rekan-rekan...
sy sedang mengembangkan konsep keagenan properti yg berbeda,
mudah-mudahan bisa meningkatkan gairah properti di indonesia

prie

----------------------------------------------------------------
Bagaimana Strategi Agen Properti Menghadapi Krisis 2009?

Tahun 2009 datang dengan membawa awan gelap krisis ekonomi. Banyak
pengamat ekonomi menyatakan bahwa persoalan ekonomi yang dihadapi saat
ini bukan gelombang utama krisis. Dalam beberapa bulan ke depan,
perusahaan-perusahaan yang kesulitan likuiditas, baik karena modal
yang hilang maupun karena menurunnya permintaan produk, akan mulai
mem-PHK karyawan-karyawannya. Di Indonesia, perkiraan angka PHK sudah
mencapai satuan ratusan ribu, bahkan lebih. Badai krisis yang
sebenarnya baru akan datang beberapa saat setelah gelombang PHK terjadi. 

Salah satu sektor yang terkena dampak sangat besar adalah properti.
Apakah berdampak baik atau berdampak buruk? Berdampak baik, bahkan
sangat baik bagi mereka yang dapat mengambil manfaatnya dan berdampak
sangat buruk bagi yang tidak bisa mengambil manfaatnya.

Bagaimana kondisi properti saat krisis?
Pihak-pihak yang kesulitan likuiditas akan menjual aset-asetnya.
Properti merupakan primadona aset yang paling sering menjadi tumpuan
harapan untuk mendapatkan dana segar. Di lain pihak, Bank dan lembaga
pembiayaan akan kebanjiran properti agunan dari debitor-debitor yang
tidak sanggup melunasi kreditnya. Masih ditambah lagi dengan pemilik
properti yang menjual asetnya untuk mengurangi besarnya biaya
perawatan. Akibatnya pasar properti akan dibanjiri oleh properti yang
dijual. 

Di sisi lain, calon pembeli properti menyusut. Ada beberapa faktor
yang menyebabkannya, seperti daya beli masyarakat menurun, bank
semakin berhati-hati memberi kredit properti, banyak pihak yang
menunda rencana pembelian properti untuk menjaga likuiditas, tingkat
kehati-hatian masyarakat dalam membelajankan uang semakin tinggi, dan
lain sebagainya.

Akan tetapi, justru di saat krisislah terbuka kesempatan lebih lebih
untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada biasanya.
Karena inilah saatnya mendapatkan properti terbaik dengan harga
termurah, kesempatan yang tidak datang setiap saat.

Bagaimana cara kita turut menikmati manfaat dari kondisi ini?
Cara paling mudah dan murah adalah dengan menjadi agen properti.
Secara mudahnya, tugas agen properti adalah mempertemukan calon
penjual dan calon pembeli properti sehingga pembeli mendapatkan
proeperti yang diinginkan dan penjual mendapat harga penjualan yang
wajar. 

Tentu saja kenyataan di lapangan tidak sesederhana itu. Bayangkan Anda
ingin membeli properti dan memasuki `rimba belantara properti' yang
penuh dengan penawaran berbagai macam properti. Bagaimana Anda
memilihnya? Tentu saja akan lebih mudah apabila ada seseorang yang
menjadi `penunjuk jalan' bagi Anda dan membantu memilah-milah properti
yang tidak memenuhi syarat. Itulah fungsi agen properti bagi calon
pembeli.

Bagi penjual sendiri, bagaimana Anda membedakan calon pembeli serius
dengan penelepon yang hanya ingin tahu? Berapa banyak panggilan telpon
yang harus dilayani untuk mendapatkan peminat serius? Akan lebih mudah
apabila ada seseorang yang menjadi `head hunter'yang mencarikan Anda
calon pembeli dan membantu memilah-milah peminat sehingga Anda hanya
perlu melayani calon pembeli serius saja. Dan itulah fungsi seorang
agen properti untuk penjual.

Sampai saat ini ada 3 kategori utama agen properti, yaitu:
1.      Agen properti Independen
2.      Agen property yang tergabung di kantor property
3.      Agen properti yang bekerja di developer


Keunggulan dan Kelemahan
1.      Agen properti Independen. 
Keunggulan utama,  karena berkeja sendiri, komisi penjualan
propertinya tidak mengalami pemotongan. 
Kelemahan terbesarnya adalah perlu waktu untuk membangun kepercayaan
calon pembeli dan penjual. Selain itu pendapatannya tidak tetap,
tergantung jumlah penjualan propertinya. 
2.      Agen property yang tergabung di kantor properti
Keunggulan utama, dengan dukungan kantor, kepercayaan lebih mudah
didapat. Dan dengan bantuan kantor beberapa pekerjaan jadi lebih mudah.
Kelemahan terbesar, komisi penjualan harus dibagi dengan kantor dan
pendapatannya tidak tetap, tergantung jumlah penjualan propertinya.
3.      Agen properti yang bekerja di developer
Keunggulan utamanya adalah pendapatan tetap bulanan dan komisi
tambahan apabila mencapai target penjualan.
Kelemahan terbesar, komisi penjualannya lebih kecil daripada agen
properti lainnya dan jenis properti yang ditawarkan terbatas,
tergantung persediaan properti di pengembang tersebut.

Mungkinkah menjadi agen properti dengan keunggulan ketiganya dan
sekaligus menekan kelemahannya?

HORE (High Opportunity Real Estate), hadir untuk menjawab permasalahan
tersebut:
1.      Memberi komisi 100% untuk agen, seperti layaknya agen independen
2.      Memberi support hukum dan kepercayaan, seperti layaknya agen yang
bergabung di kantor properti
3.      Menyediakan potensi pendapatan tetap bulanan, seperti layaknya
karyawan perusahaan, tetapi dengan nilai yang bisa ditingkatkan.

Anda penasaran dengan sistem bisnisnya? Tunggu kehadiran HORE di kota Anda

HOME
(High Opportunity Real Estate Meeting)
Rabu 28 januari 2009
Pk 15.00
Di Kantor HORE KOTA Bandung
Jl BKR 80 Bandung
Hotline: 022 709 21 999

Tempat terbatas!!
Untuk pemesanan tempat, SMS-kan nama Anda ke Hotline 

(hubungi hotline apabila peminat tidak dapat hadir dan ingin
penjelasan khusus)

HORE
Surabaya -  Bandung - Semarang

Kirim email ke