Dear All, mohon hati2 karena musim hujan sudah tiba
seperti biasa diikuti dengan jalan yg rusak plus
lubang2 baru yang menganga.

Tetap waspada.


Selasa, 11/11/2008 | 09:17 WIB

JAKARTA, SELASA - Jumlah lokasi jalan rusak di Jakarta
makin banyak. Data dari Traffic Management Center
Kepolisian Daerah Metro Jaya, Senin (10/11), terdapat
lebih dari 27 lokasi, terhitung sejak Oktober hingga
kini. Namun, belum ada upaya perbaikan dari Dinas
Pekerjaan Umum DKI Jakarta.

Dari hasil pemantauanm, sejumlah ruas jalan arteri
mengalami kerusakan dan membahayakan pengguna jalan
tersebar di lima wilayah kota di Jakarta. Seperti di
Jakarta Pusat, antara lain ditemukan lubang menganga
di lajur ketiga yang bersisian dengan jalur khusus bus
di Jalan Gunung Sahari Raya.

Kondisi serupa terlihat di Jalan Pemuda, Jakarta
Timur. Dari perempatan Arion hingga perempatan
Rawasari, jalan berlubang dengan diameter hingga 30
sentimeter mulai bermunculan seiring datangnya musim
hujan. Kerusakan parah juga terlihat di Jalan Gatot
Subroto (Jakarta Selatan) yang akhir pekan lalu
menjelang subuh, dua sepeda motor terjungkal akibat
lubang dari arah Mampang menuju Semanggi.

Jalan RE Martadinata di Jakarta Utara pun tak luput
dari kerusakan. Lubang-lubang menganga dan genangan
menghiasi jalan tersebut dari arah Pelabuhan Tanjung
Priok menuju pertigaan Bintang Mas, Ancol dan Jalan
Yos Sudarso.

Beberapa ruas jalan di Jakarta Timur seperti Jalan
Raya Bogor di depan Pasar Induk Kramat Jati, Jalan
Otto Iskandar Dinata, Jalan Raya Hankam dekat TMII,
serta Jalan Matraman diperparah kerusakannya dengan
adanya lubang-lubang, jalan ambles atau bekas galian
yang tidak ditutup.

Data dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda
Metro Jaya, kerusakan infrastruktur jalan merupakan
salah satu dari tiga faktor utama penyebab kecelakaan
lalu lintas. Ditlantas Polda Metro mencatat Oktober
lalu terjadi 478 kasus kecelakaan yang menewaskan 97
orang.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar
Condro Kirono mengatakan, ketiga faktor pemicu
kecelakaan adalah kerusakan infrastruktur, kurangnya
rambu, dan sikap pengemudi sepeda motor yang tidak
tertib.

Terkait kerusakan infrastruktur jalan, masyarakat
berharap segera ada perbaikan, sebelum bertambah parah
seiring makin seringnya hujan turun akhir tahun ini. 1
November lalu, Gubernur Fauzi Bowo telah memerintahkan
perbaikan atas jalan-jalan yang rusak. Perbaikan
diprioritaskan atas jalan-jalan arteri primer yang
menjadi urat nadi perekonomian Jakarta. Namun, rupanya
instansi terkait belum cepat tanggap melaksanakan
perintah perbaikan tersebut.(ONG/CAL/NEL)

-------

Selasa, 11 November 2008 | 06:05 WIB
 
JAKARTA, SENIN - Jumlah lokasi jalan rusak di Jakarta
makin banyak. Data dari Traffic Management Center
Kepolisian Daerah Metro Jaya, Senin (10/11), terdapat
lebih dari 27 lokasi jalan rusak, terhitung sejak
Oktober hingga kini. Namun, belum ada upaya perbaikan
dari Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta.

Pantauan Kompas, Senin, sejumlah ruas jalan arteri
mengalami kerusakan dan membahayakan pengguna jalan
tersebar di lima wilayah kota di Jakarta. Di Jakarta
Pusat, antara lain, ditemukan lubang menganga di lajur
ketiga yang bersisian dengan jalur khusus bus di Jalan
Gunung Sahari Raya.

Kondisi serupa terlihat di Jalan Pemuda, Jakarta
Timur. Dari perempatan Arion hingga perempatan
Rawasari jalan berlubang dengan diameter hingga 30
sentimeter mulai bermunculan seiring datangnya musim
hujan.

Kerusakan parah juga terlihat di Jalan Gatot Subroto,
Jakarta Selatan, dan Jalan RE Martadinata, Jakarta
Utara. Akhir pekan lalu menjelang subuh, dua sepeda
motor terjungkal akibat lubang di Jalan Gatot Subroto
dari arah Mampang menuju Semanggi.

Jalan RE Martadinata di kawasan Jakarta Utara pun tak
luput dari kerusakan. Lubang-lubang menganga dan
genangan menghiasi jalan tersebut dari arah Pelabuhan
Tanjung Priok menuju pertigaan Bintang Mas, Ancol, dan
Jalan Yos Sudarso.

Edi, seorang tukang ojek setempat, mengatakan,
kemacetan panjang kerap terjadi akibat mobil dan motor
menghindari jalan berlubang dan genangan.

Beberapa ruas jalan di Jakarta Timur diperparah
kerusakannya dengan adanya lubang-lubang, jalan
ambles, atau bekas galian yang tidak ditutup.

Ruas-ruas jalan tersebut, antara lain, Jalan Raya
Bogor di depan Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Otto
Iskandar Dinata, Jalan Raya Hankam dekat TMII, serta
Jalan Matraman.

Data dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda
Metro Jaya, kerusakan infrastruktur jalan merupakan
salah satu dari tiga faktor utama penyebab kecelakaan
lalu lintas. Ditlantas Polda Metro mencatat Oktober
lalu terjadi 478 kasus kecelakaan yang menewaskan 97
orang.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar
Condro Kirono mengatakan, ketiga faktor pemicu
kecelakaan adalah kerusakan infrastruktur, kurangnya
rambu, dan sikap pengemudi sepeda motor yang tidak
tertib.

Perintah perbaikan

Terkait kerusakan infrastruktur jalan, masyarakat
berharap segera ada perbaikan, sebelum bertambah parah
seiring makin seringnya hujan turun akhir tahun ini. 1
November lalu, Gubernur Fauzi Bowo telah memerintahkan
perbaikan atas jalan-jalan yang rusak. Perbaikan
diprioritaskan atas jalan-jalan arteri primer yang
menjadi urat nadi perekonomian Jakarta. Namun, rupanya
instansi terkait belum cepat tanggap melaksanakan
perintah perbaikan tersebut. (ONG/CAL/NEL)

Sumber : kompas.com



      

Kirim email ke