Suka sich artikelnya. Tapi kenapa bilang minyak babi aja minta maaf? Seperti di 
sinetron Bajaj Bajuri. 

Norman Firman MBA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Apakah anda sering mendengar bahwa 
suatu bisnis harus berbeda atau mempunyai perbedaaan dengan bisnis lain? Apakah 
anda setuju dengan pernyataan tersebut? Bagaimana kalau saya katakan bisnis 
anda jangan berbeda dengan orang lain? Apakah anda setuju dengan saya atau 
setuju dengan yang mengatakan bahwa bisnis Anda harus berbeda?

Sebelum Anda menjawab, saya akan menceritakan suatu kisah nyata yang dihadapi 
oleh seorang kawan saya yang memiliki bisnis rumah makan. Seorang teman saya 
beberapa bulan lalu memulai suatu bisnis rumah makan di daerah Jelambar. 
Jelambar adalah suatu daerah di Jakarta Barat dimana bisa dikatakan sebagai 
daerah Chinatown. Karena ia belum berpengalaman, ia membeli hak waralaba dari 
sebuah perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang ayam goreng. Baru 
beberapa bulan berjalan, ia berselisih dengan perusahaan waralaba tersebut 
sehingga berhenti menjalankan waralaba tersebut. Akhirnya ia mencari seorang 
tukang masak untuk masakan Chinese Food. Beruntung ia mendapatkan seorang koki 
Chinese Food yang berpengalaman di restoran di Malaysia dan Brunei selama 
beberapa tahun. 

Beberapa hari lalu saya bermain ke tempat usahanya dan iseng-iseng saya 
bertanya kepada si koki, apa bedanya masakan dia dengan masakan Chinese Food 
lain yang mudah ditemukan di daerah Jelambar tersebut. Koki tersebut menjawab, 
perbedaan yang ia punya adalah : dalam memasak ia tidak menggunakan (maaf) 
minyak babi tetapi hanya menggunakan mentega. Koki tersebut mengakui bahwa 
kalau menggunakan (maaf) minyak babi, masakan akan lebih harum dan gurih.

Nah, kembali ke pertanyaan saya di awal : apakah bisnis anda harus berbeda? 
Contoh di atas adalah satu bukti bahwa ia mempunyai perbedaan dibandingkan 
rumah makan Chinese Food yang lain, tetapi apakah menjadi berbeda disini 
bermanfaat bagi bisnis? Apakah perbedaan ini dapat meningkatkan bisnis dari 
teman saya? Bagaimana kalau mereka yang sudah terbiasa makan masakan Chinese 
Food yang (maaf) mengandung babi kemudian mencoba teman saya punya, apakah 
mereka akan tetap menyukai?

Disini menjadi jelas, bahwa berbeda saja tidak cukup. Yang tepat adalah 
mempunyai perbedaan yang bermanfaat bagi pelanggan!!!

Kembali ke kasus teman saya. Apakah restoran Chinese Food yang menggunakan 
mentega pasti tidak berhasil? Jawabannya : belum tentu. Jika teman saya membuka 
rumah makan tersebut di daerah yang banyak komunitas muslim, mungkin akan jauh 
lebih berhasil dibandingkan di daerah China Town. Hal lain yang bisa dilakukan 
: menemukan kelebihan mentega dibandingkan (maaf) minyak babi dan 
mengkomunikasikannya kepada pelanggan. Saya tidak tahu apakah mentega lebih 
sehat daripada (maaf) minyak babi. Tetapi kalau lebih sehat, maka ia dapat 
mengkomunikasikan bahwa rumah makannya menyediakan Chinese Food yang halal,  
sehat dan lezat.

Jadi, jangan hanya sekedar mencari perbedaan tetapi carilah perbedaan yang 
bermanfaat bagi pelanggan anda dan jangan lupa untuk mengkomunikasikannya. 

Jika Anda menyukai artikel ini, anda dapat menemukan artikel-artikel lain dalam 
hal Sales & Marketing di www.omzetter.com

Semoga Bermanfaat!

Norman Firman MBA
Sales & Marketing Coach
[EMAIL PROTECTED]

------------------------------------

IMPORTANT
----------------------------------------------
Milis khusus membahas kewirausahaan
NOTE: NoHARDSELLING,posting beberapa artikel bermanfaat sebagai KONTRA PRESTASI 
iklan/promo softselling anda. Trimakasih untuk mereferensikan milis kepada 
rekan relasi anda untuk tumbuh-kembang bersama.          Yahoo! Groups Links





       
---------------------------------
  Dapatkan alamat Email baru Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

Kirim email ke