http://groups.yahoo.com/group/jurnalisme/message/55387
firdaus cahyadi <firdau...@...>
firdaus_c
Ilmuwan: Lumpur Lapindo Disebabkan Keteledoran Manusia
Jum'at, 12 Februari 2010 - 11:20 wib
Fajar Nugraha - Okezone
PARIS -
Ilmuwan merilis bukti baru yang menyebutkan jika lumpur Lapindo
disebabkan oleh kesalahan saat pengeboran yang dilakukan oleh pihak
Lapindo Brantas. Akibat kecerobohan ini, lumpur Lapindo telah
menyebabkan ribuan warga di beberapa desa di Sidoarjo kehilangan rumah.
Dalam
keterangan yang dirilis oleh The Journal Marine and Petroleum Geology,
sekelompok ahli yang berasal dari Universitas Durham di Inggris
menyatakan, jika bukti baru yang mereka temukan adalah kecurigaan
lubernya lumpur panas tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.
Sebelumnya,
Lapindo Brantas yang dianggap pihak yang paling bertanggung jawab atas
bencana ini menanggap, semburan lumpur panas dari perut bumi disebabkan
oleh gempa yang terjadi di Yogyakarta, yang letaknya sekira 280
kilomter dari Sidoarjo.
Profesor Richard Davies dari Universitas
Durham menyatakan, pekerja yang saat itu menggali lahan untuk mencari
sumber gas, telah membuat kesalahan fatal. Menurut Profesor Davies,
pekerja meremehkan tekanan yang dialami oleh sumur saat dilakukan
penggalian. Davies juga menemukan, ternyata para pekerja tidak
menggunakan pengamaan di sekitar sumur saat proses penggalian.
Profesor
Davies menambahkan, setelah gagal menemukan sumber gas, pekerja menarik
bor keluar saat lubang hasil pengeboran dalam kondisi sangat tidak
stabil.
"Dengan menarik bor, sumur tersebut tidak terlindungi
dari tekanan air dan gas dari formasi batuan di sekitar sumur. Hasilnya
lumpur keluar seperti sebuah letusan gunung berapi, meskipun pengebor
mencoba mati-matian untuk menghentikannya," ungkap Profesor Davies
seperti dikutip AFP, Jumat (12/2/2010).
Hingga kini
bencana lumpur Lapindo masih menjadi polemik. Sebagian warga yang
rumahnya menjadi korban, memang sudah ada yang menerima ganti rugi.
Namun lumpur tersebut berimbas luas kepada kelangsungan ekonomi
masyarakat di Sidoarjo.
Keengganan pihak Lapindo Brantas untuk
mengungkap penyebab sebenarnya dari lumpur ini, patut dicurigai. Dengan
adanya pendapat dari ilmuwan, pemerintah seharusnya bisa bertindak
lebih berani mengingat lumpur panas tersebut telah menyebabkan
kerusakan hebat pada lingkungan sekitar Sidoarjo. (faj)(rhs)
[Non-text portions of this message have been removed]