dear all
Wah... lagi musim promosi dan marak penegakan hukum lagi nih kalau 
membaca berita kemarin dan sebelumnya (2 berita dibawah ini)... biasanya 
memang ada musimnya...mungkin jika dana promosi dan tugas rutin untuk 
melakukan diplomasi kaitannya dengan penegakan HKI software di 
dunia...eh di Indonesia...

kenapa sih kok yg di tekankan aspek represif dan preventif dan 
agresif... kenapa ngak aspek sosialisasi... atau kenapa yg di arah oleh 
polisi dan BSA ini perusahaan industri otomotif, konstruksi dan 
arsitek......kenapa kok tidak berani langsung saja razia industri 
pembajaknya... sumbernya dong... :-)

apakah karena lebih mudah dan komersial...dibandingkan dengan industri 
pembajak...yang lebih sulit kah ?

kenapa di negara paman SAM yang nilai pembajakannya jauh lebih besar 
dari pada Indonesia yang hanya USD 900 juta malah terkesan lebih agresif 
di Indonesia ??? kenapa BSA dan polisi pak Rusharyanto tidak juga 
mengkomentari hal ini...selalu hanya promosi angka persentasi pembajakan 
besar... kenapa tidak sekalian promosi angka pembajakan AS dalam USD 
yang lebih parah lagi dan besar..selalu yg dipromosikan misalnya 
diberita dibawah ini angka pembajakan Indonesia yang relatif lebih kecil 
hanya $ 900 juta dibandingkan dengan pembajakan software di negeri paman 
SAM asal BSA yang jauh lebih besar ?
why?
kenapa razia kok jarang dilakukan di AS padahal tingkat pembajakan dalam 
USD menurut laporan BSA lebih besar di AS ?...

kemana sih arahnya penegakan hukum seperti ini dan berita-berita seperti 
dibawah ini..sebenar benarnya ?

hebat juga kerjasama BSA dengan polisi dalam hal pelatihan dan training 
... apakah bagian dari 2nd track diplomasi...diplomasi NGO di negara 
negara berkembang ? cmliiw... mohon komentar dong dari BSA atau yang 
berkenan ?

salam, rr - apw/ mastel ukm
---
*Hukum Bisnis*
Selasa, 29/06/2010
 
*Lima perusahaan dilaporkan ke polisi
Produk AutoCAD paling banyak dibajak*
 
JAKARTA: Autodesk Inc, produsen peranti lunak asal AS, melaporkan lima 
perusahaan yang diduga melakukan penyalahgunaan lisensi software kepada 
polisi.

Mereka yang dilaporkan itu adalah perusahaan yang bergerak di bidang 
industri konstruksi, engineering, dan arsitek. Beberapa di antaranya 
berbasis di wilayah DKI Jakarta.

Licence Compliance Manajer Autodesk Indonesia, Turia Fitriano Helmy, 
menyebutkan laporan ke polisi tersebut terpaksa dilakukan karena 
perusahaan itu dinilai tidak memberikan respons positif, kendati telah 
diberikan edukasi dan peringatan terkait dengan penyalahgunaan lisensi 
tersebut.

"Kami sudah melakukan pendekatan persuasif kepada yang bersangkutan. 
Namun, mereka merasa dirinya paling benar. Akhirnya kami minta kuasa 
hukum melaporkan mereka kepada Mabes Polri," ujar Turia, dalam acara 
konferensi pers yang dilaksanakan oleh Business Software Alliance, kemarin.

Dalam pemeriksaan awal, katanya, polisi menemukan pelanggaran berupa 
penggunaan software Autodesk yang tidak berlisensi dan digunakan untuk 
kepentingan komersial.

Berdasarkan hasil temuan di lapangan, katanya, Autodesk menemukan 
sekitar 70% produk-produk software miliknya telah disalahgu-nakan.

Kebanyakan, ujarnya, perusahaan-perusahaan yang menyalahgunakan 
produk-produk software milik perusahaan ini adalah perusahaan 
arsitektur, manufaktur, minyak dan gas, serta hiburan/rumah produksi.

Dari 70% tersebut, jelasnya, produk dengan merek AutoCAD adalah yang 
paling banyak dibajak, mengingat produk ini bertipe horizontal sehingga 
banyak industri memanfaatkan software itu.

*2 Kategori*

Turia menyebutkan ada dua kategori kegiatan penyalahgunaan software 
Autodesk. Pertama, perusahaan yang menggunakan produk bajakan. Kedua, 
perusahaan yang menggunakan produk Autodesk tetapi tidak sesuai dengan 
jumlah lisensinya.

Autodesk, katanya, bisa mengetahui tindakan ilegal ini melalui aktivasi 
yang bersifat online. Hal ini bisa diketahui lewat serial number yang 
diminta dalam setiap proses aktivasi suatu software.

Kendati pihaknya telah melakukan tindakan hukum dengan melapor-kan 
perusahaan-perusahaan tersebut, dia menyebutkan pada prinsip-nya 
Autodesk lebih mengedepankan pendekatan persuasif, misalnya dengan 
melakukan sosialisasi dan edukasi.

Sementara itu, Penyidik Unit I Indag Direktorat II Eksus Bareskrim Polri 
Rusharyanto menyebutkan tindakan penegakan hukum kasus penyalahgunaan 
lisensi produk software kini banyak dilakukan di tingkat Polda, seiring 
dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi dan pelatihan di kepolisian 
daerah.

"Sekarang jajaran Polda sudah aktif dan mampu melakukan upaya penegakan 
hukum kasus penyalahgunaan lisensi software. Yang aktif melakukan 
terutama Polda-Polda di kota-kota besar, serta Unit Cyber Crime. Jadi 
memang tindakan penegakan hukum di kasus ini meningkat dari tahun lalu," 
katanya di tempat yang sama kemarin.

Dia menambahkan agar tindakan penegakan hukum kasus pembajakan peranti 
lunak makin berkualitas, pihaknya semakin aktif melakukan penyuluhan 
kepada seluruh penyidik, misalnya dengan melakukan kegiatan coaching 
clinic.

Di lain pihak, Ketua Perwakilan Business Software Alliance (BSA) 
Indonesia, Donny A. Sheyoputra, menyebutkan adanya tren peningkatan 
kegiatan penegakan hukum pada tahun ini.

Bahkan, menurut Donny, sepanjang tahun ini, BSA Indonesia telah 
dilibatkan oleh pihak kepolisian untuk menangani 25 kasus penyalahgunaan 
software berlisensi, di mana sekitar 70% ditemukan penyalahgunaan 
software milik Autodesk. /([email protected]) /

Oleh *Elvani Harifaningsih*
Bisnis Indonesia

 
© /Copyright 2001 /*Bisnis Indonesia*. /All rights reserved./


*Teknologi Informasi*
Rabu, 30/06/2010
 
*Potensi kerugian capai US$900 juta
Tren pembajakan software di Indonesia belum turun*
 
JAKARTA: Potensi kerugian yang diderita pemasok peranti lunak akibat 
pembajakan software di Indonesia pada tahun ini diperkirakan menembus 
US$900 juta di tengah meningkatnya kebutuhan peranti lunak.

Donny Sheyoputra, Perwakilan Business Software Alliance (BSA) Indonesia 
memproyeksikan angka kerugian akibat pembajakan software tahun ini 
cenderung naik hingga mencapai US$900 juta. "Kerugian pasti naik karena 
sifatnya yang umum di tengah pertambahan kebutuhan software yang 
porsinya lebih besar lagi," ujarnya kemarin.

BSA merupakan organisasi yang sebagian besar berasal dari industri 
peranti lunak komersial global di antaranya Microsoft, Autodesk, Apple, 
Adobe, Corel, Symantec dan lainnya.

Donny memperkirakan naik turunnya tingkat pembajakan software di 
Indonesia tidak terlalu jauh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya 
yaitu naik turun pada kisaran 1%-2%.

Dia menegaskan persentase tingkat pembajakan hanya mengacu pada end 
user, bukan ritel atau pengganda. Adapun patokan tingkat pembajakan itu 
dihitung lembaga riset International Data Corporation (IDC) yang 
menghitung dari setiap 100 software komputer yang terinstalasi, lebih 
dari 80% di antaranya tanpa lisensi baik dari sistem operasi, aplikasi 
perkantoran, maupun aplikasi lainnya.

 
---
ref: http://www.micronics.info <http://www.micronics.info> 
http://www.java-cafe.net <http://www.java-cafe.net> 
http://www.apwkomitel.org <http://www.apwkomitel.org> 
http://www.facebook.com/people/Rudi-Rusdiah/651699209 
<http://www.facebook.com/people/Rudi-Rusdiah/651699209>
---





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke