Kemampuan berkomunikasi yang baik berawal dari masa kanak-kanak. Untuk itu, 
sebagai orangtua anda lah yang bertugas melatih kemampuan berkomunikasi si 
kecil agar ia dapat berkomunikasi dengan bahasa yang baik. Ajari si kecil untuk 
mengekspresikan perasaan dan keinginannya menggunakan bahasa yang baik.

Saat anda melihat ia sedang lelah, kesal atau sedih, bicarakan padanya tentang 
perasaan tersebut, dan bantu ia mengekspresikannya melalui kata-kata. Misalnya 
anda bisa bertanya padanya "Kamu kesal ya karena tidak bisa meraih mainan itu 
sendiri? Apa kamu mau mama membantumu mengambilkannya?". Anda juga harus 
melatihnya untuk meminta tolong pada orang lain dengan menggunakan kata-kata 
yang baik dan sopan, misalnya "tolong bantu aku ya ma", dan sebagainya.

Yang harus anda ingat, bagian terpenting dari "belajar" yaitu dengan melihat 
dan bermain peran. Gunakan cara tersebut untuk membantu anak anda menggunakan 
kata-kata yang dapat mencegah reaksi fisik dengan lawan biacaranya seperti 
memukul, membuang barang-barang, atau marah-marah.

Rubah cara bicara kita
Ada empat kata yang harus kita hindari saat bicara dengan anak, yaitu "nakal", 
"jelek", "baik", dan "tidak". Sebagai contoh, saat anda hendak memberi pujian 
padanya, gunakanlah kalimat seperti, "pintar", "pintarnya", "mama suka kamu 
melakukan itu", ucapan tersebut lebih baik dari pada anda mengucapkan "anak 
baik". Cobalah merubah kata-kata negatif menjadi kata-kata yang positif, 
seperti "Jangan berteriak" menjadi "tolong gunakan suara yang pelan saja ya 
de". Anak-anak sangat suka di mintai tolong, oleh sebab itu ia akan memberi 
respon positif dengan permintaan anda tersebut.

Bicarakan yang baik-baik
Jika anda ingin membicarakan tentang anak anda pada orang dewasa lain, cobalah 
bicarakan perilaku baik yang dilakukannya, terutama jika ia berada di dekat 
anda. Sebaliknya, hindari membicarakan perilaku buruk anak di depan orang lain. 
Mengakui perilaku baik anak anda di depan orang lain akan membuatnya merasa di 
hargai, sehingga ia akan meneruskan perilaku baiknya tersebut untuk membuat 
anda senang padanya.

Pastinya anda merasa senang dan lebih percaya diri saat orang lain memuji anda 
bukan, sebaliknya anda akan merasa malu dan rendah diri saat orang lain 
mengeluhkan kejelekan anda. Hal ini juga berlaku bagi anak-anak, menceritakan 
perbuatan negatifnya di depan orang lain justru akan mengurangi self esteem-nya 
bahkan hingga bertahun-tahun setelah pembicaraan itu. Jadi, biasakan untuk 
membicarakan perbuatan baik si kecil pada orang lain di depannya sedini 
mungkin, agar self esteem mereka terpupuk hingga besar nanti.

Ingatlah bahwa kata-kata positif bisa membangun, sementara kata-kata negatif 
bisa menghancurkan. Meski masih kecil, perasaan si kecil juga bisa terluka 
dengan ucapan anda, dan akan sangat sulit untuk menyembuhkan luka hati 
tersebut. 

www.alitkids.com
[email protected]
081392540789

Kirim email ke