Habis ini apa lagi nih??....
Ponari, Super Toy, Blue Energy, Perang Iklan, Polemik Soeharto diiklankan, 
Polemik Jaipong....Capek rasanya hati ini.

Kapan kita fokus ke hal yg konstruktif, positif, dan mendidik, membangun, 
mencerahkan serta mencerdaskan??

Uupss...bahkan tatkala saya forward email ini...mungkin saya menjadi bagian 
dari penyebar polemik???

Maaf....sekali lagi maaf

Ditunggu email-email yg membangun....jangan seperti email saya ini.


Best Regards,


Reader .... not Raider


--- In [email protected], Gene Netto <genene...@...> wrote:

Air Cucian Kaki
Mega
 
Assalamu'alaikum wr.wrb.,
 
Saya dapat email ini dari teman. Awalnya saya meragukan
kebenarannya, karena saya kira pasti bagian dari black campaign untuk
menjatuhkan Mega. Ternyata, sebagian benar, sebagian tidak. Email yang
disebarkan menyebutkan bahwa untuk menjadi kader PDIP harus minum air cucian
kaki Ibu Megawati. Ternyata, itu bukan syarat untuk menjadi kader dan hanya
dilakukan sebagian orang saja yang merasa sangat kagum dengan Ibu Mega. Hal ini
dibenarkan oleh Wasekjen PDIP Hasto Kristianto dan mantan anggota FPDIP di DPR
Permadi.
 
Wassasalamu'alaikum wr.wb.,
Gene
 
########
 
Aroma Mistis Air
Cucian Kaki Mega
Politik
Abdullah Mubarok
18/02/2009 - 09:29
 
INILAH.COM, Jakarta
– Email yang memuat foto simpatisan PDIP sedang meminum air cucian kaki Ketua
Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dianggap sebagai kampanye negatif. Sebab, PDIP
tidak pernah menyaratkan kader yang ingin menjadi caleg untuk meminum air
tersebut.
 
"Kejadian itu hanya sebuah bentuk kekaguman yang luar
biasa terhadap Bung Karno dan Ibu Mega karena bisa membangun kekuatan seperti
membawa ketenangan atau kesejahteraan," kata Wasekjen PDIP Hasto
Kristianto kepada INILAH.COM, Jakarta,
Rabu (18/2).
 
Sebagian masyarakat Indonesia, diakui Hasto, masih
memiliki kepercayaan mistik yang tinggi. Peristiwa lain seperti pencucian
benda-benda pusaka di Yogyakarta, masyarakat
berebutan untuk menengak air bekas cuciannya. Bahkan kotoran sapi Kiai Slamet
pun diambil warga Solo ketika memperingati malam satu syuro. 
"Dampaknya tergantung kepercayaan bagi seseorang,"
ujarnya.
Hasto mengakui, menjelang pemilu suhu politik semakin
memanas. Banyak pihak mengunakan cara-cara yang tidak etis. Namun, partai
bernomor urut 28 ini siap menghadapi dengan cara yang sehat.
 
Dalam email itu terpampang foto Megawati yang sedang dicuci
kakinya oleh seseorang berjenggot putih berkaos merah. Setelah disiram dengan
air botol mineral yang ditadahkan di sebuah baskom, kemudian air cucian kaki
tersebut di minum oleh pria tersebut. 
Email yang berjudul 'mau...mau...mau jadi caleg PDI-P???'
pengirim yang ditulis Mega Sijabat itu menuliskan "Hanya orang yang
bodohlah yang akan mengikuti jejak ini....Semoga kita bukan termasuk didalam
golongannya." [bar/ana]
Sumber:
Inilah.com
http://inilah.com/berita/politik/2009/02/18/84511/aroma-mistis-air-cucian-kaki-mega/

####
 
Permadi: Saya
Minum Air Kaki Ibu
Vina Nurul Iklima
Politik
18/02/2009 - 13:17
 
INILAH.COM, Jakarta
- Ritual yang mempercayai air basuhan kaki Megawati Soekarnoputri untuk
'kesuksesan' dinilai wajar. Bahkan Permadi mengaku meminum air basuhan kaki
ibunya.
 
"Itu karena orang saking fanatismenya. Saya juga sering
lakukan itu pada Ibu saya. Kan
ada istilah sorga ada di bawah telapak kaki Ibu. Jadi nggak ada masalah,"
kata mantan anggota FPDIP Permadi kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (18/2).
Menurut Permadi, mumpuninya air basuhan kaki Megawati itu tergantung
kepercayaan orang yang meminumnya. Di PDIP, hal tersebut bukan suatu yang aneh.
Bahkan ada ritual lain yang dulu sempat dilakukan kader PDIP.
"Ada
juga, cap jempol darah. Cap jempol darah itu maksudnya pernyataan ikut
Mega," ujar Permadi.
 
Permadi menjabarkan, jempol kader PDIP di tusuk jarum,
kemudian dicapkan di atas surat
pernyataan fanatik untuk mendukung Mega, itu saking fanatiknya. Ritual itu
diketahui PDIP sudah dilakukan di Jakarta, dan Surabaya.
"Mega tahu. Pernah ia melarang itu, tapi sulit tetap
saja seperti itu. Itu kan
hak setiap orang," imbuh Permadi. [ana] 
 
Sumber:
Inilah.com
http://inilah.com/berita/politik/2009/02/18/84592/permadi-saya-minum-air-kaki-ibu/
 


--- End forwarded message ---





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke