Waduh , ada liputannya ngak? Jadi penasaran gimana cara mereka survive ya?
________________________________ From: Eko Prasetya <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wed, June 16, 2010 9:07:17 AM Subject: Re: [BinusNet] Fw: Kejujuran orang Jepang Di US sudah ada beberapa restoran/cafe yang pay as you like. Jadi menu-nya tidak ada harga, terserah customer mau bayar berapa. KOkon. 2010/6/15 Indra Dharmajaya <[email protected]> > > > Bener gak sih? > > KEJUJURAN ORANG-ORANG JEPANG, BISAKAH > KITA MENIRU NYA ??? MIMPI KALI YE !!! ???? > ************************************************************************* > Pasar tradisional di > Japan > > Sebenarnya sih...... > ini bukan pasar, karena penjual di sana > adalah para petani yang membuka lapak sendiri-sendiri untuk menjual hasil > kebunnya yang tersisa (kebanyakan stock). Kalau dilihat, tidak ada bedanya > dengan pasar yang ada di Indonesia , > kecuali satu perbedaannya; yaitu tidak ada orang yang menjaga untuk lapak > tersebut. > > Jadi bagaimana > transaksinya? Mudah koq, mereka (si penjual) telah mencantumkan harga di > setiap > barang dagangannya. Apabila ada pembeli yang datang untuk membelinya, si > pembeli cukup masukkan uang seharga barang yang dibeli ke tempat yang telah > disediakan. Percaya atau tidak, boleh dibilang hampir tidak ada satupun > petani yang > rugi, karena berdagang dengan cara seperti ini. Atau dengan kata lain, > semua > pembeli selalu membayar uang sesuai apa yang mereka ambil. > > Nah....., ini dia. Sebenarnya yang ingin kita bahas, yaitu KEJUJURAN yang > menurut > kami saat ini semakin langka di dunia, terutama di Indonesia . Kita sempat > membaca > berita di koran atau melihat di TV, bahwa ada sekolah menengah di Indonesia > yang mendirikan "kantin kejujuran" dan hanya dalam waktu hitungan > minggu, kantin tersebut bangkrut, karena ternyata banyak siswa/i yang tidak > membayar sehabis makan. Padahal di lain sisi, kantin itu berada di salah > satu > sekolah favorit di daerahnya, yang berarti pasti sebagian besar siswa/i di > sana dari golongan cukup > mampu. > > Mohon maaf, kalau > kita tidak sependapat dengan anggapan, bahwa "orang yang tidak jujur itu > pasti identik dengan orang miskin, karena mereka tidak punya uang, makanya > mereka berbuat tidak jujur". Menurut kami, KEJUJURAN bukanlah sesuatu > yang bisa diukur dari banyaknya materi maupun tingkat pendidikan, tetapi > lebih > ke moral dan rasa > malu yang bisa ditanamkan oleh orangtua maupun lingkungan di > sekitarnya. > > Dalam hal ini, kita tidak harus selalu mencontoh teknologi yang berasal > dari Jepang > saja, tetapi tidak ada salahnya kita juga mencontoh moral dan rasa malu > yang > mereka miliki. Benar, tidak semua orang Jepang di sana jujur, tetapi > setidaknya kalau bicara > persentase, tentu jauh lebih baik dari negara kita. Setuju kan .....??? > > ALANGKAH BAHAGIA DAN MAJUNYA NEGARA KITA – INDONESIA TERCINTA > BILA ORANG2NYA BISA BERBUAT DAN MENIRU SEPERTI WATAK DAN SIFAT > KEJUJURAN ORANG2 JEPANG SEPERTI DALAM ULASAN DIATAS TERSEBUT. > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ "We cannot all do great things.But we can do small things with great love." - Mother Teresa --------------------------------------------------------- BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan Moderator BinusNet : Suryadiputra Liawatimena & Surya Iskandar Stop or Unsubscribe: send blank email to [email protected] Questions or Suggestions, send e-mail to [email protected] Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed]
