Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal

http://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah/message/19546
Fitri Yeni <azzahra...@...>azzahra_ra 
Bener gk niyh,... ??

sumber 
:http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/05/11/brk,20100511-247066,id.htmly


Ternyata Musik Klasik Tidak Membuat Cerdas..lho...!!To TEMPO Interaktif, 
Austria - Lebih dari 15 tahun para ilmuwan terkecoh karena anggapan           
mendengarkan musik klasik dapat membuat seseorang lebih pintar. Sekarang, 
sejumlah peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, 
Martin Voracek and Anton K. Formann menemukan bahwa tidak ada efek apapun 
terhadap kemampuan kognitif apabila anda atau bayi anda sering mendengar lagu 
klasik.

Riset yang diberi judul "Mozart effect" ini memang khusus meneliti dampak musik 
klasik karya Mozart terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Penelitian ini telah 
dipublikasikan di US Journal Intelligence.

Pada 1993, pada journal Nature, penelitian dari University of California, 
Irvine yang dilakukan psikolog Frances H. Rauscher dan rekan-rekannya menemukan 
bahwa setelah diperdengarkan musik Mozart 1781 sonata yang dimainkan dengan dua 
piano dalam tangga nama D mayor (KV 448) terhadap beberapa siswa, ternyata 
dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal mengenai spasial (ruang).

Pada saat itu surat kabar New York Times menulis dengan mendengarkan musik 
Mozart dapat menjamin anak-anak mendapatkan sekolah yang baik. Beberapa ahli 
lainnya berkomentar bahwa musik Mozart adalah peluru ajaib untuk mendorong 
kemampuan intelegensia anak-anak.

Publisitas yang berlebihan juga dilakukan Gubernur Georgia, Zell Miller pada 
1998 yang memastikan setiap ibu yang baru melahirkan anak akan menerima satu 
paket CD musik klasik. Pada tahun yang sama pemerintah Florida uga mewajibkan 
setiap pusat pendidikan anak untuk melantunkan musik klasik minimal satu jam 
dalam sehari.

Sebelum melakukan penelitian, Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua 
pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat 
intelegensi seseorang kemudian mereka membuat riset terhadap 3000 partisipator.

Berdasarkan penelitian terhadap ribuan partisipator itu, Pietschnig dan 
rekan-rekannya menyimpulkan tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong 
peningkatan kemampuan spasial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.

"Silahkan anda mendengarkan musik Mozart, tapi jangan berharap itu akan 
mendorong kemampuan kognitif anda," kata Pietschnig. Menurut dia, Mozart Effect 
adalah sebuah legenda. Seorang psikolog dari Emory University, Scott E. 
Lilienfeld juga sependapat dengan temuan Pietschnig. Dalam bukunya yang 
berjudul "50 Mitos Paling Popular", Lilienfeld menempatkan "Mozart Effect" pada 
peringkat keenam.


sumber 
:http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/05/11/brk,20100511-247066,id.htmly



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke