64-bit, berarti semua access dari process ke external peripheral menggunakan 64-bit mode. Ini berlaku untuk address bus dan data bus.
Sebagai contoh simple, misalnya untuk akses memory, dengan 32-bit mode, berarti kita membutuhkan misalnya 1 cycle untuk fetch memory sebesar 32-bit, sedangkan di 64-bit kita bisa fetch langsung 64-bit. Untuk O/S-nya, ini berarti semua pointer yang digunakan oleh O/S adalah 64-bit. Ini memungkinkan penggunaan virtual memory, up to 16 exabytes. Di 32-bit O/S, batasan memory biasanya hanya 4 gigabytes, dikarenakan limit dari 32-bit pointer sendiri hanya 4,294,967,295. In short, 64-bit "kemungkinan" lebih cepat, karena alasan 64-bit fetch, dan tidak adanya translasi dari aplikasi ke operating system ke hardware. Tapi biasanya resource yang dibutuhkan di 64-bit O/S juga lebih besar, karena semua variable atomic menjadi 64-bit. Johan memberikan point penting. Di 64-bit O/S, ada beberapa aplikasi yang tidak (atau belum) di-support. Contoh, di Linux 64-bit mode, JVM tidak jalan. Kita harus install 32-bit library untuk support java application. It's pain in the back. KOkon. 2008/6/16 Johan <[EMAIL PROTECTED]>: > sedikit aplikasi saat ini yg di bangun di atas 64-bit. cmiiw >
