Tulisan ini dimaksudkan untuk membuka wacana para pelaku bisnis.
Bermula ketika saya mengamati beberapa keluhan yang dilontarkan para anggota 
group ‘Entrepreneurathome’ ,suatu milis di Amerika Serikat yang serupa dengan 
group Bisnis Center di Indonesia .
Ada dua ‘kelompok’ yang  saling bertolak belakang.  Kelompok yang pertama  
adalah  mereka  yang mengeluh bingung ,mau bisnis apa ?  Memilihnya saja sudah 
bingung ,apalagi mendirikannya.  Sebaliknya ada ‘kelompok’ yang mengeluh 
karena  dia  sangat mudah  mendirikan bisnis ,bahkan menurut dia sudah lebih 
dari 10 bisnis yang dia jalankan ,namun semuanya tak bisa berkelanjutan.  
 
Memang ,ada orang yang punya kreativitas tinggi tetapi ketrampilannya kurang.  
Dan sebaliknya ,ada yang memiliki ketrampilan tinggi tetapi daya kreasinya 
kurang.
Secara matematika mudah saja ,keduanya harus bergabung ,sehingga bisa saling 
mengisi.  Namun ,secara kepribadian ,belum tentu keduanya dapat rukun.
 
Lalu bagaimana cara mengatasi problema tersebut ?
 
Untuk menjawabnya ,kita ulas otak manusia.
Otak besar di kepala kita ,terbagi menjadi 2 sisi ,Kiri dan Kanan.
Otak Kiri adalah otak yang melakukan analisa dan kalkulasi ,sedang otak Kanan 
berfungsi untuk melakukan kreasi.
Dulu ,banyak yang beranggapan bahwa seorang jenius adalah mereka yang otak 
kirinya jauh lebih kuat daripada otak kanannya.
Ternyata setelah berbagai penelitian ,orang yang jenius adalah mereka yang 
memiliki kesetimbangan otak kiri dan kanan. Atau secara matematisnya 
,kekuatannya 50% kiri dan 50% kanan. Benar-benar setimbang.  Namun sampai 
sekarang belum ditemukan orang ini.  Konon kabarnya ,perbandingan otak Albert 
Einstein adalah  50,5% Kiri : 49,5% Kanan. 
Perbandingan kekuatan otak manusia adalah  pada kisaran 40 : 60 %.
 
Mari kita urai secara garis besar :
 
40 % Kiri : 60 % Kanan           : Orang dengan perbandingan kekuatan seperti 
ini punya imajinasi yang kuat. Banyak ide baru ,sikapnya spontan. Karya seninya 
pasti hebat. 
45 % Kiri : 55 % Kanan           : Imajinasinya lumayan kuat ,dan dia bisa 
melakukan penerapan suatu ide berdasarkan analisa yang  terpadu.
50 % Kiri : 50 % Kanan           : Yang sempurna seperti ini sepertinya tidak 
ada. Yang ada hanyalah yang mendekati perbandingan bilangan ini. Pertukaran 
data antar otak kiri dan kanan sangat cepat ,sehingga dapat menghasilkan buah 
pikiran yang cemerlang. 
55 % Kiri : 45 % Kanan           : Daya analisanya tinggi  ,namun dia masih 
bisa menerima suatu gagasan baru.  
60 % Kiri : 40 % Kanan           : Orang ini adalah yang penuh perhitungan. Dia 
bertindak berdasarkan rumus atau aturan yang berlaku Dia bisa jadi seorang 
akuntan yang hebat ,atau tenaga kerja yang terampil dalam bidangnya.
 
Nah ,kembali ke kasus 2 kelompok tadi ,dapat disimpulkan bahwa orang yang 
bingung memilih jenis bisnis adalah orang perbandingan otaknya mungkin 65 % 
kiri : 35 % kanan.  Dia bingung karena semua jenis bisnis yang dia temui ,tidak 
memenuhi ‘rumus yang pasti’.  “Pastikah bisnis ini menghasilkan keuntungan ?”  
“Kalau jawabannya ‘ya’ ,dasarnya apa?”  Itulah pertanyaan yang sering timbul 
pada orang-orang dengan kekuatan otak kiri yang berlebih. Jika belum 
pertanyaannya belum terjawab secara tegas ,pasti ,dan nyata ,maka dia menjadi 
ragu untuk bertindak.
Sebaliknya ,ada orang yang terlalu spontan. Ada gagasan bisnis menarik ,tanpa 
pikir panjang ,dia langsung mendirikan bisnis itu.  Awalnya memang mudah 
,bahkan bisa berjalan baik. Tetapi ketika dia ditinggalkan oleh rekannya yang 
terampil ,bisnisnya terbengkalai.  
Ada suatu kisah nyata.  Seorang kawan  saya yang penuh kreasi ,berhasil 
mandirikan sebuah Cafe di Jakarta dengan berbagai hidangan Italia.  Dia 
mempekerjakan seorang koki yang memang mahir.  Cafenya selalu padat 
pengunjung.  Beberapa tahun kemudian  ,setelah liburan Lebaran ,koki itu tidak 
kembali dari kampungnya.  Kawan saya kelabakan ,cari koki lain ,tapi tak ada 
yang pas ,Cafenya jadi surut pengunjung ,merugi ,dan terpaksa ditutup.
 
 
Kesimpulannya. Kita perlu mengupayakan diri agar otak kiri dan kanan cenderung 
setimbang.
Caranya ?
Jika kita memiliki kelebihan di otak kiri (artinya daya analisa lebih kuat 
dibanding daya kreasi) ,maka cobalah menikmati ;menghayati ;hingga melaksanakan 
seni (bisa seni musik ; lukis ;tari ;bahkan menulis cerita).  Einstein selalu 
menyempatkan diri bermain biola.  
Sebaliknya ,jika otak kanan lebih kuat (berarti punya daya kreasi tinggi 
dibanding analisa) ,maka cobalah membuat perkumpulan catur ;atau bridge ;atau 
permainan Sudoku.
 
Bagaimana mengetahui kekuatan Kiri dan Kanan ?
 
Cara yang mudah adalah ,saling genggamkanlah kedua telapak tangan Anda secara 
spontan.
Jika jempol kiri Anda di atas jempol kanan ,berarti otak kanan Anda lebih kuat 
dibanding yang kiri . Dan sebaliknya jika jempol kanan berada  teratas ,berarti 
otak kiri lebih dominan.
 
Selanjutnya ,seberapa dominan ?  
 
Anda perlu mengkaji diri sendiri berdasarkan masukan di atas.
 
Semoga masukan ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan BC.
 
 


      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke