Seringkali
saya prihatin melihat orang-orang yang sudah bersusah payah menyebarkan
informasi (iklan) di berbagai jalur komunikasi dunia maya seperti email, 
facebook,
milis, forum.  Tetapi alih-alih mendapatkan respon, terkadang malah
menuai cibiran.  Belum lagi kalau dianggap sebagai spam dan diblok oleh
pembaca.  Boleh saja Anda dan saya sebagai pengiklan bertebal muka dan
telinga, tapi buat apa?  Adakah orang yang akan membaca iklan dari
orang yang sudah dicap sebagai ‘seorang pengganggu’?  Usaha menyebarkan 
informasi tanpa dibaca adalah usaha menjaring angin dan menuai badai.


Seringkali juga tidak terpikirkan oleh pengiklan bila iklan yang di-posting
di media atau jejaring sosial cenderung klise dan umum.  Dengan kata
lain, bila kita mencoba mengiklankan produk baju, kita sering tidak
‘ngeh’ bila ada beratus-ratus orang yang juga mengiklankan produk yang
sama (di media yang sama lagi!).  Berapa banyak orang yang sama-sama
beriklan tentang : jualan buku, MLM, tas, bedcover, mobil,
beras, arisan berantai, makanan, asuransi dan produk-produk lainnya? 
Lalu bagaimana agar informasi klise, umum, dan terkadang out of date (basi, 
usang, bekas) dibaca sebagai sesuatu yang berharga?


Beberapa waktu yang lalu saya pernah membahas topik tentang Personal Inbox. Di 
sana saya menjelaskan betapa lemahnya pesan massal untuk ditanggapi oleh calon 
konsumen atau komunitas.  Kekuatan personal inbox
atau pesan pribadi akan lebih mencorong di mata calon konsumen untuk
ditanggapi.  Namun ada hal yang lebih penting untuk diperhatikan juga
agar iklan yang dikirimkan via email pribadi lebih efektif lagi.

Perlu
kita sadari bila di dunia ini sudah banyak produk bagus, produk
menguntungkan.  Sayangnya di abad modern ini nyaris tidak ada inovasi
produk yang betul-betul baru.  Yang ada hanyalah pengembangan atau
modifikasi sebuah produk.  Bila sebagai pengiklan kita hanya
mengiklankan produk bagus, apa bedanya dengan orang lain yang juga
memiliki produk yang tidak kalah bagus dan murah.


Bila
kita sebagai penjual atau pengiklan hanya mengutamakan diferensiasi
produk yang kita jual, maka penjual lain juga demikian.  Ada kalanya
malah pembeli ternyata tidak membeli produk yang katanya ‘berbeda dari
yang lainnya’.  Kebanyakan pembeli melakukan repeat order barang yang
itu-itu saja, dan DARI ORANG itu-itu saja.  Seperti kita
berbelanja, mengapa kita seringkali hanya mau membeli di warung A,
padahal ada warung B.  Mengapa ada orang yang hanya mau membeli mobil
dengan sales A, bukan dengan sales B?  Istilahnya ya, “Mau mobil bekas atau 
baru, pokoknya gua musti sama tuh orang…  Gak percaya sama yang laen!”


Jadi
dapatkah kita mengatakan di zaman sekarang bila kondisi produk yang
bagus sebagai unsur terbesar bagi pembeli untuk melakukan transaksi? 
Ternyata tidak juga kan?  Jika ingin dikulik, peran PERCAYA dan KENAL dengan 
PENJUAL / PENGIKLAN lebih berpengaruh besar untuk membuat orang mau menerima 
dan membaca informasi tentang produk usang/second sekalipun.


Era
pemasaran yang sudah tidak berorientasi kepada produk seperti sekarang
ini seharusnya disadari oleh penjual atau pengiklan saat ini.  Kecuali
kita mengiklankan produk yang betul-betul ciptaan baru, sebenarnya
produk yang kita jual sudah merajalela dan diiklankan juga oleh orang
lain.  Di saat banyak penjual menjual atau mengiklankan produk yang
kurang lebih sama, kita sering lupa bila kita HARUS membuat perbedaan.  Dan apa 
yang dapat dibedakan bila produk ternyata sama kualitas dan harga?  Tentu saja 
‘Penjual’ yang bisa dibuat berbeda.


Bagaimana
caranya agar orang membeli asuransi dari Anda dia ntara berjibunnya
agen asuransi lain?  Bagaimana caranya agar orang menjadi  downline Anda 
sementara calon downline
Anda juga ditawari rekan-rekan sesama pelaku MLM?  Bagaimana caranya
toko ponsel Anda lebih dilirik orang daripada toko ponsel tetangga? 
Semua jawabannya ada pada ‘bagaimana posisi ANDA di mata calon konsumen, BUKAN 
produk’. 


Memposisikan
diri kita sebagai orang yang layak untuk diajak bertransaksi tentu
menekankan hal yang lebih personal antara Anda dan calon konsumen. 
Seandainya kita adalah pembeli asuransi, jelas kita akan lebih
mendahulukan agen yang adalah teman kita tinimbang agen yang belum
dikenal.  Bila kita ingin membeli mobil, tentu kita akan memilih
penjual yang sudah kita ketahui sebelumnya yang sudah tahu selera kita
daripada harus menanggung resiko percaya dengan penjual yang ujug-ujug
main telepon, menyebarkan brosur, atau menempelkan info iklan secara 
serampangan di wall facebook Anda tanpa permisi atau ba bi bu menjelaskan apa 
yang dijual.


Bila kita sebagai pembeli saja memilih-milih penjual, ya harusnya sebagai 
penjual kita harus sadar bahwa kita ini dalam posisi DIPILIH.  Harusnya bukan 
produk sajalah yang kita iklankan, tapi PENJUAL itu sendiri.  POTENSI APA
yang ada pada diri kita sehingga orang mau membaca iklan kita, membeli
produk kita yang juga dijual oleh penjual lain.  Hal ini juga tidak
hanya berlaku bagi wirausaha, tetapi juga KARYAWAN yang INGIN MAJU
di dalam kariernya.  Apa yang harus dilakukan oleh Anda sebagai
karyawan agar pimpinan mau mempromosikan jenjang karier Anda?  Tentu
saja Anda dalam posisi HARUS mengiklankan diri Anda secara tidak
langsung.


Mengiklankan
diri Anda sebagai penjual, pemilik toko, wirausahawan, atau karyawan
sekalipun tentu berbeda dengan cara mengiklankan produk.  Mengiklankan diri 
sebagai penjual berhubungan erat dengan intensitas hubungan antara penjual dan 
pembeli. 
Menjual diri sendiri sebagai usahawan yang pantas dibeli barang
dagangannya juga tidak seperti jualan di lampu merah.  Tidak bisa kita
asal main tawar-tawar barang begitu saja, tanpa mau tahu siapa pembeli
Anda dan apa kebutuhan pembeli Anda.

Strategi
posisi diri Anda di mata calon pembeli atau komunitas Anda harus
diikutsertakan selain hanya mengiklankan produk semata.  Hal itu akan
membuat calon pembeli atau komunitas Anda mengeksekusi dengan kata :
Ya, saya pasti mau jadi downline kamu karena saya sudah kenal kamu baik 
daripada yang lainnya.
So Marketing is also about relationship, not only salesmanship

Tulisan sudah pernah di-posting di blog http://smoothmarketing.femikhirana.com

Best regard,
http://femikhirana.com
Bingkisan Kata , buku motivasi singkat yang cocok dijadikan kado
SUDAH TERBIT : Raup Untung dengan Jual Diri
dapat diperoleh di TB Gramedia (jabodetabek), gilabuku.com, bukupengusaha.com
Untuk pembaca di Surabaya, dan Indonesia Timur (Kalimatan - Papua) ada reseller 
khusus, agar hemat ongkir.



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke