Baru-baru ini, dua calon nasabah asuransi saya mengajukan asuransi yang 
mengikutsertakan program rawat inap dan program operasi rumah sakit (HISR - 
Hospital income rider and surgical). 

Namun ternyata, kedua calon nasabah saya ini memiliki penyakit asma. Proses 
pengajuan mengalami penundaan, karena klien harus melakukan medical check-up, 
cross-check dengan rumah sakit/klinik tempat klien pernah berkonsultasi, dan 
prosedur lain yang harus dilakukan oleh pihak underwritting.


Setelah melakukan proses yang cukup lama, akhirnya kedua aplikasi disetujui, 
dengan pengecualian penyakit asma dan komplikasinya. Tentu saya dan klien saya 
kecewa, karena justru penyakit inilah yang ingin di asuransikan pada saat klien 
mengalami perawatan di rumah sakit.


Pada dasarnya, asuransi adalah untuk memproteksi diri dari suatu kondisi yang 
tidak diharapkan (meninggal, sakit, kecelakaan). Jadi tujuannya adalah 
memproteksi dari kejadian yang tidak diharaokan, bukan untuk meng-cover 
kejadian yang sudah ada. Katakanlah asuransi rumah, jika sudah terbakar, baru 
kemudian mengajukan asuransi, tentu saja akan ditolak, lain halnya jika baru 
membangun rumah, kemudian mengasuransikan rumahnya, lalu terbakar, maka pihak 
asuransi harus membayar klaim.



Jadi segala informasi yang diberikan pada saat melakukan pengajuan asuransi 
harus tepat dan benar, menyertakan beberapa referensi dari rumah sakit/dokter 
jika ada, dan data diri serta riwayat kesehatan keluarga, karena asuransi 
adalah kontrak seumur hidup. Sangat disayangkan jika nasabah mengisi surat 
pengajuan dengan tidak jujur, seandainya pengajuan tersebut diterima, kelak 
dikemudian hari jika diketahui ada kesalahan/ketidaksesuaian, maka klaim akan 
ditolak.


Maka, alangkah baiknya jika sedini mungkin kita mengasuransikan diri kita 
sendiri, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pada saat kita masih 
muda dan sehat. Memang, setiap orang mengharapkan sehat dan tidak mendapatkan 
penyakit yang berarti dalam hidupnya, namun jika sudah terkena penyakit, dan 
belum berasuransi, kelak anak-anak kita yang akan menanggung resikonya.



Semoga bermanfaat.

Firsty R Renata,ST
http://myfutureconceptberita.blogspot.com/2009/03/asma-dan-asuransi-kesehatan.html


Kirim email ke