Great dan saya setuju dengan artikel bung pras

Mari kita membuat "Luck Diary", buku harian keberuntungan. (tiada hari yang
sial)

 

Beranikan diri untuk sharing, di lingkungan kecil atau milis ini, 

tiap kamis akhir bulan kita sepakat untuk kumpul2 di sekretatiat. 

Siapa tahu ide2x modal dengkul yang jadi topic dapat kita wujudkan dengan
kerja sama

 

Asal format/idea anda jelas dan dapat dipertanggung jawabkan, kenapa nga
kita sharing?

Rekan2x di BC mengusahakan kerjasama saling dukung seperti:

 

.: Virtual Office: bila project anda jelas, bisa anda jalankan, nga perlu
sewa kantor, kita dukung untuk alamat usaha

.: Payung UKM (Resmi Terdaftar) & Badan Usaha (PT): Tinggal bikin kop surat,
print penawaran, etc, etc.

.: Support & sponsor à Misalnya: kita beruntung kebagian space untuk pameran
Internasioan bergengsi di JHCC, 

.: dan lain-lain dari 2400 an member BC, saling berkontribusi dari info
hingga kesempatan2 lainnya agar kita dapat menangkap keberuntungan yang tiap
saat melintas dihadapan kita, 

 

Salute,
Y!: BroerCharlie

 

 

.

 

On Behalf Of Pras
Subject: BC @ RAHASIA ILMU UNTUNG TERUS

 

Dear all,

Boleh percaya boleh tidak, ternyata untuk menjadi untung terus itu ada
ilmunya.
Silahkan simak artikel berikut ini [saya dapet dari milis sebelah] ...
semoga keberuntungan akan selalu menyertai Anda.
Salam sukses.
Pras.

----------------------------

RAHASIA ILMU UNTUNG TERUS

 

Anda pasti kenal tokoh si Untung di komik Donald Bebek. Berlawanan dengan
Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja
keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama
asli Gladstone ini.Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah
bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donald. Jika Untung dan Donald
berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang di jalan, pastilah
itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung,
don't worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba
meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman
merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok
lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana
mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang
beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman
memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang
dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan
waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari
kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan
yang tidak kecil berbunyi "berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di
koran ini". Kelompok sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung
gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan
lain yang bunyinya: "berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti
Anda menemukan ini, dan menangkan $250!" Lagi-lagi kelompok sial melewatkan
pesan tadi! Memang benar2 sial.

<>

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman
menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih
peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak
ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?

Ternyata Orang-2 yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka
terhadap Pengalaman-2 baru. Mereka lbih terbuka terhadap interaksi dengan
orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan  jaringan-jaringan sosial
baru.. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-
kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New
York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di
depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di
sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan
dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir
lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet,
salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan
jaringan toko permatanya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya,
dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan
Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil
menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun
kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg.
Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata Lebih mengandalkan intuisi daripada logika.
Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata
sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "Hati nurani" (intuisi) daripada
hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi
Final Decision umumnya dr "Gut Feeling". Yang barangkali sulit bagi orang
yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak
kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.

Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi
mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang
tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin
sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.
Banyak teman saya yang bertanya, "Bgmn cara mendengarkan intuisi??"
Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu?
Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar
suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.
Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran dengar suara.
Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam
berbagai bentuk, misalnya:
Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. "Gue kok tiba2 deg-2an ya,
mau dapet rejeki barangkali", semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering
memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan.
Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai
saja kalau tiba2 meriang lagi.
- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain
ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami.
Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited
setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian
saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa
hal lain.
- Isyarat dari luar. Baca "isyarat2" dari luar yang datang pada Anda.
Saya juga beberapa kali mengalami. Misalnya pernah saja tiba2 di TV saya kok
merasa sering melihat iklan suatu perusahaan tertentu, kemudian ketemu teman
kok membicarakan perusahaan itu lagi, di jalan melihat iklan perusahaan
tadi. Belakangan perusahaan tadi ternyata menjadi klien saya. Jadi kalau
akhir2 ini Anda sering berpapasan dengan Mercedez S-Class dua pintu,
barangkali itu suatu pertanda.

3. Selalu berharap Kebaikan akan datang.
Orang yang beruntung ternyata Selalu Ge-Er terhadap keHidupan. Selalu
berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental
yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan
akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.
Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang
Anda kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan
menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.
Orang-orang beruntung sangat Pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya
menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam
salah satu tes nya Prof. Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang
pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok
bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka.

Reaksi orang dari kelompok Sial umunya adalah: "Wah sial benar ada di
tengah2 perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya
adalah: "Untung Saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk
media dan mendapat uang. " Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya
untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan
merubahnya menjadi keberuntungan.

<>

Sekolah Keberuntungan Prof Wiseman.

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof. Wiseman bahkan membuka Luck
School.. Saya yakin Anda semua sudah beruntung dan tidak perlu bersekolah di
Luck School. Tapi ada baiknya mengintip sedikit, latihan2 apa yang diberikan
di Luck School.

Salah satu yang menonjol dari Orang ~ Sial adalah betapa mereka sering
mengabaikan hal-hal yang positif di sekitar mereka. Misalnya salah satu
pasien Prof. Wiseman, adalah seorang wanita single parent, yang sangat sial.
Ketika diminta menceritakan hidupnya akan segera nyerocos menceritakan
setiap detil kesialannya. Betapa sulitnya memperoleh pasangan, sudah ketemu
pria yang cocok tapi si pria jatuh dari motor, di lain kesempatan si pria
jatuh dan patah hidungnya, sudah hampir menikah, gerejanya terbakar, dan
sebagainya. Pokoknya benar2 sial.
Padahal, dalam setiap interview, si Wanita datang membawa 2 orang anak yang
sangat lucu2 dan sehat. Sebagian besar dari kita akan merasa sangat
beruntung memiliki 2 anak tadi. Tapi tidak bagi si wanita sial tadi. Karena
2 anak lucu tadi tidak ada dalam pikiran si wanita, yang otaknya sudah penuh
dengan "K.E.S.I.A.L. A.N".

Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan
membuat "Luck Diary", buku harian keberuntungan. Setiap hari, wanita tadi
harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.

Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit,
tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan
semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka,
semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung. Dan sesuai prinsip "law
of attraction", semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka
semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa
beruntung. Termasuk Anda.

**

 

Kirim email ke