Masalahnya adalah orang Indonesia yang mayoritas itu nalarnya gak semuanya
jalan, banyak yg kagak drpd iya nya, tanpa mau mikir, sebenernya orang indo
itu gak bodoh2 loh tetapi banyak yg "buta" aja.

 

Mana ada berita di Indo yang mengatakan hamas biang kerok, semuanya pro ke
hamas tuh, kl orang2 Indo udah gak "buta", mungkin kiamat sudah dekat, jadi
sudah mesti siap2 :-)

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Agus Irawan
Sent: Thursday, March 12, 2009 8:35 AM
To: [email protected]
Subject: RE: OOT: RE: [BinusNet] Fwd: berita detik com tgl 11 maret 2009

 


Dalam mempercayai suatu berita tidak diperlukan kepintaran,
cukup nalar dan sedikit logik. Biar bagaimanapun media
menambahkan tidak akan terpengaruh. Gak ada yang benar/salah
dalam perang, semuanya salah. Bedanya siapa yang mulai dan
mungkin gak mungkin.

Jika persenjataan Israel berasal dari Amerika, 
berarti israel lebih tahu dari negara lain, yang tidak membeli senjata dari
Amerika,
mengenai kekuatan persenjataan Amerika.
Israel pasti tahu kekuatan Amerika lebih dahsyat dari senjata yang dibeli
israel,
karena tidak mungkin Amerika mau menjual Senjata tercanggihnya ke Israel.
Amerika juga butuh jaga-jaga jika Israel suatu saat berbalik jadi 'musuh'.
Jika Israel tahu hal tersebut, kemungkinan sangat kecil Israel berani
bermain api.

Mengenai Israel Palestina, pada 18 Desember 2008 (Kompas 25Des2008), 
Hamas terlebih dulu mengumumkan berakhirnya gencatan senjata yang dulu
ditengahi Mesir.
Seolah2 Hamas senang dengan berakhirnya gencatan senjata.
Padahal gencatan senjata lah yang menekan perang tidak terjadi.
Disusul 25 Desember 2008 serangan roket hamas ke israel.

Pada Maret 2006, Reuters pernah mewawancari langsung, Siam,
tokoh Hamas, yang mengatakan "Rezim Baru Hamas akan melancarkan
serangan lebih terkordinasi ke Israel" Pernyataan perang yang sangat
jauh berbeda dengan pernyataan kebanyakan pemimpin negara umumnya,
yang mengutamakan perdamaian.

Perang Palestina sungguh mengakibatkan air mata jatuh,
tetapi dibalik semuanya, kalau dipikirkan secara jernih,
sepertinya Hamas sengaja membuat Israel marah, kemudian dengan hasil
agresi Israel, berbalik Hamas yang berbuat seolah-olah patut 
dikasihani dunia. Berbuat seolah berada di pihak yang benar.

Indonesia sendiri berada pada pihak yang lebih kasihan,
pada saat krisis begini, malah membuang uang ke negara lain.
Padahal saat yang berdekatan, Papua dilanda gempa.

> To: binus...@yahoogroup <mailto:binusnet%40yahoogroups.com> s.com
> From: eprase...@gmail. <mailto:eprasetya%40gmail.com> com
> Date: Wed, 11 Mar 2009 16:38:28 -0700
> Subject: Re: OOT: RE: [BinusNet] Fwd: berita detik com tgl 11 maret 2009
> 
> Kata orang, fitnah lebih kejam daripada tidak memfitnah :)
> 
> Sebetulnya soal pihak-memihak, itu sudah bagian dari politik media juga.
> Setiap media dimanapun pasti ada keberpihakan. Lihat aja NBC dan Fox.
> Always takes it with a grain of salt.
> 
> 
> KOkon.
> 
> 2009/3/11 Rudy Susanto <rsanto...@gmail. <mailto:rsantolie%40gmail.com>
com>
> 
> > Dan semua orang tahu bila sudah demikian, ini fitnah namanya apalagi
> > disebarkan kemana-mana serta membenarkan opini tsb bahwa itu benar
> > adanya. Fitnah lebih kejam drpd membunuh loh, dan banyak yg lupa itu
> > :)
> >
> > Gw gak suka media di indo krn memihak kepada apa yg disukai oleh
> > mayoritas orang indo, contohnya ttg perang hamas dan israel selalu
> > berita negatif israel yg ditonjolkan, dan gak ada yg berani terang2an
> > mengatakan hamas biang keroknya. ini spt orang jualan, yg disukai
> > banyak orang, itu yg dibuat walaupun cenderung menyesatkan.
> >



.







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke