Polisi harus segera bertindak
Masyarakat akan heran jika Mabes Polri tidak bertindak.
Karena alamat kantor dari perusahaan ini kan jelas
dari
sana bisa ditanyakan dimana gudang2nya yang dipakai untuk menyimpan
produk2nya sebelum disuplai pada agen perusahaan ini didaerah.
Jadi sangat aneh jika nanti beralasan masih melacak gudangnya yang belum 
diketahui.

Jadi
jangan hanya kemudian agen dari perusahaan ini yang didaerah saja yang
ditindak, karena mereka hanya mengedarkan, tapi harus ditindak
sumbernya.

Tapi kelihatannya mungkin memang pemilik PT. Bintang
Ilmu ini sangat kuat, sehingga Polisi takut untuk menindak produksi dan
penyebaran buku porno yang omsetnya hampir diseluruh Indonesia ini.
sehingga nantinya bisa saja dengan jalan keluar bahwa jika buku porno 
diganti/ditarik dari sekolah, persoalan sudah beres.
 

Jadi
masyarakat tidak usah berharap, bahwa nanti ada penyelidikan atau
sampai memeriksa perusahaan ini. Paling bagus, nanti hanya agen
didaerah yang dikorbankan. atau malah2 diselamatkan juga, dengan alasan
buku porno sudah ditarik dari peredaran.

Secara riil bisa
dilihat, betapa dengan jumlah sedemikian banyak, tidak ada upaya sama
sekali dari Polisi. Bahkan terkesan memberi waktu pada para pelaku untu
menghilangkan atau menyembunyikan barang bukti yang lebih besar. yakni
di gudang penyimpanan milik PT. Bintang Ilmu.

Nanti kalau barang sudah disembunyikan ditempat lain, baru mungkin polisi 
seolah2 baru menyelidiki.

Kesimpulannya,
ada kerjasama antara aparat dengan perusahaan yang menyebarkan buku
porno ke sekolah2 hampir diseluruh Indonesia ini. Ya mungkin saja
seperti film2 itu, tapi menjadi nyata di Indonesia, bahwa Polisi maupun
aparat negara lainnya hanya jadi anjing2 peliharaan dari cukong2 yang
mencoba merusak moral bangsa ini, agar generasi mudanya hancur. Agar
bangsa ini hancur. Sebab kalau bangsa ini hancur, mereka bisa terus
menerus menguras dan memperbudak bangsa ini

Dari: Robert Sianturi <[email protected]>
Topik: Bisa Memicu Kemarahan & Anarkisme : Bintang Ilmu Suplai Buku & CD Porno 
ke SD
Kepada:
"Redaksi Berpolitik.com" <[email protected]>, "Rudi Hartono"
<[email protected]>, "Pkbks Milis"
<[email protected]>, [email protected],
[email protected],
[email protected], "ppiindia"
<[email protected]>, [email protected],
[email protected], [email protected], "PH Pro"
<[email protected]>, [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
"Saksi" <[email protected]>, [email protected],
[email protected], "Redaksi Sumbawanews.com"
<[email protected]>, "Redaksi www.prakarsa-rakyat.org"
<[email protected]>
Tanggal: Jumat, 23 Januari, 2009, 4:19 AM

Tindakan dari orang yang tidak punya perasaan sebagai warga negara
Republik Indonesia ini jelas sudah sangat KURANG AJAR, MELANGGAR ETIKA,
MELANGGAR HUKUM dan kelihatan sekali bahwa mereka berniat MENGHANCURKAN
NEGARA REPUBLIK INDONESIA.
Warga negara mana sih sang pelaku ini????

Aparat harus bertindak tegas....
Jika
tidak, maka rakyat akan berpendapat bahwa birokrasi pemerintah, aparat
negara, pejabat tinggi negara dsb itu adalah antek orang asing

secara
hukum jelas, bahwa tindakan ini bertentangan dengan undang undang,
apalagi UU Pornografi, Kitab Undang Undang Hukum pidana (KUHP) dsb
Menyebarkan buku dan CD porno untuk dikonsumsi anak didik yang masih kecil...
bayangkan anak SD dicekoki bacaan porno dan film porno????

Yang memprihatinkan... Penyebaran pornografi ini, mengajari anak2 kita yang
 masih SD agar berbuat mesum ini dibiayai oleh uang negara.

