Pak alim... saya hanya mem-posting & forward dari bbrp blog kok ..

kenapa anda marah2 pak alim? jika info itu tidak benar....


karena benar, maka anda marah2...


posting itu berdasar berita koran yg dicopy paste...




di berita koran tertulis ditemukan buku2 lama/bekas, dari Bintang Ilmu
disuplaikan pada sekolah. artinya korupsi.... korupsi dana pendidikan


juga buku porno dari Bintang ilmu yang dibagikan pada sekolah
dasar...itu posting berdasar berita radio online yg dicopy paste lengkap
dg gambar2 dan foto waktu diperiksa dinas pendidikan... dan juga ada
dalam berita2 TV (metro TV, AnTV, Global TV)




Pertanyaan saya satu saja, untuk mengetest kepribadian anda yang
keliatannya labil itu...jika Bintang Ilmu itu anda yang punya... apakah
dalam pembayaran dan pengelolaan keuangan anda berwenang???


anda tidak berwenang bukan??? bisa tampak dari jawaban anda dan pernah
ada posting yang menyebut posisi anda di bintang ilmu... juga PT. Mapan
dan PT Albama, dimana 2 perusahaan ini adalah milik anak/adik/menantu
dari pemilik PT. Bintang Ilmu yakni Engkoh Wimpi Ibrahim.. Tapi yang
dipasang sebagai direktur adalah Manshur Tualeka... (Apakah ini adik
anda?, kok nama hampir sama)


itu semua hanya forward dari posting...


dimana ternyata dalam pengelolaan keuangan Manshur Tualeka dan anda
Alim Tualeka, sama sekali tidak punya kewenangan dalam hal pengelolaan
keuangan..

Yang berhak mengelola keuangan dan uang disimpan dimana adalah Engkoh Wimpi dan 
anak cucu menantunya




Masyarakat sudah pintar kok... apa yang terjadi dalam perusahaan
semacam ini,  karena sudah banyak aksus yang terjadi seperti Bank
Century dll


yakni keruk uang negara dan lari... nanti setelah diperiksa, pemilik
& pemegang uang sudah ada di Taiwan.. yang jadi korban adalah
orang2 seperti anda ini... orang2 Indonesia yang menjual bangsanya
sendiri karena dibayar oleh orang asing...




Sadarlah Bapak Alim..... juga lain2 orang yang jadi anjing geladak orang2 
asing...


uang yang dikeruk, dikorupsi, dicuri oleh para Taipan itu adalah uang
rakyat/negara yang diperuntukkan bagi kenajuan Indonesia...


Hanya karena dapat fee sekian milyard untuk beli rumah, mobil dlll yg
sebenarnya jumlahnya hanya sebagian kecil dari yang dikeruk oleh para
Taipan itu... anda jadi becking para Taipan... anda jadi tukang tipu
rakyat sendiri... anda jadi alat untuk korupsi dan keruk uang rakyat
yang digunakan untuk pembangunan.




Juga ada posting dari iklan di media massa, bahwa beberapa anak
perusahaan Bintang Ilmu, seperti PT.mapan dlll mengumumkan dikoran
mohon pailit pada pengadilan negeri dijakarta..

artinya
jika permohonan pailit dikabulkan, maka kewajiban hutang perusahaan2
milik Engkoh Wimpi Ibrahim beserta nak cucu menantunya itu kepada pihak
lain , akan hilang. Atau terlepas dari berbagai masalah hutang. dan
bisa lari dari tanggungjawab dari persoalan pencurian uang rakyat/
korupsi.

Tapi bukankah kemuadian Engkoh Wimpi beserta anak turunnya
itu membuat perusahaan2 baru yang bergerak di bidang yang sama lagi...

Hehe.. jujur aja pak alim...

Gak apa kok anda pengin cepat kaya, daripada selama ini jadi preman jalanan

Boleh kaya, tapi jangan kemudian mengorbankan kemajuan negara...

Malah anda menghancurkan negara.... untuk para Taipan itu...

Mereka dengan dana pendidikan yang dikeruk/digarong itu, sekarang membangun 
perusahaan di Australia, singapore, Taiwan..

Mereka buat perusahaan baru lagi setelah untuk perusahaan2 mereka yang lama 
dimintakan pada pengadilan untuk dinyatakan
 pailit ...

perusahaan
baru itu oleh anda dan saudara2 anda dicarikan jalan untuk menggarong
uang negara lagi... hanya karena ingin nambah mobil, nambah rumah...



Ada
sebuah posting di sebuah milist yang menyatakan bahwa sebelum ini
semua, anda ini hanya seorang penjaga sebuah kantor dari seorang
penerbit...

Mungkin karena anda cukup pintar, apalagi anda pernah
ikut organisasi pemuda pancasila, pemuda muhamadiyah, pemuda NU dll
(pokok ikut organisasi ya... biar dapat fasilitas).. maka anda kemudian
punya peranan.



Sayang sekali pak alim, dengan kepintaran itu
harusnya anda bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa... Tapi dengan
kepintaran anda, anda menggarong habis milik bangsa untuk diserahkan
pada pihak asing... hanya karena ingin pamer mewah kepada tetangga
kanan kiri... Padahal kalau mati, anda cuma butuh 2x1 meter pesegi...
itu kalau anda orang beragama lho... bukan orang yang hari ini ngaku
islam, besok ngaku kristen, besok ngaku budha, besoknya lagi ngaku
kepercayaan... hanya untuk menipu..... maka sadarlah.... sebelum anda
memakan karma atas perilaku anda...



Malu
pada teman2 dari maluku, pak alim... gara2 ulah anda dan adik, anak,
keponakan dlll mencemarkan nama baik marga dari maluku... malah saya
bertanya2 jangan2 anda ini memang tidak cinta Indonesia karena anda
mungkin adalah simpatisan RMS yang mau buat bobrok negeri ini dari
dalam.



Saya tidak anti warga negara indonesia keturunan maupun orang asing baik dari 
asia, eropa dsb,

karena
banyak orang indonesia warga keturunan yang sangat berjasa bagi
kemajuan negeri. Misalnya pak alim markus, yang bangun industri
besar2an disini, sehingga menopang pembangunan dan membuka lowongan
kerja yang besar.

Kwik Kian Gie, seorang ekonom yang jujur..
Laksamana Sukardi dsb... (saya juga dengar dibidang pendidikan, warga
keturunan banyak memberi sumbangsih yang besar dalam konsep memajukan
pendidikan, cuma saya lupa nama2nya)..

Tapi saya hanya marah pada mereka2 yang merampok uang
negara/uang rakyat, baik itu warga indonesia asli ataupun keturunan.
Lalu membawa uangnya keluar negri, dan dengan uang itu membangun
disana....

Sebab (ini berdasar posting di beberapa situs), majikan
anda, Engkoh Wimpi dengan uang yang dicurinya dari negeri ini membangun
di australia, bahkan punya kewarga-negara-an sana... uang hasil
rampokan juga di parkir disingapore, hal ini juga dilakukan oleh kolega
bos anda yang bernama indonesia Edi Kuswanto yang produksi alat peraga
pendidikan bahasa indonesia dll (saya agak lupa, karena ini pernah
dimuat dalam posting di sebuah situs/web)

malah selain rampok uang
negara, juga banyak supliernya dan juga yang mengerjakan order dari bos
anda banyak yang tidak terbayar.. maka bos anda mohon beberapa
perusahaan miliknya, minta dinyatakan pailit oleh pengadilan negeri di
jakarta (Ini berdasar lampiran iklan yang diposting dibeberapa situs), lalu 
perusahaan baru beralamat ditempat baru,

sedangkan alamat kantor lama majikan anda sudah tidak aktivitas, sambil
menunggu penetapan pengadilan tentang persetujuan permohonan pailit.
jika ada yang datang atau tlp, selalu dikatakan banyak personelnya yang
pindah dll alasan (ini posting dari sebuah situs/web)




Kirim email ke