanya 
saja masalah yang menimpanya itu membuat empathyku bekerja mencari tahu 
bagaimana solusinya. Cinta membuat manusia bisa putus asa, cinta tidak 
pernah memandang bulu, walaupun terhadap atlit bulutangkis sekalipun.

Kenapa sampai terjadi jawara yang sehat jiwa dan raganya itu 
mau  mengakhiri hidupnya dengan ber'hara kiri'? Mana kemujaraban peribahasa 
latin "Mensano in corpore sano" dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang 
sehat? Bukankah keinginan bunuh diri itu karena jiwanya rapuh? Ibaratnya 
laba-laba yang membuat sarang di raket tak bersenar, menganggap apa yang 
dia buat cukup kuat menahan serangga atau apapun yang datang siap 
dimangsanya, sial ketika datang shuttle cock hancur luluh sehingga sarang 
laba-laba tak bersisa. Mental bisa juara, tapi jiwanya rapuh digoncang takdir.

-o0o-

Sebenarnya apa sih yang dicari dalam kehidupan kita? Manusia hidup dalam 
penderitaan dan kematian. Kenikmatan yang dirasakan tak bisa menerima 
realitas ini. Sarana kesenangan kita adalah tubuh atau raga, tubuh pula 
merupakan sasaran dari rasa jenuh, putus asa, penyakit dan kematian.

Kita hidup umumnya tidak memiliki sistem nilai kebudayaan dan spiritual 
yang merukunkan kesetimbangan jiwa dan raga, kita dengan tubuh. Kita tidak 
diajarkan bagaimana tata cara mengabdi. Kita memuja tubuh kita, tapi tidak 
menyucikannya. Pada dasarnya pola hidup yang dianut itu seperti pola kerja 
tanpa kesadaran, berusaha untuk memuaskan ego, membeli apa yang kita 
inginkan, mencintai orang seperti keinginan kita. Kita teledor, masih ada 
eksistensi diri yang tidak diperhatikan, kita mencoba memenuhi hasrat tapi 
melupakan makna hidup. Walaupun Tuhan  bisa disingkirkan dari memori, tapi 
hakikatnya tidak bisa, karena diam-diam ada ketegangan dalam jiwa, ada rasa 
dosa, kalaupun kita percaya telah mereguk rasa nikmat dan bahagia, ada satu 
tanya muncul dalam benak, apakah ini nyata? Berapa lama ini akan berlangsung?

Selalu fokus pada ego atau diri sendiri sama saja menyembah diri "berego 
musyrik". Berbeda dengan orang yang mampu menghilangkan diri yang palsu 
(fana), sebagaimana lazimnya dalam peribadatan yang tulus, dimana 
individualitas yang sejati muncul, disini tidak terjadi ketegangan karena 
manusia utuh bertemu dengan sesama manusia utuh lainnya.

Definisi cinta, cinta adalah proses yang tumbuh dan berkembang. Cinta 
adalah kekuatan yang akan menyembuhkan dari rasa kebersalahan hidup dan 
mengangkat derajat ke makna baru. Jadi kenapa harus bunuh diri karena 
cinta? Untuk memahami cinta kita harus bekerja sama dengan cinta itu 
sendiri. Muara cinta adalah hati, berarti Sang hati perlu mendapat 
pencerahan atau pelatihan agar mampu menerima berbagai cobaan.

Hati yang sadar mudah menerima pesan dari Dzat Yang Wujud, dan siap 
dibimbing oleh Dzat tersebut. Ketika hati tersucikan ia mengadakan hubungan 
dengan ruh, daya kemampuan yang baik dan mulia dari jiwa terbuka, 
kemanusiaan kita yang suci mulai tampak. Selanjutnya, secara bijak kita 
dapat menyatukan kehendak diri yang terisolasi dengan kehendak Dzat Yang 
Maha Pengasih dan Penyayang melalui pengetahuan tentang hati.

Tuhan telah menciptakan manusia dalam proporsi yang sempurna, dan meniupkan 
ruhnya dalam diri kita. Namun, karena kita menjauhkan diri dari Dzat Yang 
Wujud, maka membuat kesetimbangan "dunia" rusak. Tubuh, pikiran dan ekologi 
tidak nyambung, sehingga terjadi penolakan terhadap sifat esensial atau 
fitrah kita.

Manusia memiliki kapasitas yang luar biasa, yaitu dengan pasrah diri secara 
totalitas kepada Dzat Yang Wujud, dengan pengaktifan rasa pasrah ini kita 
akan terlepas dari putus asa dan patah arang, ataupun putus nyawa dari 
badan, inilah kata kunci yang dicari sang oleh jawara. Semoga saja dia 
menemukannya...

Salam,
<http://ferrydjajaprana.mltiply.com/>http://ferrydjajaprana.mltiply.com  

[Non-text portions of this message have been removed]




BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar

Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke