PARADIGMA BERPIKIR DARI HATI

 

Oleh: Eko Jalu Santoso, Weblog:  <http://www.ekojalusantoso.com/>
www.ekojalusantoso.com

 

 

"Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa
mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka  percaya pada diri mereka
sendiri, mereka memiliki rahasia  kesuksesan yang pertama". - Norman Vincent
Peale -

 

 

Kehidupan dunia dengan pernik-perniknya yang sangat menggiurkan seringkali
menjadikan banyak orang menempatkan orientasi yang salah dalam memandang
kehidupan. Banyak orang yang menempatkan sumber motivasi kebahagiaan,
keberhasilan, kesuksesan dari luar dirinya. Mereka menjadi manusia yang
mendewakan berbagai aksesories kesuksesan duniawi, dengan mengabaikan
nilai-nilai spiritual kebenaran dalam hatinya. Tidak memahami hakekat posisi
dirinya sebagai manusia dalam kehidupan dunia ini dan bahkan ada yang
menganggap dirinya mampu mengatur dunia ini dengan kekuatan ilmu pengetahuan
dan akal pikirannya. 

 

Tanpa disadarinya, hatinya telah terbelenggu dan dikendalikan oleh pengaruh
lingkungan kemajuan peradaban kehidupan modern. Banyak orang telah
diperbudak oleh kemajuan zaman dan cenderung mengabaikan nilai-nilai
spiritual kebenaran dalam hatinya. Inilah sumber dari kemerosotan etika,
moral dan perilaku banyak manusia dalam kehidupan. 

 

Albert Einstein pernah mengatakan, " Masalah penting yang kita hadapi kini
tidak dapat kita pecahkan pada tingkat berpikir yang sama seperti ketika
kita menciptakan masalah tersebut." Makna dari ungkapan ini adalah, kalau
kita ingin melakukan sebuah perubahan biasa, atau menyelesaikan masalah
biasa saja, mungkin cukup dilakukan dalam tataran praktik, tingkah laku dan
sikap dalam diri kita. Namun, kalau kita ingin melakukan sebuah perubahan
yang besar dan sangat berarti dalam hidup ini, maka perlu dilakukan
perubahan mendasar melalui tataran paradigma berpikir.

 

Paradigma berpikir dari dalam hati adalah tingkatan baru dalam pola
berpikir, tingkatan berpikir yang lebih dalam. Sebuah paradigma yang
didasari oleh prinsip-prinsip yang bersumber dari dalam hati. Paradigma dari
dalam hati artinya meyakini segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita
dimulai dari dalam hati. Keberhasilan, kegagalan, kesuksesan dan keagungan
hidup ini sesungguhnya dimulai dari dalam diri kita sendiri, bahkan lebih
mendasar lagi, dimulai dari bagian paling dalam dari diri sendiri yakni
"hati nurani". 

 

Memiliki paradigma berpikir dari dalam hati dapat diaplikasikan dalam
kehidupan nyata melalui keyakinan hidup yang bersumber dari suara hati
nurani, seperti: 

*       Selalu menempatkan hati nurani sebagai pembimbing dalam langkah
kehidupan. 

*       Memandang kehidupan dunia ini melalui mata hati, bukan sekedar mata
panca indra semata. 

*       Mengarahkan hati selalu "taqarrub" pada sifat-sifat kemuliaan Allah,
yang melandasi setiap kegiatan hidupnya. 

*       Hal ini diimplementasikan dalam kehidupan melalui sikap yang
mengedepankan integritas, kejujuran, cinta kasih, keadilan, kebenaran,
kebebasan, kesabaran  dan ketawakalan. 

 

Memiliki paradigma berpikir dari dalam hati dapat menjadi sumber inspirasi
yang dapat memancarkan energi positif ke sekelilingnya, sehingga melahirkan
kreativitas dan produktivitas tinggi. Karena dirinya selalu mencari
sifat-sifat mulia yang bersumber dari hati yang merupakan percikan
sifat-sifat mulia Allah. Kalau hal ini dijadikan sebagai sebuah landasan
berpikir pada akhirnya dapat mengantarkan manusia meraih kesuksesan dan
keagungan insani. Yakni memiliki hati yang senantiasa "taqarrub" menuju
kepada sifat-sifat mulia Allah. Karena manusia memiliki watak dasar selalu
mencari sifat-sifat mulia Allah yang sudah "built in" di dalam dirinya untuk
memenuhi kebahagiaannya. 

 

Keseimbangan hidup seperti ini akan nampak setiap saat dalam perilaku
kehidupan yang cenderung lebih mengedepankan nilai-nilai spiritualitas dalam
kehidupan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Danah
Zohar dan Ian Marshal, yang mengatakan, "Bahwa makna yang paling tinggi dan
paling bernilai, dimana manusia akan merasa bahagia, justru terletak pada
aspek spiritualitasnya".  Maka manusia yang dapat mengarahkan hatinya selalu
"taqarrub" menuju sifat-sifat mulia Allah, akan menemukan makna hidup yang
lebih tinggi. 


Bagaimana paradigma berpikir dari dalam hati ? Dalam buku saya "HEART
REVOLUTION, Revolusi Hati Nurani" yang diterbitkan Elex Media Komputindo
telah dibahas dengan lengkap mengenai bagaimana mengembangkan paradigma
berpikir dari dalam hati ini. Sederhananya, paradigma berpikir dari dalam
hati artinya, dalam berkarier, berbinis, berkarya, maupun dalam berbagai
aktivitas kehidupan selalu dilandasi nilai-nilai "Illahiah" mulia dalam
hati. Memiliki kesadaran bahwa kehidupan dunia bukanlah kehidupan yang
abadi. Dengan demikian dapat memandang kehidupan dengan seimbang, artinya
tetap realistis dan memiliki idealisme sesuai nilai-nilai spiritual dalam
hatinya. 

 

Lebih menghargai orang-orang yang mengedepankan integritas, kejujuran, hidup
yang lurus, penuh cinta kasih, kepedulian sosial dan empati kepada sesama
kehidupan, meskipun mungkin tidak memiliki berbagai simbul kesuksesan
duniawi. Karena dapat memandang kesuksesan hidup bukan hanya pada prestasi
luar semata, tetapi memiliki keselarasan dalam nilai-nilai kebenaran
berdasarkan hati nurani. 

 

Demikianlah orang-orang yang mendengarkan suara hatinya dan menggunakannya
sebagai pembimbing dalam kehidupannya, akan mengantarkannya meraih kehidupan
yang penuh potensi dan keagungan. Karena mereka menempatkan orientasi
hidupnya jangka panjang yang jauh kedepan. Mereka hidup mengedepankan
kebijaksanaan, melakukan hal-hal yang bernilai tinggi dan memberdayakan
potensi dirinya untuk tujuan mulia dalam kehidupan. Mereka memandang
kehidupan secara realistis, tetap menjaga integritas hati nuraninya. SEMOGA
BERMANFAAT.

 

Salam Motivasi Nurani.

 

*** Eko Jalu Santoso adalah Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku THE
ART OF LIFE REVOLUTION dan Buku HEART REVOLUTION yang diterbitkan Elex Media
Komputindo. Milis:  <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
[EMAIL PROTECTED]

 

 

 

Kirim email ke