Kepedulian yang hilang Perjuangan Buruh Migran memang perlu nafas panjang
"Lah wong pekerjaannya memang demo kok.. mencari nafkah dengan demo. Dengan demo mereka dibayar, dapat uang, bisa makan dan bisa menghidupi rumah tangganya..." komentar seseorang di mailing list setelah membaca tulisan Pemerintah yang buta mata, gelap hati dan tuli telinga. Tulisan yang sebenarnya mencoba mengangkat arti Migrant Day dalam konteks keindonesiaan. Sedih sekaligus juga kecewa ketika mendengar komentar tersebut. Bahkan mungkin ada juga kawan-kawan buruh migran terutama yang ikut aksi memperingati Migrant Day 18 Desember kemarin merasa marah. Perjuangan para buruh migran untuk menuntut pemerintah lebih memperhatikan nasib dan hak-hak mereka ternyata hanya dipandang "sebelah mata" sekaligus "sinis" oleh sebagian orang. selengkapnya di : http://www.iwork-id.org/index.php?action=news.detail&id_news=82