Jika
aparat tidak bertindak tegas dan tidak menghukum pelakunya (sebaiknya
juga aktor intelektualnya yang tidak pernah tersentuh dan besar
kemungkinan bisa lari keluar negeri karena seluruh keluarganya mungkin
sudah ada disana), hal ini bisa memancing reaksi keras dari sebagian
masyarakat, bisa menimbulkan anarkisme. Saya tidak bisa membayangkan
jika misalnya Front Pembela Islam (FPI) ataupun yang lainnya lalu
mengacak2 sekolah, menyerbu kantor, menyerbu gudang penyimpanan buku
porno yang dikatakan sebagai produk sampingan/ produk unggulan dari
perusahaan tersebut.
Hal ini hanya akan menimbulkan keributan dan kekacauan yang tidak 
berujung-pangkal.
Hal ini malah tidak menyentuh masalah yang sebenarnya...

Untuk itu, kepada aparat, segera bertindaklah...
Jangan sampai masyarakat menjadi apatis atau karena sudah sangat skeptis lalu 
mudah terpancing kepada amarah, anarkisme,
 premanisme, bakar2an dsb.
Atau muncul sindiran, kenapa judi sulit diberantas.. karena backingnya aparat
kenapa korban narkoba meningkat.. karena pengedarnya banyak yang aparat
kenapa maksiat meningkat.. karena untuk suguhan pejabat


Dari: Bambang Tribuono <[email protected]>
Topik: [warga] Tangkap!!!: Korupsi Dana Pendidikan: Bintang Ilmu Group Suplai 
Buku & CD Porno ke SD
Tanggal: Kamis, 22 Januari, 2009, 4:49 PM










    
            



    
            Tangkap!!!!!
karena sudah jelas masalahnya, bahwa penyebaran pornografi kepada anak2 sekolah 
dasar itu bertujuan untuk menghancurkan bangsa.
Apalagi selain merusak moral bangsa juga menguras dana rakyat.

Sudah
jelas ini pelakunya yakni Wimpi Ibrahim pasti punya kewarganegaraan
lain selain mungkin masih juga memegang kewarganegaraan Indonesia

Selain
tindakannya memang sangat merusak dunia pendidikan di Indonesia,
merusak moral anak didik, ditambah fakta bahwa kakak kandung Wimpi 
sudah melarikan diri keluar negeri setelah menguras trilyunan rupiah
dana pendidikan dan mengemplang pajak ratusan milyar rupiah,
dan
yang didapat anak didik adalah kertas rongsokan yang hanya laku dijual
kilo-an, karena merupakan buku terbitan tahun 1980an dan alat peraga
sisa dari tahun tahun lama, apalagi di berbagai media sudah jelas bahwa
agen2 Bintang Ilmu  ternyata mensuplai komputer bekas, hanya diberi
chasing baru. Sehingga beberapa agen mereka kini menjadi tersangka,
tapi pimpinannya bebas, malah bisa memerintah aparat hukum untuk
memaksa dunia pendidikan, mulai dinas pendidikan sampai sekolah agar
tunduk pada Bintang Ilmu dan harus memakai produk bintang Ilmu.

Untuk
itu harus diusut dengan tuntas, karena terbukti bahwa Bintang Ilmu
group pernah bersama oknum2 pimpinan aparat hukum  dan oknum pejabat
departemen pendidikan nasional yang mendapat surat tugas resmi dari
atasannya, mengumpulkan seluruh kepala dinas pendidikan kabupaten dan
kota di beberapa propinsi.

Dimana oknum2 pimpinan aparat hukum
mengancam dengan ancaman hukum jika dinas pendidikan dan sekolah jika
tidak memakai produk dari Bintang Ilmu. 

Sedangkan oknum dari
departemen pendidikan nasional yang ikut hadir, selalu meng-amini
pidato dan pengarahan dari pimpinan Bintang Ilmu Group diberbagai forum
itu yang selalu menyatakan, bahwa Departemen pendidikan nasional sudah
secara resmi hanya menunjuk 1 agen/distributor tunggal kepada PT.
Bintang Ilmu yang boleh memasok produk peningkatan mutu untuk
pendidikan di Indonesia. Hal ini terbukti dalam forum2 tersebut oleh
para personel Bintang Ilmu Group, diedarkan katalog yang menyebut bahwa
Bintang Ilmu Group adalah merupakan agen tunggal dari penyaluran produk
peningkatan mutu pendidikan melalui DAK Pendidikan

Karena
nama Direktur jendral dan direktur dari Departemen Pendidikan Nasional
selalu disebut, otomatis para kepala dinas pendidikan kota dan
kabupaten segan. Ditambah rasa takut, karena hadirnya oknum pimpinan
aparat hukum yang menakut2i

Jika tidak ada tindakan dari aparat
terkait ataupun tindakan dari pemerintah kepada orang yang merupakan
pengkhianat dan penghancur bangsa ini, artinya memang negara ini
dikendalikan oleh mafia. Dimana seluruh pejabat birokrasi maupun aparat
hukumnya ternyata merupakan anak buah atau antek2 para penjahat.
Artinya
ini sama dengan jaman sebelum kemerdekaan, bangsa ini dijajah bangsa
asing yakni belanda/kompeni. penjajahan bisa sedemikian kuat karena
dulu kompeni dibantu oleh antek2nya yang sangat setia. 

Maka
wajar terjadi krisis lapindo, ternyata rakyat menjerit tapi penyebab
bencana tetap ongkang2 kaki jadi menteri, malah dana APBN atau uang
rakyat digunakan pemerintah untuk mensubsidi perusahaan sang menteri
agar tidak rugi/bangkrut.
maka wajar terjadi krisis minyak tanah dan
gas elpiji, rakyat repot tidak karuan, tapi pelaku tetap menjabat
sebagai pejabat tinggi negara sambil tersenyum lebar....
maka wajar
terjadi krisis pupuk, rakyat sedih karena gagal panen dan sawah hancur,
tapi pejabat tingginya pada departemen yang bersangkutan malah tambah
kaya, karena sebenarnya, dia yang membuat situasi untuk mengeruk
keuntungan


Dari: Nanang Heriyanto
 <....@yahoo. co.id>
Topik:Korupsi Dana Pendidikan: Bintang Ilmu Group Suplai Buku & CD Porno ke SD
Kepada:
"Mercedes Tiger Club"
<mercedes-tiger- w123-indonesia@ yahoogroups. com>,
media_nusantara@ yahoogroups. com, "mediacare"
<mediac...@yahoogrou ps.com>, mediac...@cbn. net.id, "Milis - THE
UPSTAIRS" <theupstairs@ yahoogroups. com>
Tanggal: Kamis, 22 Januari, 2009, 5:21 AM







    
            Berita dari Radio Kota Batik Pekalongan
dibawah
ini menunjukkan betapa Bintang Ilmu Group yang sering kali mengaku
sebagai satu satunya perusahaan yang mendapat tugas resmi dari
Departemen Pendidikan untuk mengadakan produk untuk peningkatan mutu
pendidikan melalui Program Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan,
ternyata untuk menutupi kecurangannya, karena sebenarnya mereka tidak
memiliki jumlah barang yang sesuai spesifikasi yang ditentukan oleh
Departemen pendidikan, mereka mensuplai seolah olah jumlah dan
spesifikasinya sudah benar.

Tapi ternyata didalamnya lalu
dicampur dengan barang lain, mungkin karena pegawainya bingung mau
diisi apa, barang yang memang mereka tidak bisa memproduksi itu, lalu
diisi majalah.. eh terselip majalah porno yang merupakan salah satu
produk unggulan mereka.

Juga CD pembelajaran beberapa mata
pelajaran maupun CD sistem pendidikan yang ditetapkan spesifikasi oleh
departemen pendidikan, ternyata Bintang Ilmu Group hanya menampilkan
kemasan CD yang bagus. tapi setelah CD itu dibuka/ dipakai oleh sekolah
ternyata isinya hanya berupa gambar slide, untuk menutupi kekurangannya
yang dibuat  memenuhi ketentuan hanya pembukaannya saja. Tapi isinya
tidak sesuai.. 
Malah
banyak yang CDnya kosong atau berisi film. hanya kemasannya saja yang
dicetak sebagai CD pembelajaran untuk mata pelajaran tertentu dan CD
sistem pendidikan. Setelah dibuka ternyata kosong, malah ada yang
isinya gambar iklan kecantikan yang tentunya dengan pose syurr.
Karena
adanya buku dan CD porno tersebut, harusnya aparat memeriksa dengan
teliti seluruh barang Bintang Ilmu Group yang disuplai oleh dinas
pendidikan se Indonesia ke sekolah2Karena dengan pengakuan dari
Direktur Bintang Ilmu dalam berita yang lalu bahwa mereka ini
menjalankan tugas sebagai satu-satunya penyedia barang peningkatan mutu
pendidikan yang diperbolehkan oleh Departemen Pendidikan Nasional,
dikuatirkan seluruh produk porno ini sudah menyebar ke seluruh Indonesia
Wah benar benar penipu dan memperbodoh serta merusak bangsa...
juga
korupsi, karena CD yang benar itu harganya ratusan ribu rupiah, karena
memang benar2 bisa membuat siswa kreatif dan sebagainya.. . eh diisi CD
yang berisi seperti itu.. dimana harganya jika dipasar hanya 10 ribu
rupiah

Untuk itu Semoga aparat benar2 tegas, terhadap pembodohan
bangsa dan tindakan perampokan dana pendidikan oleh orang2 yang
ternyata memang tidak peduli pada masa depan bangsa ini.

karena
sudah terungkap di daerah yang lain, Tapi tidak ada tindakan yang
tegas. malah Adik kandung dari pelaku yang sudah lari keluar negeri,
Yakni Wimpi Ibrahim bisa mendikte aparat hukum untuk mengumpulkan para
kepala dinas untuk memaksa sekolah agar harus memesan produk kepada
Bintang Ilmu Group. malah dengan ancaman jika tidak memakai produk
Bintang Ilmu Group akan dikejar2 oleh aparat

RADIO KOTA BATIK PEKALONGAN
Rabu, 2009 Januari 21    Buku Bantuan SD Bergambar Porno Akan Di Tarik    
-
Walikota Pekalongan Basyir Ahmad di dampingi Kabag Humas tengah
menjelaskan kepada sejumlah wartawan mengenai buku ajar bergambar
seronok diruang kerjanya

PEKALONGAN – Walikota Pekalongan Basyir Ahmad
telah meminta kepada kepada penerbit maupun dinas pendidikan untuk
mencabut buku ajar untuk perpustakaan SD yang di nilai bisa merusak
moral anak SD.

Hal ini di lakukan menyusul temuan Komisi III
DPRD Kota Pekalongan setelah mendapat laporan dari Gerakan Rakyat Anti
Korupsi Indonesia (Gerak Indonesia), yang kemudian menemukan buku
dengan gambar seronok tersebut di SD Tirto III.

Menurut Walikota
buku tersebut merupakan proyek pengadaan Sarana Prasarana (Sarpras)
melalui Program DAK Pendidikan tahun anggaran 2008 lewat penerbit/agen
dengan initial PT. A yang merupakan anggota konsorsium Bintang Ilmu.
Pihaknya telah meminta Dinas Pendidikan untuk segera mengecek dan
melaporkan temuan ini kesejumlah sekolah dasar yang telah menerima buku
ini.

“ Kita memang prihatin, saya telah panggil penerbit maupun
dinas, kalau dalam SPEKnya buku tersebut untuk guru, namun karena
gambarnya seronok dengan pakain minim sekali dan tempatnya di
Perpustakaan, hingga mudah di jangkau siswa ini,” tandasnya.

Walikota
Basyir Ahmad menambahkan pihaknya meminta semua sekolah SD, SMP dan SMA
untuk melakukan evaluasi terhadap buku-buku yang ada di perpustakaan
maupun buku paket bantuan pemerintah.

“ Mulai besok (kamis 22/1) pihak penerbit talah menyatakan kesangupanya untuk 
menarik dan menganti buku tersebut,” ujarnya.

Sementara
itu Ketua Dewan Pendidikan setempat Suryani SH Mhum, juga meminta
kepada Dinas Pendidikan untuk tidak lagi ceroboh dalam menerima bantuan
buku-buku ajar. Karena akan berdampak pada moral dan perilaku anak
didik.

“ Ya inilah kalau dunia pendidikan kita lemah, terutama
untuk alat-alat peraga termasuk buku yang tidak diseleksi secara cermat
dengan mempertimbangkan dari aspek isi, tampilan, termasuk covernya.
Gimana nantinya kalau anak-anak SD harus dilihatkan seperti itu,”
ungkapnya. (Tim Reporter RKB)   
  Diposkan oleh infopekalongan   di 18:39              Label: kabar baru  


      

Kirim email ke