Dear Leni,

Saya sebagai seorang suami (dari istri saya tentunya, ha3x) ingin menyumbangkan 
saran, sebaiknya anda ambil pekerjaan sebagai PNS.
1. Waktu lebih banyak untuk keluarga, anak2 dan suami akan lebih mencintai kamu
2. Tetap mendapat penghasilan meski lebih kecil
3. Banyak waktu untuk memikirkan bisnis lain yang hasilnya sangat mungkin lebih 
besar dari bekerja
4. Semoga bisa mempunyai bisnis sendiri sehingga dapat membuka lapangan 
pekerjaan bagi orang lain, oh alangkah indahnya dapat membahagiakan orang lain 
dan keluarganya.

Hal-hal tersebut diatas tidak akan kamu dapatkan jika masih berkutat di 
perusahaan kamu sekarang. Coba deh.




________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Sent: Tuesday, January 27, 2009 11:52:44 PM
Subject: BC @ Re: PNS atau Karyawan ?



Hi Leni....,

klo saya baca "sepintas" alasan anda adalah WAKTU untuk anak.... maka...
>>> saya PILIH..... untuk memberikan WAKTU untuk anak....

TAPI klo "dibelakang" itu adalah masalah "lain", gimana...??
- apakah bekerja "diharuskan" karena keperluan Financial... ???
- apakah bekerja "hanya" untuk "mengabdikan" ilmu yang sudah dipelajari.. .???
- atau sebab2 lainnya..... ???

MASALAH-nya jadi tidak sesederhana itu khan...???

SELAMA anda masih "membarter" WAKTU anda untuk mendapatkan uang/pendapatan maka 
anda harus siap untuk meng-SHARE waktu yang anda miliki.... 
dengan anak, suami, pekerjaan, teman (sosial) dsb.dsb.dsb. ...

PADAHAL kita semua punya WAKTU sama banyak, yaitu 24 jam dalam SEHARI....

Saya belajar dari buku Robert T.Kiyosaki "Cashflow Quadrant"... .
dimana INCOME... bisa diperoleh... .
- bisa diperoleh dengan mem-barter waktu yang kita miliki (= Active Income) 
dan....
- bisa pula diperoleh tanpa mem-barter waktu yang kita miliki (= Passive 
Income).

Dengan pemahaman tsb... dengan upaya yang kuat...., 
saat ini saya memiliki 5 SUMBER INCOME, yaitu;
- dari 2 unit biz ritel (= Passive Income),
- dari 2 unit properti sewaan (= Passive Income), dan 
- dari biz mining (= Active Income).

DAN sedang meng-upaya-kan untuk mendapatkan 1 lagu sumber income dari Internet 
biz....


KEMBALI ke masalah anda....

PANDANGAN saya....., 
pastikan bahwa Income/Pendapatan anda sekeluarga > daripada Expenses anda 
sekeluarga.

Lalu, investasikan "kelebihan" income tsb di atas pada biz yang menghasilkan 
Cashflow (pendapatan rutin) dan yang tidak mengharuskan anda ikut dalam 
"day-to-day" kegiatan biz tsb....>>> Passive Income...

JIKA... 
anda masih tetap bekerja dikantor yang sama... seharusnya income (gaji) anda 
akan lebih tinggi (khan udah ditawari oleh boss anda)...
Investasikanlah "kelebihan" tsb....

JIKA... 
anda menjadi PNS... maka (diharapkan) anda memiliki banyak waktu... maka 
gunakan waktu anda untuk ber-investasi. ...

Klo mo tau.... bagaimana saya melakukannya. ... liat link di bawah ini...

FYI.... apa yang saya peroleh saat ini bukanlah sesuatu yang instan... yang 
tiba2 saya beroleh.... tapi hal tsb adalah hasil dari PROSES yang telah saya 
mulai sejak tahun 2002/3 yll.


semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kata2 yang kurang berkenan.

salam,
BUDI Rachmat
- www.WealthStrategyA laKIYOSAKI. com
- “KAYA ala KIYOSAKI” di http://budirachmat. wordpress. com
- Forum Richdad.com di http://www.richdad. com/Forum/ forum.aspx? 
g=posts&t=213770



--- On Tue, 1/27/09, ssr-k...@yahoogroup s.com <ssr-k...@yahoogroup s.com> 
wrote:

From: Leni Herdiani <midorik...@yahoo. co.id>
Subject: [SSR-Klub] PNS atau Karyawan ?
To: ssr-k...@yahoogroup s.com
Date: Wednesday, January 21, 2009, 10:20 AM

Dear rekans milis,
 
Saya mohon pendapat / masukan sebagai bahan pertimbangan saya.
Saat ini saya bekerja sebagai interpreter bahasa Jepang di sebuah industri 
makanan. Desember lalu ikut ujian Pns dan alhamdulillah lulus. Saya sudah urus 
segala pemberkasan, tinggal tgg SK. Tetapi saat saya bicara dengan bos tuk 
mengundurkan diri, beliau tidak setuju. Beliau malah memberikan pandangan 
bagaimana kerja pns, sistem kerja, dll. Dan akhirnya beliau menawarkan gaji 
"lebih tinggi", setelah 2x dipanggil beliau.
 
Sebenarnya alasan saya mau berhenti karena waktu. Kalau di pabrik saya harus 
pergi jam 6.30 pagi nyampe rumah jam 6.30 malam dan kadang sampai jam 9 malam. 
Sy merasa capek, terlebih krn memang gaji yg sy dpt sy rasa tidak sepadan. 
Mending gaji pns dengan jam kerja tidak sampai malam, sehingga masih punya 
banyak waktu tuk dekat dengan anak.
 
Bagaimana menurut rekans?
1. Apakah saya ambil tawarannya dan terus bekerja di persh itu?
2. Bila saya tidak jadi ambil pns, apakah ada sanksi dari pemerintah? denda 
atau di black list (tidak bisa jadi pns lagi bila suatu hari saya kembali 
menginginkannya)
 
Mohon pendapatnya.
Terima kasih sebelumnya,
 
salam,
Leni
 
 
 
 


      

Kirim email ke