Terlepas dari Pro Kontra...Terlepas dari banyak berita kurang indah ttg 
Indonesia...Artikel ini mungkin bisa jadi penyejuk, bahwa masih banyak orang 
Indonesia bertalenta tinggi.

http://idiotnesia.com/2010/06/17/anak-indonesia-di-film-iron-man-terminator-salvation-atau-star-trek/
Anak Indonesia di film Iron Man, Terminator Salvation, atau Star Trek
17JUN20103 Pairanby idiotnesia in Berita Tag:Andre Surya, Iron Man, Star 
Trek, Terminator Salvation
Andre Surya / yseablogTak banyak yang tahu, di balik sukses film Iron Man, 
Terminator Salvation, atau Star Trek, ada kiprah anak Indonesia. Namanya, Andre 
Surya. Ia bertanggungjawab atas kecanggihan special effects. Siapa sebenarnya 
lelaki lajang berusia 26 tahun itu?Jika cukup jeli, Anda pasti menemukan nama 
Andre Surya dalam kredit film Iron Man, Star Trek, Terminator Salvation, 
Transformers: Revenge of the Fallen, dan Iron Man 2, sebagai Digital Artist. 
Selain film-film itu Andre juga terlibat dalam penggarapan film Indiana Jones 
and the Kingdom of the Crystal Skull, Surrogates, dan Transformers: Revenge of 
the Fallen.
Lahir di Jakarta, , 1 Oktober 1984, Andre adalah satu-satunya digital artist 
asal Indonesia. Ia bernaung di divisi Industrial Light and Magic (ILM) 
Lucasfilm Singapore. Lucasfilm merupakan salah satu production company 
tersukses di dunia, yang didirikan tahun 1971 oleh George Lucas, sutradara Star 
Wars. Kini, ia sedang sibuk mengerjakan proyek film besar yang rencananya akan 
dirilis dalam waktu dekat.
Selain bermain bola, sejak kecil ia sudah tertarik pada visualisasi tiga 
dimensi. Selepas SMA, lajang berusia 26 tahun itu mengambil studi di Jurusan 
Desain Komunikasi Visual Univeritas Tarumanagara, Jakarta. Sempat bekerja di 
Polaris 3 D, sebuah perusahaan advertising and architectural visualization di 
Jakarta, ia kemudian terbang ke Kanada mengambil diploma di Film and Special 
Effects di Vanarts, sebuah sekolah film di Vancouver. Tapi, sebagian besar 
pengetahuan dan keterampilan 3D justru ia pelajari tanpa training dan sekolah 
formal. Ia menekuni Computer Graphic sejak kelas 1 SMA.
“Saya suka banget mengerjakan 3D dan saya juga dari dulu memang ingin bekerja 
di industri film. Buat saya ini adalah pekerjaan impian. Waktu masih kuliah, 
kadang-kadang saya mengkhayal bagaimana rasanya mengerjakan visual effects 
untuk sebuah film besar dan melihat nama kita muncul di credit title film itu. 
Sekarang semuanya udah benar-benar terwujud. It’s simply a dream come true!,” 
katanya dalam sebuah wawancara dengan Yahoo Indonesia, belum lama berselang.
Andre sempat beberapa kali mengantongi penghargaan lokal dan internasional. 
Gambarnya yang berjudul Somewhere in the Sky pernah ditampilkan di CGOVERDRIVE, 
konferensi Computer Graphic terbesar di Asia. Gambar itu juga memenangkan 
Excellence Award di buku Elemental 2 terbitan Ballistic Publishing dan Best 
Artwork Awards di Indocg Showoff Book, sebuah buku kumpulan CG art Indonesia. 
Karya lainnya, City of Enhasa, juga meraih juara satu di Future World Contest 
di www.3dkingdom.org
Sebagai seorang digital artist, Andre menggeluti banyak bidang seperti 
modelling, layout, lighting, dan compositing. Modelling adalah proses pembuatan 
model itu sendiri, seperti mobil, robot, dan sebagainya. Layout itu proses 
matching camera CG (computer graphics) dengan background aslinya. Lighting itu 
proses kreatif agar 3D yang di-produce terlihat menarik dan menyatu dengan 
background-nya aslinya dalam scope posisi cahaya. Sedangkan compositing itu 
proses penyatuan semua elemen yang ada. Menurut Andre, sebuah sebuah film 
rata-rata melibatkan sekitar 70 orang digital artist.
Iron Man adalah film pertama yang ia kerjakan. Setelah itu, ia terlibat dalam 
penggarapan sejumlah judul film seperti Star Trek, Terminator Salvation, 
Transformers: Revenge of the Fallen, dan Iron Man 2.. Ia juga ikut menggarap 
Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Surrogates, dan 
Transformers: Revenge of the Fallen. “Yang paling exciting adalah Transformers: 
Revenge of the Fallen, soalnya sebagian besar tugas saya di proyek itu adalah 
mengerjakan lighting,” katanya.
Menurut Andre, 3D sedang menjadi trend di industri film dunia. Ia menaksir tren 
itu akan terus bertahan hingga sepuluh tahun ke depan. Realita itulah yang 
mesti diantisipasi para pelaku industri film di tanah air. Menurut Andre, ada 
beberapa orang Indonesia yang sangat berbakat dan punya skill bertaraf 
International. Saat ini mereka rata-rata bekerja di perusahaan-perusahaan besar 
di bidang 3D di luar negeri. “Kalau saja mereka balik ke Indonesia dan membuka 
satu perusahaan dengan kualitas standard International, saya rasa sangat 
memungkinkan bila Indonesia menghasilkan film-film dengan kualitas standard 
International,” katanya. (FRI)
Sumber : 
http://id.omg.yahoo.com/news/karya-global-anak-lokal-qs6k-2010061111312077.html
Tambahan : Sepertinya website resmi dari Andre Surya : http://as07.com/



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke