Namanya kerja di negeri orang memang berat. Musti kerja lebih keras dibanding orang-orang lokal untuk bisa survive.
KOkon. 2010/8/29 Nugroho Laison <[email protected]> > > > http://groups.yahoo.com/group/Dana_Abadi/message/1813 > FW: beratnya kerja di jepang > > NB:Kerja..kerja..kerja terus Sampai lupa mati, lupa akherat, lupa siksa > kubur, siksa neraka Katanya negara maju ----- Pesan Diteruskan ----Dari: > Alfia E. Dewi <alfia_d...@...>Terkirim: Sen, 23 Agustus, 2010 > 14:13:05Judul: FW: beratnya kerja di jepang Mungkin beberapa dari kita ingin > hidup dan bekerja di Jepang. Bayangkan koleksi anime dan JAV yang bisa > didapat dengan mudah, makanan2 yang eksotis, dan wanita-wanitanya yang baik > hati Namun bukan hal-hal tersebut yang saya akan bahas namun kehidupan > mayoritas karyawan di Jepang yang biasa disebut Salaryman. Quote:Setiap > tahun terdapat jutaan mahasiswa yang bersorak gembira ketika mereka > dinyatakan lulus dari universitas. Mereka senang karena jerih payah orang > tua tidak sia-sia setelah mereka di wisuda mengenakan toga. Sayang sekali... > mereka tidak sadar kalau mereka baru saja keluar dari "kandang anak kucing" > dan masuk ke hutan belantara yang dipenuhi oleh singa, ular berbisa, mawar > beracun, dan > banyak lagi yang aneh-aneh. (Baru lulus nih, ga sia2 belajar keras) Menurut > survey di Tokyo, orang-orang yang baru lulus kuliah cenderung mengalami > tingkat stress yang lebih tinggi jika dibandingkan ketika mereka sedang > menghadapi ujian terakhir di kampus. Kenapa mereka lebih stress? Karena > mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan! Makin hari makin banyak darah segar > yang bersaing ketat untuk mendapatkan pekerjaan. Dan ketika saingan semakin > banyak, banyak pula yang rela di gaji rendah, kerja semakin larut, dan > tingkat kesehatan yang semakin menurun. Nah disinilah kenyataan bersikap > kejam Quote:Inilah dunia kerja Jepang yang sesungguhnya. "Setiap hari saya > hidup dengan kegelisahan yang mengerikan," kata Ikezaki, seorang karyawan > kontrak yang saat ini kerja dengan gaji ¥75.000/bulan (atau sekitar 7 juta > rupiah per bulan). "Ketika saya berpikir tentang masa depan saya, saya jadi > tidak bisa tidur di malam hari." Berdasarkan data dari pemerintah > Jepang, terdapat lebih dari 10 juta orang yang hidup dengan penghasilan > kurang dari standard normalnya Jepang yaitu ¥1.600.000/tahun (atau sekitar > 155 juta rupiah per tahun). Mungkin ini semua adalah akibat dari > perusahaan-perusahaan Jepang yang lebih mementingkan keuntungan perusahaan > dan memanfaatkan keluguan para pekerja baru (yang jelas-jelas tidak punya > pilihan lain) Terciptalah salaryman. Orang-orang yang hidup dengan gaji > rendah, kerja setengah mati, tanpa uang lembur, dan tanpa kepastian > peningkatan karir meskipun mereka telah bekerja puluhan tahun. Makanya > jangan heran ketika kamu melihat banyak karyawan Jepang yang tertidur pulas > di kereta ketika mereka menuju pulang ke rumah. Mereka terlalu lelah Kata > salaryman sendiri diambil dari bahasa Inggris, yaitu salary (gaji) dan man > (orang), jadi salaryman artinya adalah orang yang hidupnya 100% tergantung > dari gaji. Mereka kalo sampai dipecat rasanya dunia kiamat. Kalo di > Indonesia, ini sama > dengan bangsawan = bangsa karyawan. Saking stressnya, tercipta satu kata > baru yang terkenal di dunia pekerja Jepang untuk menggambarkan betapa > kerasnya kerja di Jepang, yaitu karoshi. Apa itu karoshi? simak dibawah > juga.. Quote:Karoshi artinya "mati di kerja" atau kematian karena stress > pekerjaan. Halusnya berarti "meninggal karena setia dan mengabdi kepada > perusahaan". Kematiannya bisa karena kecelakaan di tempat kerja, kematian > karena terlalu lelah (kesehatannya menurun jauh), ataupun karena bunuh diri > karena stress kerja. Saking seriusnya masalah ini, pemerintah Jepang telah > mencoba berbagai cara untuk mengatasinya. Mulai dari menyediakan nomor > telepon darurat untuk menerima keluh-kesah para salaryman, buku petunjuk > untuk mengurangi stress, sampai mensahkan undang-undang yang memberikan > sejumlah uang (asuransi) ke para janda dan anak-anak yang ditinggal mati > karena karoshi. Menurut data pemerintah, dari 2.207 kasus bunuh diri pada > tahun 2007, > 672-nya adalah karena pekerjaannya terlalu banyak. Kasus karoshi yang > terkenal adalah kasus kematian Kenichi Uchino pada tahun 2002, seorang > manager quality-control berusia 30 tahun yang bekerja di perusahaan otomotif > terbesar di dunia, Toyota . Kenichi dikabarkan bekerja lembur selama 80 jam > setiap bulan selama 6 bulan lamanya tanpa dikasih uang lembur atau bonus > tambahan apapun. Dia akhirnya jatuh pingsan di tempat kerjanya dan dilarikan > ke rumah sakit, yang kemudian membawanya ke akhirat. McDonald's Jepang pun > terkena masalah ini. Salah seorang manager restorannya jatuh sakit dan > meninggal karena bekerja lembur tanpa bayaran apapun. Mau gak mau, karena > tekanan publik, Toyota dan McDonald's akhirnya memutuskan akan memberikan > uang lembur bagi yang ingin bekerja lembur dan menyediakan fasilitas > kesehatan yang lebih baik. Para salaryman ini sebenarnya niatnya baik, yaitu > ingin memajukan perusahaannya. Ditambah lagi dengan kebudayaan Jepang yang > selalu menekankan disiplin tinggi, mereka berpikiran bahwa dengan bekerja > lebih lama dan lebih keras daripada karyawan lain dan tanpa meminta bayaran > apapun, boss mereka bisa memberikan posisi yang lebih baik. Tapi kenyataan, > TIDAK!!.. Dan jadwal seorang salaryman bisa disimak sebagai > berikut Quote:06:30 = bangun dari tempat tidur07:30 = berangkat ke kantor > (jalan kaki / naik sepeda / subway)08:50 = harus tiba di kantor09:00 = > meeting pagi dengan supervisor09:10 = mulai kerja12:00 = makan siang (bento > / kantin / restoran terdekat)13:00 = mulai kerja lagi17:00 = lembur dimulai > (biasanya tanpa uang lembur)20:30 = pesta nomikai (kalau ada)21:30 = pulang > ke rumah (jalan kaki / naik sepeda / subway)22:30 = sampe rumah, nonton TV, > baca koran23:00 = tidur Ulangi terus dari Senin-Jumat. Sabtu biasanya > pulang lebih awal (kalau ada lembur, kerja seperti biasa).Minggu libur > (kalau ada lembur, kerja seperti biasa). Peraturan di kantor: #1. Kalau > atasan > bilang bumi berbentuk kotak, maka bumi bentuknya kotak.#2. Kalau dia > berubah pikiran, maka bumi juga bentuknya berubah.#3. Lupakan apa kata > pelanggan. Boss adalah raja.#4. Karyawan baru? Boss adalah Tuhan.#5. > Membungkuk. Membungkuk. Membungkuk. sumber:Jepang.net > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ "We cannot all do great things.But we can do small things with great love." - Mother Teresa --------------------------------------------------------- BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan Moderator BinusNet : Suryadiputra Liawatimena & Surya Iskandar Stop or Unsubscribe: send blank email to [email protected] Questions or Suggestions, send e-mail to [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
