--- On Fri, 3/13/09, Fransisca Dorothea Santosa 
<[email protected]> wrote:

From: Fransisca Dorothea Santosa <[email protected]>
Subject: Semangat Pagi...
To: 
Date: Friday, March 13, 2009, 10:04 AM








Selingan Pagi Hari...
 
Sayap Yang Kerdil
Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. 
Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan 
sehat. 
Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai 
dapat bergerak lincah. 
Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian 
mematuknya.

Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yang berbeda dengan 
saudaranya yang lain. 
Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika 
saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah 
dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih 
diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi 
seterusnya.
 
Saat sang induk mulai menjadi tua dan tak sanggup lagi berjuang untuk 
menghidupi anak-anaknya, si anak burung ini mulai merasa sedih. 
Seringkali ia melihat dari bawah saudara-saudaranya terbang tinggi di langit. 
Ketika saudara-saudarnya dengan lincah berpindah dari dahan satu ke dahan yang 
lain di pohon yang tinggi, ia harus puas hanya dengan berada di satu dahan yang 
rendah. Ia pun merasa sangat sedih.
Dalam kesedihannya, ia menemui induknya yang sudah tua dan berkata, “Ibu, aku 
merasa sangat sedih, mengapa aku tidak bisa terbang setinggi saudara-saudaraku 
yang lain, mengapa akau tidak bisa melompat-lompat di dahan yang tinggi aku 
hanya bisa berdiam di dahan yang rendah?”
Si induk pun merasa sedih dan dengan air mata ia berkata, “Anakku, engkau 
dilahirkan dengan sayap yang sempurna seperti saudaramu, tapi engkau memilih 
merangkak menjalani hidup ini sehingga sayapmu menjadi kerdil.”
 
Hidup adalah kumpulan dari setiap pilihan yang kita buat. 
Pilihan kita hari ini menentukan bagaimana hidup kita di masa depan.Kita 
memiliki kebebasan memilih tetapi setelah itu kita akan dikendalikan oleh 
pilihan kita, jadi berpikirlah sebelum berbuat, sadari setiap konsekuensi dari 
pilihan yang kita buat.
 
Semoga bermanfaat..
 





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke