__Maaf moderator, numpang promosi__

ARWANA Return 

   

A. Sebuah Perjalanan  

   

Pada tahun 1994, Yudie
Chaniago, Hendri Lamiri dan Yan Machmud berkumpul untuk mambuat group band
dengan nama X-Bart. Mereka adalah musisi-musisi kafe yang berasal dari
Kalimantan Barat (Pontianak). Rasa persatuan daerah ini menjadikan mereka
serius untuk menekuni dunia music dengan mencari musisi-musisi dari Pontianak.
Akhirnya terbentuk formasi lengkap dalam group band X-Bart dengan personil
Yudie Chaniago (vocal & drum), Hendri Lamiri (vocal & violin), Yan Machmud (lead
vocal & acoustic), Wansyah
Fadli (vocal & guitar), Delsi (keyboard) dan Nono (bass). X-Bart membawakan
lagu-lagu Top 40 dan manggung dari kafe ke kafe di Jakarta dan pertama kali 
manggung
di News Café.

   

Pada tahun 1995, X-Bart
berganti nama menjadi Nacle Band. Konsep musik masih sama yaitu membawakan Top
40 dari kafe ke kafe. Dukungan terhadap musisi-musisi ini sangat kuat di
kalangan musisi senior Indonesia saat itu. Banyak musisi-musisi senior
mendorong Nacle Band untuk masuk ke dapur rekaman. Akhirnya pada tahun 1996,
Nacle Band mambuat master 10 lagu dan rekaman di GIN Studio (tempat ngumpulnya
musisi-musisi tertama). Proses rekaman banyak dibantu oleh musisi-musisi senior
seperti Billy J. Budiarjo, Dian Pramana Putra dan sebagainya.

 

   

B. Eksistensi ARWANA  

   

Pada tahun 1997, Nacle Band
memberikan master 10 lagu tersebut ke Bp. Jan Juhana dengan label Sony Music
Indonesia. Pada tahun yang sama, berdirilah Sony Music Indonesia dan Nucle Band
diterima sebagai artis pertama. Nucle Band pun berubah nama untuk masuk ke Sony
Music Indonesia. Beberapa nama yang menjadi pilihan saat itu adalah ikon dari
Kalimantan Barat tempat semua personil berasal, yaitu ARWANA, KHATULISTIWA dan
KAPUAS. Dari ketiga nama tersebut akhirnya disepakati bersama dengan nama 
ARWANA,
tetapi nama-nama yang lain tetap dipakai sebagai judul album. Genre/jenis musik
ARWANA pun berubah dan konsisten di Pop Ballad. Album pertama dengan judul Asa 
yang
berisi 9 lagu dengan single hits-nya lagu Kunanti. Tidak disangka dan tidak
diduga, di saat krisis moneter dunia termasuk di Indonesia, album ARWANA
pertama kali terjual 400.000 (empat ratus ribu) kopi. Prestasi yang
membanggakan ini menjadikan Sony Music Indonesia optimis untuk mempersiapkan
album kedua. 

   

Tahun 1999, ARWANA mengeluarkan
albumn kedua dengan judul NADI KhATULISTIWA, single hits-nya Lamunanku. Pada
album kedua ini ARWANA banyak mendapatkan prestasi dan nominasi diantaranya;

1.      
Pendatang Baru Terbaik

2.      
Lagu Terbaik versi Ballad & Country dari AMI
(Anugerah Musik Indonesia)

3.      
Lagu “Kepang Kampung”, menjadi hits terbaik MTV
Music Award se-Asia (karena satu-satunya musik yang bernuansa pop etnik).  

Promo tour di album kedua ini
sangat kurang, karena dipengaruhi kondisi politik Indonesia yang memburuk saat
itu. Semua hiburan yang berkaitan dengan kumpulan massa sangat rawan, sehingga
beberapa Event Organizer dari
beberapa kota cancel untuk mambuat konser ARWANA. 

   

Beberapa tahun ARWANA absen
dari musik, akhirnya pada tahun 2004, ARWANA memutuskan untuk membuat album
indie khusus Kalimantan Barat yang berjudul Kapuas dengan single hits PTHB
(Patah Tumbuh Hilang Berganti). Arwana sebagai produser dan sekaligus publisher
untuk album indie ini. Album indie ini khusus dipersembahkan buat penggemar
ARWANA di Kalimantan Barat.  

Banyak kendala dalam mengatur
indie label, terutama dalam konsentrasi waktu dan promosi. Banyak kesibukan
masing-masing personel mengakibatkan konsentrasi pada ARWANA berkurang dan
menyebabkan absen lagi di belantika musik Indonesia dalam  beberapa tahun. 

   

Tahun 2009, banyak fans ARWANA
mempertanyakan eksistensi kembali di dunia musik. Banyak masukan dari fans
ARWANA di facebook, menjadikan personel ARWANA berpikir kembali untuk
meluangkan waktu untuk kembali mewarnai musik Indonesia. Tidak diduga dan tidak
disangka, ARWANA Fans Club (Insang ARWANA) di facebook berkembang pesat di
beberapa kota. Semangat fans ARWANA ini membangkitkan ARWANA untuk kembali
eksis di belantika musik Indonesia. Akhirnya personel inti ARWANA yaitu Yudi
Chaniago, Hendri Lamiri dan Yan Machmud sepakat untuk membangkitkan ARWANA yang
bertahun-tahun mati suri dari dunia musik. Nama baru yang terpilih yaitu ARWANA
Return yang berarti kembalinya ARWANA di belantika musik Indonesia dengan label
NAGASWARA. 

   

Tahun 2010, ARWANA Return
mengeluarkan album ketiga dengan judul album dan single hits JANGAN PERGI.
Ketiga album dari album pertama, kedua dan ketiga mempunyai satu kesatuan tema
yaitu antara Kunanti, Lamunanku dan Jangan Pergi. Satu kesatuan tema itu juga
mengisahkan perjalanan ARWANA Return di belantika musik Indonesia. Dengan 
kembalinya
ARWANA (ARWANA Return), diharapkan terus berkarya dan “Jangan Pergi” lagi dari
dunia musik. 

   

   

   

C. Diskografi ARWANA Return 

   

Album
Pertama 1997  


 

Label             : Sony Music Indonesia 

Judul Album   : ASA 

Single Hits      :
Kunanti 

Tracklist         :

1. Aku Rindu (Ngapel)

2. Angsa Putih

3. Asa

4. Jakarta

5. Kephang Kamphoenk

6. Kunanti

7. Tolonglah

8. Ungkapkan

9. Zero 

  

Album
Kedua 1999  



Label              : Sony Music Indonesia 

Judul
Album    : Nadi Khatulistiwa 

Single
Hits       : Lamunanku 

Tracklist          : 

1. Pucuk Dicinta

2. Lamunanku

3. Nadi Khatulistiwa

4. Rinduku

5. Kembalilah

6. Jalan Masih Panjang

7. Hello (Apa Kabar)

8. Jalan Terbaik

9. Sungguh Mati

10. Hati yang Tertinggal 

   

   

Album Ketiga
2010  (Promo Album!!) 



Label              : NAGASWARA 

Judul
Album    : Jangan
Pergi 

Single
Hits       :
Jangan Pergi 

Tracklist         
: 

1.
Jangan Pergi

2. Putus

3. Mutiara Hati

4. PTHB (Patah Tumbuh Hilang Berganti)

5. Ku Kembali

6. SSS (Suka Sama Suka)

7. Kapuas 

   

   

D. Contact Management 

   

Damasus de Javano 

Pondok Bambu Asri, Selatan
V, A2-20,  

Jakarta 13430 – Indonesia 

Phone  : +6221 930 82491 

Mobile : +62 813 83586837 

Email   : dama...@dejavano. com




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke