Fenomena Ayam Organik di Indonesia

Indonesia di masa kini, mulai sering dijumpai bahan makanan ber label 
`Organik', mulai dari sayur, buah, dan yang terbanyak adalah beras. Namun, 
banyaknya produk yang berlabel organic ini, tidak dibarengi dengan dukungan 
pemerintah dalam hal informasi yang jelas, apalagi masalah sertifikasi .

Yang lebih jauh dari perhatian masyarakat adalah Ayam Organik. Mungkin ayam 
organic masih terdengar asing saat ini, namun sudah ada beberapa pemain yang 
mensupply ayam organic, atau yang mengaku ayam organic di pasaran terutama 
Jakarta.

Diantaranya adalah Probio Chicken, dibawah bendera PT. Pronic Indonesia. Probio 
Chicken adalah Ayam Berkualitas Organik, karena pemeliharaannya tidak lagi 
menggunakan antibiotik, tetapi probiotik dan herbal. Namun PT. Pronic tidak 
mengatakan bahwa produknya adalah Ayam Organik, tetapi "Berkualitas Organik"

Beberapa pemain lain, mengaku produknya sebagai Ayam Organik yang dengan 
jelas-jelas memasang merek Ayam Organik pada labelnya, walaupun tidak didukung 
dengan sertifikasi apapun.


Standar Kualifikasi Organik

Menurut Standar Internasional, Daging Organik harus memenuhi kriteria sebagai 
berikut:

o       Berasal dari Bibit yang ditetaskan atau dilahirkan dari induk yang 
dipelihara secara organik

o       Selama pemeliharaan dan pembesaran, samasekali tidak menggunakan 
bahan-bahan kimia dalam bentuk apapun.

o       Pemberian pakan menggunakan bahan-bahan alami tanpa imbuhan kimia

o       Pengkondisian kandang tidak menggunakan bahan-bahan kimia.

o       Dipotong dan dibersihkan tidak menggunakan bahan-bahan kimia, dan 
menggunakan air yang terjamin kebersihan dan kandungannya.


Di Indonesia, kriteria organik ini masih jauh dari standard kriteria yang 
diberikan. Terutama pada daging ayam, karena bibit atau DOC bukan berasal dari 
indukan yang organik, dan pakannya juga menggunakan pakan yang berasal dari 
bahan-bahan ytang non organik. Belum lagi standar pembersihan dan pemotongannya.

Belum lama ini, Team kerja dari Pronic Indonesia bekerjasama dengan Greenline 
Care, sedang mengembangkan proyek ayam lokal yang dipelihara secara 
tradisional, dimana ayam diberi pakan sisa-sisa sayur organik dan dedak dari 
beras organik. Sedangkan di minumnya diberikan probiotik dan herbal. 
Pemeliharaan juga menggunakan pemanas alami yang hemat energi. Sedangkan 
pengkondisian kandangnya diberikan Probiotik pengontrol dekomposisi.

Rencananya setelah penembangan selesai, akan dicoba dipasarkan secara 
komersial, dimana pembersihan dan pemotongannya menggunakan standar pemotongan 
Probio Chicken yang memang sudah bebas bahan kimia dan cemaran logam.


Menuju Standar Organik Murni

Pengembangan ayam berstandar organik memang tidak mudah untuk dicapai. Di satu 
sisi, masyarakat awam pun belum benar-benar memahami mengenai apa itu ayam 
organik, sedangkan untuk memelihara dan mendapatkan hasil daging ayam 
berkualitas organik tidak mudah dan membutuhkan biaya ekstra.

Masih dibutuhkan waktu untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas, mengenai 
perbedaan, benefit dan pada akhirnya selisih harga yang timbul sebagai 
konsekuensi kualitas organik yang diberikan.

Dibutuhkan tanggungjawab yang penuh dari para pemain organik khususnya ayam 
organik di Indonesia, untuk dapat memberikan kualitas kesehatan yang terbaik 
dan dapat dipercaya. Sehingga mereka bukan hanya mengejar untung, tetapi lebih 
melihat usaha ini sebagai jalan untuk mencapai visi misi menyehatkan Bangsa 
Indonesia.


Christopher Emille Jayanata, Ir
www.pronic.co.id
agenayamorganik.blogspot.com


Kirim email ke