Dari beberapa blog, posting, forum, dan diskusi di internet, saya 
menemukan beberapa hal seputar pandangan mengenai asuransi. Blog, 
posting, forum dan diskusi tersebut berada di seputar kita, di 
Indonesia, yang dikemukakan oleh orang-orang Indonesia, calon penerus 
bangsa kelak.

Beberapa tanggapan mengenai asuransi yang mereka kemukakan:
1.Sudah punya asuransi, tapi kok saya sehat terus, jadi nggak berguna 
dong, asuransinya...

2.Nggak percaya, bro..., asuransi? Nggak deh!

3.Asuransi kan hanya menguntungkan agennya aja...

4.Janji-janji agen muluk-muluk, padahal kenyataannya gak tau juga..

5.Punya Asuransi, premi saya sekian, lho..., dapatnya? Aduh, lupa 
ya.... Nanti saya lihat dulu. Penting ya?

6.Pikir-pikir dulu, deh, mending investasi tanah atau rumah....

7.Beli emas lebih menguntungkan


Dulu sekali, waktu saya masih senang main-main, beli ini itu, dan 
lain-lain yang intinya sama, yaitu "Asuransi, gak dulu deh..." banyak 
tawaran Asuransi untuk saya, keluarga, dan orang tua saya, namun semua 
kami tolak. Sepertinya meng-"image" kan kematian, kecelakaan, pokoknya 
yang serem-serem.

Kini, namanya juga kehidupan, tentu ada perubahan ke arah yang lebih 
positif dalam cara pandang. Saya bertemu dengan orang-orang yang 
bahkan sangat berani berinvestasi, dengan modal sedikit, namun hasil 
besar. Ada juga praktisi-praktisi dan pengamat-pengamat keuangan yang 
melalui seminar-seminar dan buku-bukunya mengajari saya untuk memahami 
bahwa investasi masa depan penting.



Untuk tangapan dari beberapa tanggapan yang kurang positif di atas...

1.Sudah punya asuransi, tapi sehat terus? Ya, berbahagialah dan 
bersyukur karena kesehatan merupakan anugrah, selain melakukan pola 
hidup sehat, tentunya kesehatan adalah hal yang semua manusia normal 
ingin mendapatkannya. Tujuan asuransi kesehatan adalah mengantisipasi 
jika pemilik polis (tertanggung) suatu saat mengalami musibah sakit, 
sehingga kehilangan beberapa hari produktif untuk bekerja (mendapatkan 
income). Katakanlah jika sakit, maka income yang tidak jadi didapat 
dapat tergantikan oleh asuransi, dan mengurangi pengeluaran ekstra 
untuk biaya rumah sakit. Jika sehat terus? Ada uang pertanggungan yang 
tidak hilang dari asuransi kesehatan tersebut, yang kelak akan 
digunakan oleh ahli waris kita untuk mengurus segala keperluan 
pemakaman kita (misalnya), karena kita toh tidak hidup selamanya di 
dunia ini.

2.Tidak percaya asuransi? Salah satu dari inti Asuransi adalah bisnis 
kepercayaan. Kita dapat memilih, memilah, dan menentukan perusahaan 
Asuransi mana yang memiliki predikat, kekuatan finansial yang baik, 
agen yang bisa Anda percaya, dan produk yang ditawarkan agar diteliti 
dan dimengerti sejelas-jelasnya.

3.Menguntungkan agen? Ya. Asuransi menguntungkan Agen, makanya banyak 
agen asuransi yang menawarkan produknya. Namun dari sisi konsumen / 
nasabah, asuransi jelas lebih menguntungkan nasabah dari pada si agen. 
Katakanlah, agen mendapat komisi dari setiap polis yang dihasilkannya, 
anggaplah sebagai biaya pengurusan, namun apa yang didapatkan nasabah? 
Jaminan masa depan, jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, dan 
sejumlah uang pertanggungan yang besar, yang tentu saja jika 
dibandingkan dengan komisi, pendapatan agen sangat sedikit. Seperti 
menabung di bank, ada biaya dan pemotongan bunga akibat pajak, begitu 
juga asuransi, ,ada biaya. Jika kita rela memberikan komisi pada bank, 
kenapa harus tidak rela memberi komisi pada agen dengan hasil 
investasi yang di dapat nasabah sangat baik?

4.Janji muluk-muluk? Sekali lagi, kenali dengan benar perusahaan, 
program, dan agen. Anda tidak akan mendapatkan janji muluk-muluk jika 
ANDA tidak menginginkan hal yang muluk-muluk, maksudnya apa yang anda 
keluarkan akan sesuai dengan apa yang ANDA terima. Asuransi tidak 
menjanjikan hal yang bombastis. Jika ANDA berpikir wajar 
mengenai pendapatan Investasi di Asuransi, Agen juga tidak akan 
"terpaksa" menjanjikan muluk-muluk. Kenali agen ANDA.

5.Sudah punya asuransi tapi tidak mengerti benar apa yang di dapat? 
Jangan membeli asuransi berdasarkan paksaan agen, karena masa depan 
ANDA di tangan anda sendiri, bukan agen. Anda mengeluarkan sejumlah 
uang yang tidak sedikit untuk berasuransi, tentu sebaiknya ANDA tahu 
betul apa yang ANDA beli. Seperti ANDA membeli komputer, rumah, atau 
hal lain, tentu ANDA akan meneliti barang sebelum membeli. 
Perlakukanlah sama dengan membeli asuransi.

6.Tanah, rumah, juga merupakan investasi yang dapat dipakai dan 
berguna kelak di kemudian hari. Begitu pula Asuransi, bahkan lebih 
penting menurut saya. Kenapa? Tanah, rumah, kendaraan, dan lain-lain 
merupakan barang pakai. Anda bisa memilikinya kapan saja jika anda 
mempunyai cukup dana. Namun Asuransi menyangkut jiwa ANDA, Jiwa yang 
tidak dapat ANDA beli seberapapun uang ANDA. Beli asuransi bukan 
berarti jiwa anda diselamatkan, bukan, melainkan ANDA memiliki 
proteksi terhadap jiwa ANDA terutama jika ANDA kehilangan Income untuk 
membeli rumah, tanah, dan lain-lain.

7.Emas lebih menguntungkan? Ya, emas memang menguntungkan. Namun, saya 
hanya akan membeli emas jika saya sudah sangat berlebih penghasilan. 
Namun emas tidak dapat menggantikan Income ANDA jika ANDA sakit, 
kecuali ANDA menjual Emas tersebut, dan emas tersebut hilang karena 
ANDA jual. ANda tidak memilikinya lagi. Asuransi memproteksi ANDA, dan 
Asuransi tidak akan hilang sepanjang ANDA masih hidup, sehat atau 
tidak.


Jadi, tahap awal, selamat merenung, berpikir, berencana, membuat 
konsep, dan merealisasikannya.

Kirim email ke