Wah peringkat Indonesia turun lagi..Satu satu nya lagi
di dunia yang turun dibanding negara lain.. :(

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0801/12/ln/4160977.htm

Laporan Investasi Dunia
Posisi Indonesia Meredup 


Jika Indonesia makin tak terhormat di dalam hubungan
internasional, sebenarnya hal itu bukan mengada-ada.
Setidaknya secara ekonomi, hal itu mempunyai bukti. 

Simak misalnya laporan terbaru Konferensi Perdagangan
dan Pembangunan PBB (UNCTAD) dengan judul "World
Investment Report 2007". 

Di dalam laporan itu disebutkan bahwa secara global
terjadi peningkatan investasi senilai 1,5 triliun
dollar AS. Praktik merger dan akuisisi mendominasi
kedatangan investasi asing (foreign direct
investment/FDI). 

ASEAN pun makin berkibar soal kedatangan FDI hingga
tahun 2006. Sepanjang 2006, ASEAN kemasukan FDI 51,483
miliar dollar AS, yang dipimpin Singapura (24,2 miliar
dollar AS), diikuti Thailand (9,75 miliar dollar AS),
Malaysia (6,06 miliar dollar AS), dan Indonesia 5,5
miliar dollar AS). 

Kontras dengan Singapura, Thailand, Malaysia, dan
Vietnam, Indonesia disebutkan satu-satunya negara di
dunia yang terjatuh. Kejatuhan itu adalah dalam
konteks, posisi Indonesia yang pernah menjadi andalan
bagi investor asing pada dekade 1990-an menjadi negara
yang kurang dilirik investor asing. Dengan demikian,
Indonesia disetarakan dengan negara-negara yang
kacau-balau dari Afrika, Myanmar, dalam konteks
potensi untuk kedatangan investasi. 

Di sisi lain, berbagai negara berkembang di Asia
mengalami peningkatan kinerja soal kedatangan FDI
dibandingkan dengan semua negara berkembang di dunia.
Posisi negara berkembang Asia soal kedatangan FDI juga
terus menguat hingga sekarang dari satu dekade lampau.


Melengkapi kisah sedih ini, UNCTAD juga menyusun
peringkat berbagai negara soal potensi kedatangan FDI.
Praktis Indonesia kalah dari Vietnam, Thailand,
Malaysia, apalagi dengan Singapura. Indonesia hanya
unggul dengan Filipina di ASEAN dalam konteks potensi
kedatangan investasi. 

Peringkat Indonesia adalah di urutan ke-95 dalam hal
indeks kedatangan FDI pada 2006. Dalam peringkat
serupa, posisi Malaysia ada di urutan ke-62, Thailand
(52), Vietnam (78), dan Filipina (102). 

Pelayanan pada investasi asing, keberadaan prasarana,
dan kepastian hukum yang buruk jadi alasan utama di
balik buruknya penampilan Indonesia tersebut. Ada
beberapa hal yang diharapkan dari Indonesia, yakni
perbaikan peraturan dan prasarana, sehingga Indonesia
bisa kembali meraih pamornya yang pernah dimiliki satu
dekade lalu. 

Sedikit kabar gembira 

Ada satu kabar gembira, posisi Indonesia yang buruk
soal peringkat pada tahun 2006 itu merupakan perbaikan
dari peringkat dari dua tahun sebelumnya. Pada tahun
2004, indeks penampilan Indonesia soal kedatangan FDI
ada di urutan ke-136 pada 2004 dan di urutan ke-106
pada tahun 2005. 

Namun, negara tetangga RI di ASEAN juga mengalami
perbaikan peringkat pada periode yang sama dalam
konteks indeks kedatangan FDI. 

Bisa dikatakan, andaikan tidak memiliki sumber daya
alam, Indonesia mungkin sudah tak akan dilirik
investor asing. Dalam laporan UNCTAD itu, FDI masih
berdatangan ke Indonesia. Namun, jenis FDI yang masuk
itu adalah investasi di sektor pertambangan, terutama
asal AS. 

Namun, FDI untuk sektor pertambangan juga
memperlihatkan potensi buruk. UNCTAD melaporkan bahwa
hubungan rakyat sekitar dengan perusahaan pertambangan
juga sarat dengan konflik sosial. Ini turut membuat
FDI untuk sektor pertambangan juga surut ke Indonesia
pada tahun 2006. (MON) 



      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke