pak Dadang....,

EXIT PLAN dan/atau KOMITMEN....!!!
bargantung pada setiap biz/investasi yang saya lakukan....

TUJUAN / target investasi saya dibagi menjadi 2, yaitu;
... CASHFLOW.... dan
... CAPITAL GAIN....

INVESTASI yang bertujuan CASHFLOW...

umumnya (biasanya) kendali atau CONTROL ada ditangan kita...
karena apapun bisa kita lakukan agar biz tsb "jadi"...

>>> masalah bukan pada EXIT PLAN..., 
tapi seberapa besar KOMITMEN kita pada biz tsb...

contohnya:

- Properti sewaan.

setelah dibeli... ya dicari penyewanya... jika ngak ketemu penyewanya... ya 
cari dengan segala cara sampe ketemu... banyak cara untuk mendapatkan 
penyewa... coba setiap cara untuk mendapatkan penyewa... 

- Alfamart.

sesuai perjanjian....., kerjasama dilakukan selama 5 tahun dan dapat 
diperpanjang... dan saya komit akan melakukan biz ini minimal selama 5 tahun...

bila toko/biz tidak berjalan sesuai harapan... maka saya dan si master 
franchise harus melakukan "sesuatu" agar toko/biz berjalan sesuai dengan 
harapan... lakukan apa aja agar berhasil.... harus berhasil...

bila modal tidak kembali dalam 5 tahun maka saya tidak akan memperpanjang untuk 
5 tahun ke-2... kenyataannya Alfamart yang ke-1 udah saya perpanjang bulan Mei 
2009 untuk 5 tahun ke-2...

- biz Crepes...

setelah jalan selama 2 tahun... setelah kembali modal... saya tidak "melihat" 
sesuatu yang bisa menjadikan jauh "lebih baik"...., bisa menjadikan jauh "lebih 
besar"....., JADI saya tutup aja...

- Toko Jaket di PGMTA (Pusar Grosir Metro Tanah Abang) dan counter voucher hp 
di ITC M2.

di ke-2 biz ini saya banyak belajar... bersama dengan pak Roni Badroni, 
Masbukhin Pradana dan teman2 yang lain di TDA (Tangan di Atas)...

investasi ini dimulai dari LIABILITI, hasilnya EXPENSE / biaya...
targetnya dalam 6 bulan biz ini harus menjadi ASSET, yang menghasilkan 
INCOME....

Ternyata...
biz Jaket di PGMTA... sampai dengan bulan ke-6 tidak bisa dikembangkan / 
dibangun sesuai dengan harapan... dan saya merasa "garmen" bukan "bidang" 
saya....., JADI saya tutup aja...

biz voucher di ITC M2... sampai bulan ke-6 belum menjadi ASSET, tapi ada 
perkembangan dan kemungkinan ke arah itu.... jadi saya coba lagi... coba lagi 
dan coba lagi.... selama 3 bulan lagi...
pada bulan ke-9.... masih belum menjadi ASSET...., JADI saya tutup aja...

SEDANG-kan....

INVESTASI yang bertujuan CAPITAL GAIN...

umumnya (biasanya) kendali atau CONTROL ada "diluar" kita, ada di "pasar", 
tidak ada ditangan kita...

karena jika "pasar" bergerak...
... tidak sesuai dengan forecast kita, 
... tidak sesaui dengan prediksi kita, 
... tidak sesuai dengan analisa kita,

tidak ada yang bisa kita lakukan untuk merubah "pasar"..., 
kecuali ambil keputusan lanjut atau "keluar"....

keterangannya.... 
seperti tulisan pak Iwan Budhiarta... di bawah....

saya memiliki target "berapa keuntungan/positif margin" yang akan diambil...
saya memiliki target "berapa kerugian/negatif margin" yang berani saya 
tanggung...

JIKA "pasar" bergerak ke arah itu (baik Positif maupun Negatif)... 
maka langsung KELUAR sesuai dengan target (baik Positif maupun Negatif)....

ini-lah EXIT PLAN-nya....!!!


PENUTUP....

ternyata....

ada Exit Plan...
ada Komitmen....

ada INVESTASI yang DIDALAM control kita...
ada INVESTASI yang DILUAR  control kita....

semoga bermanfaat.

salam,
[EMAIL PROTECTED]
http://www.richdad.com/Forum/forum.aspx?g=posts&m=1342615#1342615

--- On Fri, 8/22/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Ke Pak Budi Rachmat: Penerapan ajaran Robert Kiyosaki 
Posted by: "Dadang Suhendar" [EMAIL PROTECTED]   dadang71 
Thu Aug 21, 2008 8:36 pm (PDT) 

Saya Dadang Suhendar, baru bergabung di milist ini.
Sudah beberapa hari saya mengikuti dan membaca postingannya Pak Budi 
khususnya tentang penerapan ajaran Robert Kyosaki.

Dari postingan dan praktek Bapak saya semakin faham apa yang saya baca 
dari buku-bukunya Pak Robert, meskipun saat ini belum take action.

Ada satu hal yang belum jelas mengenai anjuran dari Robert kiyosaki 
dalam sebuah bukunya, yaitu bahwa untuk berinvestasi diantarnya kita 
harus tahu strategi keluar terlebih dahulu. Saya belum faham apa yang 
dimaksud dengan strategi keluar ini?

Bisa minta tolong Pak Budi untuk menjelaskannya?
Maaf saya postingkan di milist ini harusnya di forum richdad, tapi saya 
belum bisa nulis di forum tsb (mungkin karena newbie ya)

Terima kasih banyak

Dadang S
http://dadang71. wordpress. com


Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post 
Messages in this topic (2) 
15b. 

Re: Ke Pak Budi Rachmat: Penerapan ajaran Robert Kiyosaki 
Posted by: "iwan budhiarta" [EMAIL PROTECTED]   les_abyss 
Thu Aug 21, 2008 10:00 pm (PDT) 

Dear Rekan Dadang,

Meskipun anda bertanya kepada Pak Budi, saya mohon ijin ikut menjawab sesuai 
pengetahuan dan pengalaman saya.

Maksudnya statement "harus tahu kapan keluar" adalah sebuah tindakan di mana 
kita harus mengetahui seberapa besar resiko yang sanggup kita tanggung 
seandainya kita benar-2 mengalami kerugian. 

Semisal, anda masuk membeli reksadana saham pada saat IHSG berada di support 
level 2040 dan kemudian naik hingga hari ini di level 2121. Tetapi kemudian 
beberapa minggu lagi
ternyata IHSG rebound dan turun tajam hingga tembus level keramat 2000 ke level 
1900. Di sini, anda harus menerapkan strategi risk-percentage acceptance. Jika 
anda menghendaki batas maksimum kerugian sebesar 20%, maka penurunan paling 
dalam yang sanggup anda terima ada di level 1800-an.

Nah, jika anda mengetahui kapan anda harus keluar karena sudah sesuai dengan 
besaran persentasi resiko anda, maka anda akan terlindung dari kerugian yang 
lebih besar yang takkan sanggup anda terima. 

Mungkin tulisan ini dapat menjawab pertanyaan anda.

Sekian dan Salam investasi,
Iwan Budhiarta, BBA, RFP, CWM
BTCapital - Private Wealth Manager



      

Kirim email ke