Article No.:ART-001
Title:Sekilas ISO 9000
Author:Maskal Novessro dan Hernandas Chatib
First Published:9 December 2008
Last Revision:B/02/2009
Date:14 February 2009
Pages:13 (with cover)
Pendahuluan
International Organization for Standardization atau Organisasi Internasional
untuk Standardisasi, merupakan lembaga swadaya masyarakat (Non-Governmental
Organization) yang dibentuk untuk meningkatkan perdagangan internasional yang
berkaitan dengan perubahan barang dan jasa. Organisasi ini terdiri dari
wakil-wakil dari badan standar nasional negara-negara yang bekerja sama untuk
menetapkan standar internasional dan telah menghasilkan lebih dari 17.000
standar internasional untuk bisnis, pemerintahan dan masyarakat umum.
Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS dalam bahasa
Inggris (International Organization for Standardization) atau OIN dalam bahasa
Perancis (Organisation internationale de normalisation) sebelum akhirnya
ditetapkan menggunakan nama ISO, diambil dari bahasa Yunani yaitu isos yang
berarti sama.
Didirikan pada 23 Februari 1947 di Jenewa, Switzerland. ISO menetapkan
standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO pada awalnya dibentuk untuk
membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar
yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu
telepon, kartu ATM Bank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya. Dalam
menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 175
negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC = Technical Committee).
Meski ISO adalah organisasi nonpemerintah, namun standar yang dihasilkannya
sering menjadi hukum melalui atau diberlakukan sebagai standar nasional di
negara-negara anggotanya. Hal ini menjadikan ISO lebih berpengaruh daripada
kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya, dan dalam prakteknya ISO menjadi
konsorsium dengan hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah. Peserta ISO
termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan
perusahaan-perusahaan besar.
ISO 9000 Series
ISO 9000 Series atau ISO Seri 9000 merupakan kumpulan standar sistem manajemen
mutu (SMM) yang disusun dan dikembangkan oleh ISO Technical Committee 176
(ISO/TC 176). Komite Teknik ini sejak tahun 1979 yang bertanggung jawab untuk
mengembangkan standar-standar terkait dengan manajemen mutu dan kendali mutu.
ISO/TC 176 menetapkan siklus peninjauan ulang setiap 5 (lima) tahun, guna
menjamin relevansinya terhadap perkembangan bisnis dan teknologi. Tinjauan
didasarkan atas pengalaman penerapan, umpan balik, dan masukan dari
negara-negara anggota. Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1987, ISO Seri
9000 telah mengalami beberapa kali revisi. Adapun revisi terbaru dari
standar-standar tersebut adalah:
· ISO 9000:2005, Quality management systems – Fundamentals and
vocabulary, meliputi dasar-dasar mengenai pemahaman tentang SMM dan juga berisi
istilah dan kosa kata yang digunakan dalam standar ISO seri 9000.
· ISO 9001:2008, Quality management systems – Requirements, berisi
segala ketentuan dan persyaratan standar yang harus dipenuhi oleh suatu
organisasi yang ingin menerapkan dan mengadopsi ISO 9001:2008 dalam sistem
manajemen mutunya.
· ISO 9004:2000, Quality management systems – Guidelines for
performance improvements, meliputi langkah-langkah melakukan peningkatan
berkesinambungan.
· ISO 19011:2002, Guidelines for quality and/or environmental
management systems auditing, yang memberikan panduan untuk melakukan
perencanaan audit, melaksanakan audit, dan melakukan tindak lanjut terhadap
audit.
Selain standar-standar di atas, ISO/TC 176 juga menyusun dan mengembangkan
dokumen-dokumen panduan untuk mengembangkan penerapan SMM. Dokumen-dokumen ini
bukan merupakan persyaratan yang harus dipenuhi terkait dengan
sertifikasi/registrasi, namun merupakan rekomendasi untuk mengembangkan adopsi
dari pendekatan proses untuk merancang dan menerapkan SMM serta memperbaiki
keefektifannya. Beberapa contoh panduan yang perlu diketahui antara lain:
· ISO/TR 10013:2001, Guidelines for quality management system
documentation, yang memberikan panduan untuk pembuatan dan pemeliharaan
dokumentasi SMM.
· ISO 10005:2005, Guidelines for quality plans, yang memberikan panduan
untuk membuat rencana mutu. Rencana mutu merupakan dokumen yang menguraikan
bagaimana SMM diterapkan pada suatu produk, proyek atau kontrak tertentu.
· ISO 10017:2003, Guidance on statistical techniques for ISO 9001:2000,
yang memberikan panduan untuk mengidentifikasikan teknik statistik yang dapat
digunakan dalam SMM.
· ISO 10007:2003, Guidelines for configuration management, dimana untuk
kebanyakan organisasi ini hanyalah satu bagian dari suatu sistem manajemen yang
lengkap.
Sedangkan ISO 9001:2008 merupakan persyaratan dasar yang harus dipenuhi dan
menjadi dasar bagi badan sertifikasi untuk memberikan pengakuan kepada suatu
perusahaan bahwa perusahaan tersebut telah menerapkan SMM sesuai dengan
persyaratan ISO 9001:2008. Selanjutnya suatu organisasi atau perusahaan yang
telah mendapat sertifikasi ini akan diperbolehkan menyatakan dirinya kepada
publik sebagai “ISO 9001:2008 certified” atau “ISO 9001:2008 registered.”
Sejarah ISO 9000
Pre ISO 9000
Selama perang dunia ke-2, terdapat banyak sekali persoalan mutu dalam industri
teknologi tinggi di Inggris, seperti amunisi yang meledak saat masih di pabrik
pembuatnya. Solusi yang dilakukan adalah dengan mensyaratkan pabrik untuk
mendokumentasikan prosedur serta menunjukannya dengan bukti-bukti
terdokumentasi untuk membuktikan bahwa prosedur tersebut telah dilakukan sesuai
dengan yang dituliskan. Nama standar itu dikenal dengan kode BS 5750, dan
diakui sebagai standar manajemen sebab ia tidak menyatakan apa yang dibuat,
tapi bagaimana mengelola proses pembuatannya. Pada tahun 1987, pemerintah
Inggris meyakinkan ISO untuk mengadopsi BS 5750 sebagai standar internasional,
dan kemudian BS 5750 menjadi ISO 9000.
Versi 1987
Standar ISO tentang SMM versi 1987 memiliki struktur yang sama dengan BS 5750,
dengan 3 (tiga) model SMM, pemilihan didasarkan pada ruang lingkup aktivitas
suatu organisasi:
· ISO 9001:1987 Model, untuk penjaminan mutu (QA = quality assurance)
dalam desain, pengembangan, produksi, instalasi dan pelayanan bagi organisasi
yang memiliki aktivitas menciptakan produk baru.
· ISO 9002:1987 Model, untuk QA dalam produksi, instalasi dan
pelayanan yang dasarnya sama dengan ISO 9001:1987 namun tanpa aktivitas
menciptakan produk baru.
· ISO 9003:1987 Model, untuk QA dalam pengujian dan inspeksi akhir
saja.
· ISO 9000:1987 dipengaruhi oleh standar militer di Amerika Serikat
khususnya, namun juga cocok diterapkan pada manufaktur. Penekanan standar ini
adalah pada kesesuaian dengan prosedur-prosedur daripada terhadap proses
manajemen secara keseluruhan.
Versi 1994
Standar ISO tentang SMM versi 1994 menekankan QA melalui tindakan preventif,
sebagai ganti dari hanya melakukan pemeriksaan pada produk akhir, namun tetap
melanjutkan pembuktian kepatuhan dengan prosedur-prosedur terdokumentasi. Dan
karenanya, seperti versi sebelumnya, organisasi cenderung menghasilkan begitu
banyak manual prosedur sehingga membebani organisasi tersebut dengan rangkaian
birokrasi yang tidak perlu.
=== (… dst.)
Artikel lengkap dapat di-download dari file [ART-001 [Sekilas ISO 9000]_B.pdf]
pada menu FILE di folder FART. Untuk men-download, silahkan kunjungi:
http://asia.groups.yahoo.com/group/Indonesia-QMS-Forum/
Salam hangat,
Maskal
Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers.
http://id.answers.yahoo.com