Cara Menyikapi Tuntutan Produktivitas :

Teknologi memudahkan pekerjaan kita dan itu sama
artinya dengan menuntut kita untuk lebih produktif.
Dengan demikian, waktu untuk bekerja tidak berkurang
dan waktu untuk bersenang-senang tidak bertambah.
Misalnya, PC atau sebuah komputer telah meningkatkan
ekspektasi akan tipe, jumlah dan kualitas hasil kerja
individu.

Dulu, para profesional dan jajaran eksekutif
tergantung pada sekretaris untuk macam2 bantuan
layanan. Tapi, kini kita bisa meng-handle lebih banyak
kerjaan administratif tanpa banyak bantuan orang lain.
Seorang Chief Executive Officer (CEO) bisa mengerjakan
sendiri proposal atau materi presentasi seminar.

Dengan kata lain, di satu sisi kita diharapkan pada
ironi : PC telah menambah beban kerja individual
karena dengannya kita jadi memiliki kemampuan untuk
mengerjakan semua hal sendirian. Di sisi lain, ada
berkahnya juga : kita jadi produktif. Tapi, benarkah
(menjadi) produktif itu berkah?

Yang banyak dijumpai kemudian, tuntutan akan
produktivitas di tempat kerja memicu munculnya
rupa-rupa problem kesehatan. Karena harus produktif,
orang jadi stres dan depresi, lebih banyak merokok
hingga penyalahgunaan alkohol dan obat2 terlarang.
Suka atau tidak suka, inilah dunia tempat kita hidup.

Produktivitas bisa dicapai tanpa atau setidaknya hanya
dengan sedikit stres, jika kita tahu taktik dan cara
yang benar dalam mendekatinya. Kita bisa memulainya
dengan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada diri kita
sendiri untuk menguji seberapa tinggi motivasi yang
(masih) kita miliki. Seperti, hal2 apa saja yang
paling membuat Anda senang mengerjakannya? Kemudian,
momen2 apa yang paling membahagiakan dan memuaskan
dalam hidup Anda? Serta, apa yang ingin Anda lakukan
jika hidup Anda tinggal 5 tahun lagi?

Tuliskan jawaban Anda sebanyak mungkin tanpa
memikirkannya. Lalu, bacalah jawaban2 Anda itu dan
cermati, apakah ada nilai2 tertentu yang muncul di
situ. Kini, bandingkan nilai2 itu yang mencerminkan
"apa yang Anda inginkan" itu dengan "apa yang Anda
kerjakan selama ini". Berapa banyak kesesuaiannya?

Jika pekerjaan Anda ternyata di luar nilai2 yang Anda
harapkan, bukan berarti bahwa Anda harus mengundurkan
diri besok pagi. Anggaplah tanya jawab tadi sebagai
latihan berfikir filosofis. Sekarang, mari berlanjut
ke level praktis. Apakah Anda mencintai atau tidak
pekerjaan Anda saat ini, ada hal2 spesifik yang bisa
Anda lakukan untuk meningkatkan produktivitas.

Berikut ini sejumlah cara yang bisa Anda coba :
1. Manjakan diri Anda sendiri setiap kali selesai    
mengerjakan proyek tertentu, atau berhasil melewati   

satu masa kerjaan tertentu. Misalnya, beristirahat
setiap dua jam atau keluar kantor untuk makan siang di
mal.
2. Buatlah semacam daftar "apa yang harus kulakukan".
3. Berjanjilah untuk memenuhi deadline, terutama yang
berhubungan dengan orang lain.
4. Percayalah pada kekuatan niat, "Aku akan
menyelesaikan pekerjaan ini dalam 5 jam", dan beraksi
untuk mewujudkan tujuan itu.
5. Beristirahat total pada akhir pekan tanpa
memikirkan pekerjaan. Itulah kesempatan bagi Anda
untuk "tidak harus produktif".
6. Tuliskan tujuan2 karir Anda. Di posisi mana Anda
ingin berada dalam setahun ke depan? Dalam tiga tahun?
Lima tahun? Persiapkan diri Anda dengan tahapan2 untuk
mencapainya. Buatlah rencana aksi untuk melewati tahap
demi tahap itu dengan baik. Ingatlah, tempat kerja tak
akan pernah terbebas dari stres. Setiap karyawan mau
tidak mau harus menghadapi stres dengan tingkat yang
berbeda2 yang dipicu oleh tuntutan produktivitas.
Jadi, Anda tidak sendirian. Yang penting, jangan
biarkan stres itu memburuk dan mencemari lingkungan
kerja.

Tulisan di atas dikutip dari koran.




 
____________________________________________________________________________________
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
http://videogames.yahoo.com/platform?platform=120121

Kirim email ke